Koran Jakarta | September 17 2019
iklan koran jakarta
koran jakarta berita terkini hari ini 1 koran jakarta berita terkini hari ini 2

Perlu Antisipasi Kenaikan Defisit Neraca Migas

Selasa 17/9/2019 | 00:04
A   A   A   Pengaturan Font
Jika ingin pertahankan surplus perdagangan secara berkualitas maka defisit migas harus konsisten dikurangi. Jika ingin pertahankan surplus perdagangan secara berkualitas maka defisit migas harus konsisten dikurangi.   JAKARTA – Sejumlah kalangan menilai mes­kipun neraca...
Tampilkan Semua
FOLLOW US
KURS
SAHAM
LAPORAN KEUANGAN
laporan keuangan koran jakarta
Nasional

Perlu Antisipasi Kenaikan Defisit Neraca Migas

Selasa 17/9/2019 | 00:04
A   A   A   Pengaturan Font
Jika ingin pertahankan surplus perdagangan secara berkualitas maka defisit migas harus konsisten dikurangi.

 

JAKARTA – Sejumlah kalangan menilai mes­kipun neraca perdagangan pada Agustus 2019 membukukan surplus 80 juta dollar AS, namun kinerja perdagangan Indonesia sebenarnya berada dalam tren pelemahan. Hal ini ditandai dengan penurunan kinerja ekspor dan impor.

Selain itu, pemerintah diminta perlu segera membenahi kinerja neraca minyak dan gas (migas) karena secara bulanan pada Agustus lalu justru membukukan kenaikan defisit men­jadi 755 juta dollar AS.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Suhari­yanto, mengemukakan surplus neraca perda­gangan Agustus lalu lebih baik dibandingkan capaian Juli 2019 yang mengalami defisit sebe­sar 64,3 juta dollar AS dan Agustus 2018 yang juga defisit 1,02 milliar dollar AS.

Secara kumulatif, defisit neraca perda­gangan sepanjang Januari–Agustus 2019 men­capai 1,81 milliar dollar AS. Defisit ini lebih rendah dari periode sama 2018 yang sebesar 8,09 milliar dollar AS.

“Surplus neraca dagang (Agustus 2019) ka­rena nilai ekspor mencapai 14,28 milliar dollar AS dan impor hanya 14,20 milliar dollar AS,” papar Suhariyanto, di Jakarta, Senin (16/9).

Nilai ekspor Indonesia Agustus 2019 menca­pai 14,28 miliar dollar AS atau turun 7,60 persen dibanding ekspor Juli 2019, dan menyusut 9,99 persen jika dibandingkan ekspor Agustus 2018.

Di sisi lain, nilai impor Indonesia Agustus 2019 mencapai 14,20 miliar dollar AS atau tu­run 8,53 persen dibandingkan Juli 2019, dan jika dibandingkan dengan Agustus 2018 turun 15,60 persen.

Sementara itu, peneliti Indef, Bhima Yu­dhistira, meminta pemerintah untuk lebih fo­kus mengurangi defisit sektor migas. Pasalnya, jika dilihat dari defisit migas Agustus lalu justru meningkat dibandingkan bulan sebelumnya.

“Jika ingin pertahankan surplus perda­gangan secara berkualitas maka defisit migas harus konsisten dikurangi dengan penam­bahan produksi lifting domestik. Insentif bagi pemain migas perlu diperbaiki dan dipertajam, karena kurang nendang,” tukas dia.

Neraca migas Agustus 2019 defisitnya me­ningkat menjadi 755 juta dollar AS, lebih tinggi dari defisit pada bulan sebelumnya yang sebe­sar 142 juta dollar AS. Kondisi tersebut tidak terlepas dari dampak penurunan ekspor migas sejalan dengan pelemahan harga minyak.

Sementara itu, impor migas juga menurun terutama dipengaruhi oleh lebih rendahnya harga impor baik barang mentah maupun ha­sil olahan.

Jangan Lengah

Pakar statistik dari ITS, Kresnayana Yahya, mengingatkan pemerintah tidak boleh lengah dengan surplus tipis neraca perdagangan ka­rena hal tersebut bersifat sementara. Selain itu, komoditas mentah masih memegang peran dalam surplus tersebut, sehingga peran ekspor sektor manufaktur perlu lebih diperkuat karena akan memberikan nilai tambah.

“Yang mendongkrak sebagian besar masih dari jenis komoditas, jadi kinerja perdagangan ke depan tetap bergantung pada pasang surut harga,” jelas dia.

Menurut Kresnayana, yang perlu dilakukan pemerintah tentunya harus mengupayakan ma­kin banyak komoditas mentah yang diolah men­jadi branded good dan produk akhir. Akan tetapi, lanjut dia, untuk ekspor komoditas ini tidak bisa cepat melakukan transformasi ke produk olahan.

“Sebab, memang produk olahan kita masih belum kuat bersaing di pasar global. Maka agar berhasil, harus ada yang diprioritaskan. Con­tohnya, ekspor garmen masih punya peluang, tapi kita harus punya added value seperti da­lam hal desain, agar lebih dapat bersaing. Begi­tu juga furnitur,” papar dia.

Terkait dampak melemahnya kinerja perda­gangan Indonesia, pelaku pasar mengkhawa­tirkan surplus neraca dagang yang lebih ren­dah dari ekspektasi itu akan membuat defisit transaksi berjalan atau current account deficit (CAD) akan terus bengkak di kuartal III-2019. Menurut pelaku pasar, apabila CAD tidak bisa dibenahi maka nilai tukar rupiah berpeluang terdepresiasi sehingga akan mengganggu fun­damental ekonomi nasional.

Pada kuartal I-2019, Bank Indonesia (BI) mencatat CAD di level 2,6 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Kemudian pada kuartal II-2019, CAD membengkak menjadi 3,04 per­sen dari PDB. ers/SB/bud/WP

Tampilkan Semua

Presiden: Dalam UU KPK Tidak Ada Kembalikan Mandat

Selasa 17/9/2019 | 00:03
A   A   A   Pengaturan Font
JAKARTA – Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa penyerahan mandat pimpinan Komisi Pemberantasan Korup­si (KPK) tidak pernah terjadi. “Sejak awal saya tidak per­nah meragukan pimpinan KPK yang sekarang. Saya katakan...
Selengkapnya

Persiapkan Diri agar Tidak Terkena Dampak Resesi

Selasa 17/9/2019 | 00:01
A   A   A   Pengaturan Font
Pengusaha muda tidak boleh hanya menjadi penonton di negeri sendiri.   JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan para pakar sudah membuat perkiraan, prediksi atau kalku­lasi tentang potensi resesi eko­nomi...
Selengkapnya

DUKUNG KPK

Selasa 17/9/2019 | 00:00
A   A   A   Pengaturan Font
DUKUNG KPK - Massa yang tergabung dalam Himpunan Aktivis Millenial dan Aliansi Relawan Jokowi melakukan aksi di depan Gedung KPK, Jakarta, Senin (16/9). Dalam orasinya, selain menyatakan dukungan terhadap Revisi Undang-Undang Nomor 30...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita nasional lainnya
beriklan di koran jakarta
Polkam

Hentikan Bahas Revisi UU KPK

Senin 16/9/2019 | 06:21
A   A   A   Pengaturan Font
Gelombang antirevisi UU KPK terus bergerak menyampaikan protes dan usulan agar Pemerintah dan DPR menghentikan revisi UU KPK.

 

YOGYAKARTA - Akademisi UGM yang terdiri para Guru Besar, Dosen dan Mahasiswa mendesak DPR dan Pemerintah untuk menghentikan pembahasan revisi UU KPK karena prosedur dan substansinya yang dipaksankan berpotensi meruntuhkan sensi-sendi demokrasi dan melannggar amanah reformasi dan amanat konstitusi.

“Kita meminta pemerintah dan DPR menghentikan pembahasan UU KPK,” kata Guru Besar Psikologi UGM, Koentjoro, mewakili civitas akademika dalam membacakan pernyataan sikap pada hari Minggu (15/9) di halaman Balairung, Kampus UGM.

Dalam lima butir pernyataan sikap tersebut, civitas akademika mendesak segara dihentikannya upaya pelemahan terhadap KPK dihentikan, mengevaluasi UU lain yang melemahkan gerakan anti korupsi, dan mengembalikan semangat kembali ke rel demoktasi sesuai dengan amanah reformasi dan amanah konstitusi.

Alasan disampaikannya pernyataan sikap ini menurut Ketua Dewan Guru Besar UGM tersebut, pengajuan revisi UU KPK tidak mengikuti prosedur legislasi dan ada upaya sistemastis pelemahan KPK dan gerakan antikorupsi yang agresif dan brutal dalam beberapa pekan terakhir.

Selain menyampaikan pernyataan sikap, beberapa dosen UGM juga menyampaikan pandangannya terhadap revisi UU KPK tersebut. Dekan Fakultas Hukum UGM Sigit Riyanto, mengaku prihatin dengan upaya pelemahan KPK yang dilakukan oleh pemerintah dan DPR melalui revisi UU KPK. “Kami sangat prihatin, kita ingin memperkuat upaya pemberantasan korupsi dan kita mendukung lembaga KPK,” katanya.

Ekonom UGM, Rimawan Pradipto, sebagai koordinator aksi telah mengumpulkan petisi dari 2.338 dosen yang berasal dari 33 perguruan tinnggi dari seluruh Indonesia yang menolak UU KPK dan upaya pelemahan terhadap KPK. “Hingga Sabtu kemarin, terkumpul 2.338 dosen yang memberi dukungan, ada 344 dosen UGM, 160 dosen UI dan 102 dosen IPB,” katanya.

Pegiat Gerakan Anti Korupsi Zainal Arifin Mochtar, menilai Presiden Joko Widodo tidak mendapat masukan yang lengkap terhadap rencana revisi UU KPK sehingga Presiden mendukung rencana revisi tersebut.

