Koran Jakarta | August 24 2019
iklan koran jakarta
koran jakarta berita terkini hari ini 1 koran jakarta berita terkini hari ini 2

Penurunan Bunga Berpotensi Makin Gerus Rupiah

Sabtu 24/8/2019 | 00:04
A   A   A   Pengaturan Font
Saat resesi dunia, Indonesia kehilangan amunisi untuk mengangkat kegiatan ekonomi sektor produktif seperti manufaktur dan pertanian pangan. Saat resesi dunia, Indonesia kehilangan amunisi untuk mengangkat kegiatan ekonomi sektor produktif seperti manufaktur dan pertanian pangan.   JAKARTA – Penurunan...
Tampilkan Semua
FOLLOW US
KURS
SAHAM
LAPORAN KEUANGAN
laporan keuangan koran jakarta
Nasional

Penurunan Bunga Berpotensi Makin Gerus Rupiah

Sabtu 24/8/2019 | 00:04
A   A   A   Pengaturan Font
Saat resesi dunia, Indonesia kehilangan amunisi untuk mengangkat kegiatan ekonomi sektor produktif seperti manufaktur dan pertanian pangan.

 

JAKARTA – Penurunan bunga acuan Bank Indonesia (BI) dinilai akan menurunkan im­bal hasil (yield) aset investasi dalam rupiah. Ini berpeluang memicu pelarian modal atau capi­tal outflow yang lebih deras sehingga menim­bulkan depresiasi nilai tukar rupiah.

Selain itu, di tengah-tengah ketidakpastian dan perlambatan ekonomi global akibat pe­rang dagang yang mengarah pada ancaman resesi dunia, rupiah juga rentan terhadap aksi jual. Sentimen negatif itu dipicu oleh peristiwa yang dapat menyebabkan penghindaran aset berisiko global, apalagi mengingat porsi kepe­milikan asing yang tinggi dalam obligasi peme­rintah RI, yakni sekitar 40 persen.

Sementara itu, pada perdagangan di pasar spot, Jumat (23/8), kurs rupiah ditutup menguat 24 poin (0,17 persen) dari penutupan hari se­belumnya, menjadi 14.215 rupiah per dollar AS. Posisi terkuat rupiah pada tahun ini di level 13.920 rupiah per dollar AS pada 6 Februari dan 15 Juli, sedangkan level terlemahnya di tingkat 14.525 rupiah per dollar AS pada 22 Mei.

Pelaku pasar mengatakan penguatan rupiah kemarin terjadi menjelang akhir perdagangan setelah hampir sepanjang hari tertekan.

Direktur Utama PT Garuda Berjangka, Ibra­him, menilai penguatan rupiah itu tidak terlalu signifikan, terdorong oleh sentimen sesaat pe­nurunan bunga acuan BI. Akan tetapi, menurut dia, tidak bisa dimungkiri bahwa ke depan, pe­nurunan suku bunga acuan bakal menurunkan yield sehingga menyurutkan minat investor ter­hadap mata uang RI itu.

“Apalagi dengan situasi yang penuh keti­dakpastian, bahkan ada ancaman resesi. Pe­laku pasar lebih memilih selamatkan diri ma­sing-masing,” jelas dia, di Jakarta, Jumat.

Ibrahim menambahkan sikap pelaku pasar itu tidak terlepas dari perkembangan sengketa perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok. Kabar terakhir, Juru Bicara Kemen­terian Perdagangan Tiongkok menyatakan akan mengambil tindakan balasan yang sesuai jika AS dengan keras berpegang teguh pada caranya sendiri.

Sebelumnya dikabarkan, BI memutus­kan untuk menurunkan suku bunga acuan, BI-7 day Reverse Repo Rate, sebesar 25 basis poin menjadi 5,5 persen. Gubernur BI, Perry Warjiyo, menjelaskan penurunan suku bunga tersebut dilakukan untuk mendorong pertum­buhan ekonomi domestik.

“Ini adalah langkah pre-emptive terhadap dampak dari perlambatan ekonomi dunia dan sekaligus sebagai sinergi kami dengan peme­rintah untuk menjaga momentum pertumbuh­an ekonomi,” kata Perry, Kamis (22/8).

Menanggapi kebijakan bank sentral itu, Menteri Keuangan, Sri Mulyani, berjanji me­lakukan harmonisasi dari kebijakan pelong­garan moneter dengan kebijakan fiskal. Tu­juannya, agar penurunan suku bunga acuan benar-benar berperan dalam pertumbuhan ekonomi RI.

Policy (kebijakan) yang sudah dilakukan oleh BI akan kami sinkronkan dengan peme­rintah, baik fiskal ke depan maupun yang seka­rang,” tutur Sri Mulyani di Jakarta, Jumat.

Kehilangan Amunisi

Peneliti Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI), Salamuddin Daeng, mengemukakan penurunan bunga acuan BI yang diikuti depre­siasi rupiah bakal menambah beban utang luar negeri pemerintah maupun BUMN.

“Perusahaan yang mendapatkan pendapat­an dalam rupiah akan makin tertekan yang pada gilirannya justru merugikan rakyat karena har­ga-harga akan terancam dinaikkan,” papar dia.

Menurut Salamuddin, apabila penurunan bu­nga acuan diniatkan untuk menggenjot sektor riil dengan harapan suku bunga kredit bank turun, selama ini kenyataannya justru tidak seperti itu.

“Bank tidak merespons suku bunga acuan BI karena bank-bank nasional berutang dalam dollar ke pihak internasional. Padahal penda­patan mereka dalam rupiah,” ungkap dia.

Dia memaparkan dana murah selama be­lasan tahun oleh perbankan disalahalokasikan pada sektor nonproduktif, seperti kredit properti dan konsumsi. Akibatnya, saat resesi dunia, In­donesia kehilangan alat dan amunisi untuk mengangkat kegiatan ekonomi sektor produktif, seperti manufaktur dan pertanian pangan.

“Untuk menggenjot sektor riil, penurunan suku bunga acuan mesti dibarengi dengan paket penurunan pajak dan memperbaiki struktur biaya energi yang membenani dunia usaha,” tukas Salamuddin. YK/Ant/SB/WP

Tampilkan Semua

Polda Jatim Mulai Periksa Pelaku Rasis ke Mahasiswa Papua

Sabtu 24/8/2019 | 00:03
A   A   A   Pengaturan Font
SURABAYA - Kepolisian Daerah Jawa Timur menyata­kan masih melakukan pendala­man terkait adanya pihak yang melontarkan kata rasis kepada mahasiswa Papua di Surabaya sesuai dengan instruksi Presi­den Joko Widodo. “Iya...
Selengkapnya

Jutaan Hektare Lahan Sawit Langgar Aturan

Sabtu 24/8/2019 | 00:01
A   A   A   Pengaturan Font
BPK meminta penyelesaian permasalahan perkebunan kelapa sawit itu tidak mengganggu penerimaan negara.   JAKARTA – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan jutaan hektare lahan sawit milik perusahaan bermasalah, termasuk...
Selengkapnya

ANDONG "ONLINE"

Sabtu 24/8/2019 | 00:00
A   A   A   Pengaturan Font
ANDONG "ONLINE" - Wisatawan menaiki andong di kawasan Malioboro, DI Yogyakarta, Jumat (23/8). Pemda DIY bekerjasama dengan penyedia jasa transportasi daring dan paguyuban kusir andong Malioboro berencana akan meluncurkan...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita nasional lainnya
beriklan di koran jakarta
Polkam

KPU Desak DPR Revisi UU Pilkada

Jumat 23/8/2019 | 06:30
A   A   A   Pengaturan Font
Menjelang pelaksanaan Pilkada serentak 2020, aturan Undangundangnya harus mendukung. Sehingga tidak menimbulkan persoalan di lapangan nanti.

 

JAKARTA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) mendesak DPR RI untuk segera melakukan revisi terbatas Undang-Undang Nomor 10 tahun 2016 tentang Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada). Ketua KPU, Arief Budiman, mengatakan kebutuhan revisi UU berkaitan dengan pelarangan eks napi korupsi untuk ikut Pilkada serta pelaksanaan rekapitulasi elektronik pada Pilkada 2020.

“Sebetulnya, kalau KPU dua hal yang kami dorong, pertama soal pencalonan tadi, KPU berpendapat perlu mengatur tentang aturan terpidana korupsi, yang kedua tentang e-rekap,” ujar Arief usai diskusi media di Gedung KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta, Kamis (22/8).

