Koran Jakarta | November 13 2019
iklan koran jakarta
koran jakarta berita terkini hari ini 1 koran jakarta berita terkini hari ini 2

Perkuat Investasi di Pengolahan Hasil Pertanian

Rabu 13/11/2019 | 00:04
A   A   A   Pengaturan Font
Indonesia mesti bergerak cepat dalam memperbaiki industri berbasis pertanian yang masih merupakan kekuatan nyata dari dalam negeri. Indonesia mesti bergerak cepat dalam memperbaiki industri berbasis pertanian yang masih merupakan kekuatan nyata dari dalam negeri.   JAKARTA – Pemerintah mesti...
Tampilkan Semua
FOLLOW US
KURS
SAHAM
LAPORAN KEUANGAN
laporan keuangan koran jakarta
Nasional

Gerakan Hidup Sehat

Rabu 13/11/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Tampilkan Semua

Cegah Penularan Penyakit

Rabu 13/11/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Selengkapnya

Kasus “Fee” Proyek

Rabu 13/11/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Selengkapnya

Pembangunan Candi

Rabu 13/11/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita nasional lainnya
beriklan di koran jakarta
Polkam

Tim Investigasi Desa Fiktif Bekerja

Rabu 13/11/2019 | 07:02
A   A   A   Pengaturan Font
Tim gabungan yang diterjunkan ke lapangan, meneliti lima desa yang semuanya berada di Konawe, Sulawesi Tenggara. Hasil investigasi secepatnya akan dipublikasikan.

 

JAKARTA – Soal keberadaan desa fiktif yang pertama kali diungkap Menteri Keuangan Sri Mulyani, hingga sekarang masih jadi polemik. Menteri Desa, Abdul Halim Iskandar, membantah soal adanya desa fiktif tersebut. Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) sendiri lewat Direktorat Jenderal Pemerintahan Desa langsung membentuk tim untuk menginvestigasi keberadaan desa fiktif. Hingga kini, tim masih bekerja mengumpulkan fakta soal itu.

“Kami (Kementerian Dalam Negeri) saat ini masih menunggu tim yang diterjunkan untuk menginvestigasi soal desa fiktif ini,” kata Dirje Pemerintahan Desa Kemendagri Nata Irawan di Kantor Kemendagri, Jakarta, Selasa (12/11). Tim investigasi yang dibentuk lanjut Nata, telah diterjunkan ke lapangan. Terutama ke Konawe Sulawesi Tenggara.

Tim ini yang mengecek apakah ada dugaan kesalahan administrasi desa di Konawe, Sulawesi Tenggara. Ada lima desa yang diperiksa. Semuanya berada di Konawe. Hasil investigasi secepatnya akan dipublikasikan.

“Tentu nanti akan kami publikasikan. Nanti kita lihat di lapangan hasilnya seperti apa, tentu akan kita lihat,” ujarnya.

Tim investigasi desa fiktif ini lanjut Nata, merupakan tim gabungan Kemendagri yang anggotanya terdiri dari Inspektorat Jenderal, Direktorat Jenderal Administrasi Kewilayahan, dan tim dari Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa. Tim ini yang sudah turun ke lapangan untuk mengecek keberadaan lima desa fiktif di Konawe, Sulawesi Tenggara.

“Terkait dengan belum adanya hasil penyelidikan, saya meminta media maupun masyarakat untuk tidak terburu-buru menyimpulkan dengan menyebut ‘desa fiktif’ maupun ‘desa siluman’. Tadi kami juga komunikasi dengan Deputi di PMK, kemudian dari KSP, kita sepakat bahwa persoalan istilah desa fiktif jangan ada kalimat seperti itu lagi ataupun desa siluman, sebaiknya tidak, desa itu adalah desa yang sedang dalam perbaikan administrasi, nanti kita lihat hasilnya seperti apa,” ujar Nata menguraikan.

Koordinasi Pihak Lain

Nata juga mengungkap, Kemendagri juga telah bekerjasama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), untuk ikut menelisik soal adanya dugaan desa fiktif. Bahkan, kerjasama melibatkan KPK sudah dilakukan, sebelum pihaknya memutuskan untuk membentuk tim investigasi. Koordinasi lainnya dilakukan dengan pihak Kejaksaan Agung.

“Kami juga telah berkoordinasi dengan KPK dan Pemerintah Provinsi. Jadi kemarin itu, kami rapat terdahulu dengan KPK, Kejagung, kemudian teman-teman di provinsi mengatakan jumlah desa nya ada lima, lalu sekarang kita memastikan kelima desa itu keberadaannya seperti apa,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Pusat Penerangan Kementerian Dalam Negeri Bahtiar mengungkapkan, begitu ramai di media soal dugaan adanya desa fiktif di Konawe, Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, langsung memerintahkan dirjen terkait untuk menginvestigasi itu. Maka kemudian, Ditjen Pemerintahan Desa langsung membentuk tim investigasi untuk memastikan keberadaan desa fiktif tersebut.

“Kemendagri telah menerjunkan tim ke Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara untuk mengusut dugaan kesalahan administrasi desa itu. Sampai saat ini, tim Kemendagri masih berada di Konawe untuk melakukan penyelidikan. Hasil investigasi akan diumumkan pasca tim mendapatkan temuan setibanya dari Konawe,” ujarnya. ags/AR-3

Tampilkan Semua

Siti Nurbaya: KLHK Perkuat Sinergi dengan Polri

Rabu 13/11/2019 | 06:56
A   A   A   Pengaturan Font
JAKARTA – Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar dan Kapolri Jenderal Pol. Idham Aziz sepakat meningkatkan sinergi dalam penanganan masalah-masalah kehutanan dan lingkungan. Prioriats utamanya...
Selengkapnya

Kebinekaan Harus Jadi Modal Dasar Pembangunan Indonesia

Rabu 13/11/2019 | 06:49
A   A   A   Pengaturan Font
JAKARTA – Persatuan dan kesatuan bangsa harus terus digelorakan dalam mengoptimalkan kebinekaan sebagai modal dasar dalam membangun Indonesia ke depan. Unity for diversity ini sejalan dengan filosofi Partai Nasdem yang selalu...
Selengkapnya

Diskusi tentang Golkar

Rabu 13/11/2019 | 06:45
A   A   A   Pengaturan Font
Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo (tengah) foto bersama narasumber, dari kiri: Direktur Lingkar Madani (Lima) Ray Rangkuti, Pengamat Politik LIPI R Siti Zuhro, Direktur Poltracking Indonesia Hanta Yuda, dan Pengurus DPP Partai Golkar...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita polkam lainnya
beriklan di koran jakarta
Mondial

Eropa Khawatirkan Nuklir Iran

Rabu 13/11/2019 | 06:36
A   A   A   Pengaturan Font
Negara-negara Eropa menyatakan keprihatinan atas dimulainya lagi aktivitas nuklir Iran. Kekhawatiran itu dilontarkan setelah mendapat laporan konfirmasi dari IAEA.

 

PARIS – Negara-negara Ero­pa seperti Prancis, Jerman, Ing­gris, dan Uni Eropa (UE), pada Senin (11/11) menyatakan am­at khawatir atas putusan Iran untuk memulai lagi aktivitas nuklirnya. Kekhawatiran itu di­lontarkan setelah Teheran me­ngurangi komitmennya atas ke­sepakatan nuklir 2015 dengan negara-negara adidaya dunia.

“Kementerian Luar Negeri Prancis, Jerman, dan Inggris, serta Utusan Tinggi dari UE, menyatakan keprihatinan ter­kait pengumuman dari Iran yang telah memulai lagi aktivi­tas pengayaan uranium di fasi­litas nuklir Fordow yang telah dikonfirmasi oleh International Atomic Energy Agency (IAEA) lewat laporannya pada 11 No­vember ini,” demikian pernya­taan bersama dari negara-ne­gara Eropa itu.

Dalam pernyataan bersama itu, negara-negara Eropa me­nyebut bahwa aksi Iran ter­sebut tidak konsisten dengan semangat kesepakatan nuklir 2015 yang isinya Teheran se­pakat untuk mengurangi ak­tivitas nuklirnya dengn imbal­an dicabutnya sanksi-sanksi ekonomi.

