Koran Jakarta | Informasi Berita Terkini Hari Ini
Koran Jakarta | December 10 2019
iklan koran jakarta
koran jakarta berita terkini hari ini 1 koran jakarta berita terkini hari ini 2

BI Prediksi CAD 2019 Turun Jadi 2,7%

Selasa 10/12/2019 | 00:00
A   A   A   Pengaturan Font
Membaiknya prospek defisit transaksi berjalan didukung oleh sejumlah faktor, antara lain program B20 yang akan memangkas impor BBM. Membaiknya prospek defisit transaksi berjalan didukung oleh sejumlah faktor, antara lain program B20 yang akan memangkas impor BBM. JAKARTA – Bank Indonesia (BI)...
Tampilkan Semua
FOLLOW US
KURS
SAHAM
LAPORAN KEUANGAN
laporan keuangan koran jakarta
Nasional

Dies Natalis Ke-70 UGM Gelar Festival Batik Nusantara

Selasa 10/12/2019 | 07:34
A   A   A   Pengaturan Font

YOGYAKARTA – Beragam batik dari berbagai daerah di Indonesia ditampilkan dalam Festival Batik Nusantara di Grha Sabha Pramana UGM (GSP) mulai 9 hingga 11 Desember 2019. Dalam festival tersebut, masyarakat dapat melihat beraneka motif dan corak batik dari sejumlah daer­ah di Tanah Air, seperti Yogyakarta, Madura, Lasem, Solo, Kebumen Tuban, Garut, Tuban, Purworejo, Tasikmalaya, dan Kebumen.

Festival Batik Nusantara ini diselenggarakan oleh Dhar­ma Wanita Persatuan (DWP) UGM dan menjadi salah satu rangkaian peringatan Dies Natalis Ke-70 UGM.

Ketua panitia Festival Batik Nusantara, Indriyani Panut Mulyono, yang juga Ketua DWP UGM, menyampaikan Fes­tival Batik Nusantara kali ini merupakan tahun kedua pe­nyelenggaraannya. Sebelumnya di tahun 2018, festival mengangkat batik-batik lokal, terutama dari Yogyakarta.

“Pada festival kali ini, kami tidak hanya mengangkat ba­tik Yogyakarta saja, tetapi batik-batik di berbagai penjuru Nusantara,” tuturnya, Senin (9/12), di GSP UGM.

Indriyani mengatakan penyelenggaraan kegiatan ini me­rupakan bagian dari upaya pelestarian batik Tanah Air yang merupakan warisan budaya bangsa. Meskipun batik telah diakui UNESCO sebagai warisan budaya dunia tak benda, namun usaha menjaga kebudayaan batik agar tetap diakui UNSECO harus terus dilakukan.

“Tantangan bagi UGM untuk terus mengembangkan in­ovasi IPTEKS guna menjaga nilai historis dan kelestarian batik dan mengangkat ke mata dunia,” katanya. YK/E-3

Tampilkan Semua

Alokasi Anggaran

Selasa 10/12/2019 | 07:33
A   A   A   Pengaturan Font
Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto (tengah) mengikuti rapat kerja dengan Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (9/12). Rapat kerja tersebut membahas evaluasi dan pelaksanaan APBN Kementerian Kesehatan tahun...
Selengkapnya

UI Rintis Pengukuran Kualitas Air Laut

Selasa 10/12/2019 | 07:30
A   A   A   Pengaturan Font
DEPOK - Tim Pengabdian Masyarakat (Pengmas) Fakul­tas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) yang dipimpin oleh Dosen Teknik Elektro FTUI, Riri Fitri Sari sedang merintis pengukuran kualitas air laut di perairan Indonesia. “Desa...
Selengkapnya

PT ASKRINDO Gandeng BAZNAS Gelar Bakti Sosial untuk Anak Baduy.

Selasa 10/12/2019 | 07:00
A   A   A   Pengaturan Font
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang  bergerak dalam asuransi, PT ASKRINDO (Persero) melakukan kerjasama bakti sosial untuk Anak Baduy, di Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak,...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita nasional lainnya
beriklan di koran jakarta
Polkam

Yeni Wahid di COP25 Madrid

Selasa 10/12/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font
Tampilkan Semua

Diskusi ILUNI UI

Selasa 10/12/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font
Selengkapnya

Potensi Kerugian Negara Diselamatkan Rp63,9 Triliun

Selasa 10/12/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font
Menjelang berakhirnya kepemimpinan KPK di bawah Agus Rahardjo, komisi ini melaporkan hasil pencegahan atas potensi kerugian keuangan negara hampir 64 triliun rupiah.    JAKARTA – Ketua Komi­si Pemberantasan Korupsi...
Selengkapnya

ILUNI UI Ingin Berkontribusi Cegah Korupsi

Selasa 10/12/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font
JAKARTA - Revisi Undang Undang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dinilai banyak pihak merupakan langkah pelemahkan KPK. RUU KPK ini dikhawatirkan bisa memudahkan jalan para koruptor serta meningkatkan budaya korupsi di...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita polkam lainnya
beriklan di koran jakarta
Mondial

Angka Penjualan Senjata Dunia Naik 5 Persen

Selasa 10/12/2019 | 03:00
A   A   A   Pengaturan Font

STOCKHOLM – Angka penjualan persenjataan di seluruh dunia yang didominasi Amerika Serikat (AS), mengalami kenaikkan hampir 5 persen sepanjang 2018. Kenaikkan itu dilaporkan oleh Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI) pada Senin (9/12).

“Keuntungan yang diperoleh 100 manufaktur senjata terbesar di dunia mencapai 420 miliar dollar AS dimana sebagian besar diserap oleh pasar di AS,” demikian laporan SIPRI.

Dalam laporannya, SIPRI mengatakan manufaktur senjata AS berhasil meraup 59 persen pasar dengan keuntungan sebesar 246 miliar dollar AS, atau naik 7,2 persen dari tahun sebelumnya.

SIPRI juga melaporkan bahwa Russia berada di peringkat dua dalam produksi persenjataan dengan meraih 8,6 persen pasar, diikuti Inggris (8,4 persen) dan Prancis (5,5 persen). Survei yang dilakukan SIPRI tak memasukkan Tiongkok karena negara itu tak memiliki data yang cukup terkait produksi persenjataan.