Kendati demikian, Arief menuturkan berdasarkan diskusi dengan pakar-pakar hukum soal pandangan mengenai e-rekap, dasar hukumnya sudah cukup kuat. Seperti diketahui, proses rekapitulasi secara elektronik telah diatur dalam UU Pilkada pasal 111, sehingga KPU tinggal melakukan pengaturan lebih lanjut secara teknis.

“Dan ini kesimpulan kami, dasar hukum yang ada sebenarnya sudah cukup untuk kemudian ditindaklanjuti diatur dengan PKPU,” tandasnya.

Namun, Arief mengakui harus tetap berkomunikasi dengan Komisi II DPR RI dan tetap mengusahakan dilakukannya revisi UU. Meskipun dirinya mengetahui ada berbagai cara untuk melakukan perubahan UU, salah satunya dengan judicial review melalui Mahkamah Konstitusi (MK).“Kalau UU sebenarnya kebutuhan yang mendesak, kan Pilkadanya mau sekarang (tahapan Pilkada 2020), masa tahun depan,” tukasnya.

Menurut Arief, UU lebih kuat dasar hukumnya dibandingkan PKPU. Hal ini untuk meminimalisir kejadian saat Pemilu 2019 di mana PKPU soal pelarangan napi korupsi tidak kuat landasan hukumnya, sehingga aturan tersebut dibatalkan. Untuk itu, KPU akan menyampaikan dorongan untuk revisi UU Pilkada pada rapat berikutnya.

“Bisa saja nanti kan pada saat kita mau membahas PKPU ada satu tahap namanya rapat konsultasi dengan Pemerintah dan DPR, itu pasti kita sampaikan disana,” ucapnya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), Titi Anggraini, mengatakan bahwa ada dua hal yang harus diperhatikan oleh KPU jika penyelenggara Pemilu tersebut ingin melaksanakan sistem e-rekap pada saat penghitungan suara.

“Pertama adalah pilihan teknologi yang akan digunakan, mau yang seperti apa. Kedua adalah daya jangkau e- rekap,” ujarnya.

Implikasi Hukum

Menurut Titi, KPU harus segera memperhatikan hal tersebut karena memiliki implikasi terhadap hukum. Di samping itu, dia mengatakan bahwa KPU harus segera mendorong DPR RI untuk merevisi UU Pilkada, bahkan UU Pemilu untuk menerapkan teknologi e-rekap dalam proses penghitungan suara.

"Karena menerapkan teknologi artinya apa, kita ubah mekanisme yang tadinya manual menjadi elektronik, dan itu membawa implikasi hukum,” tegasnya.

Titi mencontohkan, pada Pemilu 2019, KPU bisa berdalih terhadap sistem Situng yang sempat bermasalah dengan alasan hanya merupakan media informasi. Sementara, KPU tidak bisa berdalih jika dikemudian hari e-rekap mengalami masalah, sehingga dasar hukumnya harus kuat serta persiapannya harus matang.

“Tidak cukup dengan peraturan KPU, karena sejauh mana peraturan KPU bisa mengikat ketaatan dari pihak pihak yang terdampak, paling dekat Bawaslu dan parpol. Dia akan lebih kokoh kalau dia ada di UU Pilkada,” pungkasnya. tri/AR-3

Tampilkan Semua

Bamsoet: Presiden Harus Berdaulat Pilih Menteri

Jumat 23/8/2019 | 06:27
A   A   A   Pengaturan Font
JAKARTA – Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet), mendukung Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk berdaulat dalam memilih para menteri di kabinet kerja jilid II, tanpa perlu takut adanya ancaman maupun tekanan dari pihak manapun....
Selengkapnya

Pemerintah Agar Kompak Bahas RUU Pertanahan

Jumat 23/8/2019 | 06:24
A   A   A   Pengaturan Font
JAKARTA – Anggota Komisi II DPR, Sutriyono mengatakan, Pemerintah dalam hal ini beberapa kementerian yang terkait dengan RUU Pertanahan harus satu suara, solid, sehingga penuntansan RUU ini bisa dilakukan. “Kami kaget...
Selengkapnya

Pemprov Segera Carikan Gedung DPR Papua Barat

Jumat 23/8/2019 | 06:21
A   A   A   Pengaturan Font
MANOKWARI – Pemerintah Provinsi Papua Barat akan segera mencarikan gedung sebagai sekretariat sementara Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). “Kalau sudah terbakar begini ya kita terpaksa harus cari gedung baru. Pastinya akan...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita polkam lainnya
beriklan di koran jakarta
Mondial

KRI Bima Suci Tiba di Osaka

Sabtu 24/8/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

OSAKA - KRI Bima Suci yang membawa 103 taruna Akademi Angkatan Laut (AAL) yang ter­gabung dalam satuan tugas Kartika Jala Krida 2019, pada Jumat (23/8) siang berlabuh di Pelabuhan Militer Angkatan Laut Jepang (JMSDF) Hanshin Base, Kobe, Jepang. KRI Bima Suci yang dipimpin Komandan Letkol Laut Waluyo disambut oleh Konsul Jenderal RI di Osaka serta masyarakat Indonesia dan Jepang di Osaka dan sekitarnya.

Konsul Jenderal RI, Mirza Nurhidayat, dalam sambutan­nya berharap kedatangan KRI Bima Suci di Jepang dapat men­jadi bagian dari upaya diplo­masi, memperkuat hubungan kemitraan strategis antara Indo­nesia dan Jepang.

“Kami minta seluruh taruna memaksimalkan kehadirannya di sini, untuk menyapa sebanyak mungkin warga Indonesia dan Jepang, terutama mempererat hubungan people to people con­tact,” kata Konjen Mirza seperti dikutip dari keterangan pers dari KJRI Osaka pada Jumat.

Selain Konjen RI, turut me­nyambut KRI Bima Suci adalah Atase Pertahanan KBRI Tokyo, Kolonel Pnb Edwardus Wisoko, Komandan Korps Pangkalan Hanshin JMSDF, Hiroyuki Tera­da, dan Duta Besar Jepang untuk Wilayah Kansai, Jota Yamamoto.

Jepang menyambut gembira kedatangan KRI Bima Suci di Kobe. Kapten Terada menyam­paikan bahwa kemitraan de­ngan Indonesia yang telah terja­lin sejak lama, merupakan yang sangat penting dalam kebijakan maritim Jepang.

Sementara itu, Dubes Yama­moto mengapresiasi semangat para taruna dalam pelayaran, serta menggarisbawahi kerja sama Indonesia-Jepang dalam menjaga keamanan maritim di kawasan.

Selama berada di Osaka, para taruna KRI Bima Suci akan me­nunjukkan kepiawaian mereka dalam seni budaya dan marching band. Agendanya marching band taruna KRI Bima Suci akan tam­pil di Osaka Castle dan Aeon Mall Sakai City pada Minggu (25/8).

KRI Bima Suci merupakan kapal layar tiang tinggi kelas Barquentine yang digunakan sebagai kapal latih bagi taruna Angkatan Laut RI.

Sebelum merapat di Osaka, KRI Bima Suci terlebih dahulu berlabuh di Kobe, tepatnya di Pelabuhan Militer AL Jepang, pada 23-25 Agustus 2019 lalu. Se­lama berada di Kobe, KRI Bima Suci akan dibuka bagi masyarakat umum yang ingin melihat kondisi dan suasana kapal dimaksud.