Sebelumnya Iran menyata­kan bahwa mereka sudah me­rasa tak ada ikatan lagi dengan kesepakatan nuklir 2015 sete­lah Amerika Serikat (AS) secara sepihak menarik diri dari kese­pakatan itu pada tahun lalu.

“Putusan terbaru Teheran untuk tak lagi menjalankan ko­mitmen seperti diatur kesepa­katan nuklir 2015, amat dis­esalkan,” imbuh mereka dalam pernyataan bersama itu.

Selain melaporkan soal dimulainya lagi aktivitas nuklir Iran, IAEA juga mengumum­kan bahwa mereka telah men­deteksi partikel uranium pa­da sebuah fasilitas nuklir Iran yang belum diumumkan sebe­lumnya.

Dalam laporan IAEA juga dikonfirmasi bahwa Iran te­lah meningkatkan pengayaan uranium yang kini cadangan­nya telah mencapai 551 kilo­gram atau melampaui batasan 300 kilogram yang diperboleh­kan dalam kesepakatan nuk­lir 2015.

Dalam pernyataan bersa­manya, negara-negara Eropa tersebut menegaskan penting­nya implementasi kesepakatan nuklir 2015 dari semua pihak demi menjaga kesepakatan itu sendiri yang jadi kepenting­an semua pihak. “Iran mes­ti megimplementasikan secara utuh komitmen seperti tercan­tum dalam kesepakatan nuklir 2015 tanpa harus ditunda lagi,” demikian dikutip dari pernya­taan bersama negara-negara Eropa.

Laporan IAEA

Terkait laporan temuan par­tikel uranium, IAEA sejauh ini belum memberikan lokasinya. Namun seorang narasumber rahasia mengatakan bahwa IAEA telah mengambil sampel di Distrik Turquzabad di Tehe­ran pada musim semi lalu dan Iran amat lamban dalam me­respons konfirmasi temuan ini.

Pada bagian lain seorang diplomat di Wina mengata­kan bahwa produksi uranium Iran yang telah diperkaya telah mengalami peningkatan hing­ga 100 kilogram per bulannya, dan produksi ini masih bisa di­tingkatkan dalam waktu dekat.

Menanggapi laporan IAEA dan kekhawatiran negara-ne­gara Eropa, Menteri Luar Ne­geri Iran, Mohammad Javad Za­rif, menyatakan bahwa negara-negara tersebut telah bermuka dua. “Iran telah muak dengan resolusi mekanisme pada ke­sepakatan nuklir yang timpang itu,” kata Menlu Javad Zarif.

Sementara itu Presiden Iran, Hassan Rouhani mengatakan bahwa negaranya mulai me­ningkatkan aktivitas nuklirnya setelah menunggu setahun saat AS meninggalkan kesepa­katan nuklir 2015 dan memberi waktu negara-negara lain yang ikut meneken kesepakatan in­ternasional itu untuk mencoba memperbaikinya.

“Kami telah menunggu se­lama setahun. Tak ada satu pi­hak pun mempertanyakan me­ngapa kami meninggalkan ko­mitmen seperti termuat dalam kesepakatan nuklir 2015. Se­mua masalah ini justru dipicu oleh negara musuh kami (AS),” pungkas Presiden Rouhani. ang/AFP/I-1

Tampilkan Semua

Polisi dan Demonstran Bentrok di Kampus

Rabu 13/11/2019 | 06:32
A   A   A   Pengaturan Font
HONG KONG – Pengunjuk rasa prodemokrasi Hong Kong pada Selasa (12/11) kembali bentrok dengan polisi antihu­ru-hara sebuah di distrik bis­nis kelas atas dan di kampus-kampus universitas. Bentrokan itu memperpanjang kerusuhan...
Selengkapnya

Farage Tak Ingin Lawan Kubu Konservatif

Rabu 13/11/2019 | 06:30
A   A   A   Pengaturan Font
HARTLEPOOL – Pemimpin Partai Brexit, Nigel Farage, pa­da Senin (11/11) mengatakan telah mencabut tantangan ter­hadap partai berkuasa, Kon­servatif, dalam perebutan kursi parlemen pada pemilihan um­um yang digelar 12...
Selengkapnya

Kebakaran Semak Hanguskan Pinggiran Sydney

Rabu 13/11/2019 | 06:27
A   A   A   Pengaturan Font
PADAMKAN API | Seorang petugas pemadam kebakaran berupaya memadamkan semak yang dilalap api di sebuah wilayah pemukiman dekat Sydney, Australia, pada Selasa (12/11). Kebakaran semak ini diperkirakan sebagai bencana paling merusak karena...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita mondial lainnya
Ekonomi

Digitalisasi Pembayaran

Rabu 13/11/2019 | 05:00
A   A   A   Pengaturan Font
Tampilkan Semua

Produksi Batik

Rabu 13/11/2019 | 05:00
A   A   A   Pengaturan Font
Selengkapnya

Kapal Survei Elnusa

Rabu 13/11/2019 | 05:00
A   A   A   Pengaturan Font
Selengkapnya

Menanti Hasil Negosiasi Perang Dagang

Rabu 13/11/2019 | 05:00
A   A   A   Pengaturan Font
    JAKARTA – Dinamika perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok ditengarai masih mempengaruhi fluktuasi rupiah terhadap dollar AS. Situasi tersebut membuat pelaku pasar masih menunggu keputusan dari...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita ekonomi lainnya
Daerah

Sumedang Siap Menjadi Kabupaten Wisata

Senin 30/9/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font

Memiliki potensi yang cukup banyak, membuat Sumedang semakin gencar mempro­mosikan destinasi wisatanya. Salah satunya dilakukan lewat kejuaraan paralayang inter­nasional yang akan diadakan perdana di Tanah Air yaitu West Java Paragliding World Championship and Culture Festival 2019, yang akan di­gelar pada 22–28 Oktober 2019 di Sumedang, Jawa Barat.

Tidak tanggung-tanggung, dengan dukungan Kemente­rian Pariwisata (Kemenpar), Kabupaten tertua di Jawa Barat ini mendeklarasikan diri sebagai Kabupaten Wisata. Aneka wisata yang ada di daerah ini, mulai dari alam, agriculture, budaya, dan sosial akan dikem­bangkan dengan serius.

Untuk mengetahui apa saja yang telah dan akan dilakukan jajaran Pemerintah Kabu­paten Sumedang ke depan, wartawan Koran Jakarta, Mohammad Zaki Alatas, berkesempatan mewawanca­rai Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, seusai pe­luncuran kegiatan West Java Paragliding World Champi­onship and Culture Festival 2019, di Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata, Ja­karta, belum lama ini. Berikut petikan selengkapnya.

Kalau boleh tahu potensi wisata apa saja yang ada di Sumedang?

Kami memiliki keka­yaan wisata yang beragam. Keragaman potensi wisata yang bisa ditemukan di Sumedang, mulai dari alamnya, agriculture, budaya, dan sosial.

Apakah itu semua objek wisata terse­but sudah diop­timalkan?

Kami sedang mengarah ke sana dengan melakukan berbagai pembenahan dan membangun sarana dan prasarana yang ada. Sep­erti yang diamanahkan oleh Menteri Pariwisata, Arief Yahya, yaitu untuk menarik wisatawan berkunjung ke Sumedang, baik wisatawan mancanegara atau domestik. Untuk itu, kami akan men­coba konsistensi melakukan pengembangan atraksi, akses, dan amenitas (3A).

Seperti apa yang akan Anda lakukan?

Sesuai yang disampaikan Menteri Pariwisata, ada tiga hal yang harus dimiliki yaitu 3A. Kami punya atraksi yaitu paralayang dengan standar internasional. Untuk akse­bilitas saat ini kami sedang membangun 62 ruas jalan yang menghubungkan dae­rah wisata. Lokasi Sumedang juga hanya 30 menit dari Bandara Kertajati. Jalan tol juga lengkap melintang si Sumedang.

Selain itu?

Untuk bisa menarik wisatawan, Sumedang punya destinasi unggulan. Destinasi yang diusulkan menjadi Ka­wasan Ekonomi Kreatif (KEK) yaitu Jatigede. Ke depannya yang akan menjadi unggulan kami adalah Jatigede.