Namun begitu SIPRI meyakini antara 3 hingga 7 perusahaan persenjataan Tiongkok masuk dalam 100 daftar perusahaan persenjataan terbesar dunia. SB/AFP/I-1

Tampilkan Semua

Finlandia Dipimpin oleh PM Termuda

Selasa 10/12/2019 | 03:00
A   A   A   Pengaturan Font
HELSINKI – Partai berkuasa di Finlandia, Sosial Demokrat, pada Minggu (8/12) memilih mantan Menteri Transportasi yang berusia 34 tahun bernama Sanna Marin untuk jadi perdana menteri. Terpilihnya Marin telah mencetak rekor karena...
Selengkapnya

Erupsi Gunung Api di Selandia Baru Tewaskan 5 Turis

Selasa 10/12/2019 | 03:00
A   A   A   Pengaturan Font
WELLINGTON – Lima orang turis tewas, 18 terluka dan beberapa turis lainnya terdampar setelah sebuah pulau gunung api di Selandia Baru yang amat populer dikunjungi wisatawan, meletus secara tak terduga pada Senin (9/12)...
Selengkapnya

RI-Inggris Kerja Sama Pencegahan Korupsi

Selasa 10/12/2019 | 02:00
A   A   A   Pengaturan Font
JAKARTA - Pemerintah Inggris bekerja sama dengan pemerintah Indonesia dalam inisiatif pencegahan korupsi melalui Program Antikorupsi Global senilai 45 juta poundsterling (setara 832 miliar rupiah). Kerja sama ini dilakukan seiring dengan...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita mondial lainnya
Ekonomi

Saham NIKL dalam Pantauan BEI

Selasa 10/12/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA - Otoritas Bursa Efek Indonesia saat ini sedang mengawasi perkembangan harga dan aktivitas transaksi sa­ham PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL).

“Telah terjadi penurunan harga saham NIKL yang di luar kebiasaan dibanding periode sebelumnya (Unusual Market Activity/UMA),” ungkap Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Lidia M Panjaitan di Jakarta, Senin (9/12).

Sehubungan dengan terjadinya UMA ini, BEI meng­harapkan para investor untuk memperhatikan jawaban perseroan tercatat atas permintaan konfirmasi bursa, mencermati kinerja dan keterbukaan informasinya.

Di samping itu, investor sebaiknya mengkaji kembali rencana aksi korporasi perseroan apabila rencana itu be­lum mendapatkan persetujuan dari Rapat Umum Peme­gang Saham (RUPS).

“Pertimbangkan juga berbagai kemungkinan yang dapat timbul dikemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan investasi,” terangnya.

Menurut Lidia, pengumunan UMA ini tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan pe­rundang-undangan di bidang pasar modal.

Ant/AR-2

Tampilkan Semua

IHSG Terbatas Cenderung Melemah

Selasa 10/12/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan bergerak terbatas cenderung melemah ka­rena terkonsolidasi pada area resistance dengan pola candlestick northern star. Indikator stochastic men­giringi kejenuhan...
Selengkapnya

Penjualan Vimala Hills Capai 95 Persen

Selasa 10/12/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font
JAKARTA - PT Agung Podo­moro Land Tbk (APLN) me­nilai tahun 2019 menjadi ta­hun yang sangat memorable bagi produk properti Vimala Hills karena penjualannya te­lah mencapai 95 persen. Assistant Vice President Residential...
Selengkapnya

GIAA Tunjuk Empat Pelaksana Tugas Harian

Selasa 10/12/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font
JAKARTA - Manajemen PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) menunjuk empat pelaksana tugas harian peru­sahaan usai Menteri BUMN Erick Thohir memberhentikan sementara dewan direksi. “Pelaksana tugas telah me­nunjuk dan...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita ekonomi lainnya
Daerah

Sumedang Siap Menjadi Kabupaten Wisata

Senin 30/9/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font

Memiliki potensi yang cukup banyak, membuat Sumedang semakin gencar mempro­mosikan destinasi wisatanya. Salah satunya dilakukan lewat kejuaraan paralayang inter­nasional yang akan diadakan perdana di Tanah Air yaitu West Java Paragliding World Championship and Culture Festival 2019, yang akan di­gelar pada 22–28 Oktober 2019 di Sumedang, Jawa Barat.

Tidak tanggung-tanggung, dengan dukungan Kemente­rian Pariwisata (Kemenpar), Kabupaten tertua di Jawa Barat ini mendeklarasikan diri sebagai Kabupaten Wisata. Aneka wisata yang ada di daerah ini, mulai dari alam, agriculture, budaya, dan sosial akan dikem­bangkan dengan serius.

Untuk mengetahui apa saja yang telah dan akan dilakukan jajaran Pemerintah Kabu­paten Sumedang ke depan, wartawan Koran Jakarta, Mohammad Zaki Alatas, berkesempatan mewawanca­rai Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, seusai pe­luncuran kegiatan West Java Paragliding World Champi­onship and Culture Festival 2019, di Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata, Ja­karta, belum lama ini. Berikut petikan selengkapnya.

Kalau boleh tahu potensi wisata apa saja yang ada di Sumedang?

Kami memiliki keka­yaan wisata yang beragam. Keragaman potensi wisata yang bisa ditemukan di Sumedang, mulai dari alamnya, agriculture, budaya, dan sosial.

Apakah itu semua objek wisata terse­but sudah diop­timalkan?

Kami sedang mengarah ke sana dengan melakukan berbagai pembenahan dan membangun sarana dan prasarana yang ada. Sep­erti yang diamanahkan oleh Menteri Pariwisata, Arief Yahya, yaitu untuk menarik wisatawan berkunjung ke Sumedang, baik wisatawan mancanegara atau domestik. Untuk itu, kami akan men­coba konsistensi melakukan pengembangan atraksi, akses, dan amenitas (3A).

Seperti apa yang akan Anda lakukan?

Sesuai yang disampaikan Menteri Pariwisata, ada tiga hal yang harus dimiliki yaitu 3A. Kami punya atraksi yaitu paralayang dengan standar internasional. Untuk akse­bilitas saat ini kami sedang membangun 62 ruas jalan yang menghubungkan dae­rah wisata. Lokasi Sumedang juga hanya 30 menit dari Bandara Kertajati. Jalan tol juga lengkap melintang si Sumedang.