KRI Bima Suci membawa misi diplomasi dan misi mari­time fulcrum brotherhood ke-9 negara antara lain Filipina, Je­pang, Korea Selatan, RRT, Bru­nei Darussalam, Thailand, Ma­laysia, Myanmar, dan Australia. Misi diplomasi itu berlangsung dalam 96 hari.  ang/I-1

Tampilkan Semua

Bioskop Keliling Bawa Keajaiban Bagi Anak-anak Kurdi di Suriah

Sabtu 24/8/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Di sebuah halaman sekolah di pedesaan timur laut Suriah, anak-anak lelaki maupun perempuan tertawa terbahak-bahak saat mereka menyaksikan adegan lelucon yang diperagakan aktor komedi Inggris yang terkenal pada era film bisu, Charlie...
Selengkapnya

Sidang Politisi Malaysia Pemerkosa PRT WNI Dimulai

Sabtu 24/8/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
KUALA LUMPUR - Persidangan terhadap terdakwa Paul Yong Choo Kiong, anggota DPRD Negara Bagian Per­ak Malaysia pemerkosa pembantu rumah tangga (PRT) warga negara Indonesia (WNI) berinisial AW, 23 tahun, di Pengadilan Negeri Perak,...
Selengkapnya

Prancis Dukung Perundingan Intensif

Sabtu 24/8/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Presiden Prancis, Emmanuel Macron, menyetujui usulan agar waktu bagi perundingan mengenai Brexit diperpanjang demi menghindari Inggris keluar dari UE tanpa kesepakatan. PARIS - Presiden Prancis, Emmanuel Macron, pada Ka­mis (22/8)...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita mondial lainnya
Ekonomi

Target Belanja Modal

Sabtu 24/8/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Tampilkan Semua

DKI, PHE, BMKG, dan KESDM Raih Penghargaan GeoInnovation

Sabtu 24/8/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
JAKARTA – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), PT Pertamina Hulu Energi (PHE), dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperoleh penghargaan GeoInnovation pada ajang...
Selengkapnya

IHSG Berbalik Menguat

Sabtu 24/8/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menutup akhir pekan ini dengan menguat 0,26 persen atau 16,35 poin ke level 6.255,59 dengan saham sektor aneka industri dan pertambangan naik cukup optimis. “IHSG ditutup...
Selengkapnya

Operator Mal Integrasikan Fasilitas “Shopping” dan “Service Centre”

Sabtu 24/8/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
BOGOR – Pasar pusat perbelanjaan di Tanah Air terus berkembang dan makin kompetitif. Karenanya, operator mal berinovasi dengan memberikan berbagai kemuda­han kepada konsumen melalui fasilitas-fasilitas yang dise­diakan,...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita ekonomi lainnya
Daerah

Tumbuhkan Terus Minat Riset Generasi Milenial

Senin 29/7/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font

Terkenal sebagai daerah yang kerap menelor­kan inovasi kebijakan dan pariwisata, baru-baru ini Kabupaten Banyuwangi dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan Perkemahan Ilmiah Remaja Nasional XVIII, yang digelar Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Perhelatan ilmiah bertema Generasi Sains Milenial Peng­gerak Kemandirian Ekonomi Daerah itu diikuti oleh sekitar 1.000 pelajar serta guru dari 32 provinsi se-Indonesia.

Dalam kesempatan itu, para pelajar mendapat bimbingan langsung dari sejumlah peneliti LIPI lewat berbagai kompetensi keilmuan. LIPI menilai berbagai tata kelola pemerintahan yang dilaksana­kan di Kabupaten Banyuwangi, dapat menjadi inspirasi bagi para peneliti serta pelajar.

Menjadi inspirasi untuk mewujudkan bagaimana jajaran birokrat bergerak cepat dan selaras, bekerja menjadi satu tim tanpa ada sekat yang sangat birokratis. Dengan demikian, penyelenggaraan Perkemahan Ilmiah Remaja Nasional XVIII di Banyuwangi dapat menjadi inspirasi baru bagi pelajar untuk semakin menggemari ilmu pengeta­huan, termasuk di dalamnya kegiatan penelitian.

Kegiatan ini bertujuan me­ningkatkan minat dan kemam­puan remaja di bidang ilmu pengetahuan dan penelitian serta membimbing remaja me­laksanakan penelitian ilmiah yang terkait dengan lingkungan sekitarnya. Di Perkemahan Ilmiah Remaja Nasional XVIII ini juga diselenggarakan keg­iatan workshop guru bagi guru pembimbing. Setiap sekolah mendaftarkan tiga siswa dan satu guru pembimbing sebagai peserta.

Peserta diutamakan dari sekolah yang belum pernah berpartisipasi dalam Perkema­han Ilmiah Remaja Nasional. Peserta Perkemahan Ilmiah Remaja Nasional dalam dua tahun terakhir (2017–2018) tidak dapat mendaftar di Perkemahan Ilmiah Remaja Nasional XVIII Banyuwangi kali ini. Selama penyeleng­garaan, panitia menanggung akomodasi dan konsumsi.

Untuk mengetahui apa saja yang dilakukan dalam kegiatan tersebut dan harapan yang bisa dipetik dari kegiatan Perkemahan Ilmiah Remaja Nasional XVIII tersebut, wartawan Koran Jakarta, Selocahyo, berkesempatan mewawancarai Bupati Banyu­wangi, Abdullah Azwar Anas, di Banyuwnagi, baru-baru ini. Berikut petikan selengkapnya.

Apa tujuan dari Perkema­han Ilmiah Remaja Nasional XVIII ini?

Ajang Perkemahan Ilmiah Remaja Nasional XVIII akan memacu minat dan kemam­puan remaja di bidang riset dan ilmu pengetahuan (iptek). Remaja akan terbiasa berpikir kritis dan mencoba menemu­kan solusi dari masalah yang ada di sekitarnya.

Selama melakukan kegiatan, para pelajar juga berinteraksi dengan warga sekitar, mengamati kondisi alam dan sosial masyarakat di lokasi tersebut. Dari situ, kami harapkan tumbuh ide penelitian dari peserta untuk kemudian dijadikan paper di akhir kegiatan.

Seperti apa bentuk keg­iatan Perkemahan Ilmiah Remaja Nasional XVIII?

Kami berterima kasih kepada LIPI yang telah menunjuk Banyuwangi sebagai tuan ru­mah. Se­lama satu minggu, para pelajar se-Indonesia ini diajak melakukan riset lapangan di berbagai tempat di Banyuwangi dengan cara yang menyenangkan sehingga dunia riset tak lagi dinilai selalu membosankan.

Para pelajar melakukan eksperimen bidang ilmu penge­tahuan alam, ilmu pengetahuan sosial, dan ilmu teknik di sejum­lah lokasi di Banyuwangi. Eks­perimen dilakukan, antara lain di lokasi konservasi terumbu karang di Bangsring Underwa­ter, Agro Wisata Tamansuruh, Pusat Kopi Gombengsari, Desa Adat Osing Kemiren, dan Mal Pelayanan Publik.

Apa alasan pemilihan lokasi tersebut?

Lokasi tersebut kami pilih agar tumbuh paradigma bahwa riset bisa berangkat dari hal sederhana yang ada di sekitar kita serta bisa dilakukan secara menarik seperti di tempat wisata. Ratusan inovasi yang kami geber selama ini tak lain berangkat dari problem yang kami hadapi.

Masalah yang ada dianalisis, lalu dicari solusinya, yang akhirnya menghasil­kan inovasi. Seperti itu pula keg­iatan riset ilmiah yang lahir dari dorongan mencari solusi atas problem di sekitar kita.

Mengapa tertarik mendu­kung kegiatan ini?

Dana untuk penelitian di Indonesia pada tahun 2018 diperkirakan sekitar 10,23 miliar dollar Amerika Serikat (AS) atau 0,91 persen dari produk domestik bruto (PDB). Angka itu menjadikan Indonesia se­bagai negara berperingkat 28 terbesar terkait dana riset dari 116 negara.

Riset ini bisa dibilang kunci segala hal. Hal ini didorong pemerintah pusat dengan te­rus menaikkan dana riset. Se­moga dari ajang Perkemahan Ilmiah Remaja Nasional XVIII di Banyuwangi ini bisa lahir generasi sains milenial yang di masa depan menjadi peneliti andal Indonesia.

Bagaimana dengan upaya Pemerintah Kabupaten Banyuwangi sendiri dalam mendorong riset?