“Presiden tidak mendapat asupan yang cukup soal UU ini. Kita punya kesadaran dan itikad bersama untuk mencegah usaha merampok kekayaan negara dan upaya terus melakukan pemberantas korupsi di negeri ini,”katanya.

Ekonom UGM lainnya Fahmi Radhi mengatakan dukungan akademisi UGM kali ini dilakukan untuk menyelamatkan kembali Presiden untuk membela upaya pemberantasan korupsi dan melawan koruptor.

Unair-Unhas Juga Menolak

Sebelumnya, puluhan akademisi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya menolak upaya pelemahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Upaya pelemahan KPK salah satunya tercermin dari keinginan DPR untuk merevisi Undang-Undang (UU) nomor 30/2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

“Dari kampus Unair Surabaya, kami 41 akademisi menolak segala bentuk pelemahan terhadap KPK sebagai garda depan dalam pemberantasan korupsi,” ujar akademisi Unair Dr Herlambang P Wiratraman dalam keterangan resminya kepada wartawan, pekan lalu

Begitu juga beberapa akademisi di Makassar menolak keras revisi Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantsan Korupsi ( KPK) oleh DPR RI. Revisi ini disebut-sebut sebagai pelemahan terhadap KPK, lembaga yang menangani kasus korupsi kelas kakap di Indonesia.

Universitas Hasanuddin (Unhas) dan Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh) yang getol menolak revisi ini. Pusat Kajian Antikorupsi (Pankas) Unhas yang diketuai Muhammad Hasrul telah mengeluarkan 5 pernyataan sikap. YK/AR-3

Tampilkan Semua

Hari Demokrasi Internasional

Senin 16/9/2019 | 06:19
A   A   A   Pengaturan Font
Dari kiri: Ketua Komnas Perempuan Azriana, perwakilan Gusdurian Anita Wahid, Direktur LBH Jakarta Arif Maulana, Ketua Umum Konfederasi Kongres Aliansi Buruh Indonesia (KASBI) Nining Elitos, Ketua Divisi Advokasi YLBHI Arip Yogiawan,...
Selengkapnya

Mendagri Terbitkan SK Pengangkatan Anggota DPRD Maluku

Senin 16/9/2019 | 06:14
A   A   A   Pengaturan Font
AMBON – Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo, telah menerbitkan surat keputusan (SK) pengesahan dan pengangkatan anggota DPRD Maluku periode 2019- 2024 sehingga pelantikan legislator setempat sesuai jadwal pada 16...
Selengkapnya

DPR Prioritaskan Revisi UU MD3

Jumat 13/9/2019 | 06:38
A   A   A   Pengaturan Font
Menjelang masa akhir periode tugas, DPR justru dihadapkan pada penyelesaian revisi UU yang dinilai penting.   JAKARTA – Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR RI, Supratman Andi Agtas, menyampaikan bahwa pihaknya telah menerima...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita polkam lainnya
beriklan di koran jakarta
Mondial

PBB Khawatirkan Ratusan Ribu Nyawa Warga Rohingya

Selasa 17/9/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

YANGON – Tim penyelidik dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Senin (16/9) menyampaikan kekhawa­tiran terhadap nasib warga Muslim Rohingya di Myanmar yang masih menghadapi risiko serius genosida. Laporan penyelidik PBB itu disampaikan sebagai peringatan bah­wa langkah repatriasi terhadap pengungsi Rohingya masih mustahil.

“600 ribu warga Rohingya yang berada di Negara Bagian Rakhine, Myanmar, kondisinya masih buruk, menyedihkan, dan amat tak manusiawi,” demikian laporan tim penyelidik PBB. “Myanmar terus menyembunyikan niat genosida dan warga Rohingya tetap di bawah risiko serius genosida,” im­buh mereka.

Laporan tim penyelidik PBB soal Myanmar ini dijadwal­kan akan disajikan di Jenewa, Swiss, pada Selasa (17/9) ini. Tahun lalu, misi pencari fakta terhadap Myanmar yang di­bentuk Dewan Hak Asasi Manusia PBB menyebut opera­si militer pada 2017 sebagai sebuah genosida dan memin­ta agar para jenderal di Myanmar seperti panglima Angkat­an Darat Min Aung Hlaing diajukan ke Mahkamah Kriminal Internasional.

Menyikapi laporan tim penyelidik PBB itu, juru bicara militer Myanmar, Zaw Min Tun telah mengeluarkan ban­tahan dan menyebut laporan itu sepihak. “Daripada mem­buat tudingan yang bias, tim penyelidik PBB harus turun ke lapangan dan melihat kondisinya dengan mata kepala sen­diri,” pungkas Zaw Min Tun. SB/AFP/I-1

Tampilkan Semua

Iran Tegaskan Tak Ada Rencana Pertemuan Rouhani-Trump

Selasa 17/9/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
TEHERAN – Iran pada Senin (16/9) menegaskan kembali bahwa tak ada rencana pertemuan antara Presiden Has­san Rouhani dengan Presiden Amerika Serikat (AS), Don­ald Trump, di sela-sela Sidang Umum Majelis Perserikatan...
Selengkapnya

KBRI Dorong Penerbangan Langsung Hanoi-Jakarta

Selasa 17/9/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
JAKARTA - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Hanoi, Vietnam, berupaya mendorong pembukaan pe­nerbangan langsung dari Hanoi ke Jakarta serta dari Jakarta dan Surabaya ke Danang dengan penerbangan charter un­tuk...
Selengkapnya

Tiongkok Usir Kapal Perang AS

Selasa 17/9/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
WASHINGTON DC - Ke­menterian Pertahanan Tiong­kok pada Senin (16/9) menga­takan telah mengusir kapal pe­rusak Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) yang berlayar di dekat pulau-pulau yang diklaim Tiongkok di Laut Tiongkok...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita mondial lainnya
Ekonomi

Ekspor Tertekan

Selasa 17/9/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Tampilkan Semua

Tangerang Travel Fair

Selasa 17/9/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Selengkapnya

Penerbangan Haji Tepat Waktu

Selasa 17/9/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
JAKARTA - Garuda Indonesia telah menyelesaikan se­luruh rangkaian operasional penerbangan haji tahun 2019/1440 H. Secara telah memulangkan sebanyak 109.923 Jemaah dalam 284 kloter dengan tingkat ketepatan waktu penerbangan atau On...
Selengkapnya

Pameran Elektronik Tiongkok

Selasa 17/9/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
JAKARTA – Pameran dagang berskala internasional yak­ni Indonesia International Electronics and Smart Appliance Expo 2019 (IEAE) segera digelar di JIExpo Kemayoran pada tanggal 25 – 27 September 2019 mendatang. Pameran...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita ekonomi lainnya
Daerah

Tumbuhkan Terus Minat Riset Generasi Milenial

Senin 29/7/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font

Terkenal sebagai daerah yang kerap menelor­kan inovasi kebijakan dan pariwisata, baru-baru ini Kabupaten Banyuwangi dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan Perkemahan Ilmiah Remaja Nasional XVIII, yang digelar Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Perhelatan ilmiah bertema Generasi Sains Milenial Peng­gerak Kemandirian Ekonomi Daerah itu diikuti oleh sekitar 1.000 pelajar serta guru dari 32 provinsi se-Indonesia.

Dalam kesempatan itu, para pelajar mendapat bimbingan langsung dari sejumlah peneliti LIPI lewat berbagai kompetensi keilmuan. LIPI menilai berbagai tata kelola pemerintahan yang dilaksana­kan di Kabupaten Banyuwangi, dapat menjadi inspirasi bagi para peneliti serta pelajar.

Menjadi inspirasi untuk mewujudkan bagaimana jajaran birokrat bergerak cepat dan selaras, bekerja menjadi satu tim tanpa ada sekat yang sangat birokratis. Dengan demikian, penyelenggaraan Perkemahan Ilmiah Remaja Nasional XVIII di Banyuwangi dapat menjadi inspirasi baru bagi pelajar untuk semakin menggemari ilmu pengeta­huan, termasuk di dalamnya kegiatan penelitian.

Kegiatan ini bertujuan me­ningkatkan minat dan kemam­puan remaja di bidang ilmu pengetahuan dan penelitian serta membimbing remaja me­laksanakan penelitian ilmiah yang terkait dengan lingkungan sekitarnya. Di Perkemahan Ilmiah Remaja Nasional XVIII ini juga diselenggarakan keg­iatan workshop guru bagi guru pembimbing. Setiap sekolah mendaftarkan tiga siswa dan satu guru pembimbing sebagai peserta.

Peserta diutamakan dari sekolah yang belum pernah berpartisipasi dalam Perkema­han Ilmiah Remaja Nasional. Peserta Perkemahan Ilmiah Remaja Nasional dalam dua tahun terakhir (2017–2018) tidak dapat mendaftar di Perkemahan Ilmiah Remaja Nasional XVIII Banyuwangi kali ini. Selama penyeleng­garaan, panitia menanggung akomodasi dan konsumsi.

Untuk mengetahui apa saja yang dilakukan dalam kegiatan tersebut dan harapan yang bisa dipetik dari kegiatan Perkemahan Ilmiah Remaja Nasional XVIII tersebut, wartawan Koran Jakarta, Selocahyo, berkesempatan mewawancarai Bupati Banyu­wangi, Abdullah Azwar Anas, di Banyuwnagi, baru-baru ini. Berikut petikan selengkapnya.

Apa tujuan dari Perkema­han Ilmiah Remaja Nasional XVIII ini?

Ajang Perkemahan Ilmiah Remaja Nasional XVIII akan memacu minat dan kemam­puan remaja di bidang riset dan ilmu pengetahuan (iptek). Remaja akan terbiasa berpikir kritis dan mencoba menemu­kan solusi dari masalah yang ada di sekitarnya.

