Koran Jakarta | May 19 2019
iklan koran jakarta
koran jakarta berita terkini hari ini 1 koran jakarta berita terkini hari ini 2

Kejar Target, Perlu Kebut Bangun EBT

Sabtu 18/5/2019 | 00:04
A   A   A   Pengaturan Font
Pengembangan energi bersih jangan malah dimatikan dengan kebijakan harga beli energi yang jauh di bawah biaya produksi. Pengembangan energi bersih jangan malah dimatikan dengan kebijakan harga beli energi yang jauh di bawah biaya produksi.   JAKARTA – Pemerintah, dalam hal ini...
Tampilkan Semua
FOLLOW US
KURS
SAHAM
LAPORAN KEUANGAN
laporan keuangan koran jakarta
Nasional

Dugaan Penyuapan

Sabtu 18/5/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font

Bupati Talaud nonaktif, Sri Wahyumi Maria bersiap menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jumat (17/5). Sri Wahyumi Maria Manalip menjalani pemeriksaan sebagai tersangka terkait kasus dugaan suap pengadaan barang atau jasa di Kabupaten Kepulauan Talaud Tahun Anggaran 2019.

Tampilkan Semua

Sekolah Ramah Anak

Sabtu 18/5/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font
Wakil Bupati Pamekasan Raja'e (tengah) membaca Deklarasi Sekolah Ramah Anak, di SDN Kowel 3, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, Jumat (17/5). Sebanyak delapan sekolah dari tingkat PAUD hingga SMA/MA ditetapkan sebagai sekolah percontohan...
Selengkapnya

Operasi Daerah Rawan

Sabtu 18/5/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font
Selengkapnya

Gerakan Peduli Pemilu

Sabtu 18/5/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita nasional lainnya
beriklan di koran jakarta
Polkam

Bawaslu Apresiasi Relawan Pemilu

Jumat 17/5/2019 | 08:02
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – Badan Pengawas Pemilihan Umum mengapresiasi partisipasi masyarakat dalam melakukan pengawasan dan pemantauan proses pemilu dengan mendokumentasikan formulir C1 Plano. Itu sebagaimana yang dilakukan oleh koalisi masyarakat sipil yang tergabung dalam “Gerakan Ayo Nyoblos Ayo Pantau” dalam aplikasi Kawal Pilpres.

Anggota Bawaslu Fritz Edward Siregar mengatakan, gerakan yang dilakukan oleh komunitas ini bisa mengawali sesuatu hal yang lebih besar nantinya. Fritz menambahkan, hal yang perlu diapresiasi bukan hanya Kawal Pilpres tapi juga para relawan yang ikut dalam keterlibatan publik ini.

“Kalau saya lihat, pemilu bukan hanya menyoblos, tapi ada political engagement yang kita punya. Kita berbicara siapa presiden yang kita pilih, kita berbicara siapa caleg yang kita pilih, value partai, kenapa kita pilih a atau pilih b, itu kan ada sebuah diskusi. Jadi kita tidak hanya diskusi, tapi saya rasa itu pendidikan politik untuk kita semua sebagai warga masyarakat,” kata Fritz dalam sebuah diskusi di media center Bawaslu, Jalan Thamrin, Jakarta, Kamis (25/5).

Pada kesempatan itu, Fritz menegaskan, jalannya proses Pemilu 2019 masih panjang. Mekanisme evaluasi belum bisa dilaksanakan karena tahapan Pemilu berada pada tahap rekapitulasi hasil penghitungan.

Fritz mengungkapkan, pada tahap ini pihaknya juga berwenang menangani proses pelanggaran administrasi terkait rekapitulasi penghitungan. Bentuk pelanggarannya bisa berupa adanya kesalahan tata cara prosedur dalam rekapitulasi. Penanganan disesuaikan sesuai dengan tingkatannya.

“Jadi artinya proses ini (Pemilu) belum selesai. Mungkin bagi teman-teman proses ini hampir selesai, tapi bagi para caleg yang suaranya diambil, atau ada proses pemilu yang tidak sesuai, ada perubahan data, ini prosesnya masih panjang,” jelasnya.

Penanganan Hukum

Koordinator Divisi Hukum Bawaslu ini menjelaskan, penanganan hukum kepemiluan tak hanya dilakukan Bawaslu. Kata Fritz, Mahkamah Konstitusi (MK) juga bakal menangani hasil sengketa Pemilu.

“Nanti mungkin MK ada juga perintah untuk buka kotak (suara), hitung ulang atau pemungutan suara ulang. Jadi artinya the game is not over,” cetus Fritz.

Ditempat yang sama, Koordinator dari Komite Pemilih Indonesia (TePi) Jeiry Sumampow mengkritisi mengenai keserentakan pelaksanaan Pemilu kali ini yang dinilai rumit. Dia menjelaskan, kerumitan Pemilu memberikan banyak kesalahan, bahkan sampai entri data dalam Sistem Penghitungan (Situng).

Meski begitu, Jeiry menyatakan, kesalahan tersebut bukan sesuatu yang disengaja. Dia hanya menganggap hak tersebut dengan kelalaian serta kekurangan yang dimiliki para penyelenggara. rag/AR-3

Tampilkan Semua

TNI-Polri Diminta Jaga Soliditas

Jumat 17/5/2019 | 07:54
A   A   A   Pengaturan Font
Proses pembangunan negara bisa dilakukan dengan lancar karena situasi keamanan negara terjaga dengan baik berkat dukungan penuh TNI-Polri.   JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan...
Selengkapnya

Penyerahan Senjata

Kamis 16/5/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font
Panglima Kodam Iskandar Muda, Mayjen TNI Teguh Arief Indratmoko memeriksa senjata laras panjang bekas konflik Aceh saat rilis kasus di Banda Aceh, Rabu (15/5). Kodam Iskandar Muda menerima sebanyak 9 pucuk senjata api, tiga pistol, empat...
Selengkapnya

Elite Politik Harus Ikut Mendamaikan

Kamis 16/5/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font
JAKARTA – Pascapemungutan suara 17 April 2019, polarisasi masyarakat belum kunjung mereda. Salah satu pihak yang merasa dirugikan atas penyelenggaraan Pemilu, terus melontarkan narasinarasi bahwa telah terjadi kecurangan yang...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita polkam lainnya
Mondial

Eks Wakil Menteri Korsel Ditahan

Sabtu 18/5/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

SEOUL – Mantan Wakil Menteri Keha­kiman Korea Selatan (Korsel), Kim Hak-ui, diwartakan kantor berita Yonhap pada Jumat (17/5) telah di­tahan setelah dida­kwa melakukan suap. Kim, 63 tahun, yang sempat menduduki jabatan Wakil Menteri Kehakiman pada 2013 semasa era peme­rintahan pimpiman Presiden Park Geun-hye itu, dituding telah menerima layanan seks dan suap senilai 130 juta won (sekitar 109.000 dollar AS) antara 2006 dan 2008, termasuk uang dan barang berharga senilai 30 juta won dari kontraktor konstruksi bernama Yoon Jung-cheon.