Di sini pemandangannya sangatlah indah. Pengun­jung bisa naik ke namanya Pasir Cinta untuk melihat sunrise. Dari sini juga bisa melihat pulau-pulau kecil yang tersebar di waduk. Bisalah kita bilang seperti kini Raja Ampat, namun latarnya adalah gunung.

Sumedang juga tengah mengembangkan wisata agriculture?

Iya benar. Tak hanya mengandalkan Jatigede, kami juga punya wisata yang lainnya yang patut dikun­jungi wisatawan. Salah satunya merasakan wisata ubi cilembu. Kami membuat wisatanya, di mana wisatawan merasakan langsung memetik ubi cilem­bu, mencuci dan memasaknya langsung di wilayahnya. Satu hal yang pasti, kuliner khas Sumedang yaitu tahu sumedang. Masih banyak lagi destinasi yang semuanya bisa dirasakan bila berkunjung ke Sumedang. N-3

Tampilkan Semua

Tumbuhkan Terus Minat Riset Generasi Milenial

Senin 29/7/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font
Terkenal sebagai daerah yang kerap menelor­kan inovasi kebijakan dan pariwisata, baru-baru ini Kabupaten Banyuwangi dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan Perkemahan Ilmiah Remaja Nasional XVIII, yang digelar Lembaga Ilmu...
Selengkapnya

Kawasan Transmigran di Kubu Raya Jadi Percontohan

Senin 15/7/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font
Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDTT) mendorong perubahan paradigma baru terkait pengembangan transmi­grasi bidang ekonomi, sosial budaya, mental spiritual, kelembagaan, dan pengelo­laan sumber daya alam...
Selengkapnya

Pemkab Terus Menekan Angka Kemiskinan di Rembang

Senin 8/7/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font
Kabupaten Rembang me­miliki potensi yang luar biasa, baik sumber daya alam maupun manusia. Jika dikelola secara maksimal, ma­syarakat Kabupaten Rembang sudah dapat sejahtera. Ber­dasarkan data 2016, angka ke­miskinan...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita daerah lainnya
Properti

Kick Off Fun Golf Foreksis 2019

Senin 11/11/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Tampilkan Semua

Interior Minimal untuk Ruang Terintegrasi

Senin 11/11/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Interior minimal dapat menghasilkan ruang yang saling berkesinambungan satu dengan lainnya. Interior tersebut juga mampu memecah ruangan yang terkesan abstrak menjadi lebih sederhana. Seperti Shimpei Oda dan Tetsuya Tanji, arsitek dari...
Selengkapnya

Konsep Rumah Taman di Hunian Modern

Senin 11/11/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Rumah-rumah bergaya modern yang biasanya hanya ditemukan di kota besar, kini mulai dengan mudah ditemukan di daerah pedesaan. Nuansa alami perkebunan dapat dihadirkan di lingkungan perumahan yang minim lahan terbuka. Pembukaan lahan di...
Selengkapnya

Pengembangan Destinasi Pariwisata

Senin 4/11/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita properti lainnya
Telko

Pengumuman Pemenang Tahap Kedua

Selasa 12/11/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Tampilkan Semua

Teknologi Mutakhir “Speaker Wireless”

Selasa 12/11/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Di era mobilitas seperti sekarang speaker nirkabel dengan ukuran kecil saat ini begitu popular. Karena banyak digunakan di luar rumah salah satunya bahkan untuk luar ruang speaker seperti ini harus kokoh dan tahan air. Soundcore merek...
Selengkapnya

Prosesor Baru untuk Para Kreator Animasi

Selasa 12/11/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Perusahaan teknologi komputasi, grafis, dan visualisasi, AMD akan mengeluarka keluarga prosesor desktop kelas atas tarbaru. Prosesor prosesor 24- core AMD Ryzen Threadripper 3960X dan prosesor 32-core AMD Ryzen diharapkan dapat mendukung...
Selengkapnya

Belanja Daring dengan Layar Interaktif

Selasa 12/11/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Pembayaran belanja di kedua gerai dengan layar interaktif ini dapat dilakukan melalui kasir, meskipun tersedia pilihan pembayaran lain. Masih banyak dari masyarakat yang belum melakukan belanja online karena beberapa kendala pada...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita telko lainnya
Otomotif

Peluncuran Mobil Baru

Rabu 13/11/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Tampilkan Semua

Skuter Edisi Terbatas, Sporti dan Kharismatik

Rabu 13/11/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Pecinta vespa yang ingin memiliki tunggangan berbeda dengan umumnya bisa memimilih versi edisi terbatas. Versi ini manawarkan tampilan penuh gaya dengan warna yang lebih menarik dan eksklusif. Kali ini PT Piaggio Indonesia, menawrkan...
Selengkapnya

Pesona SUV Kecil Nan Gagah

Rabu 13/11/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Kendaraan Sport Utility Vehicle (mobil sport multifungsi/ SUV) kompak menjadi pilihan bagi yang menyukai tampilan lebih gagah dan sporti. Mobil SUV kecil menawarkan kamampuan dan keunggulan pada bermacam senario penggunaan. Tentunya,...
Selengkapnya

Pesan Mobil Premium via “Online”

Rabu 13/11/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
BMW melakukan kerja sama dengan platform belanja online Lazada meluncurkan BMW Flagship Store. Kolaborasi yang unik dan perdana antara BMW dan Lazada ini diluncurkan bersamaan dengan Lazada 11.11. Adanya BMW Flagship Store di platform...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita otomotif lainnya
beriklan di koran jakarta
Olahraga

Dua Ganda Campuran Tersingkir

Rabu 13/11/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

HONG KONG - Dua wakil ganda cam­puran Indonesia gagal melaju ke babak kedua Hong Kong Open 2019. Tontowi Ah­mad/Winny Oktavina Kan­dow dan Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari harus mengakui lawan-lawan me­reka, Selasa (12/11).

Tontowi/Winny dikalahkan Takuro Hoki/Wakana Nagahara dari Jepang, dengan skor 20-22, 18-21. Se­dangkan Rinov/Pitha takluk di tangan unggulan keenam, Chan Peng Soon/Goh Liu Ying dari Malaysia, dengan skor 16-21, 16-21.

Sebetulnya Rinov/Pitha punya peluang besar untuk ‘memperpanjang nafas’ hingga game ketiga saat berhasil unggul jauh 16-11.

Namun tanpa diduga, Chan/Goh mengunci perolehan skor Rinov/Pitha dan meraih sepuluh angka berturut-turut dan menang dengan skor 21-16 sekaligus me­mastikan tiket babak kedua.

“Tadi kami banyak main di bawah te­kanan dan kami nggak bisa keluar dari tekanan itu. Di game kedua sebenarnya sempat memimpin, tapi habis itu kalau hilang poin, hilangnya banyak banget,” sebut Pitha kepada Badmintonindone­sia.org.

“Di pertandingan tadi, kami banyak mati-mati sendiri, sebenarnya kami sudah bisa menerapkan pola main yang benar,” tutur Rinov. “Chan/Goh adalah pemain bagus, mereka punya banyak pengalaman. Kami masih harus banyak evaluasi lagi, misalnya mainnya harus lebih safe dan dari tenaganya juga harus lebih ditambah lagi,” tambah Rinov.

Baru pasangan Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja yang lolos ke babak kedua. Hafiz/Gloria melaju ke babak dua Hong Kong Open 2019 usai menyingkir­kan pasangan Chinese Taipei Wang Chi-Lin/Cheng Chi Ya dengan skor 17-21, 21-8, 21-13.