Selama melakukan kegiatan, para pelajar juga berinteraksi dengan warga sekitar, mengamati kondisi alam dan sosial masyarakat di lokasi tersebut. Dari situ, kami harapkan tumbuh ide penelitian dari peserta untuk kemudian dijadikan paper di akhir kegiatan.

Seperti apa bentuk keg­iatan Perkemahan Ilmiah Remaja Nasional XVIII?

Kami berterima kasih kepada LIPI yang telah menunjuk Banyuwangi sebagai tuan ru­mah. Se­lama satu minggu, para pelajar se-Indonesia ini diajak melakukan riset lapangan di berbagai tempat di Banyuwangi dengan cara yang menyenangkan sehingga dunia riset tak lagi dinilai selalu membosankan.

Para pelajar melakukan eksperimen bidang ilmu penge­tahuan alam, ilmu pengetahuan sosial, dan ilmu teknik di sejum­lah lokasi di Banyuwangi. Eks­perimen dilakukan, antara lain di lokasi konservasi terumbu karang di Bangsring Underwa­ter, Agro Wisata Tamansuruh, Pusat Kopi Gombengsari, Desa Adat Osing Kemiren, dan Mal Pelayanan Publik.

Apa alasan pemilihan lokasi tersebut?

Lokasi tersebut kami pilih agar tumbuh paradigma bahwa riset bisa berangkat dari hal sederhana yang ada di sekitar kita serta bisa dilakukan secara menarik seperti di tempat wisata. Ratusan inovasi yang kami geber selama ini tak lain berangkat dari problem yang kami hadapi.

Masalah yang ada dianalisis, lalu dicari solusinya, yang akhirnya menghasil­kan inovasi. Seperti itu pula keg­iatan riset ilmiah yang lahir dari dorongan mencari solusi atas problem di sekitar kita.

Mengapa tertarik mendu­kung kegiatan ini?

Dana untuk penelitian di Indonesia pada tahun 2018 diperkirakan sekitar 10,23 miliar dollar Amerika Serikat (AS) atau 0,91 persen dari produk domestik bruto (PDB). Angka itu menjadikan Indonesia se­bagai negara berperingkat 28 terbesar terkait dana riset dari 116 negara.

Riset ini bisa dibilang kunci segala hal. Hal ini didorong pemerintah pusat dengan te­rus menaikkan dana riset. Se­moga dari ajang Perkemahan Ilmiah Remaja Nasional XVIII di Banyuwangi ini bisa lahir generasi sains milenial yang di masa depan menjadi peneliti andal Indonesia.

Bagaimana dengan upaya Pemerintah Kabupaten Banyuwangi sendiri dalam mendorong riset?

Stimulus untuk mendorong anak muda menggeluti dunia ilmu pengetahuan dan teknologi akan terus dilakukan Pemkab Banyuwangi ke depan. Stimulus tersebut, di antara­nya dengan memberi beasiswa mahasiswa, hibah penelitian dengan berbagai kampus, hibah penelitian untuk mahasiswa, terutama pada tema yang mem­bantu pertanian dan UMKM Banyuwangi, serta riset terapan pertanian seperti untuk lahan uji coba, dan uji varietas. N-3

Tampilkan Semua

Kawasan Transmigran di Kubu Raya Jadi Percontohan

Senin 15/7/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font
Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDTT) mendorong perubahan paradigma baru terkait pengembangan transmi­grasi bidang ekonomi, sosial budaya, mental spiritual, kelembagaan, dan pengelo­laan sumber daya alam...
Selengkapnya

Pemkab Terus Menekan Angka Kemiskinan di Rembang

Senin 8/7/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font
Kabupaten Rembang me­miliki potensi yang luar biasa, baik sumber daya alam maupun manusia. Jika dikelola secara maksimal, ma­syarakat Kabupaten Rembang sudah dapat sejahtera. Ber­dasarkan data 2016, angka ke­miskinan...
Selengkapnya

Cegah Sampah dari Rumah Masuk ke Sungai Citarum

Senin 1/7/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font
Citarum merupakan sungai terpanjang di Jawa Barat (Jabar) yang mengaliri area irigasi untuk pertanian seluas 420.000 hek­tare. Citarum mengaliri 12 wi­layah administrasi kabupaten/kota dan merupakan sumber air untuk kebutuhan...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita daerah lainnya
Properti

Pembiayaan Pembangunan

Senin 16/9/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Tampilkan Semua

LRT City Tawarkan Unit Investasi VHO

Senin 16/9/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Proyek mixed use development Royal Sentul Park of LRT City di Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, terus menunjukan progres yang baik. Bahkan, tower pertamanya menyelesaikan pembangunan (topping off) pada 17 Agustus 2019...
Selengkapnya

Interaksi Natural pada Hunian Modern

Senin 16/9/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Arsitek harus cermat dan detail dalam memberikan perhatian khusus pada hubungan bangunan arsitektur dengan aktivitas sosial. Sebuah rumah yang tampak modern dengan unsur yang intim, begitu luas dan nyaman yang pada waktu bersamaan juga...
Selengkapnya

Lebih Hijau dan Asri di Ruang Utama

Senin 16/9/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Ketika tamu datang ke rumah Anda, sudah pasti Anda ingin menjamu mereka secara maksimal dengan tetap membuat tamu Anda merasa nyaman berada di rumah Anda. Ruang tamu indoor mungkin saja sudah terlalu biasa. Karena itu, desainer hunian...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita properti lainnya
Telko

Stabilizer Canggih Khusus Ponsel

Selasa 17/9/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

Perusahaan drone sipil dan teknologi pencitraan udara DJI mengumumkan hadirnya Osmo Mobile 3 di pasar Indonesia. Gimbal terbaru dari lini produk Osmo ini hadir khusus sebagai stabilizer untuk perangkat ponsel.

Gimbal Osmo Mobile 3 bisa dilipat untuk kemudahan saat dibawa ataupuan disimpan. Desainnyapun dirancang mudah dibawa dan mendukung aksi berpetualang, di alam bebas.

“Saat kami mulai mendesain Osmo Mobile 3, kami kembali ke sketsa awal dengan tujuan menciptakan produk portabel namun intuitif yang menggunakan teknologi DJI terbaru,” ujar Senior Product Manager DJI, Paul Pan.

Baterainya dengan kapasitas 2450 mAh, mendukung pemakaian selama 15 jam. Dengan bentuk yang didesain ulang gimbal ini tidak lagi menghalangi pengisian baterai dan port audio, dan memungkinkan pengisian daya yang mudah atau mebambahkan mikrofon eksternal.

Dukungan tombol yang nyaman pada pegangan membuat pengguna dapat mengendalikan pergerakan gimbal dan mengakses fitur dengan mudah. Tersedia fitur Quick Roll memutar orientasi dari vertikal ke horizontal dengan menekan tombol Mode (M) dua kali tanpa perlu melepas ponsel.

Adanya trigger di gagang membantu manuver gimbal dengan mengunci orientasi, memutar gimbal untuk selfie dan memusatkan kembali saat melacak objek.

Sementara fitur Active Track, membantu pengguna mengetuk trigger sekali, maka alat akan melacak dan menjaga objek tetap di tengah frame.

Canggihnya alat ini dapat memperbesar dan memperkecil gambar dengan menggeser zoom khusus di sisi stabilizer tanpa perlu menyentuh layar ponsel, membuat pengambilan konten menjadi lebih mudah. Selain itu, pengguna memiliki opsi untuk menyesuaikan kecepatan zoom berdasarkan preferensi pribadi.

Selain kemampuan tinggi dalam menangkap gambar, Osmo Mobile 3 dengan aplikasi DJI Mimo menawarkan mode terprogram yang menyenangkan dan kreatif. Dengan koneksi Bluetooth 5.0 pengguna ponsel dapat manfaatkan fitur-fitur seperti Story Mode, Gesture Control, Sport Mode, Atractive Track 3.0, Time Laps dan Motion Laps, Hyper Laps, Panorama, dan Slow Motion.

Fotur Story Mode membantu dalam mengedir video dengan sejumlah musik preset, transisi video, dan filter. Pilih salah satu dari 13 template yang menyenangkan dan Mimo akan menangani pergerakan kamera. Setelah memotret, Mimo secara otomatis membuat video yang di edit secara profesional dan siap untuk di bagikan.

Gesture Control, berfungsi untuk memotret swafoto dengan mudah tanpa menekan tombol apapun. Setelah Gesture Control diaktifkan, perlihatkan “peace sign” atau tampilkan telapak tangan dan Osmo Mobile 3 akan memulai count down timer.

Sport Mode berfungsiu meningkatkan kecepatan respon perangkat saat memotret adegan yang bergerak cepat. Active Track 3 memungkinkan Osmo Mobile 3 mengenali dan mengikuti objek pilihan, sempurna untuk menangkap momen keluarga dengan mudah hanya dengan satu ketukan.

Dengan TimeLapse & Motion- Lapse pengguna ponsel dapat menangkap konten unik dengan efek objek akan bergerak lebih cepat, sementara MotionLapse menambahkan elemen dinamis gerakan ke Timelapse dengan menetapkan titik kamera untuk pindah.

HyperLapse berguna dalam mengambil momen visual seperti TimeLapse dengan cara bergerak atau berjalan. Sebagai tambahan, Hyper- Lapse tidak hanya mendukung real-time Electronic Image Stabilization (EIS) tapi juga Active- Track 3.0.

Sementara fitur panorama pengguna mendapatkan perspektif yang lebih luas dengan mode panorama, pengguna dapat memilih antara mode panorama 3x3 dan 180 derajat. Fitur Slow Motion berfungsi untuk memperlambat objek dengan 4 kali atau 8 kali gerakan lambat. Osmo Mobile 3 mulai pre-order pada 11 – 22 September 2019 di Store Urban Republic, Erafone. com dan Blibli.com.

