Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads
-

Upaya GPBSI Bangun Banyak Bioskop untuk Majukan Film Nasional

📅 Jumat, 05 Jan 2018, 01:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Upaya GPBSI Bangun Banyak Bioskop untuk Majukan Film Nasional Doc: KORAN JAKARTA /M YAZID

Dibanding empat atau lima tahun lalu, perfilman Indonesia kini telah mengalami kemajuan. Terutama dalam jumlah penonton yang kian banyak menyambagi bioskop menyaksikan film-film Indonesia. Inilah yang terus diperjuankan oleh banyak pihak, termasuk para pekerja film dan juga Gabungan Pengelola Bioskop Seluruh Indonesia (GPBSI). Untuk lebih memajukan perfilman nasional, GPBSI berharap bisa membangun sarana bioskop di berbagai daerah agar film Indonesia bisa disaksikan masyarakat luas.

Ketua Gabungan Pengelola Bioskop Seluruh Indonesia (GPBSI), Djonny Syafruddin menyatakan optimismenya beberapa waktu ke depan, banyak daerah di Indonesia akan memiliki sarana bioskop, dan yang paling dekat akan dibangun adalah di Papua, Sulawesi Barat, dan di Ternate, Maluku Utara. Menurutnya, bioskop bukanlah semata tempat hiburan. Namun juga menjadi tempat edukasi dan sarana informasi bagi masyarakat. "Kita sama-sama berjuang demi kemajuan dunia perbioskopan di Indonesia dan tentunya film-film Indonesia," kata Djonny Syafruddin dalam jumpa persnya di bilangan Jakarta Pusat, baru-baru ini.

Ternyata, terbukti di daerah film-film Indonesia lebih diminati oleh masyarakat dibanding film mancanegara. Inilah yang menjadi salah satu faktor yang bisa digarap untuk membuat perfilman Indonesia semakin maju lagi ke depannya. "Di daerah itu sangat dominan film Indonesia. Jadi tugas kita adalah menyakikan sarana dan prasarana yang bagus untuk masyarakat. Semakin banyak masyarakat kita menonton film Indonesia, maka dunia perfilman kita juga akan ikut maju," tambah Djonny.

Djonny pun juga menyatakan bahwa film-film yang beredar harus bisa kompak dan serentak diputar di seluruh daerah. "Jadi film Indonesia harus serentak main, tidak ada yang tidak, kecuali kalau layarnya terbatas, baik itu film nasional maupun impor. Dan tidak boleh ada yang namanya monopoli untuk urusan bioskop ini," terangnya. Ia tak ingin ada perbedaan antara ibukota dan daerah untuk memutar sebuah film.

Dengan begitu, sarana bioskop di Indonesia akan juga ikut maju dan jika bioskop berkembang baik untuk mendukung kemajuan ranah perfilman di Tanah Air ini. Djonny Syafruddin terpilih kembali menjadi Ketua Gabungan Pengelola Bioskop Seluruh Indonesia (GPBSI) untuk keempat kalinya, dalam Musyawarah Besar (Mubes) GPBSI kedelapan.

Djonny Syafruddin pun mengenalkan Pengurus GBSI 2017-2022. Penempatan pengurus disesuaikan dengan kompetensi, kapasitas dan keahliannya masing-masing. "Mereka sudah sangat berpengalaman dalam dunia perbioskopan di Indonesia dan punya komitmen untuk turut memajukan perfilman nasional," tukas Djonny Syafruddin. yzd/S-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah thats right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Ekonomi
Rupiah Berisiko Melemah - 0...
Nasional
Presiden Prabowo Bakal Pimp...
Advertisement
Daftar Terakhir Perolehan Medali Asian Games 2026: Indonesia Posisi ke-16

Daftar Terakhir Perolehan Medali Asian Games 2026: Indonesia Posisi ke-16

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.