Stimulus untuk mendorong anak muda menggeluti dunia ilmu pengetahuan dan teknologi akan terus dilakukan Pemkab Banyuwangi ke depan. Stimulus tersebut, di antara­nya dengan memberi beasiswa mahasiswa, hibah penelitian dengan berbagai kampus, hibah penelitian untuk mahasiswa, terutama pada tema yang mem­bantu pertanian dan UMKM Banyuwangi, serta riset terapan pertanian seperti untuk lahan uji coba, dan uji varietas. N-3

Tampilkan Semua

Kawasan Transmigran di Kubu Raya Jadi Percontohan

Senin 15/7/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font
Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDTT) mendorong perubahan paradigma baru terkait pengembangan transmi­grasi bidang ekonomi, sosial budaya, mental spiritual, kelembagaan, dan pengelo­laan sumber daya alam...
Selengkapnya

Pemkab Terus Menekan Angka Kemiskinan di Rembang

Senin 8/7/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font
Kabupaten Rembang me­miliki potensi yang luar biasa, baik sumber daya alam maupun manusia. Jika dikelola secara maksimal, ma­syarakat Kabupaten Rembang sudah dapat sejahtera. Ber­dasarkan data 2016, angka ke­miskinan...
Selengkapnya

Cegah Sampah dari Rumah Masuk ke Sungai Citarum

Senin 1/7/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font
Citarum merupakan sungai terpanjang di Jawa Barat (Jabar) yang mengaliri area irigasi untuk pertanian seluas 420.000 hek­tare. Citarum mengaliri 12 wi­layah administrasi kabupaten/kota dan merupakan sumber air untuk kebutuhan...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita daerah lainnya
Properti

GRC Summit 2019

Jumat 23/8/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Tampilkan Semua

Rumah Apung Perlu Konstruksi Modern

Jumat 23/8/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Bangunan berteknologi apung merupakan solusi untuk menghadapi fenomena penurunan muka tanah, banjir, dan rob yang sering terjadi di kawasan pesisir dan banyak perairan. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki...
Selengkapnya

Material Logam Selaras dengan Alam

Jumat 23/8/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Tempat tinggal dari bingkai logam menjadi tempat tinggal yang praktis dan cepat pembuatannya. Di sisi lain, bahan logam tidak selalu identik bangunan tidak dapat menyatu dengan alam. Adanya kesatuan antara bangunan dengan alam...
Selengkapnya

Desain Minimal Berkonsep Neoninterior

Jumat 23/8/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Karya Red Deer, sebuah studio arsitektur di London, mengeksplorasi persepsi arsitektur yang berubah melalui kombinasi pencahayaan buatan dan alami. Ruangan modern tidak hanya dibuat sekadar nyaman atau penuh dengan furnitur. Desain...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita properti lainnya
Telko

Mitratel Dukung Transformasi Telkom Melalui Lini Bisnis IoT

Kamis 22/8/2019 | 16:00
A   A   A   Pengaturan Font

Jakarta (22/08) - Mitratel, entitas anak usaha Telkom Indonesia yang bergerak di bidang infrastruktur telekomunikasi, menggelar event Internet of Things (IoT) “IoT Conference Mitratel 2019” pada Kamis (22/08) di Telkom Landmark Tower Lantai 6. Mitratel berharap event tersebut dapat mendukung langkah transformasi Telkom menjadi perusahaan telekomunikasi digital melalui lini bisnis IoT. Selain itu IoT Conference Mitratel 2019 diharapkan bisa menghubungkan berbagai pihak terkait IoT, baik customer, partner, regulator, pemilik bisnis teknologi, dan elemen pendukung lainnya. IoT sendiri sudah banyak diterapkan di berbagai sektor yang berperan besar dalam perkembangan industry 4.0.

Direktur Utama Mitratel Herlan Wijanarko mengatakan bahwa bisnis IoT adalah salah satu tren teknologi strategis yang diperkirakan akan terus berkembang. “Kita harus memastikan pemilik teknologi, regulasi, serta ekosistem IoT dapat bekerjasama untuk menjadikan bisnis IoT sebagai salah satu portfolio product yang memberikan dampak positif bagi seluruh masyarakat,” ujar Herlan.

Transformasi bisnis lain yang dilakukan Mitratel saat ini adalah penyediaan infrastruktur seperti penanganan  kabel serat k optic , jasa power plant serta jasa pemeliharaan di mana untuk bisnis serat optik dan jasa pemeliharaan  sekarang sudah dilakukan, sedangkan untuk power plant masih dilakukan penjajakan." Untuk itu,dibutuhkan sinergi dan kolaborasi," kata dia.

Untuk menunjukan hal tersebut, IoT Conference Mitratel 2019 menghadirkan pembicara yang merupakan pakar teknologi berbasis IoT mulai dari Kepala Badan Pengkajian & Penerapan Teknologi Hammam Riza, EVP Media & Digital Telkom Indonesia Joddy Hernady, Guru Besar Institut Teknologi Bandung (ITB) Prof Dr Ir Suhono Harso Supangkat, M.Eng, dan Direktur Bisnis Mitratel Rakhmad Tunggal  Afifuddin. 

Dengan tema IoT Lives Easier, Lives Better, Herlan yakin selain mampu mendapatkan banyak pemahaman dari pakarnya langsung, kehadiran para pelaku bisnis di ekosistem IoT bisa membawa banyak kerja sama baru bagi peserta event. "Dengan hadirnya pelaku bisnis, customer, regulator, sampai inovatornya, mereka bisa langsung berkolaborasi untuk menghasilkan portofolio berbasis IoT. Dengan begitu IoT Conference Mitratel 2019 bisa menjadi titik start bagi kemajuan industri teknologi berbasis IoT," tutup Herlan. Untuk mempercepat hal ini,kegiatan seperti ini akan dilakukan secara rutin dah berkala dengan target audiens berbeda-beda."Untuk event kali ini kami undang juga pemerintahan daerah," kata dia.

Tampilkan Semua

Penyerahan Hadiah

Kamis 22/8/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Selengkapnya

Tokopedia Menjadi Super Ecosystem

Kamis 22/8/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Status Tokopedia kini tidak lagi hanya sekedar platform e-dagang berupa marketplace. Seperti halnya Go-Jek, platform yang berdiri sejak 2009 ini telah berusaha menjelma menjasi super app atau aplikasi super, dimana Tokopedia menyebutnya...
Selengkapnya

Operator Tawarkan Cicilan Paket Data

Kamis 22/8/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Bagi sebagian masyarakat, terutama para pelajar yang belum memiliki penghasilan, pembelian paket data internet bulanan merupakan sebuah kesulitan. Hal ini karena uang saku mereka diperolah dalam tempo harian dan mingguan, sedangkan paket...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita telko lainnya
Otomotif

Jelang ISSOM

Rabu 21/8/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Tampilkan Semua

Inovasi Teknologi Kendaraan Niaga

Rabu 21/8/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Inovasi teknologi dilakukan bukan hanya pada kendaraan penumpang saja. Kendaraan komersial juga mengalami beberapa inovasi teknologi untuk mendukung pengangkutan barang ataupun penumpang. Merek kendaraan Komersial asal Jepang, UD...
Selengkapnya

Tampilan Baru Motor “Sport” Vixion

Rabu 21/8/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Yamaha menawarkan desain stripping dan warna baru pada motor sport andalannya All Vixion dan All New Vixion R. Perubahan ini diharapkan dapat menampung aspirasi dari anak muda sebagai sebagai konsumennya. Sebanyak 5 warna baru beserta...
Selengkapnya

Potret Kendaraan Masa Depan

Rabu 21/8/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Bagaimana potret mobil masa depan? Gambarannya bisa dilihat dari mobil konsep. Di waktu mendatang mobil akan dipenuh dengan Teknologi Informasi dan mesin yang ramah yang ramah lingkungan. Mobil konsep merupakan purwarupa mobil yang...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita otomotif lainnya
beriklan di koran jakarta
Olahraga

Timnas Jalani Dua Uji Coba

Sabtu 24/8/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

CIBINONG – Tim nasional Indonesia akan menjalani dua laga uji coba sebelum mengha­dapi Malaysia di pertandingan pertamanya di Grup G Kualifikasi zona Asia Piala Dunia 2022 pada Kamis (5/9) di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.

Usai memimpin pemusatan latihan (TC) skuatnya di Stadion Pakansari, Cibinong, Jawa Barat, Kamis, juru taktik tim nasional Indone­sia Simon McMenemy menyebut bahwa laga itu akan digelar pada Minggu (25/8) dan Ka­mis (29/8).

“Di tanggal 25 kami akan menghadapi tim Liga 2 Indonesia. Klubnya akan disebutkan nanti. Lalu tanggal 29 kami melawan tim Liga 1 Indonesia Bhayangkara FC,” ujar Simon.

Simon McMenemy mengatakan bahwa dirinya ingin melihat kemampuan para pe­mainnya untuk menjalankan taktik, strategi dan hasil latihan yang telah diberikan.

Setelah pertandingan-pertandingan itu, timnas Indonesia baru bergeser ke Jakarta un­tuk melakoni persiapan akhir sebelum menja­jal kekuatan Malaysia.

Timnas Indonesia sendiri berada di Grup G Kualifikasi zona Asia Piala Dunia 2022 ber­sama Malaysia, Vietnam, Thailand dan Uni Emirat Arab (UAE).

Ujian pertama Indonesia adalah meng­hadapi Malaysia pada Kamis (5/9) di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Lima hari kemudian di stadion yang sama, Indonesia akan menjamu Thailand.