“Surat perintah penangkapan telah mengeluarkan terhadap Kim karena bukti cukup kuat untuk menang­kapnya dan hal itu dilakukan karena ada kemungkinan ia akan berusaha untuk menghancurkan bukti dan me­larikan diri,” demikian pernyataan Pengadilan Distrik Pusat Seoul.

Tim investigasi khusus menuduh bahwa Kim me­nerima 5 juta won dari Yoon setelah dipromosikan menjadi jaksa senior pada 2007. Kontraktor juga me­nyerahkan uang tunai tambahan 20 juta won kepada Kim dalam berbagai kesempatan, selain sebuah lukisan senilai 10 juta won pada awal 2008.

Kim juga dicurigai menekan Yoon untuk membe­baskan utang 100 juta won dari seorang perempuan bermarga Lee, yang diduga menawarkan layanan sek­sual kepada mantan jaksa penuntut antara 2006 dan 2008. Sebelumnya Kim sempat diselidiki oleh jaksa pada 2014 atas tuduhan perkosaan yang diajukan oleh Lee, tetapi kemudian ia dibebaskan dari tuntutan itu.

Tim investigasi juga melayangkan tuduhan suap terhadap pihak ketiga senilai 100 juta won setelah ali­ran uang itu tidak langsung dibayarkan kepada Kim. Tim investigasi pun mengatakan Kim telah menerima suap dalam bentuk layanan seksual, karena Yoon ber­sikeras ia telah menyewa setidaknya enam pelacur un­tuk mantan pejabat itu.

Selain itu, Kim dituduh menerima 30 juta won dari pengusaha lain, yang diidentifikasi bernama Choi, an­tara 2007 dan 2011. Skandal seks Kim diketahui publik setelah klip video bocor yang memperlihatkan seke­lompok pria, termasuk satu yang diyakini Kim, meng­adakan pesta seks dengan sekitar 30 wanita di sebuah vila terpencil milik Yoon. Kim membantah tuduhan itu. AFP/Yonhap/I-1

Tampilkan Semua

Pembicaraan untuk Akhiri Kebuntuan Brexit Gagal

Sabtu 18/5/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
LONDON – Oposisi dari Par­tai Buruh Inggris menghentikan pembicaraan kompromi ke­luarnya Inggris dari Uni Eropa (Brexit) dengan Perdana Menteri Theresa May yang telah berjalan selama enam pekan. Informasi itu disampaikan...
Selengkapnya

RI-Timor Leste Tingkatkan Kerja Sama

Sabtu 18/5/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
JAKARTA – Menteri Luar Negeri Republik Indone­sia, Retno LP Marsudi, mengadakan pertemuan bi­lateral dengan Menteri Luar Negeri dan Kerja Sama Republik Demokratik Timor Leste, Dionísio Da Costa Babo Soares, pada...
Selengkapnya

Rajut Silaturahmi, WNI di Austria Gelar Buka Bersama

Sabtu 18/5/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Merantau di negeri asing tidak lantas membuat warga muslim Indone­sia melalaikan ibadah dan syiar agama, terlebih di bulan suci Ramadan. Layaknya tradisi di tanah air, selama Ramadan ma­syarakat muslim di Wina, Aus­tria,...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita mondial lainnya
Ekonomi

Raih Penghargaan

Sabtu 18/5/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Tampilkan Semua

Layanan Penukaran Uang

Sabtu 18/5/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Selengkapnya

IHSG Menutup Pekan Melemah

Sabtu 18/5/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) me­nutup perdagangan akhir pekan ini dengan melemah 1,17 persen atau 68,87 poin ke level 5.826,87 setelah melakukan percobaan menguat di awal sesi perdagangan. Seluruh sektor industri...
Selengkapnya

Asmawi Syam Jadi Komisaris Utama BTN

Sabtu 18/5/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
JAKARTA - Rapat Umum Pemegang Saham-Tahunan (RUPS-T) PT Bank Tabungan Negara Persero Tbk (BBTN) menetapkan mantan Direktur Utama PT Bank Rakyat Indo­nesia Persero Tbk (BBRI), Asmawi Syam, menjadi komisa­ris utama...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita ekonomi lainnya
Daerah

Wujudkan Sumsel sebagai Provinsi Pembawa Berkah

Senin 13/5/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font

Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) terus berbe­nah. Berbagai program pembangunan terus digenjot agar Sumsel benar-benar men­jadi provinsi yang membawa berkah bagi semuanya. Gu­bernur Sumsel, Herman Daru, bertekad mewujudkan daerah yang dipimpinnya menjadi provinsi yang punya daya sa­ing. Provinsi yang membawa berkah bagi seluruh warganya.

Untuk mengetahui apa saja yang telah dan akan dilakukan jajaran Pemerintah Provinsi Sumsel meningkatkan kualitas warganya, wartawan Koran Jakarta, Agus Supriyatna berkesempatan mewawanca­rai Gubernur Sumsel, Herman Daru, di Jakarta, baru-baru ini. Berikut petikan selengkapnya.

Provinsi Sumsel akan memperingati hari jadinya yang ke-73 pada 15 Mei nanti, harapan Anda sebagai pe­mimpin di Sumsel?