Selain itu?

Untuk bisa menarik wisatawan, Sumedang punya destinasi unggulan. Destinasi yang diusulkan menjadi Ka­wasan Ekonomi Kreatif (KEK) yaitu Jatigede. Ke depannya yang akan menjadi unggulan kami adalah Jatigede.

Di sini pemandangannya sangatlah indah. Pengun­jung bisa naik ke namanya Pasir Cinta untuk melihat sunrise. Dari sini juga bisa melihat pulau-pulau kecil yang tersebar di waduk. Bisalah kita bilang seperti kini Raja Ampat, namun latarnya adalah gunung.

Sumedang juga tengah mengembangkan wisata agriculture?

Iya benar. Tak hanya mengandalkan Jatigede, kami juga punya wisata yang lainnya yang patut dikun­jungi wisatawan. Salah satunya merasakan wisata ubi cilembu. Kami membuat wisatanya, di mana wisatawan merasakan langsung memetik ubi cilem­bu, mencuci dan memasaknya langsung di wilayahnya. Satu hal yang pasti, kuliner khas Sumedang yaitu tahu sumedang. Masih banyak lagi destinasi yang semuanya bisa dirasakan bila berkunjung ke Sumedang. N-3

Tampilkan Semua

Tumbuhkan Terus Minat Riset Generasi Milenial

Senin 29/7/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font
Terkenal sebagai daerah yang kerap menelor­kan inovasi kebijakan dan pariwisata, baru-baru ini Kabupaten Banyuwangi dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan Perkemahan Ilmiah Remaja Nasional XVIII, yang digelar Lembaga Ilmu...
Selengkapnya

Kawasan Transmigran di Kubu Raya Jadi Percontohan

Senin 15/7/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font
Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDTT) mendorong perubahan paradigma baru terkait pengembangan transmi­grasi bidang ekonomi, sosial budaya, mental spiritual, kelembagaan, dan pengelo­laan sumber daya alam...
Selengkapnya

Pemkab Terus Menekan Angka Kemiskinan di Rembang

Senin 8/7/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font
Kabupaten Rembang me­miliki potensi yang luar biasa, baik sumber daya alam maupun manusia. Jika dikelola secara maksimal, ma­syarakat Kabupaten Rembang sudah dapat sejahtera. Ber­dasarkan data 2016, angka ke­miskinan...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita daerah lainnya
Properti

Raih Penghargaan

Senin 9/12/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Tampilkan Semua

Perbankan Siap Lakukan Inovasi Pembiayaan KPR

Senin 9/12/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) KPR ke 43 yang jatuh pada 10 Desember mendatang, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk mengukuhkan posisinya sebagai Bank yang fokus pada segmen properti dan menjadi kontributor utama untuk membantu...
Selengkapnya

Transformasi Digital Mudahkan Pengelolaan Apartemen

Senin 9/12/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Kehidupan akan semakin mudah dan nyaman dengan hadirnya era digitalisasi di semua bidang industri. Hampir semua sektor industri saat ini, sudah memanfaatkan teknologi informasi dalam menjalankan aktifitas sehari-hari. Transformasi...
Selengkapnya

Berikan Keterangan

Jumat 6/12/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita properti lainnya
Telko

IndiHome E-Sports League 2019

Selasa 10/12/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Tampilkan Semua

Ponsel Papan Bawah Baterai Tangguh

Selasa 10/12/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Pada segmen pasar bawah Xiaomi meluncurkan dua ponsel tarbarunya yaitu seri Redmi 8 dan Redmi 8A. Kelebihan kedua ponsel ini memiliki kapasitas baterai 5000mAh, untuk mendukung aktivitas sehari penuh di luar rumah tanpa perlu khawatir...
Selengkapnya

Transaksi Digital Perkuat Revolusi Industri 4.0

Selasa 10/12/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Setelah sukses melakukan proses penjualan token melalui program Spotlight milik platform bursa kripto KuCoin, Tokoin kini dipercaya oleh KuCoin untuk ikut membangun komunitas KuCoin di Indonesia, dalam upaya untuk menciptakan adopsi...
Selengkapnya

Solusi Punya “Website” Sendiri

Selasa 10/12/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Dalam bisnis online, website merupakan cara penting menyampaikan informasi secara lengkap sekaligus membangun kepercayaan. Usaha kecil bisa memiliki website sendiri secara mudah dan murah. Di Indonesia terdapat 59,2 juta UMKM, dan 8...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita telko lainnya
Otomotif

Tampang Klasik Retro Motor Italia

Rabu 4/12/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

Seperti halnya Royal  Enfield, pabrikan motor  asal Pesaro Italia,  Benelli menawarkan bermacam  seri motor bergaya retro  mulasi dari touring, klasik,  hingga model adventure.  Pada ajang IIMS IIMS Motobike  2019, Benelli meluncurkan  seri klasik Imperiale 400  Imperiale. 

Imperiale 400 mengusung  desain klasik seperti headlamp  bulat, tangki model  tear drop, dan jok terpisah.  Pesaing dari Cleveland Ace  400 dan Royal-Enfield 350  series dibanderol pada harga  79 juta rupiah. 

CEO PT Benelli Anugerah  Motor Pusaka, Steven Kentjana  Putra, mengatakan,  Benelli justru memberikan  solusi bagi masyarakat Indonesia  yang menyukai motor  klasik dan custom. “Artinya  dengan membeli Benelli tidak  perlu lagi mengubahnya  motor sport menjadi motor  custom,” ujar dia di Jakarta. 

Dari sisi tampang Benelli  Imperiale 400 memiliki  kesamaan dengan Royal  Enfield Classic 350, seperti  pada bentuk lampu depan  bulat, pelek dengan jari-jari,  jok terpisah pengendara dan  penumpang. Tidak heran keduanya  menjadi rival sengit  di pasar India. 