Simon McMenemy menginginkan skuatnya memiliki mental baja agar lebih mampu ber­saing di tingkat internasional. Menurut pelatih asal Skotlandia itu, sepanjang pengalamannya menangani skuat berjuluk tim Garuda, Indo­nesia belum kokoh secara psikologis khusus­nya ketika menghadapi tim yang lebih kuat.

Hal itu bisa dilihat ketika Indonesia meng­hadapi tuan rumah Yordania dalam laga per­sahabatan FIFA pada Selasa (11/6) di Amman, Yordania. Ketika itu, Indonesia kalah dengan skor 4-1. Ant/S-1

Tampilkan Semua

Beban di Pundak Griezmann

Sabtu 24/8/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
BARCELONA – Pemain depan Barcelona Antoine Griezmann berada di bawah tekanan untuk tampil maksimal pada laga kan­dang melawan Real Betis, Minggu (25/8). Bintang asal Prancis yang baru bergabung dari Atletico Ma­drid itu...
Selengkapnya

Bayern Berharap Pengaruh Coutinho

Sabtu 24/8/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
BERLIN – Juara bertahan liga Jerman Bayern Munich berharap antusias pengge­mar menyusul kedatangan gelandang asal Brasil Philippe Coutinho pekan ini akan ber­pengaruh ke atas lapangan. Bayern akan melakukan per­jalanan...
Selengkapnya

Takefusa Kubo Dipinjamkan ke Mallorca

Sabtu 24/8/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
MADRID – Real Madrid akan mengirim gelandang asal Jepang Takefusa Kubo yang berusia 18 tahun dengan sta­tus pinjaman ke Mallorca mu­sim ini. Demikian diumumkan kedua klub pada hari Kamis (22/8) waktu setempat. Madrid...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita olahraga lainnya
Kolom

Pesan Luhur di Balik Simbol Salib

Jumat 23/8/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

Judul : Kristologi: Tinjauan Historis-Sistematik
Penulis : Mgr Andrianus Sunarko, OFM
Penerbit : Obor
Cetakan : 2017
Tebal : 229 halaman
ISBN : 978–979-565-800-9

Tulisan tertua yang membicara­kan tentang makna salib adalah surat-surat Paulus, terutama yang berkaitan dengan berita tentang kematian Yesus di salib. Kematian di sini memperoleh makna Kristologi yang positif karena Yesus berperan sebagai Penyelamat, Pembebasan, dan Penebus. Yesus sebagai Mesias yang disalibkan diyakini merupakan puncak pelayanan mesianik-Nya.

Dalam Kristologi salib, Paulus me­mandang Kristus sebagai Adam baru. Kristus telah ditentukan Allah menjadi jalan perdamaian karena iman dalam darah-Nya. Melalui kurban pencura­han darah Kristus, Allah sendiri yang menghapus dosa umat dan memba­talkan hukuman. Dalam ibadat Israel, kurban mewakili dosa-dosa dari orang yang mempersembahkan kurban.

“Kristus yang tanpa dosa oleh Allah dijadikan dosa karena kita. Perbedaan penting antara kurban penghapusan dosa pada umumnya dan Kristus sebagai kurban, prakarsa datang dari Allah dan bukan dari pendosa,” kata Paulus (hlm 130).

Paulus menjelaskan sejumlah kiasan tentang makna kematian Yesus di salib. Dia menjadi kutuk karena dosa manusia. Keadaan manusia di bawah kuasa dosa digambarkan se­bagai keadaan yang terkutuk. Kristus yang menanggung kutuk dan mengi­dentifikasikan diri dengan orang yang tidak taat. Identifikasi itu memungkin­kan manusia luput dari kematian se­bagai hukuman dan menerima berkat Abraham dan janji Roh Kudus.

Peristiwa itu juga digambarkan se­bagai penebusan, sebagaimana orang membayar uang tebusan guna mem­bebaskan seorang kerabat dari perbu­dakan. Demikian juga Kristus disalib demi membayar uang tebusan untuk membebaskan manusia. Ia juga meru­pakan kiasan perdamaian. Kiasan ini mengandaikan keadaan permusuhan antara manusia dan Allah, lalu Allah mendamaikan ciptaan dengan diri- Nya lewat darah salib Kristus.

Menurut Injil Yohanes, hanya da­lam terang kebangkitan, salib dapat menjadi bukti dan tanda nyata kehen­dak kasih Allah yang tak tergoyahkan oleh apa pun. Karena itu, ayat-ayat yang berbicara tentang keharusan penderitaan Yesus sebaiknya dipa­hami bahwa wafat Yesus di salib me­mang merupakan rencana awal dan kehendak Allah sendiri.

Dengan kata lain, kehendak Allah bukanlah agar Yesus Kristus dibunuh di salib. Kehendak Allah, agar Yesus Kristus mengisi peristiwa penderitaan dan wafat di salib dengan sikap positif kasih pada Allah dan sesama, bahkan musuh. Dengan demikian Dia menjadi inspirasi tindakan menyelamatkan du­nia dan manusia. Dalam menempuh jalan salib tersebut, Yesus perlahan-la­han ditinggalkan sendirian. Para imam agung bangsanya sendiri menghukum Dia dan menyerahkan- Nya pada kuasa asing.

Orang-orang Romawi menyalip­kan Dia sebagai musuh kerajaan dan memandang-Nya sebagai musuh ke­manusiaan. Murid-murid-Nya sendiri meninggalkan Dia. Yesus ditinggalkan sendirian, tetapi tetap teguh pada soli­daritas kepada seluruh umat manusia. “Kematian dihayati dan dipahami Ye­sus sebagai ungkapan terjauh dari pe­layanan bagi datangnya kerajaan Allah di dunia. Wafat-Nya dihayati sebagai wafat bagi banyak orang,” (hlm 46).

Bagi Karl Rahner, makna peristiwa salib dan wafat Yesus terletak da­lam Yesus tidak hanya secara pasif menderita kematian. Dia menghay­atinya sebagai perwujudan tertinggi dari kebebasan- Nya untuk setia dan menyerahkan diri kepada Allah Bapa. Yesus satu-satunya manusia yang se­cara sempurna menerima pemberian dari Allah dan itu terjadi justru pada saat Ia menyongsong kematian. Di situ Ia sepenuhnya menyerahkan diri ke dalam kegelapan misteri Allah yang tersembunyi (hlm 139).

Begitulah Yesus mewujudkan karya penyelamatan Allah, dengan mewujudkan hidup-Nya sebagai ma­nusia. Dia memberi contoh sebagai manusia yang mencintai sesama dan menyerahkan diri pada Allah. Dalam kerangka pencarian manusia modern akan makna hidup dan merealisasikan diri, hidup Yesus Kristus bisa menjadi jawaban. Diresensi Yudi Prayitno, Guru SDN Saronggi, Sumenep

Tampilkan Semua

Bergaya-gaya dengan Pin Emas

Jumat 23/8/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Pin dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia dimaknai sebagai jarum penyemat, peniti, dan pasak. Pin juga disebutkan sasaran berbentuk gada kecil tegak yang harus dijatuhkan dalam permainan boling. Namun, pin yang kita maksud adalah benda yang...
Selengkapnya

Bangun Keberagamaan Humanistik

Jumat 23/8/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
oleh Nurrochman Sepekan terakhir, beredar pengga­lan video ceramah Ustaz Abdul Somad (UAS) yang menyebut dalam Salib --yang notabene meru­pakan simbol suci umat Kris­tiani -- terdapat jin kafir. UAS mengklarifikasi video...
Selengkapnya

Belajar Cara Berislam dari Gus Muwafiq

Kamis 22/8/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Judul : Gus MuwafiqPenulis : Muhammad AinurPenerbit : LaksanaCetakan : Juli 2019Tebal : 248 halamanISBN : 978-602-407-583-5 Spirit pengajaran Gus Mu­wafiq adalah Islam rahmatan lil‘alamin. Dia sangat me­nyayangkan bila...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita kolom lainnya
Rona

DHM Buka Hotel Dafam di Wonosobo

Sabtu 24/8/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

Wonosobo terletak di jantung Provinsi Jawa Tengah merupakan kabupaten dengan pemandangan pegunungan yang indah karena diapit dua gunung muda yang masih aktif, yakni Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing dengan tinggi lebih dari 3000 mdpl. Wonosobo menjadi kabupaten dengan potensi ekonomi, wisata, dan pertanian yang begitu besar dengan tanahnya yang subur dan terjaga kelestariannya.