Osmo Mobile 3 Basic dibanderol pada harga 1,5 juta rupiah, sementara Osmo Mobile 3 Combo (bonus Carrying Case dan Tripod) dijual pada harga 1,750 juta rupiah. hay/E-6

Tampilkan Semua

Laptop Klasik Layar “NanoEdge Display”

Selasa 17/9/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Asus kembali menghadirkan laptop klasik mainstream ke pasaran Indonesia yaitu A409 dan A509. Keduanya merupakan laptop sehari-hari yang diperkuat oleh prosesor Intel Core hingga Core i7 ini dilengkapi dengan chip grafis terdedikasi...
Selengkapnya

Fitur Pengontrol Akses Internet Anak

Selasa 17/9/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Orang tua yang bijak perlu membatasi akses internet kepada anaknya. Router terbaru selain menawarkan kemampuan menjangkau dead zone juga memiliki fitur parental control di dalam aplikasi. Hasil riset Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet...
Selengkapnya

Era Digitalisasi, Permudah Akses ke Konsumen

Kamis 12/9/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Revolusi Industri 4.0 ditandai dengan tren otomasi dan pertukaran data terkini dalam sebuah industri atau pabrik. Revolusi ini industri ini tercipta berkat jaringan internet kecepatan tinggi, perangkat internet untuk segala (ioT),...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita telko lainnya
Otomotif

SHELL TECHNOLOGY FORUM 2019 SAMBUT REVOLUSI INDUSTRI 4.0 DENGAN INOVASI DAN KOLABORASI

Kamis 12/9/2019 | 13:00
A   A   A   Pengaturan Font

Bali – Shell Lubricants Indonesia kembali menyelenggarakan Shell Technology Forum yang kali ini berlangsung pada 2-4 September 2019 di Nusa Dua, Bali dengan mengangkat tema “Operations and Maintenance: The Next Generation”. Acara ini resmi dibuka oleh Achmad Sigit Dwiwahjono Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian Republik Indonesia dengan didampingi oleh Dian Andyasuri, Direktur Pelumas PT Shell Indonesia. Shell Technology Forum ini merupakan bagian dari program Shell Expert Connect, sebuah wadah baru untuk pengembangan inovasi dan kolaborasi yang digagas Shell untuk para pelaku industri.

”Shell sebagai salah satu pemasok produk pelumas nomor satu di dunia dengan konsumen di lebih dari 100 negara, percaya bahwa untuk menghasilkan solusi komprehensif pada era perubahan ini diperlukan kolaborasi dan inovasi yang berkelanjutan. Oleh karena itu, kami menghadirkan Shell Technology Forum yang merupakan bagian dari Shell Expert Connect untuk memberikan wawasan mengenai perkembangan industri dan teknologi terbaru. Hal ini tak lepas dari komitmen kami untuk terus berkontribusi bagi perkembangan industri dan pembangunan di Indonesia melalui kampanye ‘Shell untuk Indonesia’,” jelas Dian Andyasuri, Direktur Pelumas PT Shell Indonesia di hadapan lebih dari 300 peserta dari kalangan pemimpin perusahan, pembuat kebijakan, serta para ahli dari berbagai bidang Industri di Indonesia.

Achmad Sigit Dwiwahjono, Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian Republik Indonesia menambahkan, “Melalui “Making Indonesia 4.0”, Indonesia tengah merevitalisasi sektor industri manufaktur yang sejak beberapa tahun terakhir memberikan kontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Inovasi memiliki peranan sangat penting dalam perkembangan industri dalam mewujudkan visi dan misi Indonesia 4.0. Saya harap kegiatan seperti Shell Technology Forum dapat membantu meningkatkan wawasan pelaku industri, serta mendorong pengembangan potensi Sumber Daya Manusia unggul Indonesia menuju masa depan.”

Tahun ini, topik yang diangkat adalah seputar inovasi industri sebagai solusi dalam mengatasi tantangan energi global dari segi operasional dan pemeliharaan. “Teknologi yang ditawarkan oleh Shell mengedepankan efisiensi energi untuk memperpanjang usia mesin. Pelumas hanya berkontribusi sebesar 1-2% dari total biaya pemeliharaan, namun dengan mengoptimalkan penggunaan pelumas yang tepat di seluruh kegiatan operasional, pelaku bisnis bisa menghemat hingga 30% dari keseluruhan biaya operasional,” jelas DR. Cameron Watson, GM Shell Global Commercial Technology, China & Asia Pacific.

Shell Technology Forum kali ini menghadirkan para pakar di bidang industri, teknologi, dan inovasi untuk berbagi pengalaman dan memberikan wawasan mengenai teknologi masa kini untuk dapat mengantisipasi pergerakan Revolusi Industri 4.0.

Turut hadir sebagai pembicara dalam acara Shell Technology Forum 2019 antara lain Kusmayanto Kadiman, Mantan Menteri Riset dan Teknologi Republik Indonesia; Handry Satriago, CEO GE Indonesia; Made Wahyu Wiratma, President Director INNIO Power Indonesia; Andre Darmidjas, President Director Agrekko Indonesia, serta para pakar teknologi dari jaringan Shell internasional. Para pembicara ini berbagi pengetahuan dalam berbagai forum diskusi terkait tren industri di masa depan, seperti kecerdasan buatan (artificial intelligence), teknologi digital pada industri pertambangan, penggunaan biodiesel dengan kadar yang lebih tinggi dan Euro IV, hingga mobilitas masa depan menuju emisi netto nol (net-zero emission).

 

Tampilkan Semua

Peresmian Sektor Unggulan Logam

Rabu 11/9/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Selengkapnya

Sentuhan Estetika Motor Italia

Rabu 11/9/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
New Vespa LX 125 i-get tampil dengan desain segar. Tampil baru dengan nuansa yang masih abadi, tak lekang oleh waktu. Bedanya, kuda besi asal Italia ini berbenah dengan penyematan bermacam teknologi terkini. Itu menjadikan pengguna...
Selengkapnya

Warna Dinamis Mobil Sport NSX

Rabu 11/9/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Mobil Sport legendaris NSX hadir dengan warna baru Indy Yellow Pearl. Warna baru ini telah diperkenalkan pertama kalinya pada ajang Monterey Car Week 2019. Pilihan warna baru NSX ini sudah dapat dipesan dengan pengiriman pertama di bulan...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita otomotif lainnya
beriklan di koran jakarta
Olahraga

Federer Akan Jadi Ujian Pertama Murray di ATP Cup

Selasa 17/9/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

LONDON - Roger Federer akan menjadi ujian pertama bagi Andy Murray pada awal musim depan, se­telah Swiss diundi untuk menghada­pi Britania Raya pada fase grup turnamen yang baru pertama kali digelar ATP Cup.

Mantan petenis nomor satu dunia Murray hanya memain­kan sedikit pertandingan tung­gal sejak menjalani operasi pada pangkal paha awal tahun ini, tapi dia lolos untuk tur­namen yang berbasis negara itu dengan peringkat yang diproteksi.

Pada pekan lalu Murray mengatakan bahwa dia mem­butuhkan empat hingga lima bulan untuk mengimbangi ke­cepatan para pesaing lamanya Federer dan Rafa Nadal, dan dengan ATP Cup akan dimu­lai pada 3 Januari mendatang, akan banyak pekerjaan yang harus dihadapi Murray.

Swiss dan Britania juga akan bertemu Belgia di Grup C di Sydney, seperti terungkap dalam acara pengundian turnamen itu di kota yang sama pada Senin.

Sebanyak 24 tim nasional akan bermain dalam enam grup yang masing-masing ter­diri dari empat tim dengan menggunakan format round-robin. Para juara di grup ma­sing-masing dan dua peringkat kedua terbaik dari keseluruhan grup, berhak maju ke ATP Cup Finals yang akan berlangsung di Sydney.

Sejauh ini sudah 18 tim yang lolos ke turnamen tersebut, dengan tuan rumah Australia juga menerima satu tempat. Lima tim tersisa akan diumum­kan setelah jendela kualifikasi kedua ditutup pada November mendatang.

Juara US Open Nadal akan mengawali turnamen tersebut di kota lain di negara itu, dengan Spanyol diundi bersama Jepang dan Georgia di Grup B. Ant/S-2

Tampilkan Semua

Spanyol Juara Dunia FIBA dengan Catatan Sempurna

Selasa 17/9/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
BEIJING - Spanyol mengukir sejarah setelah berhasil menjuarai Piala Dunia FIBA 2019 usai menang mudah atas Argentina 95-75 dalam partai final di Beijing, Tiongkok, Minggu (15/9) malam. Gelar ini merupakan kedua kalinya Spanyol menjadi...
Selengkapnya

Duel Fury Vs Wilder Terancam Tertunda

Selasa 17/9/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
LAS VEGAS - Pertarungan ulang antara petinju kelas berat Inggris Tyson Fury dengan juara dunia kelas berat versi WBC Deontay Wilder yang dijadwalkan digelar 22 Februari 2020 kemungkinan bakal tertunda lagi. Pernyataan itu disampaikan...
Selengkapnya

Ganda Putra Jadi Andalan di China Open

Selasa 17/9/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Sektor ganda putra masih menjadi andalan untuk meraih gelar juara di China Open 2019. JAKARTA - Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi Pen­gurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) Susy Susanti meminta kepada...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita olahraga lainnya
Kolom

Semua Harus Berjuang Menyelamatkan KPK

Selasa 17/9/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

Judul : Jangan Bunuh KPK
Penulis : Denny Indrayana
Penerbit : Intrans Publishing
Cetakan : 2017
Tebal : xxviii + 246 halaman
ISBN : 978–602- 6293-03-9

DPR telah menerbitkan draf revisi Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK. Presiden menolak sebagian dan me­nyetujui sebagian poin revisi tersebut. Poin yang disetujui Presiden hingga kini masih menjadi polemik dan membuat sebagian masyarakat turun jalan untuk menyuarakan penolakan.