Di usia provinsi ini yang ke-73 tahun, saya berharap semua elemen di Sumsel bisa mewujudkan one visi, one goal menuju Sumsel maju untuk semua serta sejahtera dan berkeadilan. Momen ulang tahun ini wadah kami untuk introspeksi. Sumsel ini kaya sumber daya alam (SDA) dan sumber daya manusia (SDM), tapi mengapa kemiskinan masih tinggi. Inilah tugas kami bersama memerangi kemis­kinan.

Harapan lainnya?

Mari tingkatkan kesejahter­aan hingga tercapai angka kemiskinan satu digit. Dari tahun ke tahun memang telah banyak perubahan yang terjadi dan semua berdampak positif. Saya berharap dan meminta seluruh pegawai di lingkup Pemprov Sumsel lebih baik lagi melayani masyarakat. Ya, harus diakui banyak yang perlu dibenahi. Nah, HUT inilah wahana kami untuk introspeksi.

Ini butuh waktu dan pe­mikiran yang besar sehingga butuh keikhlasan yang besar juga dari kami semua. Mari bersama-sama membangun Sumsel menjadi provinsi yang membanggakan. Bukan seka­dar diakui negara lain, namun yang paling penting adalah pengakuan dari masyarakat Sumsel sendiri.

Apa yang ingin Anda wu­judkan dengan perhatian be­sar pada pendidikan agama?

Keberadaan madrasah, ru­mah tahfidz ini saya harapkan bisa menjadi wadah pencetak anak-anak generasi muda yang soleh, anak-anak yang tahu ilmu agama dan mengerti agama. Mudah-mudahan juga diberikan bekal bagi akhlak mereka se­bagai generasi penerus bangsa.

 Apa yang dipelajari di ru­mah tahfidz?

Ilmu agama dipelajari, tetapi belajar sekolah umum juga tetap. Jangan dilupakan Al Quran. Awali sejak dini membaca Al Quran. Karena bicara soal akhlak itu adalah hal penting yang harus diberi­kan pada anak-anak untuk bekal mereka sebagai generasi muda harapan bangsa. Akhlak penting menjadi bekal bagi anak didik dalam menjalani hubungannya dengan sesama manusia dalam kehidupan.

Program rumah tahfidz Al Quran di Sumsel mungkin bisa dijelaskan?

Begini, membaca Al Quran itu merupakan suatu ke­wajiban. Mendalami dan memahami bacaan Al Quran sudah menjadi keharusan bagi umat Islam. Se­jak saya menjabat, saya sudah mengajak para kepala daerah di Sumsel untuk meng­galakkan rumah tahfidz di desa dan kelurahan. Target­nya satu desa dan kelurahan masing-masing satu rumah tahfidz.

Di Sumsel ada 3.500 desa/kelurahan. Alhamdulillah, jum­lah rumah tahfidz sudah mendekati jumlah tersebut. Saya menyarankan agar PAUD dan TK dengan rumah tahfidz diintegrasikan. Saya ajak para para istri kades dan lurah, istri camat memanfaatkan ladang ibadah yang gampang ini. Se­mua ini juga dalam rangka me­ngurangi buta aksara Al Quran di Sumsel.

Apa harapan Anda dengan rumah tahfidz?

Saya berharap dengan tumbuhnya rumah tahfidz di pelosok desa, buta aksara Al Quran bisa terus dikurangi. Usia bukan ala­san untuk tidak belajar mem­baca Al Quran. Harapannya generasi milenial Sumsel makin banyak yang cinta Al Quran. Kondisi ini harus kita pertahankan. Karena alangkah indahnya jika semua desa di Sumsel memiliki seorang hafidz dan hafidzoh. Kami pertahankan orang-orang yang cinta Al Quran.

Sumsel dikenal sebagai provinsi yang jadi dalam program pendidikan gratis. Bagaimana perkembangan pembangunan pendidikan di Sumsel?

Saya pikir begini, pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Sumsel telah melakukan ber­bagai upaya untuk mempermu­dah pelajar maupun mahasiswa mendapatkan pendidikan di Sumsel. Misalnya dengan me­ngeluarkan kebijakan diskon penggunaan LRT maupun jalan tol. Begitu juga soal masalah kekurangan guru.

Apa solusi dari kekuaran­gan guru?

Saat ini, pemerintah sudah melakukan pengangkatan guru secara bertahap. Hanya saja harus diakui jumlah guru yang pensiun lebih banyak dari yang diangkat. Dulu kan ada pengangkatan guru besar-besaran. Nah, mereka ini sekarang semuanya masuk pensiun, sementara penggan­tinya diangkat secara bertahap. N-3

Tampilkan Semua

Banyuwangi Terus Berbenah Jadi Kabupaten Inovatif

Senin 6/5/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font
   Pada 25 April 2019, di­gelar peringatan hari otonomi daerah yang ke-23. Kali ini acara perin­gatan hari otonomi daerah tingkat nasional dipusatkan di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur (Jatim). Banyuwangi dalam...
Selengkapnya

Jatim Pacu Pemasukan dari Sektor Perikanan

Senin 29/4/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Jawa Timur (Jatim), nilai produksi ikan wilayah tersebut menurut kabupaten/kota dan subsektor perikanan pada 2015 mencapai 12,430 triliun ru­piah. Setelah itu meningkat menjadi 13,272 triliun...
Selengkapnya

Jadikan Nias sebagai Destinasi Wisata Berkelas Dunia

Senin 15/4/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font
Sail Nias Tahun 2019 resmi diluncurkan di Jakarta, baru-baru ini. Dengan Sail Nias ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumate­ra Utara (Sumut) optimistis jika pariwisata di Nias akan bangkit. Pemprov yakin daerah tersebut akan menjadi...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita daerah lainnya
Properti

Titik Proyek

Jumat 17/5/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Tampilkan Semua

Kursi Santai Tanpa Warna Mencolok

Jumat 17/5/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Kursi di luar ruangan tidak sama dengan kursi yang digunakan di dalam ruangan. Faktor cuaca, matahari bahkan siraman air hujan menjadikan kursi di luar ruangan memiliki karakter yang berbeda dibandingkan kursi di dalam ruangan. Meski...
Selengkapnya

Konsep Minimalis Membuat Lebih Produktif

Jumat 17/5/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Konsep minimalis sering dikaitkan dengan desain rumah dan arisitektur bangunan. Konsep ini ditandai dengan desain yang sederhana, berbentuk geometris, yang menghasilkan kesan luas dan bersih. Penerapan konsep minimalis pada desain rumah...
Selengkapnya