Masih ada satu kesempatan lagi untuk menambah wakil lewat pasangan Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti yang baru akan bertanding di babak pertama besok, Rabu (13/11) melawan yang Po-Hsuan/Hu Ling Fang dari Taiwan. Ant/S-2

Tampilkan Semua

Langkah Berat Nadal di ATP Finals

Rabu 13/11/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Kekalahan di laga perdana dari Alexander Zverev membuat langkah Rafael Nadal di ATP Finals 2019 semakin berat. Terlebih, di laga kedua harus menghadapi Medvedev. LONDON - Petenis nomor satu dunia dari Spanyol, Rafael Nadal, mengaku...
Selengkapnya

Berburu Mahkota Terakhir di GP Valencia

Rabu 13/11/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
VALENCIA - Sirkuit Ricardo Tormo di Va­lencia, Spanyol akhir pekan nanti akan men­jadi pemberhentian terakhir balapan MotoGP musim 2019. Menuju balapan seri ke-19 itu, pembalap Repsol Honda, Marc Marquez telah jauh-jauh hari...
Selengkapnya

Rockets Tundukkan Pelicans

Rabu 13/11/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
HOUSTON - James Harden mencetak 39 poin dan Russell Westbrook mempersembah­kan 26 poin ketika tim tamu Houston Rock­ets mencatat kemenangan keempat berturut-turut usai mengalahkan New Orleans Pelicans yang dibekap krisis cedera...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita olahraga lainnya
Kolom

Wamen dan Obesitas Birokrasi

Rabu 13/11/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

oleh Beni Kurnia Illahi

Salah satu tantangan berat Presiden Joko Widodo dalam praktik sistem presidensial harus mampu membangun jalur diplomasi publik untuk meyakinkan seluruh pihak terhadap langkah-langkah kinerjanya ke depan. Hal tersebut sesuai dengan pendapat Richard Neustadt yang mengatakan, “Presidential power is the power to persuade” (kekuasaan presiden merupakan kekuasaan untuk berdiplomasi).

Salah satu upaya untuk membangun jalur diplomasi tersebut, Presiden perlu memastikan seluruh jajaran menteri dan wakil menteri (wamen) dapat bekerja secara profesional sesuai dengan visi misi Presiden. Sebanyak 34 menteri dan 12 wamen telah dilantik Presiden Joko Widodo. Karena sejatinya, Presiden dalam menjalankan hak prerogatifnya memiliki kebebasan untuk mengangkat dan memberhentikan para pembantunya melalui pengisian jabatan secara politik.

Namun, khusus soal pilihan dan langkah Presiden Joko Widodo mengangkat 12 wamen dinilai sangat tidak tepat. Kebijakan tersebut justru berseberangan dengan desain reformasi birokrasi dan prinsip-prinsip penyelenggaraan pemerintahan yang baik dalam hukum administrasi. Sesungguhnya, terdapat dua catatan penting alasan pengangkatan 12 wamen dinilai tidak tepat atau cacat dalam perspektif hukum administrasi.

Dalam perkembangan kedudukan wamen secara hukum administrasi, meskipun dianggap sah menurut hukum, secara konstitusional sebetulnya tidak terdapat satu pun klausul/frasa yang menjelaskan soal wamen dalam konstitusi. Konstitusi melalui Pasal 17 Ayat (2) hanya mengamanatkan, menteri-menteri diangkat dan diberhentikan oleh Presiden.

Hanya, pada tataran UU, frasa/klausul wakil menteri kemudian dimunculkan melalui Pasal 10 UU Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara (UUKN). Di situ dijelaskan, dalam terdapat beban kerja yang membutuhkan penanganan secara khusus, Presiden dapat mengangkat wamen pada kementerian tertentu.

Melihat ketidaksinkronan frasa/klausul wamen dalam UUKN terhadap ketentuan konstitusi Pasal 17 Ayat (2), Mahkamah Konstitusi (MK) kemudian mendalilkan melalui putusan Nomor 79/PUU-IX/2011 yang menyatakan, jabatan wamen dikategorikan sebagai jabatan yang pengisiannya dilakukan secara politik sebagai bagian hak prerogatif Presiden. Maka, jabatan karier dalam penjelasan Pasal 10 UUKN dibatalkan MK. Ironinya, pascaputusan MK tersebut, Presiden SBY saat itu mengeluarkan Peraturan Presiden Nomor 60 Tahun 2012 tentang Wakil Menteri.

Beberapa muatan norma dalam Perpres tersebut juga banyak mengalami kekeliruan. Di antaranya, dalam Pasal 6 menjelaskan bahwa wamen dapat berasal dari pegawai negeri atau bukan. Dengan kata lain, kedudukan wamen bukan pejabat struktural atau anggota kabinet. Padahal, MK secara tegas telah menghapus penjelasan Pasal 10 bahwa wamen adalah pejabat karir dan bukan anggota kabinet.

Kekeliruan
Kekeliruan lain, dalam Pasal 1 perpres tentang wamen menyatakan, wamen berada di bawah dan bertanggung jawab kepada menteri. Tiba-tiba, Pasal 4 menjelaskan wamen diangkat dan diberhentikan oleh Presiden. Artinya, hak prerogatif Presiden untuk mengangkat wamen, secara langsung juga dinisbikan melalui Perpres tersebut karena pertanggungjawaban wamen itu berada di bawah menteri.

Uniknya, perpres tentang wamen ini masih berlaku sampai sekarang dan dilaksanakan Presiden Joko Widodo. Padahal perpres tersebut di samping tidak kongruen dengan Putusan MK, juga bertentangan dengan prinsip-prinsip terkait cara memperoleh wewenang dalam hukum administrasi.

Dalam batas penalaran yang wajar, Presiden jauh-jauh hari seharusnya bijak dalam menentukan pilihan. Ketika terdapat norma yang obscuur, Presiden sesegera mungkin mengubah atau membuat norma baru berdasarkan peraturan perundang-undangan dan putusan MK, sehingga tidak menimbulkan kekaburan dalam regulasi maupun opini publik.

Dalam UUKN, ruang lingkup tugas wamen membantu menteri dalam perumusan dan/atau pelaksanaan kebijakan kementerian. Artinya dalam optik hukum administrasi, wamen secara atribusi dan delegasi hanya bertanggung jawab kepada menteri. Implikasinya, pengangkatan dan pemberhentian wamen merupakan kewenangan menteri yang bersangkutan, bukan Presiden.

Jika menteri yang mengangkat dan memberhentikan, wamen pun harus berasal dari pegawai negeri. Pengisian jabatannya harus menggunakan sistem merit (prestasi kerja dan karir) laiknya pengangkatan jabatan struktural. Desain seperti ini digagas dalam rangka mengurangi tendensius politik bagi-bagi kue oleh Presiden kepada pendukungnya.

Di samping itu, ini merupakan upaya penghargaan terhadap kinerja ASN yang memiliki profesionalitas dan loyalitas tinggi untuk menduduki kursi wamen. Maka, konsep the right man on the right place dapat diwujudkan mulai dari jabatan tertinggi seperti wamen. Dengan begitu, jabatan wamen tidak lagi dihantui konstelasi politik yang dapat mempengaruhi perolehan jabatan di kabinet. Jika pun terjadi reshuffle, kementerian masih dapat dijalankan wamen.

Terlepas dari itu semua, sebetulnya keberadaan wamen dapat bermanfaat jika untuk secara maksimal membantu tugas menteri. Sebab, terdapat beberapa kementerian yang sesungguhnya wajar membutuhkan wamen karena beban kerja amat tinggi. Misalnya, Kementerian Keuangan dan Luar Negeri.

Tapi pada kenyataannya, masih terdapat sejumlah kementerian yang sebenarnya tidak memerlukan wamen, namun diberikan juga. Kemudian, ditambah lagi nomenklatur kementerian yang sudah gemuk. Dengan pengangkatan 12 wamen di Kabinet Indonesia Maju, jadi obesitas. Dalam Kabinet Kerja hanya tiga wamen.

Padahal sudah banyak pihak menjustifikasi, keberadaan dan penambahan wamen tidak kongruen dengan tujuan UUKN. Tidak ada pun wamen, Pasal 9 UUKN sebetulnya telah secara jelas mengatur struktur organisasi kementerian negara yang terdiri atas menteri, sekretariat jenderal, direktur jenderal, inspektorat jenderal dan seterusnya. Artinya, menteri dalam menjalankan tugas dan wewenangnya sudah bersifat subordinatif dengan bawahannya, tanpa ada wamen.