Performas Benelli didukung  dengan mesin 374 cc,  yang menyemburkan tenaga  maksimal 21 PS pada  putaran 5.500 rpm dan torsi  29 Nm pada putaran 4.500  rpm. Pasokan bahan bakar  mesin ini sudah menggunakan  sistem injeksi sehingga  menjadi lebih irit. 

Meski terlihat kuno, morot  ini sudah dinekali dengan  rem cakram pada kedua  roa. Bukan hanya itu rem  cakram ini dibekali teknologi  anti-lock braking system  (ABS), untuk mencegah roda  mengunci saat dilakukan  pengereman secara tajam.  Pad panel instrumennya  sudah dilengkapi kombinasi  analog serta digital untuk  kemudahan menyampaikan  informasi. 

Yang menarik adari  Benelli adalah motornya  sudah dirakit secara di Indonesia  tepatnya di Gunung  Putri, Kabupaten Bogor  Jawa Barat. Apalagi sekarang  PT Benelli Motor Indonesia  sudah menjual banyak  model-model dengan mesin  berkapasitas besar yang juga  dirakit secara lokal .

Jajaran motor dengan mesin  besar dari Benelli yang  dirakit secara local antara  lain Benelli Leoncino 500,  Benelli TNT 249s, Benelli  502C dan Benelli TRK 502.  Melengkapi seri-seri dengan  seri yang berada di kelas  menengah. hay/E-6

Tampilkan Semua

Generasi “Hatchback” Kian Canggih

Rabu 4/12/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Kendaraan hatchback yang ringkas menawarkan kemudahan dalam bermanufer, efisiensi bahan bakar, Qdan harga yang bersaing. Yang menarik dari Tokyo Motor Show 2019 adalah hadirnya dua mobil hatchback generasi terbaru yaitu Honda Jazz dan...
Selengkapnya

Nmax, Skutik dengan Fitur Konektivitas

Rabu 4/12/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Yamaha melakukan pembaruan pada skutik kelas 155 cc miliknya dengan meluncurkan All New Nmax 155 di Jakarta. Motor ini menawarkan fitur konektivitas yang sejalan dengan perkembangan dunia digital denhgan mesin baru yang lebih...
Selengkapnya

Mobil Sedan Utamakan Fitur Keselamatan

Rabu 27/11/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Bagi banyak orang, faktor keselamatan menjadi alasan utama dalam memilih kendaraan. Peringkat bintang yang diperoleh sebuah mobil oleh lembaga resmi yang merupakan acuan penting dalam memimilih aman. Salah satu mobil yang memperoleh...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita otomotif lainnya
beriklan di koran jakarta
Olahraga

Atlet Indonesia Diminta Fokus Maksimalkan Peluang Raih Emas

Selasa 10/12/2019 | 05:00
A   A   A   Pengaturan Font

MANILA – Atlet-atlet Indonesia diharapkan terus berkonsentrasi dan fokus memaksimalkan setiap peluang meraih medali emas di sisa gelaran SEA Games 2019. Hal itu seiring dengan terlemparnya posisi Indonesia dari runner up ke urutan keempat dalam perolehan medali.

Kontingen Merah Putih terlempar ke posisi empat setelah dua pesaing terdekat, Thailand dan Vietnam, panen medali emas pada Senin (9/12). Meski meraih empat emas, lewat nomor jalan cepat (satu emas), bulu tangkis (dua emas), dan lari gawang (satu emas), Indonesia tetap tertinggal jauh dari Thailand dan Vietnam.

Indonesia hingga pukul 20.00 WIB, mengoleksi 69 emas, 76 perak, dan 102 perunggu. Hingga tiga hari jelang berakhirnya SEA Games 2019, tuan rumah Filipina tetap kokoh di posisi teratas dengan 135 emas, 102 perak, dan 105 perunggu.

Sebelumnya, Indonesia dan Vietnam saling merebut posisi kedua perolehan medali SEA Games 2019. Indonesia sempat tergusur oleh Vietnam dengan selisih satu medali emas setelah Vietnam banyak mendulang emas dari cabang senam aerobik. Namun, kondisi itu tidak berlangsung lama karena kontingen Indonesia berhasil menyamakan jumlah medali emas dengan Vietnam melalui emas dari cabang bulu tangkis nomor ganda putri lewat pasangan Greysia Polii/Apriyani Rahayu.

 

Kalahkan Thailand

 

Greysia/Apriyani mempersembahkan emas terakhir bulu tangkis untuk Indonesia pada SEA Games 2019 Filipina setelah di final mengalahkan pasangan Thailand, Chayanit Chaladchalam-Phataimas Muenwong. Bertanding di Muntinlupa Sports Center, Filipina, pasangan andalan Indonesia itu menang dua gim langsung 21-3, 21-18.

Thailand yang hingga akhir pekan lalu berada di luar empat besar, akhirnya menunjukkan kekuatannya dengan menyodok ke posisi kedua. Kontingen Negari Gajah Putih itu mengoleksi 83 emas, 90 perak, dan 101 perunggu. Vietnam berada di posisi ketiga dengan 79 emas, 78 perak, dan 93 perunggu.

Kontingen Thailand langsung melompat ke urutan kedua berkat panen medali antara lain dari cabang panahan, karate, juijisu, tinju, dan atletik. 

 

ben/S-2

Tampilkan Semua

Maria Natalia Londa SEA Games Terakhir

Selasa 10/12/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Medali emas lompat jauh SEA Games 2019 kemungkinan menjadi capaian terakhir Maria Natalia Londa di pesta olahraga se-Asia Tenggara itu setelah berkarier hampir 20 tahun di atletik. Dengan lompatan sejauh 6,47 m, atlet berusia 29 tahun...
Selengkapnya

Trio Srikandi Gagal Raih Emas

Selasa 10/12/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
CLARK - Trio Srikandi Indonesia Triya Andriyani, Sri Ranti dan Yurike Pereira harus merelakan medali emas nomor compound beregu putri SEA Games 2019 jatuh ke tangan tim Thailand yang diperkuat Kanoknapus Kaewchomphu, Kanyavee...
Selengkapnya

Tekad Ukir Sejarah

Selasa 10/12/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Timnas Indonesia dituntut kerja keras saat melawan Vietnam demi ambisi merebut medali emas SEA Games 2019. MANILA – Tim Nasional (Timnas) U-22 Indonesia bertekad mengukir sejarah saat menghadapi Vietnam pada partai final cabang...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita olahraga lainnya
Kolom

Komitmen Tegakkan HAM

Selasa 10/12/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

Setiap tanggal 10 Desember, dunia termasuk Indonesia memeringati hari Hak Asasi Manusia (HAM) Internasional. Peringatan ini sangat penting mengingat sampai kini masih terjadi banyak pelanggaran HAM di berbagai belahan dunia. Momen pengingat agar negara dan pihak yang terkait menyelesaikannya dengan baik.