Efek Rotan di Ruang Interior

Jumat 17/5/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Rotan dapat berpadu dengan barang interior maupun konsep interior lainnya. Keberadaan rotan sebagai bahan furnitur bagaikan buah simalakama. Bahan bakunya tersebar di sejumlah wilayah di Indonesia namun pengrajinnya makin minim....
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita properti lainnya
Telko

Paparan Publik

Kamis 16/5/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

Komisaris Utama PT Solusi Tunas Pratama Tbk, Jeffrey Yuwono (kanan) berbincang bersama Dirut, Nobel Tanihaha (kedua kanan), Direktur Independen, Tommy Gustavi Utomo (kedua kanan) dan Direktur, Juliawati Gunawan usai menggelar rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) dan RUPS Luar Biasa serta Paparan Publik di Jakarta, Rabu (15/5).

Tampilkan Semua

Dirilis, Chipset dengan “Speaker” Pintar

Kamis 16/5/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Internet of things (IoT) membuka kesempatan bagi vendor chipset untuk mentenagai lebih banyak perangkat. Salah satu yang menjadi bidikan penyedia chipset adalah speaker pintar, yang terhubung dengan aplikasi Amazon Alexa, Apple Siri, dan...
Selengkapnya

Ponsel Multitasking, RAM Lebih Besar

Kamis 16/5/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Menjelang Lebaran menjadi momen bagi konsumen untuk membeli ponsel. Oppo kali ini meluncurkan varian baru yaitu A5s. Perangkat yang pertama kali diperkenalkan pada bulan Maret yang lalu, kini hadir dengan varian baru dengan mengusung...
Selengkapnya

Laptop ChromeOS Berfitur Mewah

Kamis 16/5/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Selain sistem operasi Windows, dan MacOS, yang sudah sangat umum, dikenal juga sistem operasi ChromeOS. Sistem besutan Google ini menggunakan ruang penyimpanan awan (cloud) dengan sejumlah kelebihan. PC atau laptop yang menggunakan...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita telko lainnya
Otomotif

MPV Premium Hadirkan Kabin Lega

Rabu 15/5/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

Pada ajang Indonesia International Motor Show 2019, Mercedes Benz menghadirkan MPV (multipurpose vehicle) terbarunya, Mercedes-Benz B-Class. Sebagai perwakilan dari NGCC (New Generation Compact Class) Mercedes- Benz, Mobi ini tampil lebih sporti dan dinamis dibandingkan model pendahulunya.

Benz B-Class menekankan aspek Sports Tourer, yang mendukung perjalanan jauh. Dengan demikian aspek kenyamanan penumpang menjadi perhatian penting dengan fitur hiburan terkini yang canggih.

Salah satu ubahan yang dilakukan Mercy adalah pada dimensinya. Jarak sumbu roda meregang 30 mm menjadi 2.729 mm dan lebar bertambah 33 mm menjadi 1.456 mm, yang membuat mobil ini lebih lega. Sementara panjangnya dan tingginya tetap sama yaitu 4359 mm, dan 1557 mm.

Dengan itu, dijamin kabin menjadi lebih lapang. Diklaim, kapasitas bagasi bisa mencapai 1.540 liter dengan kursi belakang dilipat rata. Selain bisa dilipat, kursi belakang juga bisa dimajukan, sedikit menambah kapasitas bagasi saat sandaran kursi berdiri.

“Kalau dibandingkan dengan A-Class sedikit lebih besar dan lapang. Namun basisnya sama dengan A-Class,” papar Departement Manager Product & Pricing PT Mercedes-Benz Distribution Indonesia Radite Erlangga, di JIEXPO Kemayoran, Jakarta.

Sebagai mobil keluarga, B Class terbaru memiliki fitur fitur MBUX (Mercedes-Benz User Experience) yang memanjakan. Sistem tersebut berupa infotainment adaptif dengan tampilan grafik jernih dan bisa diperintah suara.

MBUX menggunakan layar layarnya besar, menggabungkan panel instrumen digital dengan layar head unit 10,25 inci, yang lebar, agar mampu menampilkan gambar lebih luas, yang bisa dikoneksikan dengan perangkat melalui Apple CarPlay dan Anrdoid Auto.

Dapur pacu sama dengan A Class yaitu mesin dengan kapasitas 1,33 liter, dengan tambahan mesin turbo. Teneganya mencapai bertenaga 163 tenaga kuda dan torsi maksimal 250 Nm yang disalurkan melalui transmisi kopling ganda 7G-DCT.

Akselerasinya butuh waktu 8,2 detik untuk mencapai 100 km per jam dari posisi diam. “Salah satu keunggulananya meski dengan mesin kecil, dibandingkan dengan GLA namun tenaganya B-Class lebih besar,” kata Radite.

Di Indonesia B-Class ditawarkan dalam satu varian saja yaitu Progressive Line. Mobil ini ditawarkan pada harga 679 juta rupiah sebelum pajak. Dengan fitur yang dimiliki dan dimensi lebih lega B-Class hanya berbeda 4 juta saja dengan new A-Class A 200 Progressive Line. hay/E-6

Tampilkan Semua

Skutik Macho untuk Para Petualang

Rabu 15/5/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Honda meluncurkan motor besar bergaya adventure, Honda X-ADV. Berdesain tangguh serta unik, performa tinggi, dan sarat dengan fitur canggih. Skutik ini dihadirkan untuk menjawab penantian para pecinta motor petualang. Dengan konsep...
Selengkapnya

Performa Super si Supercar Italia

Rabu 15/5/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Mobil sport mengutamakan kemampuan kecepatan. Pabrikan Italia melakukan pengembangan dari sisi bobot, aerodinamika, mesin untuk menghasilkan kinerja yang super cepat. Ferrari menghadirkan unit pertama dari supercar Ferrari 488 Pista....
Selengkapnya

Mobil Pilihan

Rabu 8/5/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita otomotif lainnya
beriklan di koran jakarta
Olahraga

Mercedes Disebut Berada di “Planet Lain”

Sabtu 18/5/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

BARCELONA - Jum­lah pengamat Formula 1 yang yakin Ferrari akan menjadi juara du­nia tahun ini terus berkurang karena kini mereka beralih menjagokan Mercedes.