Apalagi pengangkatan 12 wamen tersebut dianggap contradictio interminis dengan pidato Presiden Joko Widodo saat pelantikan Presiden dan Wakil Presiden 20 Oktober lalu. Presiden mengatakan ingin menyederhanakan birokrasi, memangkas prosedur, serta mekanisme hukuman untuk menteri dan birokrat ketika melanggar. Hal ini menjadi catatan penting lain, penambahan wamen dari 3 menjadi 12 merupakan sebuah persoalan pembengkakan yang tak terkendali dn berujung pada pemborosan anggaran.

Sebab, obesitas tentu tidak sehat dan berdampak negatif terhadap jalannya roda pemerintahan. Sementara itu, Presiden Joko Widodo terus menyuarakan agar penyelenggara negara bekerja profesional, tidak menyulitkan birokrasi. Bahkan berencana menghapuskan jabatan eselon 3 dan 4 guna memangkas birokrasi dalam pelayanan publik. Gagasan tersebut baik sepanjang Presiden tidak menabrak UU Administrasi Pemerintahan, UU ASN, dan AAUPB sebagai instrumen penyelenggaraan pemerintahan. Penulis Dosen Fakultas Hukum Universitas Bengkulu

Tampilkan Semua

Mengandalkan KUR untuk Kerja

Rabu 13/11/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Perintah kembali mengandalkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk memberikan dampak bagi pertumbuhan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di tengah penurunan perekonomian global. Pemerintah bahkan mengarahkan KUR sebagai fasilitas bagi UMKM...
Selengkapnya

Relevansi Perjuangan Antidiskriminasi Martin

Rabu 13/11/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Judul : Martin Luther KingPenulis : Anom Whani WicaksanaPenerbit : C-Klik MediaCetakan : Pertama, 2018Tebal : 128 halamanISBN : 978-602-5441-46-1 Fenomena rasisme dan diskriminasi masih marak di Indonesia. Belum lama ini, masyarakat...
Selengkapnya

Potensi Zakat untuk APBN

Selasa 12/11/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
oleh Dr Tika Widiastuti Keterbatasan anggaran pemerintah dan kebutuhan pembangunan yang besar mengharuskan adanya penggalian sumber-sumber pembiayaan pembangunan baru. Salah satu yang memiliki potensi besar adalah dana sosial seperti...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita kolom lainnya
Rona

NIVEA #Sentuhan Ibu 2019 Hadirkan World of Imagination Perkuat Daya Imajinasi dan Eratkan Ikatan Ibu Anak

Rabu 13/11/2019 | 16:00
A   A   A   Pengaturan Font

Jakarta, 13 November 2019 – Sebagai brand perawatan kuliat terkemuka, NIVEA Crème Tin kembali mengukuhkan komitmennya untuk mempererat bondimg time atau ikatan antara ibu dan anak melalui NIVEA #SentuhanIbu 2019 World of Imagination yang akan diselenggarakan pada 20-22 Desember 2019 du Ecopark, Ancol. Berkerjasama debgan komunitas dongeng Ayo Dongeng Indonesia, Waktunya Main dan Sembilan Matahari, Nivea World of Imagination akan menyuguhkan taman bermain interaktif untuk anak yang terinspirasi dari sebuah cerita yang digabungkan dengan imajinasi, kombinasi antara permainan dengan seni digital.

Brigitta Dewi Pricillia selaku Brand Executive NIVEA body and crème mengatakan, “Fokus utama dari NIVEA #SentuhanIbu adalah untuk menciptakan momen yang dapat mempererat ikan emosi ibu dan anak, salah satunya dengan kegiatan mendongeng. Kami percaya dongeng yang menarik dan seru dapat menumbuhkan daya imajinasi anak, terlebih jika diiringi dengan sentuhan lembut ibu yang memberikan rasa nyaman dan ketenangan”.

Dr. Herbowo Soetomenggolo Spa(K) Dokter Spesialis Syaraf Anak mengatakan, “Kegiatan mendongeng meliputi beberapa hal termasuk neural coupling yakni mendengarkan, memproses informasi, mengolah informasi menjadi data-data sesuai dengan imajinasinya. Proses selanjutnya adalah mirroring atau ketika otak pendengar memiliki cara bekerja yang sama dengan otak pendongeng. Selanjutnya otak merilis beberapa hormone seperti dopamine, kortisol dan oksitosin. Hormone tersebut mengatur perubahan emosi, kewaspadaan dan empati sehingga dapat mengingat jalur cerita. Aktivitas di cortex  terjadi ketika otak memproses fakta sehingga dapat mengaktivasi bagian otak lainya termasuk motor cortex, sensory cortex dan frontal cortex. Selain itu penelitian menunjukan kegiatan mendongeng membantu kemampuan literasi yang sejalan dengan kemampuan kognitif anak. Sehingga dapat disimpulkan, walau kegiatan mendongeng termasuk mudah dilakukan, namun memiliki dampak yang luar biasa terhadap perkembangan otak anak.

“Mendongeng bisa menjadi salah satu kegiatan favorit orang tuan dengan anak, apalagi jika ditunjang dengan kisah-kisah yang menarik, karakter yang lucu dan unik. Menurut Mochamad Ariyo Faridh Zidni atau Kak Aio, selaku pendiri komunitas Ayo Dongeng Indonesia, “Orang tua juga dapat melibatkan anak-anak dengan mendorong mereka memberikan ide jalur cerita, nama karakter dan alat peraga lainya sehingga mendongeng menjadi lebih seru. Tidak ada cerita yang salah atau benar saat berimajinasi. Disitulah letak kekuatan imajinasi”.

Percaya bahwa kegiatan mendongeng dapat menumbuhkan daya imajinasi anak, tahun ini, NIVEA #SentuhanIbu 2019 akan menghadirkan World of Imagination – taman bermain interaktif untuk anak yang terinspirasi dari sebuah cerita yang digabungkan dengan dunia imajinasi, kombinasi antara permainan dengan seni digital. Taman bermain ini terdiri dari dunia air, dunia angin, dunia hutan dan dunia pasir yang memiliki petunjuk cara bermain, karakter unik hingga rintangan yang harus dihadapi oleh ibu dan anak secara kompak menggunakan imajinasi mereka.

Elisabeth Tita dari Watunya Main, mengantakan “Kami senang sekali dapat menerjemahkan dunia imajinasi ke dalam taman bermain yang interaktif dan seru. Di taman bermain NIVEA World of Imagination, kami mengajak orang tuan meluangkan waktunya dengan sepenuh hati untuk bermain dan mengeksplorasi daya imajinasi bersama anak dengan melompat, menari, memanjat serta menghadapi berbagai rintangan, berpikir cepat dan tangkat mencari solusi untuk menuntaskan suatu misi bersama-sama. Permainan ini tidak hanya seru dan menyenangkan, namun juga sarat akan nilai-nilai kehidupan”.

NIVEA yang juga percaya pada kekuatan sentuhan ingin mengajak para ibu di Indonesia dalam memaksimalkan rutinitas perawatan kulit untuk memperkuat ikatan dengan buah hati, misalnya dengan menggunakan NIVEA Crème Tin sebagai bagian dari aktivitas mendongeng. “NIVEA Crème Tin merupakan pelembab ikonik dari NIVEA yang diperkaya dengan Eucerit yang berfungsi melindungi kulit, menjadikan tetap lembab serta memberikan sensasi kelembutan layaknya sentuhan yang di berikan oleh ibu”. Tutur Brigita

Tahun ini, NIVEA #SentuhanIbu World of Imagination juga bekerja sama dengan Tokopedia untuk menjangkau lebih banyak keluarga Indonesia. Tiket taman bermain World of Imagination dapat dibeli melalui Tokopedia dengan mengklik tanda “Tiket Event” mulai 13 November 2019 dengan harga Rp450,00 untuk keluarga yang terdiri dari 4 tiket dan merchandise; serta Rp150,00 untuk tiket individual yang terdiri dari 1 tiket dan merchandise.

“Kami berharap orang tuan dan anak dapat lebih gencar melakukan kegiatan dogeng karena manfaatnya yang sangat baik, diantaranya ikatan emosi yang lebih kuat serta menumbuhkan daya imajinasi yang lebih baik laik. Kami menantikan kehadiran keluarga Indonesia di NIVEA World of Imagination dan mari bersama-sama kita mengeksplorasi dunia penuh imajinasi” tutup Brigita.