Wonosobo termasuk urutan tiga terbanyak yang dikunjungi wisatawan mancanegara dan menjadi destinasi selanjutnya usai berkunjung dari Borobudur karena letaknya yang mudah dijangkau dan didukung sarana dan prasana yang memadai.

PT. Dafam Hotel Management (DHM) terus berupaya melebarkan sayapnya untuk menjadi benchmark perhotelan Indonesia, bekerja sama dengan PT Kunci Jaya Indonesia membuka Hotel Dafam Wonosobo yang berlokasi di Jalan Dieng No 38 Wonosobo.

Pembukaan hotel dilakukan pada Senin (19/8) di hadiri oleh Bupati Wonosobo Eko Purnomo dan Wakli Bupati Agus Subagiyo beserta jajaran SKPD, Director Utama PT Kunci Jaya Rivando Wirjawan, lalu Handono S Putro selaku Managing Director PT Dafam Hotel Management.

Acara seremonial ditandai dengan pemecahan kendi dan juga pemotongan tumpeng yang dilakukan oleh Bupati diserahkan kepada Rivando yang didampingi Handono S putro dan juga Doni Avianto selaku General Manager, selain itu para tamu undangan juga disambut dengan Tari Lenger dan hiburan musik.

Managing Director PT Dafam Hotel Managemet, Handono S Putro mengatakan,Hotel Dafam Wonosobo akan memberikan pengalaman yang berbeda bagi wisatawan yang datang ke kota dingin ini. Wisatawan juga akan dimanjakan dengan berbagai fasilitas yang ada di hotel yang berdiri di tanah seluas 7.000 meter persegi itu.

“Kami hadir dengan konsep yang berbeda, hotel kami ini view serasa di Ubud Bali, Jadi bagi tamu yang rindu dengan suasana pemandangan di Ubud Bali, bisa merasakan selama tinggal di sini ,” tukas Doni Avianto selaku General Manager.

Hotel Dafam Wonosobo dibangun dengan 7 lantai dengan total kamar 65 Kamar diatas lahan dengan tipe kamar mulai dari Smart Room, Superior, Dleuxe, Junior Suite, Royal Suite dan Grand Suite. ars

Tampilkan Semua

Kembali Jadi Ajang Pendekatan ke Masyarakat

Sabtu 24/8/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Ajang penghargaan Police Movie Festi­val (PMF) kembali digelar oleh Divisi Humas Polri. Ajang kompetisi di bidang perfilman yang digagas untuk para sineas muda ini bertujuan untuk mendapatkan cinta dan perhatian dari masyarakat....
Selengkapnya

34 Finalis Miss Grand Indonesia Jalani Karantina

Sabtu 24/8/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Kontes kecantikan Miss Miss Grand Indonesia (MGI) 2019 kembali bergulir. Sebanyak 34 finalis dari sejumlah daerah mulai mengikuti karantina sela­ma delapan hari menjelang malam puncak pemilihan putrid MGI pada akhir Agus­tus...
Selengkapnya

Inovasi Layanan untuk Tingkatkan Pelayanan Publik

Sabtu 24/8/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Meningkatnya kualitas pelayanan publik merupakan salah satu capaian yang bisa diukur dari keberhasilan pelaksanaan gerakan Indonesia Melayani. Reformasi birokrasi merupakan tan­tangan bagi setiap instansi pemerin­tah untuk...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita rona lainnya
beriklan di koran jakarta
Megapolitan

Dishub DKI Klaim Perluasan Ganjil-Genap Kurangi Kemacetan

Sabtu 24/8/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengeklaim uji coba perluasan aturan pembatasan kendaraan bermo­tor berdasarkan nomor polisi ganjil dan genap telah men­gurangi kemacetan sehingga meningkatkan kecepatan dan waktu tempuh kendaraan.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo, mengatakan kecepatan kendaraan meningkat hingga sem­bilan persen. “Kecepatannya itu dari semula 25,65 kilome­ter/jam meningkat menjadi 28 kilometer/jam atau naik 9 persen. Waktu tempuhnya juga naik 10 persen,” ujar Syafrin.

Selain itu, Syafrin menyebut pengguna Transjakarta juga meningkat setelah Pemprov DKI melakukan uji coba perluasan aturan ganjil-genap. “Untuk angkutan umum, Transjakarta juga naik 20 persen,” kata dia. Dengan adanya perluasan aturan ganjil-genap, lanjut Syafrin, kualitas udara Jakarta juga meningkat.

Menurutnya, mengutip Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Andono Warih, perbaikan kualitas udara diukur dari menurunnya konsentrasi polutan jenis PM 2,5 berdasarkan hasil pemantauan Stasiun Pemantauan Kual­itas Udara (SPKU) Bundaran Hotel Indonesia. “Perbaikan kualitas udara rerata 18,9 persen. Satu pekan sebelum per­luasan ganjil-genap, konsentrasi PM 2,5 rata-rata 63,29 mikrogram per meter kubik. Sementara satu pekan setelah ganjil-genap diperluas, konsentrasi PM 2,5 menurun jadi 51,29 mikrogram per meter kubik.  Ant/P-6

Tampilkan Semua

Pemprov DKI Gelar Pameran Tenun Ikat Dunia

Sabtu 24/8/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, ber­sama Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas), Mufida Jusuf Kalla, dan Ketua Dekranasda Provinsi DKI Jakarta, Fery Farhati Ganis, meresmikan Pameran Tekstil Ikat Dunia...
Selengkapnya

Pengungsi Bertahan Tanpa Bantuan Makanan

Sabtu 24/8/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
JAKARTA – Pengungsi pen­cari suaka menyatakan akan te­tap bertahan meskipun Pemer­intah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah mencabut bantuan makanan bagi para pencari sua­ka yang berada di eks markas Kodim,...
Selengkapnya

Kapolda Bertemu Masyarakat Papua di Jakarta

Sabtu 24/8/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Kapolda mengajak masyarakat Papua di Jakarta agar tak terpengaruh pada informasi tidak benar atau hoaks di media sosial. JAKARTA – Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono bertemu dengan tokoh mas­yarakat dan mahasiswa...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita megapolitan lainnya
Kupas

Proses Amendemen UUD 1945 Masih Panjang dan Tidak Sederhana

Jumat 23/8/2019 | 05:00
A   A   A   Pengaturan Font
Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) periode 2014-2019 secara resmi telah memberikan rekomendasi kepada MPR periode berikutnya untuk amendemen terbatas UUD 1945. Amendemen untuk membahas sistem perencanaan pembangunan nasional model Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN).

Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan, menjelaskan bahwa alasan utama perlunya sistem perencanaan pembangunan nasional model GBHN mengingat negara seluas dan sebesar Indonesia memerlukan haluan sebagai pemandu arah pelaksanaan pembangunan nasional yang berkesinambungan. Haluan yang dimaksud, lanjut dia, disusun secara demokratis berbasis kedaulatan rakyat, disertai landasan hukum yang kuat.

Untuk mengupas hal tersebut lebih lanjut, Koran Jakarta mewawancarai Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan, usai peringatan Hari Konstitusi, di Gedung Nusantara IV, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Minggu (18/8). Berikut kutipannya.

Anda meyebutkan bahwa GBHN merupakan salah satu rekomendasi MPR untuk dibahas di periode berikutnya, bisa dijelaskan?

Jadi, GBHN itu rekomendasi MPR RI 2009-2014. Nah, kami MPR 2014-2019 membahas itu, rekomendasi yang lama. Banyak yang kita bahas, salah satu hasil kesimpulannya perlunya kita semacam garis-garis besar haluan negara yang sifatnya itu filosofis, bukan detail. Contohnya, ekonomi yang dijiwai itu pasal 33, kesetaraan dan keadilan. Jadi filosofis, ideologis saja, diperlukan bagaimana arah Indonesia 25 tahun, 50 tahun, 75 tahun, atau 100 tahun mendatang. Detailnya, itu bisa nanti dibuat oleh kandidat presiden. Itu yang kita sepakati.

Lalu, seperti apa modelnya?

Nah sekarang sudah ada, bentuknya ada, sedang di Badan Pengkajian MPR RI. Nanti, akhir Agustus kita akan rapat memfinalkan bahan itu. Nanti setelah disepakati, pada tanggal 27 September kita akan rapat paripurna terakhir MPR masa sidang akhir masa jabatan. Itu nanti diputuskan dalam rapat paripurna MPR itu. Jadi dulu direkomendasi saja, sekarang ada bahan, ada bukunya. Itu nanti diserahkan kepada MPR periode mendatang.