Flavio Briatore, mantan bos Renault, menyimpulkan sete­lah Mercedes lima kali bertu­rut-turut finis pada urutan 1 dan 2, maka tim asal Jerman itu tengah berada di “planet lain” atau tidak tersaingi siapa pun.

“Barcelona adalah sirkuit yang jujur kepada Anda,” kata dia dalam laman Grand Prix News. “Jika Anda tampil buruk di sana, Anda tak akan mampu bersaing untuk menjadi juara dunia, sekalipun dari berbagai wawancara sepertinya segala sesuatunya akan berjalan baik.”

Mantan pebalap Williams yang kini menjadi pebalap cadangan Renault, Sergey Sirot­kin, mengamini pendapat Briatore itu. “Memang ada beberapa sirkuit di mana Fer­rari bisa cepat,” kata dia kepada Sport-Express. “Tetapi secara umum, me­reka (Ferrari) kesulitan menjadi juara.”

Bos Red Bull Christian Horner menyatakan setelah sirkuit Barcelona maka 2019 seperti sudah menjadi milik Mercedes. Tapi dia menggaris­bawahi bahwa jadwal 21 bala­pan itu sangat panjang.

“Pada dasarnya siapa pun bisa dikalahkan,” kata dia ke­pada Speed Week. “Tidak ada yang selamanya sukses. Kami punya semua keterampilan dan alat yang kami butuhkan untuk mengalahkan mereka, dan itulah yang kami berusaha lakukan.”

Mercedes telah memborong kemenangan 1-2 di lima bala­pan awal musim ini di Sirkuit Barcelona-Catalunya. Semen­tara Ferrari hanya meraih tiga kali finis ketiga dan bahkan gagal naik podium setelah di­pecundangi Max Verstappen dengan mobil Red Bull berme­sin Honda. Ant/S-2

Tampilkan Semua

Wapres Sampaikan Kesiapan Indonesia Tuan Rumah Olimpiade 2032

Sabtu 18/5/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
LAUSANNE - Wakil Presiden RI M Jusuf Kalla melakukan per­temuan dengan Presiden Komite Olimpiade Internasional, Thomas Bach menyampaikan kesiapan In­donesia sebagai tuan rumah Olim­piade 2032. “Saya percaya diri bahwa...
Selengkapnya

Quartararo Kuasai Sesi Latihan 1 GP Prancis

Sabtu 18/5/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
LE MANS - Pembalap Petronas Yamaha SRT, Fabio Quartararo menjadi yang tercepat pada sesi Free Practice 1 MotoGP Prancis 2019 di Sirkuit Le Mans, Jumat (17/5). Pebalap tuan rumah itu men­jadi yang tercepat mengung­guli andalan...
Selengkapnya

Tim Indonesia Siap Tempur

Sabtu 18/5/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Tim Piala Sudirman Indonesia dalam kondisi siap tempur, meski patut mewaspadai cuaca panas di Nanning. Hendra Setiawan dan kawan-kawan optimistis mampu menaklukkan Inggris di laga pertama. NANNING - Manajer Tim Bulu Tangkis...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita olahraga lainnya
Kolom

22-5

Sabtu 18/5/2019 | 06:30
A   A   A   Pengaturan Font
CATATAN ARSWENDO

 

Kalau tanggal ini dicatat—pastilah dicatat, barang kali karena jarak yang ma­kin dekat dengan tanggal 22 Mei. Dengan segala ingar bingar pemilu yang serentak, peta keg­iatan berbeda. Biasanya permulaan puasa, masa mudik musim petama, dengan segala kegiatannya menem­pati acara dan kegiatan humanisme. Juga jalanan, juga kemacetan—yang lebih tidak menjadi beban derita dari tahun ke tahun.

Kali ini beda, 17 April kema­rin, pemilu serentak berlangsung aman, selamat, dan membang­gakan. Sesuai tata krama, hasil akan diumumkan KPU dan kawa­lan Bawaslu. Tapi praktis sebena­rnya diikuti semua peserta, semua partai. Apalagi sejak awal, salah satu pasangan calon presiden/wakil menganggap KPU curang dan minta digugurkan. Ketegangan membadai, karena para juru kampanye—kampanye tidak selalu berarti ribut, tapi itu yang terlihat. Dari yang memakai argumen untuk menolak atau menerima, sampai dengan asal menolak. Puncak yang terus mendaki adalah tanggal 22–5. Hari itu seolah—atau sebenarnya negeri ini sedang membuktikan dan mengukir sejarah demokrasi yang “belum ada taranya dalam se­jarah dunia”. Atau juga kenyinyiran yang paling konyol. Mungkin sekali duanya, dan tak apa asal aman, selamat berlangsung damai.

Aura 22–5 sudah terasa jauh se­belumnya. Beberapa teman di kam­pus minta acara tidak dilangsung­kan di tanggal itu, termasuk acara eating, dringking, partying. Tanggal ini telah menjadi kebutuhan bersama dan dikhususkan. Yang menjadikan tanda tanya adalah ternyata masih banyak kekha­watiran besar jika hal-hal di luar tuntutan hukum terjadi. Kerusuhan umum—amit-amit --misalnya. Atau bentrok massal. Atau, saya tak ingin membayangkan walau menasihati diri untuk superwaspada.

Akankah muncul paranormal seperti biasanya? Mungkin saja masih ada, namun menurut saya, animo masyarakat kepada alat yang bernama kalkulator, mesin penghi­tung yang bisa diikuti dan bukti-bukti yang bisa diperbandingkan satu dengan yang lain. Untuk kali pertama kita mempunyai rasa per­caya penuh pada alat, tetapi juga percaya total pada alat manual.

Di luar segala perubahan yang telah diperhitungkan dengan sangat cermat, perubahan total pada alat dan manual sepenuh­nya mungkin pantas dicatat. Dan menandai penuh perubahan yang terjadi juga atas upaya yang dis­adari atau sangat disadari.

22-05. Ini yang akan terjadi dan masih terus menggelombangkan perubahan –termasuk perubahan komunikasi dan peri laku. 22-05 yang datang itu telah mengubah banyak hal, dan tak bisa kem­bali lagi. 22-05 , dan tak pernah sepenuhnya sama.