Tampilkan Semua

Mengenal Ritual Unik Asli Kediri

Rabu 13/11/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Kediri merupakan salah satu kabupaten di Jawa Timur yang memiliki banyak cerita sejarah serta adat istiadat yang beragam. Beberapa kebudayaan di an­taranya masih dilestarikan hingga saat ini. Apalagi ke­tika bulan Suro tiba,...
Selengkapnya

Menu Sehat dari Kreasi Singkong

Rabu 13/11/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Olahan singkong, selain sehat, juga sebagai makanan pokok penghasil karbohidrat yang baik bagi tubuh. Kudapan menjadi salah satu menu kuliner yang digemari di Indonesia. Ada kudapan pengganti makanan pokok yang mengenyang­kan, ada...
Selengkapnya

Membakar Kalori dengan Berpikir, Benarkah?

Rabu 13/11/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Tidak hanya dengan berolahraga, Anda bisa memangkas jumlah kalori tubuh dengan efektif hanya dengan berpikir. Berpikir adalah hal yang lumrah, dan sangat biasa kita lakukan. Kegiatan berpikir pun umumnya identik dengan edukasi, atau...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita rona lainnya
beriklan di koran jakarta
Megapolitan

Anggaran Trotoar Rp1 Triliun

Rabu 13/11/2019 | 06:14
A   A   A   Pengaturan Font
Terjadi pemangkasan dana proyek pembangunan trotoar 2020 menjadi satu triliun rupiah dari total sebelumnya 1,2 triliun rupiah.

 

JAKARTA – Anggaran re­vitalisasi trotoar DKI Jakarta untuk tahun 2020 dalam do­kumen Kebijakan Umum Ang­garan dan Prioritas Plafon Ang­garan Sementara (KUA-PPAS) APBD 2020 disetujui untuk die­fisienkan 200,4 miliar rupiah.

Demikian yang hasil rapat rapat Komisi D DPRD DKI Ja­karta dengan Dinas Bina Marga Pemerintah Provinsi di Gedung Dewan, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa.

Wakil Ketua Komisi D, Nova Harivan Paloh, mengatakan ke­sepakatan tersebut terjadi se­telah melalui sejumlah proses pendalaman bersama Dinas Bina Marga, termasuk penin­jauan lapangan bersama leg­islator bidang pembangunan pada Selasa ini di kawasan Cikini Raya sebagai salah satu pilot project revitalisasi trotoar tahun 2020.

“Kami setujui perubahan angka rencana kegiatan revitalisasi trotoar dari 1,2 triliun ru­piah, berkurang 200,4 miliar ru­piah menjadi satu triliun rupiah pada 2020,” kata Nova di Ge­dung DPRD DKI Jakarta, Selasa.

Di tempat yang sama, Sek­retaris Komisi D DPRD DKI Jakarta, Syarif, berharap penye­suaian pagu anggaran tersebut dapat dioptimalkan untuk keg­iatan bidang lain. Seperti opti­malisasi terhadap kebutuhan masing-masing suku dinas (su­din) wilayah.

“Makanya saya kira lebih baik kalau efisiensi ini bisa diman­faatkan ke arah sana. Karena saya lihat kebutuhan-kebutuhan seperti perawatan di sudin-su­din wilayah belum terorganisir dengan baik,” kata Syarif.

Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga Provinsi DKI Ja­karta, Hari Nugroho, mengata­kan efisiensi pagu anggaran tersebut akan berdampak ter­hadap sejumlah nomenklatur perencanaan pembangunan fisik kegiatan revitalisasi tro­toar di 2020.

“Jadi dari efisiensi ini yang akan kami hold di Letjen Su­prapto Paket 1 sehingga akan kami efisiensi kemudian di pa­ket 1 itu akan berkurang sebe­sar 50 miliar rupiah untuk dua jalan,” katanya.

Kemudian, untuk paket dua juga akan berkurang 50 miliar rupiah untuk di Jalan Balap Sepeda. “Jadi yang akan kami munculkan di Jalan Pramuka sama di Jalan Hasyim Ashari (dua jalan), secara keseluruhan akan berkurang 200,4 miliar ru­piah,” tutur Hari.

Konsep “Complete Street”

Hari Nugroho menyebut­kan pengerjaan trotoar untuk 2020 dengan konsep complete street akan dirasakan oleh ma­syarakat Jakarta di enam ruas jalan.

“Yang akan dibangun com­plete street, yakni Jalan MT Hary­ono, Gatot Subroto, Rasuna Said, Casablanca, KH Hasyim Ashari, dan Pramuka,” ujar Hari

Konsep trotoar complete street diketahui merupakan tro­toar yang memiliki fasilitas ke­lengkapan yang membuat nya­man pejalan kaki seperti jalur penyeberangan, jalur sepeda, area hijau seperti lahan untuk pohon pelindung dan ubin pe­nunjuk jalan bagi penyandang disabilitas. “Lalu, kelengkapan jaringan utilitasnya atau man­hole dan pembangunan ame­nities-nya,” ujar Hari.

Semakin lebar jalur bagi pejalan kaki yang tersedia se­makin lengkap pula fasilitas pelengkap yang tersedia di tro­toar yang akan dibangun.

Hari menjelaskan, untuk trotoar tipe I memiliki lebar le­bih dari 5 meter atau disebut dengan complete street.

Selanjutnya untuk tipe II memiliki lebar 3,5–5,5 meter, lalu untuk tipe III memiliki lebar 2–3,5 meter dan terakhir trotoar tipe IV 1,5–2 meter.

Kelengkapan fasilitas juga turut disertakan dalam tipe-tipe trotoar lainnya meski tidak selengkap trotoar tipe I yang merupakan gambaran com­plete street sepenuhnya. pin/p-5 

Tampilkan Semua

Urai Kemacetan

Rabu 13/11/2019 | 06:10
A   A   A   Pengaturan Font
Pekerja mengerjakan proyek pembangunan jalan inspeksi di Jalan Kemuning, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa(12/11). Pemprov DKI Jakarta membangun proyek jalan inspeksi dengan panjang 1,2 kilometer dengan lebar 15 meter yang akan...
Selengkapnya

Desember, Regulasi Otopet Listrik Terbit

Rabu 13/11/2019 | 06:06
A   A   A   Pengaturan Font
JAKARTA - Dinas Perhubun­gan DKI Jakarta menargetkan penyelesaian regulasi untuk otopet listrik yang akhir-akhir ini marak digunakan di jalanan ibu kota akan rampung pada Desember 2019. “Diharapkan regulasinya...
Selengkapnya

Seluruh Pasar di Jakarta Dijamin Mutu Halal

Rabu 13/11/2019 | 06:01
A   A   A   Pengaturan Font
JAKARTA – Seluruh pasar tradisional di bawah pengelo­laan Perumda Pasar Jaya memi­liki jaminan mutu halal. Pasar Jaya mendorong seluruh pasar agar memiliki sertifikasi dan ja­minan mutu halal tersebut. “Hal ini...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita megapolitan lainnya
Kupas

Semuanya Terdampak oleh Perang Dagang

Jumat 8/11/2019 | 06:30
A   A   A   Pengaturan Font
Krisis global yang menyebabkan terjadinya perlambatan ekonomi dunia telah berimbas pada pertumbuhan perekonomian Indonesia pada triwulan III-2019 sebesar 5,02 persen year on year (yoy) atau melambat dibandingkan pada kuartal II-2019 yang mencapai 5,05 persen (yoy).

 

Namun demikian, Bank Indonesia (BI) menilai perlambatan ekonomi tersebut tidak hanya terjadi di Indonesia namun juga hampir di berbagai negara terma­suk Malaysia dan Singapura yang jauh lebih dalam perlambatan ekonominya.

Guna mengetahui antisipasi BI terhadap pelambatan ekonomi global, wartawan Koran Jakarta mewancarai Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo di sela-sela fes­tival ekonomi syariah di Surabaya, Kamis (7/11). Berikut petikannya.

Bagaimana kondisi perekono­moan global?