Opini publik jelas membaca bahwa langkah DPR sebagai usaha melemah­kan KPK atau bahkan malah meng­habisinya. KPK garang terhadap para koruptor dari level jabatan mana pun, termasuk dari anggota DPR. Menurut buku, serangan terhadap KPK sudah terlalu sering.

Tercatat sejak Indonesia merdeka, ada 12 lembaga sejenis yang dilemah­kan kekuasaan, bahkan dihabisi. Pada Orde Lama ada lima lembaga, masa Orde Baru empat lembaga, dan pasca-Reformasi tiga lembaga. Yang terakhir bernama Tim Koordinasi Pemberan­tasan Tindak Pidana Korupsi (Tim Tastipikor) didirikan tahun 2005 yang akhirnya juga tumbang. Kemudian, dibentuklah KPK yang saat ini juga di­dorong ke lubang nasib serupa (hlm 32).

KPK dibentuk karena maraknya perilaku korupsi yang mulai menjadi budaya birokratis. Karena lembaga lain tidak sepenuhnya bisa menangani masalah tersebut, maka dibentuk lem­baga independen dengan kewenangan istimewa. Orang melakukan korupsi kadang bukan karena jahat, tapi tidak mampu menahan godaan ketika pelu­ang tersebut terbuka lebar (hlm 61).

Ada negara yang pernah memi­liki rekam jejak indeks korupsi akut seperti Indonesia, antara lain Hong Kong. Maka, Hong Kong tahun 1974 membentuk lembaga antikorupsi In­dependence Commission Againts Cor­ruption (ICAC). “Hong Kong memiliki kemiripan dengan Indonesia sekitar empat dekade silam,” kata Bertrand de Speville, mantan komisioner ICAC (hlm vi).

Dia mengisahkan awalnya personel ICAC pesimistis berhadapan dengan sistem korup yang sudah beranak pinak bertahun-tahun. Memberan­tas korupsi saat itu seperti mission impossible. Namun perlahan-lahan, dia berhasil memotong budaya korup­si. Buahnya, pertumbuhan ekonomi Hong Kong berkembang pesat dan para investor berdatangan karena tidak khwatir lagi diperas oknum pe­nguasa.

ICAC berhasil karena mendapat dukungan publik, pemerintah, dan sis­tem yang mapan. Lalu bagaimana In­donesia? Sebenarnya, Indonesia bisa seperti Hong Kong asalkan dukungan dari tiga elemen tersebut juga kuat. Sayangnya, tidak demikian. Tragedi 12 lembaga antikorupsi sebelumnya sudah menunjukkan lemahnya du­kungan political will dari pemerintah. KPK sekarang juga hendak dilemah­kan secara hukum oleh pemerintah.

Sistem pendukung KPK juga ber­usaha rusak seperti kejaksaan dan kepolisian. Kedua lembaga tersebut mitra kerja KPK. Jika keduanya rusak, KPK tidak memiliki full power untuk melakukan aksinya dalam penyelidik­an serta penegakan hukum yang adil. Rakyat sebagai salah satu pilar kekuat­an KPK juga tidak luput dari peng­gasakan moral dan mental. Mereka diancam dan ditakuti-takuti. Gerakan yang mendukung KPK dipolarisasi sebagai tindakan melawan keadilan (hlm xvi).

Buku ini menjelaskan seluruh tindakan yang dilakukan KPK selama belasan tahun menunaikan amanat bangsa memberantas perampokan uang rakyat dalam bentuknya yang variatif. KPK sudah menunjukkan hasil setiap tahun. Tahun 2015, IPK Indonesia naik dua poin dari tahun sebelumnya.

KPK akan terus memainkan peran pentingnya selama dikawal untuk terus bergerak bebas. Dari buku ini pembaca diharapkan bisa melihat berdasarkan data valid yang sedang menimpa KPK. Kemudian, pembaca diharapkan berperan aktif melindung­inya dari segala tindakan yang bisa membunuhnya. Tanpa KPK, sangat dikhawatirkan tindakan korupsi akan lebih mengerikan lagi di negeri ter­cinta ini. Diresensi Misnawi, Dosen IAIN Madura

Tampilkan Semua

KPK Mendatang Harus Lebih Baik

Selasa 17/9/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Rapat paripurna DPR resmi menetapkan lima pim­pinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) peri­ode 2019-2023, Senin (16/9). Mereka adalah Nawawi Pomolango, Lili Pintauli Siregar, Nurul Ghufron, Alexander Marwata dan Irjen Firli...
Selengkapnya

Solusi Industri TPT

Selasa 17/9/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
oleh nabila annuria Ikatan Ahli Tekstil Seluruh Indonesia (Ikatsi) menyata­kan akibat ban­jir impor, kinerja per­dagangan luar negeri tekstil dan produk teks­til (TPT) 2018 terburuk se­panjang dasawarsa terakhir. Ini...
Selengkapnya

Sukses Berkarier Jadi Karyawan Teladan

Senin 16/9/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Pertanyaan: Bu Rossa, di perusahaan tempat saya bekerja selalu ada "karyawan teladan" yang ditetapkan setiap bulan. Meski belum lama bekerja saya ingin sekali suatu saat bisa menyan­dang predikat tersebut. Peker­jaan saya hanya...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita kolom lainnya
Rona

Inovasi Filantropi untuk Indonesia yang Lebih Baik

Selasa 17/9/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

Pesatnya perkembangan lembaga-lembaga filantropi di Indonesia telah mendorong berbagai inovasi dalam aktivitas filantropi meliputi proses penerapan informasi, imajinasi, dan inisiatif untuk menghasilkan nilai yang lebih besar dari sumber daya yang dimiliki.

Co-Chair Badan Pengarah Filantropi Indonesia Erna Witoelar mengatakan po­tensi donasi di Indonesia bisa mencapai 200 triliun rupiah setahun. “Adanya platform online akan mem­percepat jumlah dan kualitas donasi. Beberapa tahun terakhir, donasi menin­gkat,” ujarnya.

Sementara itu, Kemensos beren­cana mengusulkan revisi aturan terkait donasi yang dinilai tidak lagi sesuai perkembangan zaman. Regulasi yang dimaksud adalah Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1961 tentang Pengum­pulan Uang atau Barang.

Staf Ahli Mensos Bidang Aksesibili­tas Sosial, Marjuki, mengatakan, aturan tersebut perlu direvisi karena belum mendukung aturan mengenai do­nasi online. “Kalau kami lihat dengan kondisi sekarang, perlu ada inovasi. Sebab, dengan donasi online, data bisa dihitung dan bisa dilakukan di mana pun dan kapan pun secara cepat,” ujarnya.

Filantropi Indonesia memang tengah berkembang dengan pesat. Keg­iatan berderma dan menolong sesama sedang marak di masyarakat. Ratusan yayasan filantropi bermunculan, mulai dari yayasan keluarga, yayasan peru­sahaan, yayasan berbasis keagamaan sampai yayasan komunitas. Sementara potensi sumbangan masyarakat terus meningkat dan jumlahnya mencapai triliunan rupiah per tahun.

Tak heran jika masyarakat Indonesia dinobatkan sebagai masyarakat yang dermawan nomor 2 di dunia. (Forbes, 2016) Selain didorong ajaran ke­agamaan dan tradisi lokal yang berakar kuat, pesatnya perkembangan filantropi di Indonesia juga didorong tingginya pertumbuhan ekonomi.

Menurut Hamid Abidin, Direktur Eksekutif Filantropi Indonesia, pertum­buhan ekonomi menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara dengan per­tumbuhan populasi orang super kaya (High Net Worth Individuals-HNWI) paling cepat di Asia. Laporan Wealth insight menunjukkan bahwa popu­lasi HNWI di Indonesia memegang kekayaan gabungan sebesar 241 miliar dolar AS.

“Keterlibatan kaum muda dalam ke­giatan filantropi ini mengubah peta dan pola filantropi di Indonesia. Masuknya anak muda di kegiatan filantropi ini juga mendorong berkembang berb­agai metode dalam menyumbang dan menggalang sumbangan,” ujarnya. pur/R-1

Donasikan 10.000 Buku

Sementara itu, UCWeb, atas nama The Alibaba Foundation (TAF), salah satu perusahaan teknologi global terkemuka secara resmi me­luncurkan program amal ‘9.5 Philan­thropy Week’ di Indonesia. TAF adalah organisasi amal yang didirikan Alibaba Group, di mana UCWeb adalah salah satu bisnis di bawah Alibaba Innovation Initiatives Business Group.

Berkolaborasi dengan Rumah Lit­erasi Indonesia (RLI), organisasi nirlaba yang aktif terlibat dalam meningkatkan kualitas literasi Indonesia, UCWeb menargetkan menyumbangkan 10.000 buku untuk meningkatkan literasi dan kualitas pendidikan Indonesia.

‘9.5 Philanthropy Week’ adalah kegiatan rutin yang diinisasi TAF pada 2017, di mana anggota masyarakat diajak untuk menghabiskan 3 jam ter­libat dalam kegiatan filantropi, sebagai perwujudan nilai perusahaan yaitu “Semua Orang Berpartisipasi untuk Masa Depan yang Lebih Baik”. Selain mengorganisir dan mendanai program amal.

TAF juga menggunakan keunggulan teknologi mereka untuk membantu dan memberdayakan LSM untuk bertum­buh lebih cepat dari berbagai dimensi termasuk data, produk, dan operasi. Mereka juga memanfaatkan karakter­istik internet untuk membuat kegiatan amal lebih ilmiah dan efektif.

Huaiyuan Yang, Vice President UCWeb Global Business menyatakan, Alibaba adalah perusahaan Internet pertama di dunia yang mengintegra­sikan filantropi ke dalam strategi inti perusahaan. “Kami dikenal sebagai perusahaan teknologi internasional oleh dunia pada umumnya, namun kami juga ingin dikenal sebagai peru­sahaan dengan tanggung jawab sosial yang baik, di mana hal ini adalah nilai yang kami pegang di semua bisnis Grup Alibaba, termasukUCWeb,” ujarnya.