Dasar peringatan hari HAM Internasional sejak Dewan Umum PBB mendeklarasikan Universal Declaration of Human Rights pada 10 Desember 1948 di Palais de Chaillot, Paris melalui General Assembly Resolution 217A (III). Prinsip-prinsip yang diabadikan pada deklarasi sama relevannya di masa sekarang.

Manusia harus membela hakhaknya sendiri dan hak orang lain. Dalam berbagai peristiwa politik dan hukum Tanah Air, kerap menyerempet persoalan HAM. Yang masih segar dalam ingatan adalah jatuhnya korban tewas dan luka dalam aksi unjuk rasa menolak RUU KUHP dan UU KPK. Total ada lima korban meninggal pascademo berujung ricuh dengan polisi itu.

Mereka adalah Maulana Suryadi (23), Akbar Alamsyah (19) dan Bagus Putra Mahendra (15) di Jakarta. Kemudian dua mahasiswa Universitas Haluoleo, Immawan Randi (21) dan Muhammad Yusuf Kardawi (19). Sementara itu, jumlah korban luka tak diketahui persis jumlahnya. Salah satu yang paling parah adalah mahasiswa Universitas Al Azhar Indonesia, Faisal Amir. Selain soal di atas, kita masih menyimpan persoalan pelanggaran HAM masa lalu yang sulit dituntaskan ketika dicoba untuk dicari jalan peneyelesaian. Pelanggaran HAM masa lalu yang dianggap terberat menyangkut peristiwa G30S/PKI.

Imbasnya, lalu beragam pelanggaran masa Orde Baru dan menjelang reformasi. Pertanyannya, bagaimana komitmen pemerintah menyelesaikan kasus- kasus HAM tersebut? Nah, dalam peringatan hari HAM Internasional Selasa (10/12), sudah ada jawaban dari pemerintah melalui Wakil Presiden, Ma’ruf Amin. Katanya, pemerintah tetap berkomitmen untuk mencari solusi terbaik menyelesaikan persoalan-persoalan pelanggaran HAM masa lalu yang belum selesai.

Menurut Wapres, pelanggaran HAM yang belum selesai tersebut memerlukan proses panjang mengatasinya. Namun, itu tidak menghalangi komitmen pemerintah dalam upaya pemenuhan HAM khususnya bidang sipil, politik, ekonomi, sosial, dan budaya. Secara konseptual, komitmen pemerintah untuk menyelesaikan kasus pelanggaran HAM masa lalu dengan rencana pembentukan Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi (KKR).

Lewat KKR diharapkan pelaku dan korban bisa menyelesaikan masalah jika wacana itu direalisasikan. Namun, anggota Ombudsman, Ahmad Suaedy, mengingatkan bahwa KKR harus memikirkan pihak-pihak yang terlibat kasus. Salah satunya, korban tidak boleh terkena dampak negatif seperti diskriminasi setelah adanya KKR. Selain korban, terduga pelaku juga perlu diyakinkan serupa. Pemerintah harus membuat terduga pelaku meyakini perbuatan minta maaf kepada keluarga korban, bukan perbuatan salah. KKR memang pola terbaik untuk mencari solusi tuntas atas sejumlah pelanggaran HAM masa lalu.

Semoga lembaga ini segera terbentuk dan melaksanakan fungsinya. Sebab saksi dan mereka yang terlibat masih mudah ditemui dan dimintai keterangan. Jangan sampai kasus HAM masa lalu terbang bersama angin seiring waktu sehingga makin sulit saksi mata hidup yang dimintai keterangan.

Selain itu, pemerintah sesuai janji dan komitmennya, tetap menempatkan persoalan HAM di barisan paling depan dalam berbagai persoalan kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Jika kita menghargai individu dengan hak dasarnya, maka secara institusional, kita pun lebih mudah menghadapi beragam persoalan HAM.

Bangsa besar dan modern menempatkan HAM pada posisi tertinggi. Jangan sampai HAM ditinggalkan, apalagi karena kita mengejar sesuatu yang nyata-nyata bertentangan dengan prinsip-prinsip HAM.

Tampilkan Semua

HAM, Harapan dan Kenyataan

Selasa 10/12/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Oleh Andryan, SH, MH Tanggal 10 Desember diperingati sebagai Hari Hak Asasi Manusia (HAM) Sedunia. Tanggal ini dipilih untuk menghormati Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa yang mengadopsi dan memproklamasikan Deklarasi Universal...
Selengkapnya

Jurus Jitu Jack Ma Menguasai Dunia

Selasa 10/12/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Jack Ma adalah mantan guru bahasa Inggris berpenghasilan 12 dollar AS perbulan. Untuk memenuhi kebutuhan, dia pernah membuka jasa penerjemah. Ia juga seorang pekerja keras karena, meski tidak lagi muda, semangatnya terus berkobar untuk...
Selengkapnya

Hari Antikorupsi

Senin 9/12/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Tanggal 9 Desember diperingati sebagai Hari Antikorupsi Sedunia (HAS). Peringatan ini dimulai setelah Konvensi PBB Melawan Korupsi pada 31 Oktober 2003. Melalui resolusi 58/4 pada 31 Oktober 2003, PBB menetapkan 9 Desember sebagai Hari...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita kolom lainnya
Rona

Kolaborasi Para Maestro dalam Konser Musik "Mahakarya Kutus Kutus"

Selasa 10/12/2019 | 09:00
A   A   A   Pengaturan Font

Jakarta –Para maestro musik Indonesia bergabung dalam satu panggung gelaran Mahakarya Kutus Kutus, sebuah konser perayaan enam tahun hadirnya Kutus KutusTamba Warasdi Tanah Air. Musisi senior Iwan Fals, band legendaris God Bless, serta diva Rossa dan bintang masa kini Isyana Sarasvati  membawakan lagu-lagu populer mereka dengan iringan Erwin Gutawa Orchestra dan tata panggung arahan Jay Subyakto di Plenary Hall, Jakarta Convention Center, hari ini. Kelompok seni Bali Kompiang Raka turut mewarnai pagelaran, memberikan kekhasan Kutus Kutus Tamba Waras yang berasal dari Pulau Dewata. Konser Mahakarya Kutus Kutus dihadiri sekitar 4.000 mitra reseller dari seluruh penjuru Indonesia, bahkan mancanegara.