Berarti, MPR RI periode berikutnya wajib meneruskan pembahasan GBHN?

Ya dibahas yang akan datang. Bagaimana nanti, jadi apa tidak, pada akhirnya MPR itu kan lembaga politik, pada akhirnya nanti keputusan politik. Keputusan politik MPR yang akan datang, apakah akan diteruskan atau tidak, itu keputusan politik, tidak bisa pimpinan dan orang perorang. Caranya, tiga seperempat anggota MPR RI nanti yang harus setuju.

Jadi dari seluruh anggota MPR yang jumlahnya hampir 700 orang, sekitar 570 orang harus setuju, baru bisa diteruskan. Jadi masih panjang prosesnya, tidak bisa sederhana.

Akan tetapi, ada kekhawatiran amendemen melebar, seperti mengembalikan presiden sebagai mandataris MPR, bagaimana pendapat Anda?

Oh tidak, itu kan amendemen terbatas. Kalau misalnya mau presiden dikembalikan sebagai mandataris MPR, nanti diulang lagi pembahasannya. Menurut pasal 37 UUD 1945, amendemen tidak bisa sekaligus. Jadi hanya satu saja yang bisa di amendemen. Makanya, amendemen terbatas mengenai GBHN, titik, gak boleh yang lain.

Lalu, komitmen MPR RI agar pembahasan amendemen tidak melebar?

Ini bukan soal komitmen, ini dari awal lagi. Ini menurut pasal 37 UUD 1945. Jadi, kalau mau melebar, kalau mau menambah lagi boleh, bukan tidak boleh. Tapi, mulai dari awal lagi, usulan lagi, dibahas lagi, akhirnya keputusan politik juga.

Berarti, kesepakatan MPR RI tetap pada GBHN?

Iya, satu itu saja, terbatas. Makanya, namanya amendemen terbatas. Kalau mau yang lain-lain mulai dari awal lagi. Jadi panjang lagi itu, belum tentu 10 tahun kelar. 

 

trisno juliantoro/AR-3

Tampilkan Semua

Perlu Kajian Komprehensif sebelum Melakukan Amendemen

Senin 19/8/2019 | 05:00
A   A   A   Pengaturan Font
PDI Perjuangan dan sejumlah parpol pendukung Presiden Joko Widodo mengusulkan dilakukannya amendemen terbatas terhadap UUD 1945. Mereka ingin mengembalikan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) sebagai lembaga tertinggi negara. Sebagai...
Selengkapnya

Proteksi Berlapis Dilakukan agar Tumpahan Minyak Tidak Meluas

Rabu 14/8/2019 | 06:30
A   A   A   Pengaturan Font
Masyarakat pesisir di Jawa Barat dan Jakarta Utara selama hampir sebulan terakhir dirugikan oleh pencemaran minyak dan gas bumi (migas) dari sumur YYA-1 milik Pertamina Offshore Northwest Java (ONWJ).   Nelayan dan petambak udang...
Selengkapnya

4.380,85 Barrel Tumpahan Minyak Telah Berhasil Diangkat ke Darat

Senin 12/8/2019 | 06:30
A   A   A   Pengaturan Font
Tumpahan minyak dari anjungan yang dioperasikan oleh PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) di Pantai Utara Jawa yang terjadi beberapa waktu yang lalu sudah meluas.   Tidak ingin bertambah besar berdampak pada...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita kupas lainnya
beriklan di koran jakarta
Edisi Weekend

Membangun Komunitas Super Hebat

Sabtu 24/8/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

Penyampaian presentasinya mampu ‘menghipnotis’ semua yang hadir.

Membangun komunitas adalah salah satu bentuk mengembangkan jaringan. Individu yang berada dalam komunitas, apapun komunitasnya, harus mampu membawa energi positif, baik untuk dirinya sendiri, terlebih untuk masyarakat.

Dalam kerangka membangun dan mengembangkan energi positif dalam berorganisasi atau berkomunitas itu, komunitas pekerja yang terhimpun dalam Pekerja Migran Indonesia (PMI) Profesional di Qatar, meminta ‘transfer ilmu’ energi positif dan motivasi kepada motivator nasional dan internasional, Dr Aqua Dwipayana.

Suntikan motivasi diberikan Aqua Dwipayana kepada PMI sekitar akhir 2019 lalu, di Wisma Duta KBRI Doha, Qatar. Lebih dari 3 jam diskusi. Komunitas pekerja migran profesional menikmati materi sang pakar motivasi.

Semua peserta antusias sekali mendengarkan dan memyimak materi yang disampaikan Aqua Dwipayana. Apalagi, Doktor lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjajaran, Bandung, ini menayangkan banyak video yang sangat menyentuh kehidupan.

Cara memotivasi sangat khas. Berinteraksi langsung dengan peserta. Ini membuat peserta merasa dihargai. Aqua Dwipayana ‘menantang’ seluruh PMI Profesional di Qatar untuk menunjukkan keteladan. Antara ucapan harus sama dengan perbuatannya. Dengan begitu semua orang akan respek dan memberi apresiasi.

Sharing Komunikasi dan Motivasinya berjudul “Memperkuat Kemampuan Komunikasi PMI Profesional Qatar Untuk Jadi Yang Terbaik Guna Meningkatkan Citra Indonesia Di Luar Negeri”. Ratusan PMI termasuk Ketua Persatuan Masyarakat Indonesia di Qatar (Permiqa) Handoko dan pegawai KBRI Doha yang hadir sangat antusias. Acaranya langsung dipimpin Duta besar (Dubes) RI di Qatar Marsdya TNI Purn M. Basri Sidehabi.

Dengan materi motivasinya, Aqua ingin membuat PMI menjadi pekerja super hebat. Menurut Aqua kehadiran PMI dan keluarganya di Qatar membawa nama bangsa dan negara Indonesia. Terkait dengan itu semuanya harus menunjukkan keteladanan.

“Ingat semua PMI dan keluarganya di manapun berada selalu menjadi sorotan banyak orang baik warga Qatar maupun warga negara asing lainnya. Tuntutannya perilaku dan tutur katanya harus baik. Penilaiannya pasti dikaitkan dengan Indonesia,” tegas Aqua.

Bahkan, Dubes RI di Qatar Marsdya TNI Purn M. Basri Sidehabi menyimak semua yang disampaikan Aqua. Beliau sangat mengapresiasi karena semua yang disampaikan menyentuh hati yang hadir.

“Pak Aqua ini hebat. Penyampaian presentasinya mampu ‘menghipnotis’ semua yang hadir. Tanpa terasa sharingnya lebih dari 3 jam. Saya perhatikan semua PMI dan pegawai KBRI yang hadir pada senang dan gembira. Mereka jadi makin semangat menjalani hidup ini,” ungkap mantan Irjen TNI ini.

Motivasi Tiada Henti

Agenda di Qatar adalah salah satu agenda Aqua Dwipayana yang dikenal sebagai motivator dengan agenda super padat ini. Bisa disebut sebagai salah satu manusia super sibuk di Indonesia.

Jakarta, Bandung, Jogjakarta, Semarang, Solo, Magelang, Bali dan beberpa kota di luar Jawa merupakan rangkaian sharing komunikasi dan motivasi Aqua, bulan lalu. Itu belum termasuk acara di Korea Selatan.

Staf Ahli Ketua Umum KONI Pusat bidang Komunikasi Publik itu dijadwalkan sharing Komunikasi dan Motivasi dengan Ribuan orang yang latar belakangnya berbedabeda. Pada 19 Agustus 2019 di Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Kota Magelang.

“Pesertanya sekitar 500 orang yang terdiri dari para siswa, guru, dan pegawai di sekolah tersebut. Kepala Sekolahnya Bapak Muh Nursahid yang mengundang saya,” jelas Dr Aqua.

Temanya adalah Membangun Generasi Milenial Berakhlaq Mulia Menuju Era Revolusi Industri 4.0. Diharapkan semua siswanya dapat mempersiapkan diri terutama yang saat ini duduk di kelas sembilan.

“Komunitas guru dan murid di sekolah kami dan seluruh keluarga besar Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Kota Magelang mengucapkan terima kasih yang sebesarbesarnya atas berkenannya Dr Aqua memberikan sharing Komunikasi dan Motivasi di tempat kami. Kehadiran beliau sangat besar manfaatnya terutama untuk menyemangati para siswa dan guru,” ungkap seorang guru.