UC sedangmengembangkan ‘In­ternet plus Charity’, yaitu model amal baru yang transparan, termobilisasi dan efektif. UC juga membangun eko­sistem konten yang bertanggungjawab, menggunakan teknologi internet untuk meneruskan informasi dan pengeta­huan, mempersempit kesenjangan digital, menciptakan lapangan kerja di dalam negeri dan membantu meng­hilangkan kemiskinan.

“Kami telah beroperasi di Indonesia selama bertahun-tahun dan ini adalah bagian dari komitmen jangka pan­jang kami terhadap pasar Indonesia,” katanya.

Berdasarkan data yang diterbitkan Central Connecticut State University, Indonesia adalah negara dengan literasi terendah kedua di dunia dalam daftar 61 negara terukur. Berdasarkan data yang diterbitkan Kemendikbud pada 2017, masih ada lebih dari 200.000 anak yang putus sekolah. Selain itu, Indone­sia masih memiliki tingkat Indeks Pem­bangunan Manusia (IPM) yang rendah dengan 70,81 IPM yang menempatkan Indonesia di peringkat ke-116 dari 189 negara dalam hal kualitas hidup dan pendidikan. pur/R-1

Mengembangkan Keterampilan Kognitif

 Menanggapi keadaan tersebut, UC­Web bermitra dengan RLI, organ­isasi nirlaba yang secara aktif terlibat dalam meningkatkan kualitas literasi Indone­sia. Untuk memenuhi misinya, UCWeb dan RLI akan berkolaborasi dalam kampanye un­tuk mendorong pemerataan distribusi buku di masyarakat, mengatasi kesenjangan akses anak-anak untuk membaca dan membawa pengetahuan yang lebih baik terutama untuk anak-anak dan remaja di beberapa daerah yang kurang berkembang di Banyuwangi, Jawa Timur. Proyek ini akan mendistribusi­kan materi di beberapa daerah terpencil di wilayah ini termasuk Desa Gunung Remuk Ketapang, Kalipuro, Rogojampi, Lateng, Kali­baru, Ketapang, Gitik Rogojampi, Margomu­lyo, Tegal Besar, dan Tamanan.

Tunggul Harwanto, Project Leader RLI menyatakan program ‘9.5 Philanthropy Week’ oleh UCWeb sangatlah bagus karena kebiasaan literasi harus dibangun pada tahap awal, di mana seorang anak sedang berada di masa penting dalam mengembangkan keter­ampilan kognitif dan kebiasaan mereka.

“Menurut penelitian kami, hanya 2 dari 10 anak yang tertarik membaca. 8 dari mereka masih sangat asing dengan kebiasaan ini, aki­bat dari kurangnya bahan baca tulis di rumah atau lingkungan mereka. Bahan bacaan untuk anak-anak sulit diperoleh, sehingga orang tua juga mengalami kesulitan untuk mem­perkenalkan kebiasaan ini kepada anak-anak mereka. Oleh karena itu, program dengan UC­Web ini adalah dukungan dan peluang yang sangat besar bagi kami, untuk memberikan wadah positif untuk menyebarkan kesadaran pentingnya membaca dan mengumpulkan donasi,” ujarnya.

Kegiatan donasi ini juga mendapat dukun­gan dari berbagai kalangan, seperti Krisday­anti (Penyanyi) dan Luna Maya(Artis). “Semo­ga sukses untuk UCWeb atas kegiatan donasi buku ini. Buku pasti bisa membuka cakrawala anak-anak Indonesia, satu buku untuk masa depan seluruh anak Indonesia. Saya harap program ini bisa bermanfaat dan menumbuh­kan semangat belajar. Bersama UCWeb mari kita berpartisipasi untuk mencerdaskan anak bangsa,” ajak Krisdayanti. pur/R-1

Tampilkan Semua

Teknik Pemeriksaan yang Aman dan Efektif pada Janin

Selasa 17/9/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Dunia kedokteran semakin maju, baik secara peralatan maupun kemampuan pemeriksaannya. Beberapa keterbaruan di bidang obstetri terutama Fetomaternal (atau Ibu dan janinnya) adalah teknik pemeriksaan Non Invasive Prenatal Test (NIPT) yang...
Selengkapnya

Aplikasi Al Qur’an untuk Disabilitas Netra

Selasa 17/9/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Inovasi untuk membantu para penyandang disabilitas terus bermunculan. Tiga mahasiswa dari Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Airlangga (Unair) menciptakan desain aplikasi Al Qur’an yang ramah bagi disabilitas...
Selengkapnya

Kursi Roda Berkendali Pergelangan Tangan

Selasa 17/9/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Dengan sensor elektromiograf, kursi roda inovatif ini akan menggunakan gerakan mulai dari pergelangan tangan sebagai pengendali arah dan gerak kursi roda. Kelumpuhan pada alat gerak manusia menyebabkan manusia sulit untuk melakukan...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita rona lainnya
beriklan di koran jakarta
Megapolitan

Tunggakan Pajak Kendaraan Bermotor Capai Rp2,4 Triliun

Selasa 17/9/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menindak tegas para penunggak pajak yang tidak memanfaatkan program keringanan pajak tahun 2019.

JAKARTA – Kepala Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) DKI Jakarta, Faisal Sya­fruddin, mengungkapkan total tunggakan pajak kendaraan bermotor di Jakarta mencapai 2,4 triliun rupiah.

“Total penunggakan jenis pa­jak kendaraan bermotor di DKI Jakarta berjumlah hampir 2,4 triliun rupiah yang terdiri dari kendaraan roda 2–3 sebesar 1,6 triliun rupiah dan kendaraan roda empat sebesar 800 miliar rupiah,” ujar Faisal di Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin (16/9).

Faisal menjelaskan sekitar 1.000 mobil mewah dengan harga jual di atas satu mil­iar rupiah menunggak pajak. “Jumlah lumayan juga ya, ada 1.000-an kalau enggak salah, ada 1.000-an yang akan kita ke­jar, (harganya) di atas satu miliar rupiah,” ujar Faisal.

Saat ini, katanya, jumlah kendaraan yang menunggak pajak sebanyak 788 ribu kend­araan roda empat dan 1,412 juta kendaraan roda 2–3. Diakuinya, target penerimaan pajak tahun 2019 sebesar 44,180 triliun ru­piah berdasarkan APBD 2019.

Untuk meningkatkan penerimaan daerah dari sektor pajak sekaligus mengentaskan tertib administrasi perpajakan, DKI memberikan keringanan pajak bagi para penunggak. Se­lain itu, Provinsi DKI Jakarta pun akan menghapus sanksi piutang untuk sembilan jenis pajak dae­rah di wilayah DKI Jakarta.

“Program ini berlaku selama 106 hari sejak Senin, 16 Sep­tember 2019 hingga Senin, 30 Desember 2019. Program kerin­ganan pajak daerah ini kita bagi dua. Yang pertama tentang ker­inganan pengurangan pokok pa­jak daerah untuk bea balik nama kendaraan bermotor (BBN-KB), pajak kendaraan bermotor (PKB), dan pajak bumi dan ban­gunan pedesaan dan perkotaan (PBB P2),” ucap Faisal.

Keringanan piutang pokok pajak daerah untuk BBN-KB akan dikenakan pemotongan sebesar 50 persen untuk BBN-KB kedua dan seterusnya.

Dirinya berharap, program keringanan pajak daerah itu bisa mempercepat penambahan penerimaan daerah sebesar 600 miliar rupiah pada tahun ini.

Penegakkan Hukum

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menindak tegas para penunggak pajak yang ti­dak memanfaatkan program keringanan pajak tahun 2019. Penunggak yang tidak kooper­atif akan ditangkap dan dilaku­kan penyitaan.

Wakil Ketua DPRD DKI Ja­karta sementara, Syarif, me­ngatakan BPRD DKI Jakarta sudah saatnya melakukan pe­negakan hukum secara door to door. Menurutnya, tunggakan pajak sebesar itu bisa mengham­bat pembangunan di Jakarta jika tidak segera ditagihkan.

“Tunggakan pajak sebesar itu kan hasil dari pemeriksaan BPK, KPK, dan Badan Pajak. Kita sambut positif kalau kebijakan keringanan pajak itu bisa mempercepat penambahan penerimaan daerah kita,” tegasnya. pin/P-5

Tampilkan Semua

Transjakarta Diminta Sediakan Feeder ke Kawasan Industri

Selasa 17/9/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
JAKARTA - PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) di­minta menyediakan bus pengumpang atau feeder ke ka­wasan industri Pulogadung. Pasalnya, banyak pekerja yang mengaku tidak bisa memanfaatkan kartu pekerja untuk mengurangi biaya...
Selengkapnya

Kerap Memalak Sopir, Tujuh “Pak Ogah” Diamankan

Selasa 17/9/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
JAKARTA - Tujuh orang “Pak Ogah” yang kerap kali me­malak sopir truk di perempatan Cengkareng ditangkap Pol­sek Cengkareng, Jakarta Barat, Senin (16/9) Penangkapan tersebut menindaklanjuti adanya video viral ulah...
Selengkapnya

Periksa Pelanggar, Polisi “Nemplok” di Kap Mobil

Selasa 17/9/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
JAKARTA - Aksi anggota polisi menempel atau menemplok di atas kap mobil yang melaju ketika melakukan tilang kembali terjadi. Kali ini terekam dalam sebuah video dan viral di media sosial (med­sos). Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita megapolitan lainnya
Kupas

“Kota Kami Ramah pada Pendatang”

Senin 16/9/2019 | 06:30
A   A   A   Pengaturan Font
Presiden Joko Widodo sudah memutuskan bahwa ibu kota negara akan dipindah dari Jakarta ke Kalimantan Timur. Adapun lokasi ibu kota baru yang dipilih Kepala Negara adalah wilayah yang ada di Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara.