“Konser Mahakarya Kutus Kutus merupakan apresiasi kami terhadap para reseller yang selama ini telah mendukung penyebaran manfaat Kutus Kutus Tamba Waras kepada lebih banyak orang. Bagi saya, musik sendiri adalah sebuah mahakarya, yang lahir dari inspirasi, perenungan dan kreativitas. Demikian pula Kutus Kutus Tamba Waras. Itulah mengapa Konser Mahakarya Kutus Kutus menjadi sarana yang tepat untuk berbagi kebahagiaan bersama para mitra yang telah membantu membawa kebaikan Kutus Kutus Tamba Waras. Ini juga menjadi momen penanda bahwa Kutus Kutus Tamba Waras siap memberi dampak yang lebih besar lagi, dari Bali untuk Indonesia dan dunia,” papar Servasius Bambang Pranoto, penemu dan peramu Kutus Kutus Tamba Waras.

Di bawah aransemen langsung Erwin Gutawa, musik dan laguterangkai untuk merepresentasikan nilai-nilai ke-Indonesia-an sekaligus menggambarkan perjalanan Kutus Kutus Tamba Waras menuju kesuksesan. “Seperti tajuk konser ini, Kutus Kutus Tamba Waras merupakan sebuah mahakarya asli Indonesia yang memberikan manfaat begitu luas. Semangat juang Kutus Kutus Tamba Waras tersebut yang ingin saya gambarkan lewat orkestrasi nada dan penampilan para bintang. Harapannya, audiens tak hanya terhibur, tetapi semakin termotivasi untuk terus berkomitmen bersama Kutus Kutus Tamba Waras,” ujar Erwin Gutawa selaku Music Director Konser Mahakarya Kutus Kutus.

Selama kurang lebih 120 menit, Erwin Gutawa bersama jajaran penampil menghadirkan lebih dari 20 kreasi, termasuk gubahan baru untuk tembang-tembang tenar, seperti ‘Oemar Bakrie’ dan ‘Aku  Bukan Plilihan’ (Iwan Fals), ‘Kau Adalah’ dan ‘Tetap dalam Jiwa’ (Isyana Sarasvati), ‘Tegar’ dan ‘Ayat-ayat Cinta’ (Rossa), serta ‘Syair Kehidupan’ dan ‘Panggung Sandiwara’ (God Bless). Sementara, Kompiang Raka dan para penari muncul dalam segmen awal untuk membangun nuansa Pulau Dewata nan khas.

Panggung megah turut memvisualisasikan kekayaan alam Bali – tempat lahir dan berkembangnya Kutus Kutus Tamba Waras. “Keindahan Bali merupakan mahakarya Sang Pencipta yang menjadi kebanggaan Indonesia. Karenanya, untuk Konser Mahakarya Kutus Kutus ini,saya menghadirkan konsep desain dan tata panggung yang terilhami pesona pulau tersebut, seperti latar vertikal - dari Gunung Agung, dan panggung bertumpuk - dari area persawahan terasering. Diperkuat pula dengan video mapping dan multimedia yang menyarikan kisah sukses Kutus Kutus Tamba Waras,” tutur Jay Subyakto selaku Art Director Konser Mahakarya Kutus Kutus. Konser terbagi ke dalam lima segmen utama, yakni 1) The History, 2) The Turning Point, 3) Happy Moment, 4) The Hope, dan 5) The Encouraging Moment.

Denganusia kehadiran yang masih menuju tahun keenam, Kutus Kutus Tamba Waras telah diterima luas tak hanya sebagai produk minyak balur, tetapi juga sebuah gerakan sosial untuk berbagi. Dari sisi manfaat, Kutus Kutus Tamba Waras membantu pemulihan pengguna dari berbagai keluhan penyakit, sedangkan dari segi ekonomi, turut mendorong pemberdayaan para reseller menuju kehidupan yang lebih sejahtera.

Dari industri rumahan, kini produksi Kutus KutusTamba Waras telah mencapai 800 ribu sampai sejuta botol per bulan, dengan distribusi yang hingga mancanegara dan varian kemasan yang semakin berkembang. Menyongsong 2020, Kutus KutusTamba Waras bertekad menguatkan jaringan mitra reseller dan melebarkan pasar untuk jangkauan yang lebih mendunia, salah satunya dengan menyiapkan sentra produksi di Eropa.

Tampilkan Semua

Teknologi Canggih Penunjang Produktivitas

Selasa 10/12/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Penggunaan perangkat berteknologi tinggi sudah amat lazim di kantor-kantor, hal ini dilakukan untuk mempermudah karyawan modern untuk membahas strategi, ide maupun gagasan di ruang rapat yang umumnya kini berjalan sangat...
Selengkapnya

Waspadai Tekanan Darah di Pagi dan Malam Hari

Selasa 10/12/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Hipertensi merupakan faktor utama terjadinya stroke di Indonesia. Pengukuran tekanan darah sendiri di rumah (PTDR)/home blood pressure monitoring (HBPM) dapat mencegah terjadinya stroke. 60 menit pertama adalah waktu emas bagi penderita...
Selengkapnya

Atiqah Hasiholan Ditunjuk Jadi "Goodwill Ambasador" UNAIDS

Selasa 10/12/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Aktris Atiqah Hasiholan ditunjuk sebagai UNAIDS National Goodwill Ambasador untuk Indonesia yang akan fokus pada isu terkait HIV dan Orang dengan HIV (ODHA) khususnya pada perempuan dan anak. UNAIDS dan Atiqah sudah cukup lama...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita rona lainnya
beriklan di koran jakarta
Megapolitan

Pemusnahan Narkoba

Selasa 10/12/2019 | 04:00
A   A   A   Pengaturan Font

Kepala BNN Komjen Pol Heru Winarko (ketiga dari kanan) didampingi, Anggota Komisi III DPR RI Habiburokhman (kedua dari kanan), dan Ihsan Soelistyo (kanan) menunjukan barang bukti kepada awak media pada pemusnahan barang bukti Narkoba di Kantor BNN, Jakarta, Senin (9/12). BNN memusnahkan barang bukti 82,6 kilogram sabu dan 107.837 butir ekstasi dari enam pengungkapan.