22-05, mungkin ada yang menawar, sehingga tanggal itu tak ter­jadi? Mungkin saja, setidaknya dalam cerita wayang. Untuk menghindari “hari H”, yang perlu adalah hari itu tak terjadi. Setelah tanggal 21-05, wlap ke hari lain. Anoman tokoh wayang, menghilangkah hari yang tak dikehendaki dengan cara sederhana: matahari ditelan. Waktu berhenti.

Siapa yang menghendaki tak ada tanggal 22-05? Mereka yang tanggal itu capresnya tak ingin dinyatakan kalah. Bisa ramai karena jumlahnya masih jutaan, belasan, puluhan juta, seratus juta... yang pastilah meriuh rendahan 22-05.

Namun, masyarakat secara bersama-sama—walau tidak sama-sama, makin menemukan apa yang tidak membahayakan diri, ma­syarakat atau keluarga, dan tak bisa menghindarkan 22-05, dengan se­gala yang pernah dibayangkan akan terjadi. 22-05 tiba sebagaimana hari sebelumnya, juga sesudahnya.

22-05. Di lembar berikutnya.

Tampilkan Semua

22-5

Sabtu 18/5/2019 | 06:30
A   A   A   Pengaturan Font
CATATAN ARSWENDO   Kalau tanggal ini dicatat—pastilah dicatat, barang kali karena jarak yang ma­kin dekat dengan tanggal 22 Mei. Dengan segala ingar bingar pemilu yang serentak, peta keg­iatan berbeda. Biasanya...
Selengkapnya

Politik dan Praktisi Komunikasi

Sabtu 18/5/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font
Pemilihan Umum serantak 2019 sebentar lagi tuntas dengan diumumkannya hitungan real oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Terlepas dari panasnya pengkubuan calon presiden, dinamika politik kemarin makin menyadarkan banyak pihak tentang...
Selengkapnya

Menyimak Komunitas Seni Lukis Bali

Sabtu 18/5/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font
Bali, tercatat salah satu tempat yang mendunia, dimana infrastruktur tidak hanya memfasilitasi denyut kehidupannya, melainkan juga menumbuhkan image seni rupa. Perkembangan sejarah seni lukis di Pulau Dewata telah berlangsung dalam...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita kolom lainnya
Rona

Sandra Dewi Masuki Usia Kehamilan Tujuh Bulan

Sabtu 18/5/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

Diam-diam, ternyata artis Sandra Dewi tengah mengandung anak keduanya. Bah­kan, usia kandungannya saat ini sudah menginjak usia tujuh bulan. Berbeda dengan kehamilannya pertama yang terkesan semangat dan bugar, di kehamilan kali ini Sandra mengaku kerap malas beraktifitas dan bak tak ber­semangat.

Istri dari Harvey Moeis ini memang merasakan perbedaan kondisinya pada saat hamil anak pertamanya dulu. "Jauh banget bedanya. Kalau yang pertama itu aku sering bangun pagi, kemudian aku juga rajin banget. Kalau sekarang kayak bangun siang, lebih suka tidur," ujar Sandra Dewi, saat ditemui di bilangan Senayan, baru-baru ini.

Meski begitu, Sandra mengaku ia telah mempersiapkan kelahiran anak keduanya itu. "Semuanya udah siap karena anak kedua, anak kedua itu kita jauh lebih tahu apa. Kalau anak pertama kan ya ampun aku pontang-panting. Kalau anak kedua saya tahu gimana cara simpen ASI yang benar, pompa ASI yang benar seperti apa, ngurusin anak yang benar tuh udah tahu­lah," papar Sandra.

Bersyukurnya, Sandra mengatakan sang suami mengerti dengan kondisi­nya. "Kalau dia mah tahu kalau aku jauh lebih pengalaman. Kalau anak pertama mungkin kita masih kayak khawatir, tapi kalau anak kedua itu kita tahu kita mesti ngapain. Jadi kayak oh kesalahan anak pertama jangan diulang," cerita artis kela­hiran Pangkal Pinang, 8 Agustus 1983 ini.

Sandra juga mengatakan kini ia menik­mati apa yang tengah dilaluinya. "Sebe­narnya sih udah kelihatan gede banget, karena abis baby moon kan, makan-tidur makan-tidur. Cuma ya nikmatin aja kan bentar lagi bisa langsing lagi," katanya. Sandra juga rutin memeriksakan kondisi kehamilannya ke dokter. Namun, Sandra masih merahasiakan kabar jenis kelamin sang buah hatinya meski ia telah diberi tahu oleh dokter. "Udah dari dua sete­ngah bulan udah tahu. Ada deh," timpal Sandra.

Di samping itu, disinggung soal anak pertamanya Raphael Moeis, Sandra me­nyebut anak sulungnya sangaat aktif dan kian beranjak besar. "Udah bisa lari, bu­kan bisa jalan lagi, aktif banget dan udah mulai sih kayak monopoli mamanya gitu. Makanya nih pr-nya aku adalah mengajar­kan dua kali, nanti tuh sebentar lagi dia akan punya adik," pungkas Sandra Dewi. yzd/S-1

Tampilkan Semua

Kulit Tetap Cantik Selama Ramadan

Sabtu 18/5/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Menjaga kesehatan kulit menjadi tantangan selama bulan Puasa, pola konsumsi yang berubah khususnya pada air dapat menyebabkan kulit kusam dan kering. Lantas bagaimana solusinya? Menjalankan iba­dah Puasa bu­kan berarti kulit...
Selengkapnya

THE 1O1 Bogor Suryakancana Dukung YukNgaji bersama Ricky Harun

Sabtu 18/5/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Kajian dan Buka Bersama adalah suatu event di Bulan Suci Ramadan yang diselenggarakan oleh hotel THE 1O1 Bogor Suryakancana untuk para remaja dan komunitas Islam di Bogor. Acara bertujuan untuk meningkatkan kualitas para remaja dalam...
Selengkapnya

Lisa Kudrow Tolak Menonton Kembali Tayangan “Friends”