 

Persiapan pemindahan ibu kota negara ke tempat yang baru pun terus dikebut. Presiden menargetkan, pada 2024, pemindahan ibu kota dari Jakarta ke Kalimantan Timur sudah bisa diwu­judkan. Salah satu yang menyambut gembira dipilihnya wilayah Kalimantan Timur sebagai lokasi ibu kota yang baru adalah Wali Kota Balikpapan, Rizal Ef­fendi. Rizal menyatakan Kota Balikpa­pan yang akan jadi daerah penyangga dengan ibu kota negara yang baru siap menyongsong perubahan besar itu.

Untuk mengupas kesiapan Balikpa­pan sebagai kota penyangga ibu kota negara yang baru, Koran Jakarta ber­kesempatan mewawancarai Wali Kota Balikpapan, Rizal Effendi, di sela-sela acara Focus Group Dsicussion (FGD) bertajuk “Rancang Bangun dan Kesiapan Kalimantan Timur sebagai Ibu Kota Baru NKRI,” di Jakarta. Berikut petikan wawancaranya.

Presiden Jokowi telah memutuskan lokasi ibu kota negara yang baru ada di Kal­tim. Anda juga bilang, Balikpa­pan siap jadi kota penyangga. Apa kesiapan Balikpapan menyongsong pemindahan ibu kota yang baru?

Saya pikir, Balikpapan itu adalah kota yang strategis. Banyak keung­gulan yang dimiliki Kota Balikpapan. Contoh dari sisi lokasi, Balikpapan itu strategis karena berada di tengah wilayah Indonesia. Tidak hanya itu, Balikpapan juga minim akan risiko bencana. Konflik sosial juga rendah. Kota kami ramah dengan pendatang.

Kalau dari sisi infrastruktur?

Dari infrastruktur kota, kami juga lengkap. Di Balikpapan ada Ban­dara Sultan Aji Muhammad Sulai­man Sepinggan. Juga ada Pelabuhan Semayang. Ada Terminal Peti Kemas Kariangau, dan sudah ada jalan tol yang menghubungkan Balikpapan ke Samarinda.

Kalau dari aspek pertahanan?

Di Balikpapan terdapat Polda Kal­tim, juga telah ada Kodam VI/ Mula­warman. Pangkalan TNI AL, dan dermaga yang juga milik TNI AL. Saat ini, dermaga dalam progres pembangunan. Progresnya masih sekitar 12 persen. Kota kami Balikpapan adalah kota yang perkembangan­nya cukup pesat. Jaraknya pun ke lokasi ibu kota negara cukup dekat, hanya 38 km.

Adakah kekurangan atau kendala yang dihadapi Balikpapan dalam menyongsong pemindahan ibu kota yang harus segera diatasi?

Masalah sumber daya air, dan lahan. Itu salah satu permasalahan.

Kira-kira apa dampaknya pemin­dahan ibu kota bagi Kota Balikpapan?

Banyak. Yang pasti pemindahan ibu kota ke Kaltim akan meningkatkan per­tumbuhan ekonomi. Walau sekarang belum begitu terasa, tapi di sektor pari­wisata sudah mulai terlihat dampaknya. Karena pertumbuhan tingkat hunian hotel dan restoran di Balikpapan itu naik 5–7 persen. Pergerakan orang dan barang pastinya akan lebih banyak lagi. Saya yakin ini akan menurunkan kesenjangan antarwilayah kecamatan atau kelurahan.

Investasi terutama di Kawasan Peruntukan Industri (KPI) Kariangau, area pesisir (coastal area), kawasan kota baru Karang Joang dan Teritip juga akan kena dampaknya. Pasti akan tumbuh dengan positif.

Lalu, apa saja yang diperlukan Kota Balikpapan untuk menjadi kota penyangga ibu kota yang baru?

Kami sudah mengusulkan ke pemerintah pusat untuk dijadikan beberapa proyek menjadi proyek strategis nasional. Proyek itu antara lain pengem­bangan Institut Teknologi Kalimantan (ITK). Pengembangan ITK ini sangat penting untuk mempersiapkan SDM unggul di wilayah Kalimantan. Proyek lainnya adalah penyelesaian jalan akses Jembatan Pulau Balang. Jembatan ini perlu segera diselesaikan karena sudah 15 tahun sejak direncanakan belum beroperasi juga. Kami harapkan jem­batan ini bisa berfungsi pada tahun 2020. agus supriyatna/P-4

Tampilkan Semua

Resesi yang Akan Datang Banyak Berasal dari Perdagangan

Jumat 13/9/2019 | 06:30
A   A   A   Pengaturan Font
Berbagai Lembaga keuangan dunia maupun akademisi terus mewanti-wanti akan terjadinya resesi ekonomi pada tahun ini atau tahun depan. Angka-angka pertumbuhan ekonomi dunia terus menurun seiring dengan tak mengendurnya perang dagang antara...
Selengkapnya

Perempuan Harus Diberi Kesempatan Jadi Pimpinan di Alat Kelengkapan Dewan

Kamis 12/9/2019 | 06:30
A   A   A   Pengaturan Font
Pada Pemilu 2019, Komisi Pemilihan Umum (KPU) membuat peraturan yang mewajibkan partai politik mengikutsertakan minimal 30 persen caleg perempuan dalam Pemilu Legislatif (Pileg).   Kendati demikian, kebi­jakan tersebut harus...
Selengkapnya

KPK Harus Prioritaskan Pencegahan Tindak Pidana Korupsi

Senin 9/9/2019 | 06:30
A   A   A   Pengaturan Font
Sebanyak 10 nama calon pimpinan (Capim) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diserahkan panitia seleksi (pansel) kepada Presiden RI, Joko Widodo, pada Senin (2/9) lalu.   Presiden kemudian meneruskan 10 nama tersebut meski ada...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita kupas lainnya
beriklan di koran jakarta
Edisi Weekend

Teuku Faisal Fathani : Indonesia Jadi Inisiator ISO Deteksi Longsor

Sabtu 14/9/2019 | 05:00
A   A   A   Pengaturan Font
Bencana alam terus mengintai Indonesia, salah satunya longsor. Sebanyak 40,9 juta jiwa rakyat Indonesia hidup dan bertempat tinggal di wilayah rawan longsor. Tahun 2014, Indonesia mencatatkan rekor kejadian longsor dan jumlah korban yakni sebanyak 385 kejadian yang menelan 44 jiwa meninggal dunia.

Di tengah masalah tersebut, sudah seharusnya muncul solusi. Di bidang kebencanaan Indonesia bisa berbangga karena mencatatkan diri sebagai negara berkembang yang menjadi inisiator International Organization for Standardization (ISO) deteksi dini longsor dan itu diakui dunia internasional.

Untuk mengetahui apa saja yang telah dan akan dilakukan Indonesia, khususnya Universitas Gadjah Mada (UGM) dalam menghadapi longsor, wartawan Koran Jakarta, Eko Sugiarto Putro, berkesempatan mewawancarai dosen UGM penerima apresiasi Ikon Prestasi Pancasila, Teuku Faisal Fathani, di Yogyakarta, baru-baru ini. Berikut petikan selengkapnya.

Bagaimana masalah longsor di tingkat global?

Kalau bicara masalah longsor tergantung dari lempeng yang ada di dunia yang membentuk satu jalur patahan. Dunia mengenal ring of fire dimulai dari bagian barat Amerika, Selandia Baru, Kepulauan Pasifik, masuk Indonesia, ke Filipina, dan seterusnya.

Indonesia berada di lempeng besar dunia dan satu lempeng yang lebih kecil, sehingga Indonesia memiliki seismisitas tinggi. Itu membuat bentang alam kita, geomorfologi kita lebih berwarna. Pada satu sisi indah, tapi menyimpan potensi bencana.

Bagaimana pendekatan stakeholder terkait di luar negeri atas potensi bencana longsor?

Pendekatan mereka macam-macam, tapi community development-nya tidak sekuat kita. Bayangkan mengumpulkan warga di negara maju. Mereka sudah bayar pajak tinggi, tidak mau repot lagi. Itu jadi urusan pemerintah. Seperti kita gotong royong, mereka nggak mau. Mereka diurusi oleh sistem formal negara. Kerja keras membuat proteksi tebing.

Saya pernah enam bulan menjadi visiting profesor di Public Policy Center di The University of Iowa. Dari sana, saya mengenal sistem asuransi untuk menangani longsor dan bencana alam lain. Pemerintah Amerika memiliki data kuat soal risk assesment yang digunakan oleh perusahaan asuransi untuk menentukan premi. Jika berada di zona merah terhadap banjir dan longsor maka asuransi tidak mau nanggung. Jika zona orange, preminya mahal dan kuning atau hijau, premi lebih rendah lagi.

Bagaimana dengan Indonesia, mulai dari potensi bencananya?

Pertanyaan Anda adalah pertanyaan fundamental bagi deteksi dini risiko bencana, khususnya longsor yakni risk assessment dan analisis risikonya. Indonesia berada di pertemuan tiga lempeng besar dunia, curah hujan tinggi dengan iklim tropis sehingga proses pelapukan mudah terjadi. Berkahnya, tanahnya subur, tapi di sisi lain menimbulkan bahaya.

Risk assesment di Indonesia sudah kuat, tapi penerapannya di lapangan yang masih kurang. Semua provinsi dan kabupaten/kota, sudah punya peta ancaman multi-bencana. Tinggal download di web BNPB, bisa diakses oleh siapa pun. Dari ancaman itu, kita harus memiliki strategi atau masterplan untuk melakukan kerja.

Pilihan kerja ada tiga yakni sebelum, saat, dan setelah bencana. Lalu ada prioritas. Ada 12 provinsi dan 122 kabupaten/kota yang menempati skala prioritas kita. Kemudian, budgeting serta implementasi program pengurangan risiko.