Tampilkan Semua

Lahan Makam Beralih Fungsi

Selasa 10/12/2019 | 04:00
A   A   A   Pengaturan Font
 Warga mencuci di dekat makam di TPU Menteng Pulo, Jakarta, Senin (9/12/2019). Minimnya pengawasan petugas, menyebabkan sejumlah lahan pemakaman beralih fungsi sehingga menimbulkan kesan kumuh. 
Selengkapnya

“Underpass” Senen “Extension”

Selasa 10/12/2019 | 04:00
A   A   A   Pengaturan Font
Pekerja mengoperasikan alat berat saat menutup sebagian badan jalan untuk pembangunan terowongan (underpass) Senen Extension di Pasar Senen, Jakarta, Senin (9/12). Underpass yang pembangunan fisiknya ditarget selesai pada 2020 tersebut...
Selengkapnya

Razia Penunggak Pajak

Selasa 10/12/2019 | 04:00
A   A   A   Pengaturan Font
Petugas Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) DKI Jakarta menempelkan stiker saat razia supervisi pencegahan pajak kendaraan mewah di Apartemen Pavilion, Jakarta, Senin (9/12). BPRD DKI Jakarta bekerja sama dengan Samsat Jakarta Pusat...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita megapolitan lainnya
Kupas

Kemenpan RB Telah Melakukan Transformasi Jabatan Birokrasi

Selasa 10/12/2019 | 05:00
A   A   A   Pengaturan Font
Saat pidato pelantikan sebagai Presiden RI untuk masa Jabatan kedua, Joko Widodo menegaskan bakal serius menyederhanakan birokrasi di pemerintahannya bersama Ma’ruf Amin untuk periode 2019–2024.

Salah satu yang akan dilakukan Jokowi adalah menyederhanakan kepangkatan eselon di kementerian dan lembaga. Untuk merespons permintaan Presiden, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) cepat melakukan perubahan.

Untuk membahas masalah ini, Koran Jakarta menurunkan perkembangan penyederhanakan eselonisasi sebagaimana dikemukakan Sekretaris Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RB, Dwi Wahyu Atmaji, Senin (10/12). Berikut petikannya.

Apa langkah Kemenpan merespons keinginan Presiden Jokowi soal penyederhanaan eselonisasi?

Kami sudah transformasi soal ini setelah sebelumnya melakukan identifikasi unit kerja yang dapat atau tidak dapat disederhanakan. Baru setelah itu dilakukan pengangkatan dalam jabatan atau pengalihan pejabat yang memangku jabatan struktural ke jabatan fungsional. Sekaligus melakukan penyelarasan kelas jabatan fungsional dengan jabatan struktural.

Jadi transformasi itu sudah rampung?

Kemenpan RB sendiri telah menyelesaikan proses transformasi jabatan administrator atau eselon III dan jabatan pengawas atau eselon IV. Saat ini tengah dilakukan harmonisasi regulasi tentang kelas jabatan,” ujarnya.

Bagaimana target transformasi jabatan struktural itu?

Target proses transformasi jabatan struktural eselon III, IV, dan V ke jabatan fungsional secara nasional paling lambat bisa diselesaikan pada minggu keempat Juni 2020. Untuk itu, Menpan RB telah mengeluarkan dengan Surat Edaran (SE) Menteri PANRB Nomor 384, 390, dan 391 Tahun 2019. Surat edaran ini ditujukan kepada menteri kabinet, gubernur, serta para wali kota dan bupati.

Dapat dijelaskan pengalihan ke jabatan fungsional?

Ada 141 pejabat struktural kementerian yang telah dialihkan ke jabatan fungsional. Meski begitu, tidak semua jabatan struktural di kementeriannya bisa dialihkan ke jabatan fungsional. Atmaji juga menjelaskan, sebelum dilakukan pengalihan di kementeriannya ada 63 jabatan administrator. Tapi dari jumlah jabatan itu yang terisi hanya sebanyak 53 jabatan

Lalu, sisanya bagaimana?

Sebanyak 52 pejabat administrator dialihkan menjadi jabatan fungsional ahli madya. Dan setelah dilakukan perampingan kini hanya terdapat satu jabatan administrator.

Mengenai rincian posisi jabatan fungsional, bisa dijelaskan?

Mereka yang dialihkan kemudian akan mengisi posisi fungsional antara lain 35 analis kebijakan, dua analis kepegawaian, satu analis pengelolaan keuangan APBN, dua arsiparis, satu perancang peraturan perundang-undangan, delapan perencana, dua pranata humas, dan satu pranata komputer.

Sementara untuk jabatan pengawas, pada struktur lama ada 96 jabatan. Tapi yang terisi sebanyak 91 jabatan. Setelah dirampingkan, hanya ada dua jabatan pengawas dan sebanyak 89 pejabat pengawas dialihkan ke jabatan fungsional ahli muda.

Tadi disebutkan jabatan fungsional ahli muda, apa saja itu?

Adapun jabatan fungsional ahli muda tersebut, antara lain tiga analis anggaran, 49 analis kebijakan, tiga analis kepegawaian, tiga analis pengelolaan keuangan APBN, 10 arsiparis, dua pengelola pengadaan barang atau jasa, tiga perancang peraturan perundang-undangan, sembilan perencana, empat pranata humas, dua pranata komputer, dan satu pustakawan.

Masalah yang terkait dengan pendapatan pejabat struktural yang terdampak perampingan bagaimana?