Sabtu 18/5/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Serial komedi "Friends" akan menginjak usia 25 tahun pada September ini, namun setidaknya salah satu dari pemeran sitkom itu takkan menonton ulang tayangan fenomenal ter­sebut. Aktris Lisa Kudrow, pemeran Phoebe Buffay,...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita rona lainnya
beriklan di koran jakarta
Megapolitan

Posisi Strategis

Sabtu 18/5/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Tampilkan Semua

Kivlan “Melunak” dan Puji Polisi

Sabtu 18/5/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
JAKARTA - Penyidik Polda Metro Jaya memeriksa Mantan Kepala Staf komando Cadan­gan Strategis Angkatan Darat (Kaskostrad) Mayjen (Purn) TNI Kivlan Zein sebagai saksi atas kasus dugaan makar de­ngan tersangka Eggi Sudjana. Kivlan...
Selengkapnya

Jakarta Akhir pekan

Sabtu 18/5/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Galaxy Big Band dan Mercy Dumais dengan Bintang Tamu Orkes Tiup Jepang Jakarta Tanggal : Sabtu, 18 Mei 2019Pukul : 19.00 WIBTempat : Hotel Fairmont Jakarta Level 3 Jalan Asia Afrika Nomor 4-5 Senayan Jakarta Selatan Penyanyi bossa...
Selengkapnya

PDIP Unggul di Tiga Dapil Jakarta

Sabtu 18/5/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Meski meraih suara terbanyak, Grace Natalie dan Tsamara Amany diprediksi gagal melenggang ke kursi DPR karena tersandung ambang batas parlemen yang masih di bawah empat persen. JAKARTA-Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) untuk...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita megapolitan lainnya
Kupas

“Kami Belum Selesai Menghitung, Jadi Apa yang Ditolak?”

Jumat 17/5/2019 | 05:00
A   A   A   Pengaturan Font
Usai Pemilu Serentak 2019, penghitungan suara menjadi isu utama yang dipersoalkan tim kampanye capres/cawapres 02 yakni, Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga.

Pihak BPN menuding Pemilu 2019 penuh dengan kecurangan sehingga mereka tidak menerima apa pun hasilnya. Bahkan, mereka mengancam akan menarik saksi-saksinya yang saat ini tengah mengikuti rekapnas hasil penghitungan suara dari 34 provinsi.

Untuk mengulas hal itu, Koran Jakarta mewawancarai Komisioner KPU, Viryan Azis, di Jakarta. Berikut isi wawancaranya.

Apa tanggapan Anda terkait hal itu?

Nah itu, makanya kami berpikir, hasil rekap ini kan belum selesai hingga tangga 22 Mei. Lalu apa yang mereka (BPN) tolak? Kalau misal hasil rekapnas ini, toh rekapnas saja belum selesai, masih ada beberapa provinsi yang belum selesai melakukan rekap di daerahnya. Jadi kalau hasil pemilunya mau ditolak, ditolak apanya kan belum selesai penghitungannya.

Bagaimana KPU menyikapi hal itu?

Oleh karena itu, kita berpandangan agar semua pihak memberi waktu KPU untuk bekerja sampai tanggal 22 Mei atau pada saat kami selesai menetapkan hasil Pemilu 2019. Setelah itu, bagi pihak-pihak yang berkeberatan dipersilakan untuk mengambil sikap sesuai aturan perundang-undangan yang berlaku.

KPU menyayangkan dengan pernyataan BPN dan Prabowo yang tidak percaya hasil pemilu?

Intinya, hasil penghitungan suara sedang berjalan. Publik bisa melihat dan menilai, semua kita kembalikan ke masyarakat. Kami komitmen mengawal suara rakyat mulai dari TPS sampai dengan rekap nasional.

Ada ancaman dari pihak BPN, saksi mereka akan ditarik juga. Tanggapan Anda?

Prinsipnya, saat ini sistem perhitungannya kan manual. Tidak lagi menggunakan Situng. Nah, kalau saksinya ditarik justru BPN akan kehilangan kesempatan untuk menyaksikan proses rekapitulasi nasional yang ada. Padahal, kami melakukan proses rekapitulasi secara terbuka dan disiarkan media nasional secara langsung. Lagi pula, jika BPN 02 berkomitmen dengan pemilu yang berintegritas, sampaikan dalam forum rapat pleno terbuka. Di situ, dugaan-dugaan kecurangan, misalnya, terkait hasil pemilu, kalau misal adakecurangan, berarti kan berbeda hasilnya. Maka, dipersilakan temuan itu disampaikan kepada kami.

Harusnya kalau ada kecurangan langsung dilaporkan dalam rapat?

Kan begini, dari TPS, ada form C1 yang menjadi dasar untuk rekap di kecamatan. Rekap di kecamatan itu terkait dengan form C bisa jadi ada dua perlakuan. Dalam hal form C1-nya benar l, maka itu yang dijadikan dasar dilakukan rekap. Dalam hal terjadi kekeliruan mulai dari penulisan atau ada hal lain dilakukan koreksi di Form C tersebut.

Kemudian menjadi formulir di A1 di kecamatan. Dari kecamatan, ke KPU kabupaten kota menjadi DB1. Dari kabupaten kota ke provinsi menjadi DC1. Nah di setiap tahapan rekapitulasi tersebut, setiap peserta pemilu termasuk BPN berhak mengajukan saksinya. Nah, saksi itu salah satu tugasnya mendapat mandat dari peserta pemilu mengajukan berbagai hal termasuk keberatan dengan dugaaan kecurangan dengan data.

Memangnya pihak BPN belum pernah menyampaikan data dugaan pelanggaran?

Terhitung sampai hari ini, tidak ada penyampaian data yang signifikan terkait dugaan kecurangan terstruktur, sistematis, dan masif sebagaimana yang sering digaungkan di media. 