Apakah paradigma pengurangan risiko bencana semestinya menjadi piroritas?

Itu pertanyaan kunci. Kalau lihat di BNPB sudah ada kedeputian, deputi pencegahan, deputi pelatihan, sistem informasi, tanggap darurat, rehap rekon, logstik, dan sebagainya. Saya sebagai akademisi, fokus di pengurangan risiko bencana.

Dalam berbagai seminar, saya menggaungkan perubahan paradigma. Tahun 2011, di Palu, dana untuk pengurangan risiko bencana hanya 400 juta rupiah per tahun. Itu hanya cukup untuk sosialisasi dan biaya operasional kantor. Padahal, kalau terjadi bencana ada dana siap pakai, on call, sampai 2,5 miliar. Kalau tidak ada bencana itu tidak bisa dipakai.

Dari empat sisi penanganan bencana, yakni pencegahan, kesiapsiagaan, tanggap darurat, dan rehap rekon. Selama ini untuk dua yang pertama, dananya masih kecil sedangkan dua terakhir besar. Perubahan paradigma yang saya dorong membuat keempat sisi itu besar dan dari irisan keempatnya dinamakan ketangguhan.

Perubahan paradigma itu dari fokus penanganan ke pencegahan. Kedua, dari single mandate menjadi tanggung jawab semua pihak. Dari fokus ancaman menjadi pada risiko. Saat ini terjadi gap antara pusat dan daerah. Pusat sudah jauh lebih baik karena usia BNPB sudah melewati satu dasawarsa. Di daerah BPPD, baru lahir. Maka salah satu yang kami lakukan adalah intervensi ke daerah untuk meningkatkan kapasital stakeholder lokal.

Ada istilah mitigasi struktural dan non-struktural, bisa dijelaskan?

Semua diawali dengan risk assessment, lalu proses analisis, budget, dan perhitungan elemen kerusakan, impact. Dari sana baru dipilih apakah mitigasi struktural atau non atau keduanya. Struktural itu mahal. Seperti pembuatan drainase, tiang pancang, pengendalian daerah banjir dan longsor. Sedangkan non-struktural lebih banyak membuat masyarakat siap siaga tanggap bencana.

Salah satu pendekatan non-struktural adalah sistem peringatan dini. Ini memang sama sekali tidak menghentikan bencana, tapi kalau terjadi bencana bisa diinformasikan ancamannya kepada masyarakat sehingga korban berkurang dan mereka bisa mengungsi di saat tepat.

Apa saja elemen sistem peringatan dini?

Sistem peringatan dini ada empat komponen utama. Pertama, risk assessment. Kedua, sosialisasi dan diseminasi. Ketiga, sistem peringatan dan warning service. Keempat, kemampuan masyarakat dalam merespons. Keempat komponen itu menjadi bagian dari ISO peringatan dini longsor. Ini ISO pertama yang diusulkan dari negara berkembang.

Kapan ISO Longsor diusulkan?

Tahun 2015 pertama kami usulkan. Lalu menghadapi serangkaian sidang di Bali, Heidenberg, Korea. Mulai di-publish pada Maret 2018 dengan nomor ISO 22327 tentang Guidelines for Implementation of Community-bases Langslide Early Warning System. Kalau di SNI memiliki nomor 8235 tahun 2017.

Anda pemegang paten early warning system, bisa diceritakan kaitannya dengan ISO ini?

Ini kisahnya panjang. Pada 2005, saya baru pulang dari Jepang. Sampai sini disuruh oleh Kementerian Negara Pembangunan Daerah Tertinggal untuk membangun sistem peringatan dini di Banjarnegara dan Situbondo. Jepang sebenarnya punya alat peringatan dini, tapi harganya 4.000 dollar AS, padahal dikasih dananya cuma 150 juta rupiah.

Guru-guru saya di UGM bilang, kamu disekolahin jauh-jauh ke Jepang masak pulang cuma mau beli alat mereka? Jadi, tahun 2006, saya bekerja sama dengan Dwikorita Karnawati dan Djoko Legono, hingga terbentuklah generasi pertama sistem peringatan dini.

Setelah itu, ada world landside forum di Jepang. Wow ternyata alat kami yang saat peluncuran di Banjarnegara didatangi oleh banyak ahli dari berbagai negara, termasuk Tiongkok dan Jepang. Ini ternyata sudah dibuat oleh produsen Tiongkok dengan produksi 10 ribu unit. Pikiran saya waktu itu, ini bencana, everybody business, biarin saja, nanti di padang masyar saja semua urusan dihitung.

Tapi ternyata tidak seperti itu kalau di dunia intelektual. Ahli-ahli dari berbagai negara mendorong saya untuk membuat paten dan terus mengembangkan temuan. Maka UGM mendaftarkan patennya. Saat ini ada total lima paten dengan dua paten pertama kami buka bebas untuk publik.

Apakah teknologi peringatan dini di dunia tak semaju yang Anda bikin?

Jepang dan Italia maju. Tapi produk kami dengan kecanggihan yang sama harganya bisa murah. Jepang harganya sekitar 55 juta rupiah, di kami cuma 15 juta rupiah. Alat termahal kami 75 juta rupiah. Itu sudah seperti ratusan juta rupiah buatan luar negeri. Namun, kami juga punya alat yang harganya cuma 2,5 juta rupiah.

Analoginya, kami bisa bikin sepeda ontel, motor, hingga jet tempur, dari 2,5 juta rupiah hingga 75 juta rupiah. Rahasianya ada pada teknologi paten kami yang kompleks dalam satu alat. Produksi alatnya oleh UMKM di DIY dan Jateng sehingga bisa jauh lebih murah.

Alat hanya bagian kecil dari ISO. Dalam ISO 22327, selain ada alat peringatan dini juga ada tim siaga, peta evakuasi, SOP, diseminasi, risk assessment di awal. Indonesia yang mengatur sistem peringatan dini di dunia harus seperti yang kami bikin. Orientasinya tidak hanya alat, tapi juga kesiapan sistem di masyarakatnya, bagaimana komunitas tanggap bencananya.

Saya pasang di berbagai negara, seperti Timor Timor, Argentina, Myanmar, dan sebagainya. Mereka akan ikuti ISO bikinan kami. ISO ini bukan milik saya ya, ini milik badan ISO, hanya sayalah yang membawa standard yang telah kami uji dan dilakukan di Indonesia sebagai standar dunia. ISO mainan anak misalnya, semua negara harus ikuti bikinan negara maju. Nah, ISO longsor harus ikuti standar bikinan Indonesia.

Setelah ISO longsor sekarang saya disuruh bikin lagi ISO Multidisaster. Dengan nama ISO 22328-1. Strip 1 ini untuk tanda nanti akan muncul ISO early warning banjir, gunung api. BMKG sedang menguji untuk tsunami. Nanti semua ada serinya. Longsor yang bernomor tanpa strip, namun setelah lima tahun bisa ditinjau untuk bisa masuk ke 22328.

Apa keuntungan sebagai penyusun ISO dunia?

Keuntungan langsung tidak ada. Tapi ini berarti banyak bagi pergaulan dunia. Indonesia bisa intervensi dalam penanganan deteksi dini, di mana-mana di seluruh dunia. Memastikan standarnya memenuhi apa yang kami buat.

Artinya, di bidang kebencanaan alam sebenarnya komunitas intelektual kita lebih unggul dari negara lain di dunia?

Kepala BNPB, Syamsul Maarif, ketika itu pernah mengatakan ancaman bencana kita itu ada dua, yakni bencana alam dan ketergantungan pada sistem dan teknologi asing. Sehingga upaya kita ya harus menjawab dua-duanya.

Pada pidato pengukuhan guru besar saya pada tahun lalu, saya membuat judul, Penegakan Kedaulatan Teknologi Nasional di Bidang Kebencanaan.

Waktu awal pengembangannya, Dirut Pertamina pernah bilang bahwa alat inovasi UGM tentu saja masih ada kekurangannya, tapi kalau tidak digunakan, dikritik, diperbaiki performan-nya, bagaimana bisa berkembang? Kalau kita ke Korea, penduduk sana kalau tidak pakai produk mereka sendiri malah minder.

Di bidang lain, kita bisa dikatakan meniru sistem dan teknologi asing. Di kebencanaan kita relatif mandiri?

Sebenarnya yang paling penting, kalau ada bencana di mana pun itu kita datang tidak hanya membawa mi, tapi teknologi. Saya cita-citanya membuat teaching industri. Sudah kerja sama dengan Pemprov DIY. Bikin workshop GAMA-EWS. 

N-3

Tampilkan Semua

Emisi Pesawat yang Ramah Lingkungan

Sabtu 14/9/2019 | 05:00
A   A   A   Pengaturan Font
Dengan menggunakan partikel aluminium, teknologi ini nantinya dapat membantu memenuhi kebutuhan energi dalam penerbangan pada pesawat komersial. INSINYUR dirgantara di Technion-Israel Institute of Technology telah mengembangkan dan...
Selengkapnya

Pakaian Tidur Elektronik Pemantau Ritme Pernapasan

Sabtu 14/9/2019 | 05:00
A   A   A   Pengaturan Font
Para peneliti di University of Massachusetts Amherst, Amerika Serikat, telah mengembangkan tekstil pengindraan fisiologis yang dapat ditenun atau dijahit menjadi pakaian tidur yang mereka sebut “phyjama.” Para ilmuan...
Selengkapnya

Phinisi Mewah Pengantar Trip Labuan Bajo

Sabtu 14/9/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Taman Nasional Pulau Komodo di Flores Nusa Tenggara Timur (NTT) rencananya akan ditutup mulai 1 Januari 2020. Meskipun masyarakat setempat menolak rencana penutupan itu, kemungkinan besar penutupan akan tetap dilakukan. Tujuannya, untuk...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita edisi weekend lainnya
beriklan di koran jakarta