Lalu Rabu, 21 Agustus 2019 motivator yang telah memotivasi ratusan ribu orang baik di Indonesia maupun di mancanegara ini diagendakan untuk jadi narasumber di Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) di Jakarta. Komandannya Laksda TNI Heru Kusmanto yang mengundang Dr Aqua. Pesertanya sekitar 300 orang.

Tema materinya adalah Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Prajurit TNI AL untuk Mewujudkan Militansi dan Profesionalisme dalam Bekerja. Kegiatan tersebut merupakan rangkaian program Revolusi Mental yang dicanangkan Presiden Jokowi ke para prajurit TNI, Polri, dan Aparatur Sipil Negara.

Sementara Jumat, 23 Agustus 2019 Dr Aqua rencananya sharing Komunikasi dan Motivasi di Universitas YARSI Jakarta. Rektor Universitas YASRI Prof Fasli Jalal yang mengundangnya. Pesertanya sekitar 1.500 orang yang sebagian besar Mahasiswa baru.

Temanya adalah Mewujudkan Perilaku Cerdas berintelektual Dengan Menumbuhkan Semangat Cinta Terhadap Kampus Sebagai Dunia Akademik Bermartabat. Diharapkan seluruh yang hadir dapat mengimplementasikan nilai-Milan intelektual yang menonjol dalam kehidupan di perguruan tinggi.

“Kegiatan itu merupakan tahap pertama dalam rangkaian banyak aktivitas bersama Pak Aqua. Secara bertahap beliau akan diagendakan untuk memotivasi semua mahasiswa Universitas YARSI yang jumlahnya sekitar 7.500 orang termasuk mahasiswa baru. Juga ratusan karyawan baik dosen maupun tenaga pendidikan serta pegawai rumah sakit YARSI,” ungkap Prof Fasli.

Mantan Wakil Menteri Pendidikan Nasional itu sengaja mengundang Dr Aqua untuk memotivasi jajarannya karena yakin kehadiran Bapak dari Alira Vania Putri Dwipayana dan Savero Karamiveta Dwipayana tersebut dapat menyemangati seluruh mahasiswa dan jajarannya. yun/E-6

Pesan Emas untuk Jurnalis dan Masyarakat

Motivator kaliber nasional, Aqua Dwipayana, membeberkan pentingnya memperkuat jaringan dengan berbagai pihak. Khusus untuk Jurnalis, Aqua menilai, menjadi jurnalis merupakan kesempatan memperlebar hubungan baik dengan tokoh-tokoh penting. Kans ini juga tak lepas dengan pola kerja jurnalis yang harus bertemu banyak orang.

Dengan memperkuat jaringan, lanjut Aqua, pekerjaan seorang jurnalis menjadi lebih mudah. Betapa tidak, banyaknya kedekatan dengan narasumber otomatis berdampak pada lancarnya arus informasi yang mengalir.

“Saya dulu sering dapat berita eksklusif bukan karena hebat, tapi karena mampu menjaga silaturahmi,” papar pria asal Pematang Siantar ini.

Selain itu, buah kuatnya jaringan juga bisa dirasakan ketika suatu saat nanti seorang jurnalis sudah pensiun atau berhenti dari dunia jurnalistik. Menurut alumus Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini, peluang berkarier di bidang lain bisa lebih terbuka.

“Karena banyak kenalan, kita bisa mudah memulai apapun. Yang terpenting kita mampu menjaga intregitas dan kredibilitas,” terang penulis 11 judul buku,, termasuk buku super laris “The Power of Silaturahim” ini.

Bahkan, bersilaturahim dengan tim PWI Peduli dan staf sekretariat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di Gedung Dewan Pers Lantai 4, Jl Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (16/8), Aqua menyampiakan, jejaring (networking) wartawan dan relasi yang luas.

Itu menjadi modal kuat bagi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) untuk menggelar berbagai kegiatan sosial yang bermanfaat bagi orang banyak.

Ya, Aqua Dwipayana merupakan motivator yang sudah banyak membagikan ilmunya. Semua itu diraih melalui perjalanan panjang. Sedari muda, ia merantau untuk kuliah di Malang, Jawa Timur sembari bekerja sebagai wartawan. Baginya hidup itu penuh perjuangan dan pengorbanan. Untuk meraih kesuksesan, harus punya keyakinan.

Bahkan Pak Aqua pernah menegaskan, “Saya tidak ambil pusing dengan komentar-komentar negatif. Ibaratnya anjing menggonggong kafilah berlalu. Saya tidak ingin menyimpan sedikitpun sampah-sampah dalam pikiran saya. Saya akan terus berbuat baik pada sesama”. yun/E-6

Alira, Membangun Komunikasi di Komunitas Global

Sebagai orang tua yang hebat, Aqua Dwipayana memiliki dua anak yang hebat-hebat juga. Salah satunya bernama Alira Vania Putri Dwipayana.

Kakak dari Savero Karamiveta Dwipayana ini, aktif dalam komunitas pelajar dan mahasiswa se-dunia. Dia juga pernah menjadi relawan di Olimpiade Rio, Brasil, pada 2016. Bahkan, meski sibuk dengan kuliah di jurusan dan fakultas Bisnis Korea University di Seoul, selalu terbuka dan senang menyambut kolega dari Indonesia yang berkunjung ke Seoul.

Kekuatan silaturahim dari ayahnya dicontoh dengan baik oleh sang anak. Ara, panggilnan akrab Alira, sempat kuliah satu semester di jurusan Hubungan Internasional program internasional Fisipol Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Dejak 2014 mendapat beasiswa tanpa ikatan dari Korean Government Scholarship Program – Undergraduate (KGSP-U) utk kuliah di Korea University.

Ara mulai tinggal di Korsel 2014. Selama setahun mendalami bahasa Korea. Kegiatan itu wajib diikuti para penerima beasiswa tsb meskipun bahasa pengantarnya di kampusnya bahasa Inggris. Setelah itu mulai kuliah.

Ketekunannya selama belajar bahasa Korea membuat Ara berhasil mencapai level 6, tingkatan tertinggi saat Test of Proficiency In Korean (TOPIK). Itu sama dengan TOEFL dalam bahasa Inggris.

Dr Husni Rahman Karepesina, Staf Penyusun Informasi dan Publikasi pada Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Maluku, juga sangat terkesan dengan Ara.

Menurut Husni, ada hal yang tidak biasa pada diri pemudi Ara (23 tahun) ini. Bagi dia, orang seperti Ara ini termasuk mahasiswi yang pantas dicontoh, terutama oleh generasi muda.

“Sebagai mahasiswi S1 di salah satu perguruan tinggi terbaik di Korea Selatan, Ara berani mengambil keputusan berangkat haji dari Korea. Fan masya ALLAH itu atas biaya pribadinya sendiri, bukan dari pemberian orangtuanya,” kata Husni.

Selama kuliah di sana pun Ara tidak bergantung lagi pada orangtuanya. Ia salah satu mahasiswi berprestasi penerima beasiswa penuh dari pemerintah Korea Selatan.

Keberhasilan Ara tak lantas membuatnya besar kepala. Bahasanya tetap santun dan rendah hati. Baginya semua yang diperoleh berkat kebesaran ALLAH SWT semata. Manusia, kata Ara, tinggal meminta. Tak ada yang mustahil bagi Allah. Dialah Zat Yang Maha Kaya dan Maha Kuasa. Hanya kadang manusia yang enggan meminta kepadaNYA. yun/E-6

Tampilkan Semua

Memasuki Dunia Terbalik

Sabtu 24/8/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Kreativitas memang menjadi juaranya dalam menghadapi setiap tantangan hidup di mana pun dan di bidang apa pun. Kreativitas dituntut untuk memenangkan persaingan. Itulah yang dilakukan Upside Down World untuk merebut para wisatawan dengan...
Selengkapnya

Srihadi Pelukis Pejuang

Jumat 16/8/2019 | 05:00
A   A   A   Pengaturan Font
Untuk berjuang bisa dilakukan oleh siapa pun dengan profesi apa pun, termasuk pelukis. Perjuangan tidak hanya saat merebut kemerdekaan dari penjajah, tapi sekarang pun dibutuhkan banyak pejuang di profesi mereka masing-masing. Berjuang...
Selengkapnya

Jejak Ketangguhan Ekonomi Indonesia

Jumat 16/8/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Setiap periode waktu tertentu, Museum Bank Indonesia menyajikan ilustrasi dan penggambaran peristiwa ekonomi moneter yang terjadi dari masa ke masa. Museum bukan sekadar gedung untuk mem­bangun kenangan. Sejatinya, museum adalah...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita edisi weekend lainnya
beriklan di koran jakarta