Masalah global menjadi salah satu penyebab utama ekonomi dunia yang semuanya terdam­pak oleh perang dagang. Namun, dalam kondisi yang penuh tantangan tersebut, kita harus bersyu­kur ekonomi Indonesia tumbuh 5,02 persen, memang melambat tapi patut kita acungkan jempol karena masih bisa tumbuh di atas 5 persen.

Apa penyebab pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap terjaga?

Pertumbuhan ekonomi Indo­nesia didukung oleh permintaan domestik yang tetap terjaga dan kinerja sektor eksternal yang menguat di tengah permintaan dan harga komoditas global yang masih meng­hadapi tekan­an. Dalam kondisi yang penuh dengan ketidakpas­tian maka paparan angka ataupun indikator mak­roekonomi tidak cukup untuk bisa memberi keya­kinan dan gambaran optimisme yang utuh bagi pelaku usaha.

Jadi, bagaimana tantangan perekonomian global?

Tantangan perekonomian global semakin tidak mudah khususnya untuk 2019 sebab terus diliputi oleh ketidakpastian geopolitik dan perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok sehingga bank sentral juga akan terus mengantisipasi hal tersebut. Perlu sinergi bersama, perlu dijaga dan diketahui bahwa ekonomi kita tidak turun tajam. Itu menjadi penting.

Apa yang harus dilakukan pemerintah untuk mengatisipasi pelemahan ekonomi global?

Kami mengimbau kepada pemer­intah untuk terus memberikan stim­ulus bagi para pelaku usaha guna menjaga ketahanan serta tingkat keyakinan bagi mereka agar mampu memenuhi performa yang diharap­kan. Perlu dilakukan pendekatan yang lebih aktif dan persuasif kepada mereka serta stimulus usaha lainnya yang kiranya diperlukan,” katanya.

Bagaimana dengan kondisi perekonomian Jawa Timur?

Secara spasial capaian posi­tif tersebut tentunya tidak bisa terlepas dari kinerja perekonomian daerah yang cukup baik seperti di wilayah Jawa yang tumbuh 5,56 persen secara year on year, Sumatera tumbuh 4,49 persen, Kalimantan tumbuh 5,92 persen, dan Bali-Nusa Tenggara tumbuh 5,28 persen. Kami juga mengapr­esiasi perekonomian Jawa Timur pada triwulan III ini yang masih terjaga di angka 5,32 persen (yoy) meski lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya yaitu sebesar 5,72 persen (yoy).

Bagaimana mengenai keuangan syariah?

Kami mengimbau para pelaku usaha industri keuangan syariah untuk memanfaatkan layanan kredit digital dalam mengem­bangkan bisnisnya agar sektor ekonomi syariah di Indonesia dapat meningkat.

Sekarang ini pertumbuhan kredit melalui platform digital hingga Agustus 2019 mencapai 105 persen secara year on year se­hingga diharapkan pelaku industri halal bisa turut memanfaatkan keberadaan platform perdagangan secara online (e-commerce) terse­but. Segmen e-commerce di Indone­sia sedang tumbuh signifikan jadi kita bicara apapun platrom digital naiknya satu atau satu setengah kali setiap bulan. selocahyo/AR-2

Tampilkan Semua

Kemenpan yang Pertama Akan Memangkas Eselon

Kamis 7/11/2019 | 06:30
A   A   A   Pengaturan Font
Pemangkasan struktur eselon birokrasi atau Aparatur Sipil Negara menjadi salah satu fokus pemerintahan di bawah Presiden Jokowi dan Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin.   Bahkan, soal pemang­kasan disebut langsung disampaikan Jokowi...
Selengkapnya

Kalau Terbuka, Rakyat Bisa Menilai

Selasa 5/11/2019 | 06:30
A   A   A   Pengaturan Font
Beberapa hari lalu, e-budgeting atau anggaran secara elektronik DKI Jakarta yang tertuang melalui website APBD DKI Jakarta yakni https:// apbd.jakarta.go.id menjadi sorotan dan polemik di masyarakat.   Pasalnya, terdapat beberapa...
Selengkapnya

Menunggu Putusan MK Merupakan Bentuk Penghargaan Atas Lembaga Hukum

Senin 4/11/2019 | 06:30
A   A   A   Pengaturan Font
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku tidak akan mengeluarkan peraturan pemerintah pengganti undang-undang (Perppu) terkait Undang-Undang (UU) Nomor 19 Tahun 2019 mengenai Perubahan UU Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).   Sebab,...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita kupas lainnya
beriklan di koran jakarta
Edisi Weekend

Mahendra Siregar : Kelapa Sawit Jadi Andalan Ekspor

Jumat 8/11/2019 | 05:00
A   A   A   Pengaturan Font
Perkembangan terakhir, komoditas kelapa sawit nasional dinobatkan sebagai komoditas andalan karena mampu memberikan kontribusi devisa hingga 270 triliun rupiah. Nilai kontribusi ini hanya sedikit di bawah penyumbang devisa terbesar Indonesia yakni sektor pariwisata.

Kehadiran kelapa sawit di masa mendatang sangat dibutuhkan. Sawit akan menjamin pengembangan minyak nabati dunia menuju ke produk berkelanjutan. Produktivitas yang tinggi akan membuka banyak lapangan kerja. Nilai tambah yang tinggi dari sawit serta aneka turunan produknya akan banyak memberikan manfaat besar bagi masyarakat.

Selain kondisi tersebut, Indonesia harus menghadapi perkembangan ekonomi global yang penuh ketidakpastian. Di bawah bayang-bayang akan terjadinya resesi dunia dan perkembangan teknologi yang pesat menuju era digital, membutuhkan strategi jitu dan cerdas dalam menghadapinya agar Indonesia dapat menangkap peluang yang ada.

Untuk mengetahui apa saja yang akan dilakukan jajaran Kementerian Luar Negeri menghadapi percaturan politik dan ekonomi dunia ke depan serta memasarkan sawit Indonesia ke negara-negara sahabat, wartawan Koran Jakarta, Suharto berkesempatan mewawancarai Wakil Menteri Luar Negeri, Mahendra Siregar, ketika digelar kegiatan Indonesia Palm Oil Conference 2019 and 2020 Price Outlook, di Bali, baru-baru ini. Berikut petikan selengkapnya.

Bagaimana Anda menyikapi percaturan politik dan ekonomi dunia, yang berkembang pesat menuju era digital. Bagaimana semua ini bisa menginspirasi dalam pengelolaan perdagangan luar negeri?

Tadi saya berkesempatan memberikan pandangan bagaimana kondisi global saat conference. Sekarang kan ada masa disrubsi secara alami, ditandai dengan mempertanyakan kembali nilai-nilai. Bagaimana sekarang ini yang dianggap politik atau ekonomi benar dan mapan, dan secara filosofi benar, ternyata terdisrubsi besar.

Tentu kondisi ini membuat dunia industri yang merasa nyaman dengan kemapanannya harus mengikuti perkembangan tersebut?

Benar, dalam konteks ini, banyak orang yang merasa tidak lagi berada di comfort zone. Ada yang malah berpikir sebaiknya dunia kembali ke semula, keluar dari disrubsi berlangsung . Itu juga tak akan membawa kembali ke comfort zone.

Era disrubsi ini sebenarnya memberikan peluang yang tidak ada di era sebelumnya. Peluang di Indonesia, ekonomi mulai stabil, pasar besar, dan khususnya industri kelapa sawit dengan minyak nabati yang paling kompetitif di dunia.

Menurut Anda langkah strategis seperti apa yang akan dilakukan dari sisi kepentingan ekonomi Indonesia?

Berkaitan dengan industri sawit, di tingkat global, kami menyampaikan bahwa sawit justru akan menjamin pengembangan minyak nabati dunia menuju ke produk berkelanjutan. Hal itu terjadi karena produktivitas yang tinggi, berada di area yang memberikan lapangan kerja cukup banyak. Nilai tambah yang tinggi serta aneka produk turunannya memberikan manfaat besar bagi masyarakat.

Bagaimana prospek perkembangan perdagangan dunia, khususnya yang berkaitan dengan kelapa sawit?

Perbandingan dengan minyak nabati lain, yang permintaannya naik, ya jawabannya sawit. Tentu bagaimana menghadapi perkembangan cepat, yang diutamakan adalah mendorong pemanfaatan dan mendorong nilai tambah produk sawit.