 

rama agusta/AR-3

Tampilkan Semua

Penurunan Tarif Berdampak bagi Kinerja Keuangan Maskapai

Kamis 16/5/2019 | 05:00
A   A   A   Pengaturan Font
Setelah mendapat tekanan yang cukup masif, pemerintah menurunkan tarif batas atas (TBA) pesawat udara, sebesar 12–16 persen. Langkah ini sebagai kebijakan publik yang harus diambil sebab sebagai regulator, Kementerian Perhubungan...
Selengkapnya

Kita Tidak Impor Guru, tapi Mengundang Instruktur dari Luar Negeri

Rabu 15/5/2019 | 05:00
A   A   A   Pengaturan Font
Dunia pendidikan kembali jadi sorotan. Beberapa waktu lalu, ramai pemberitaan terkait rencana pemerintah melalui Kementerian Koordinasi Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) yang akan mendatangkan guru asing ke Indonesia atau...
Selengkapnya

Kemenhub Siapkan Strategi Perlancar Arus Mudik ke Sumatera

Selasa 14/5/2019 | 05:00
A   A   A   Pengaturan Font
Arus mudik bagi masyarakat yang ingin berlebaran dengan menggunakan jalan darat ke wilayah Sumatera dapat dipastikan akan memadati penyeberangan di Selat Sunda. Tidak ingin terjadi masalah Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita kupas lainnya
beriklan di koran jakarta
Edisi Weekend

22-5

Sabtu 18/5/2019 | 06:30
A   A   A   Pengaturan Font
CATATAN ARSWENDO

 

Kalau tanggal ini dicatat—pastilah dicatat, barang kali karena jarak yang ma­kin dekat dengan tanggal 22 Mei. Dengan segala ingar bingar pemilu yang serentak, peta keg­iatan berbeda. Biasanya permulaan puasa, masa mudik musim petama, dengan segala kegiatannya menem­pati acara dan kegiatan humanisme. Juga jalanan, juga kemacetan—yang lebih tidak menjadi beban derita dari tahun ke tahun.

Kali ini beda, 17 April kema­rin, pemilu serentak berlangsung aman, selamat, dan membang­gakan. Sesuai tata krama, hasil akan diumumkan KPU dan kawa­lan Bawaslu. Tapi praktis sebena­rnya diikuti semua peserta, semua partai. Apalagi sejak awal, salah satu pasangan calon presiden/wakil menganggap KPU curang dan minta digugurkan. Ketegangan membadai, karena para juru kampanye—kampanye tidak selalu berarti ribut, tapi itu yang terlihat. Dari yang memakai argumen untuk menolak atau menerima, sampai dengan asal menolak. Puncak yang terus mendaki adalah tanggal 22–5. Hari itu seolah—atau sebenarnya negeri ini sedang membuktikan dan mengukir sejarah demokrasi yang “belum ada taranya dalam se­jarah dunia”. Atau juga kenyinyiran yang paling konyol. Mungkin sekali duanya, dan tak apa asal aman, selamat berlangsung damai.

Aura 22–5 sudah terasa jauh se­belumnya. Beberapa teman di kam­pus minta acara tidak dilangsung­kan di tanggal itu, termasuk acara eating, dringking, partying. Tanggal ini telah menjadi kebutuhan bersama dan dikhususkan. Yang menjadikan tanda tanya adalah ternyata masih banyak kekha­watiran besar jika hal-hal di luar tuntutan hukum terjadi. Kerusuhan umum—amit-amit --misalnya. Atau bentrok massal. Atau, saya tak ingin membayangkan walau menasihati diri untuk superwaspada.

Akankah muncul paranormal seperti biasanya? Mungkin saja masih ada, namun menurut saya, animo masyarakat kepada alat yang bernama kalkulator, mesin penghi­tung yang bisa diikuti dan bukti-bukti yang bisa diperbandingkan satu dengan yang lain. Untuk kali pertama kita mempunyai rasa per­caya penuh pada alat, tetapi juga percaya total pada alat manual.

Di luar segala perubahan yang telah diperhitungkan dengan sangat cermat, perubahan total pada alat dan manual sepenuh­nya mungkin pantas dicatat. Dan menandai penuh perubahan yang terjadi juga atas upaya yang dis­adari atau sangat disadari.

22-05. Ini yang akan terjadi dan masih terus menggelombangkan perubahan –termasuk perubahan komunikasi dan peri laku. 22-05 yang datang itu telah mengubah banyak hal, dan tak bisa kem­bali lagi. 22-05 , dan tak pernah sepenuhnya sama.

22-05, mungkin ada yang menawar, sehingga tanggal itu tak ter­jadi? Mungkin saja, setidaknya dalam cerita wayang. Untuk menghindari “hari H”, yang perlu adalah hari itu tak terjadi. Setelah tanggal 21-05, wlap ke hari lain. Anoman tokoh wayang, menghilangkah hari yang tak dikehendaki dengan cara sederhana: matahari ditelan. Waktu berhenti.

Siapa yang menghendaki tak ada tanggal 22-05? Mereka yang tanggal itu capresnya tak ingin dinyatakan kalah. Bisa ramai karena jumlahnya masih jutaan, belasan, puluhan juta, seratus juta... yang pastilah meriuh rendahan 22-05.

Namun, masyarakat secara bersama-sama—walau tidak sama-sama, makin menemukan apa yang tidak membahayakan diri, ma­syarakat atau keluarga, dan tak bisa menghindarkan 22-05, dengan se­gala yang pernah dibayangkan akan terjadi. 22-05 tiba sebagaimana hari sebelumnya, juga sesudahnya.

22-05. Di lembar berikutnya.

Tampilkan Semua

Refdi Andri

Sabtu 18/5/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font
Lebaran menjadi momentum bagi umat Islam untuk mudik atau pulang kampung. Tradisi mudik Lebaran untuk berkumpul bersama keluarga tidak tergantikan meski dengan beragam alat komunikasi yang semakin canggih. Orang-orang rela antre,...
Selengkapnya

Fitur Lengkap Sensor Pemantau Level Air

Sabtu 18/5/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font
Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca (BBMTC) BPPT menyempurnakan teknologi sensor pemantauan level air di lahan gambut (SMOKIES) dengan menambahkan sistem komunikasi data Long Range Access (LoRA). Penyempurnaan SMOKIES dengan sistem...
Selengkapnya

Dikembangkan, Sensor Mikroskopis untuk Membaca Gerakan Tubuh

Sabtu 18/5/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font
Para peneliti di School of Engineering, University of British Columbia (UBC) Okanagan, berhasil mengembangkan sebuah sensor berbiaya murah yang dapat ditenun ke dalam tekstil serta material komposit. Meski masih dalam tahap awal, sensor...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita edisi weekend lainnya
beriklan di koran jakarta