Menurut Anda, perkembangan perekonomian dunia akan mengarah ke wilayah mana?

Dalam konteks perkembangan ekonomi dunia, di masa mendatang justru bagaimana kita mendorong makin berperannya negara berkembang dan emerging market dalam wadah perekonomian dunia. Tentu berkaitan dengan ini maka permintaan minyak nabati bakal terus meningkat.

Bagaimana menurut Anda, positioning industri Indonesia di tengah pasar global?

Dipandang dari perdagangan internasional, tentu kelapa sawit jadi andalan. Kelapa sawit sebagai kunci perekonomian Indonesia sekaligus menjadi tolok ukur keberhasilan bagi hubungan kerja sama dan perjanjian internasional kita.

Ke depan, bentuk perjanjian lebih kepada bilateral dan akan meninggalkan kesepakatan regional ataupun global. Bila ada kerja sama perjanjian internasional, kita harus pastikan kerja sama tadi menempatkan posisi sawit kita menjadi kekuatan sentral kawasan dan menghadirkan kondisi yang saling menguntungkan.

Menurut Anda posisi Indonesia apa terancam atau justru menguntungkan di era disrubsi?

Dalam konteks itu, justru di tengah disrubtion, Indonesia yang bertumbuh stabil dan tinggi akan semakin penting di dalam ekonomi dan mengambil pimpinan di tingkat kawasan. Dalam konteks itu, kita melihat kepemimpinan para diaspora, dalam memperjuangkan kepentingan nasional dan sektor industri kelapa sawit.

Apa Presiden Joko Widodo memberikan target khusus kepada Anda tentang pengembangan kelapa sawit Indonesia?

Di bagian penutupan tadi saya sampaikan kepada peserta seminar soal itu. Presiden Joko Widodo menugasi kami untuk melakukan koordinasi, menentukan kebijakan serta langkah, bagaimana memperjuangkan kelapa sawit untuk kepentingan Indonesia. Kami tentu lebih siap. Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) sebagai stakeholder kami di sawit, sama-sama siapnya.

Selama ini konsentrasi perundingan apa di tengah era sunset Uni Eropa bagi kepentingan Indonesia?

Pertama, berkaitan dengan Uni Eropa dan perundingan Uni Eropa- Comprehensive Economic Partnership Agreement/CEPA (perjanjian kemitraan ekonomi komperhensif Indonesia-Uni Eropa) yang tengah berlangsung. Langkah yang dilakukan sebenarnya sangat jelas yakni melihat draft teks dari CEPA yang dirundingkan harus dirumuskan posisi yang fair terhadap kelapa sawit. Untuk itu kami akan mereveiw. Kami akan laporkan kalau ada hasilnya nanti.

Apakah dalam perundingan dunia juga membahas persoalan krusial seperti isu lingkungan di kelapa sawit?

Berkaitan dengan argumentasi soal aspek lingkungan dan Sustainable Development Goals (SDGs), pemerintah sangat terbuka dan ingin mendorong. Sebenarnya langkah bersama internasional untuk benar-benar melakukan evaluasi kebijakan yang menyeluruh terhadap seluruh minyak nabati dilihat dari perspektif lingkungan hidup dan SDGs.

Jadi jangan dilihat dari satu sisi saja, apalagi sisi yang tidak dilakukan secara scientific seperti ILUC (indirect land-use change). Hasilnya beda, jadi jangan mengada-ada. Jangan hanya satu faktor saja. Harus mempertimbangkan semua faktor.

Bagaimana pendapat Anda tentang perlakuan masalah lingkungan oleh negara barat?

Misalnya pupuk maupun penggunaan produk kimia di dalam produk nabati di Eropa, berkaitan dengan ground water, sekarang pun banyak menuai protes dari pegiat lingkungan di sana. Dalam keseluruhan, environtmental dan climate change, banyak juga yang harus dipenuhi Eropa.

Bagaimana Anda menanggapi adanya kampanye negatif sawit di tengah peta kebutuhan dan pasokan minyak nabati dunia?

Kalau tidak ada sawit, harus dibuka setidaknya 6-10 kali luas lahan sawit yang ada selama ini atau menghabiskan hutan amazon, dan hutan dunia. Dengan sawit, terbantu landbank dunia, tidak harus dikonversikan minyak nabati, dan bagaimana memenuhi minyak nabati berkembang makin penting.

Bagaimana komitmen pemerintah terhadap pengembangan sawit nasional?

Ya, kalau disinggung environmental good, kami pasti melihat konsesi minyak sawit yang ada. Selama setahun kami lihat. Kalau komitmen tinggi, kami akan betemu di sini. Kalau tidak, kami kumpul di tempat lain.

Sebagai pejabat bidang perekonomian luar negeri, bagaimana pendapat Anda tentang perjuangan perundingan perdagagangan dunia?

Kalau upaya World Trade Organization/WTO (organisasi perdagangan dunia) itu sebagai keharusan. Kalau tidak untuk apa kami menjadi anggota, kalau tidak melakukan kewajiban sebagai anggota untuk menuntut yang tidak fair? Dalam perdagangan dunia, AS melakukan kebijakan ekspor biofuel, dan Eropa dengan Red-II, kita tidak pertimbangkan lamalama. Saya tegaskan, itu bukan opsi tetapi keharusan.

Sedangkan langkah-langkah lain, kami melakukan pendekatan sekaligus inisiatif, untuk mendorong betul terpenuhi suatu platform, sistem yang bisa membantu keberlanjutan secara fair untuk seluruh minyak nabati. Untuk itu, sawit yang siap menjadi pion-nya. Kami mendorong dan encourage yang lain juga. Kami menjamin produk seiring meningkatnya permintaan global dunia dalam lima sampai 10 tahun mendatang, serta direspons secara bertanggung jawab.

Dari sisi produksi Indonesia disebut sebagai pasar terbesar dunia, menurut Anda kalkulasinya seperti apa?

Pasar terbesar sawit dunia adalah Indonesia. Kami memiliki konsumsi 12 hingga 25 juta ton per tahun, tidak ada yang lebih besar. Kedua adalah India, sekitar 10 juta ton per tahun. Jadi kalau dilihat tadi harus diutamakan konsumsi dalam negeri, kemudian bagaimana memenuhi pasokan renewable energy dan palm oil dengan segala turunannya.

Untuk peluang pengembangan pasar industri sawit nasional rencananya seperti apa?

Kalua dilihat dari kaca mata global, pendekatan pasar Tiongkok, India, Pakistan, Bangladesh, dengan pendekatan melalui kerja sama yang saling menguntungkan, baik dari sisi perdagangan maupun investasi. Dengan era disrubsi, ke depan lebih bayak kesepakatan dilakukan bilateral, disamping multilateral. Jadi basisnya adalah bilateral yang saling menguntungkan.

N-3

Tampilkan Semua

Uniknya Seni Menghibur yang Atraktif

Jumat 8/11/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Dalam penampilannya, badut memang harus atraktif. Misalnya, mereka bisa menampilkan aksi akrobat maupun sulap yang pasti mampu menghibur penonton. Menghibur adalah profesi yang mulia. Membuat orang tersenyum bahkan tertawa riang,...
Selengkapnya

Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana

Jumat 8/11/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Pulau Bali adalah destinasi tempat wisata terpopuler di Indonesia. Terhitung pada Oktober 2016, total kunjungan wisatawan mancanegara melalui Bandara Ngurah Rai mencapai 40 persen, dengan nilai penerimaan devisa Bali untuk Indonesia dari...
Selengkapnya

Basoeki Hadimoeljono : Bangun Kawasan Produktif dan Ibu Kota Baru

Sabtu 2/11/2019 | 05:00
A   A   A   Pengaturan Font
Pembangunan infrastruktur di Indonesia sangat dibutuhkan karena akan membuka lapangan kerja, membantu pemerataan pertumbuhan ekonomi, dan memeratakan pembangunan. Menyadari hal itu, pemerintah dengan Kabinet Indonesia Maju terus menggenjot...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita edisi weekend lainnya
beriklan di koran jakarta