Ditegaskannya pula bahwa pendapatan pejabat struktural yang kena dampak perampingan ini, tingkat pendapatan tidak berubah alias tetap dipertahankan. Sehingga tidak ada penurunan penghasilan. Tidak hanya itu, mereka yang dialihkan, kelas jabatannya tetap dipertahankan. Tapi ada penambahan tugas manajerial.

 

agus supriyatna/AR-3

Tampilkan Semua

Melalui Inovasi, Upaya Efisiensi Harus Dilakukan

Senin 9/12/2019 | 06:30
A   A   A   Pengaturan Font
Tahun 2020, kembali akan digelar agenda politik penting yakni pemilihan kepala daerah serentak di sejumlah daerah. Lima tahun ke depan, baru hajatan politik nasional kembali digelar, yakni pemilu serentak tahun 2024.   Selama ini,...
Selengkapnya

52 Pejabat Administrator Dialihkan ke Jabatan Fungsional Ahli Madya

Jumat 6/12/2019 | 06:31
A   A   A   Pengaturan Font
Penyederhanaan struktur birokrasi menjadi salah satu fokus utama pemerintahan Jokowi dan Ma’ruf Amin. Salah satu yang diperintahkan Presiden Jokowi adalah sesegera mungkin struktur eselon di tubuh birokrasi dipangkas.   Sebab,...
Selengkapnya

Penghapusan Ujian Nasional Bukan Pekerjaan Mudah

Selasa 3/12/2019 | 06:30
A   A   A   Pengaturan Font
Beberapa waktu lalu beredar wacana penghapusan Ujian Nasional (UN). Tapi sampai saat ini, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) nyatanya baru sebatas mengkaji mengenai kemungkinan penghapusan UN.   Menteri Pendidikan...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita kupas lainnya
beriklan di koran jakarta
Edisi Weekend

Ari Kuncoro : Kembangkan Kuliah Berbasis Kolaborasi

Sabtu 7/12/2019 | 05:00
A   A   A   Pengaturan Font
Universitas Indonesia (UI) akan menghadirkan pola perkuliahan berbasis kerja sama atau kolaborasi bagi para mahasiswa. Hal tersebut dilakukan karena salah satu kendala yang dihadapi UI atau perguruan tinggi lain adalah kurangnya kemampuan para civitas akademika, terutama mahasiswa untuk bekerja sama. Mereka terlalu mementingkan nilai akademik.

Kolaborasi penting diwujudkan karena sebagai salah satu universitas terbaik di Indonesia, UI harus bisa bersaing dengan universitas-universitas di luar negeri terutama dari segi ranking dunia. UI juga mesti mampu terlibat dalam pembangunan nasional dengan memberikan solusi atas masalah-masalah yang terjadi di Indonesia.

Untuk mengetahui program apa saja yang akan diwujudkan guna meningkatkan kualitas UI ke depan, wartawan Koran Jakarta, Muhamad Marup berkesempatan mewawancarai Rektor UI, Ari Kuncoro, di Jakarta, baru-baru ini. Berikut petikan selengkapnya.

Apa tantangan mendasar yang dihadapi UI ke depan?


Lulusan kami itu banyak yang pintar-pintar, tapi masalahnya kalau kerja tim itu agak kurang. Kerja tim itu penting untuk menguasai kemampuan seperti negosiasi, kepemimpinan, monitoring, mampu melakukan perbaikan secara fleksibel, dan segala macam.

Yang terjadi hari ini di UI sendiri justru waktu kuliah itu mahasiswa fokus mendapat nilai, tapi lupa untuk kerja tim. Kolaborasi mahasiswa harus menjadi terbuka dan sekat fakultas akan kami coba hilangkan agar mahasiswa punya interpersonal skill.

Ada peribahasa, kalau mau berburu dan mendapat hasil cepat, berburulah sendiri. Namun, kalau mau berburu hasilnya banyak maka berburulah bersama-sama. Itulah mengapa kami harus tekankan di UI itu soal kolaborasi dan sinergi. Pada dasarnya para mahasiswa akan terjun ke dunia nyata. Ijazah, IPK, dan segala macam lainnya hanya akan menjadi catatan manis dalam hidupnya, tapi kalau kerja dia akan menggunakan pengalamannya.

Masalah apa yang kemudian menuntut UI untuk menekankan kerja tim?


Banyak. Salah satunya untuk meningkatkan daya saing bangsa di dunia internasional dipengaruhi oleh kualitas sumber daya manusia (SDM) di bidang pendidikan. Kita itu kan mengalami masalah dari segi ekonomi, seperti melemahnya rupiah dan perdagangan terutama ekspor yang menurun karena kita jualannya barang mentah seperti minyak sawit.

Sementara kita kalau ingin masuk ke produk-produk dengan nilai tambah tinggi itu harus sudah berbentuk rantai pasokan internasional atau supply change. Itu merupakan jaringan. Jadi kalau masuk harus negosiasi kemudian kita bisa menunjukkan kinerja dan prestasi, jadwal pengiriman dan segala macam dengan cepat. Dengan itu semua, akhirnya bisa masuk dalam jaringan baru dan dapat kontrak. Jadi tidak gampang.

Itu terkait dengan kualitas SDM?


Masalahnya SDM kita tidak mempunyai EQ bukan IQ maka kita banyak mengandalkan broker salah satunya dari Singapura. Karena itu produk Indonesia sering dikenal produk Singapura karena kita tidak mengekspor sendiri makanya kita punya nilai tambah lebih rendah. Repotnya lagi kita juga tidak bisa masuk rantai pasokan untuk industri-industri bernilai tambah tinggi. Jadi problemnya sebenarnya masalah SDM.

Langkah-langkah apa saja untuk menanamkan kerja tim di UI?

Jadi nanti pelajaran tidak hanya mengasah otak tapi juga mengasah kemauan untuk silaturahmi atau guyub. Jadi misalnya ada paper atau makalah bersama. Kerja sama itu tidak hanya masalah pintar, tapi dia juga tahu budaya. Apalagi kalau yang diajak kerja sama itu orang luar negeri, otomatis budayanya beda. Dengan adanya kerja sama tersebut maka kemungkinan besar hasil karya kita diterima itu lebih besar karena dibuatnya antarnegara dan antaruniversitas.

Dosennya juga harus dibekali kerja tim?

Iya, semua dosen juga harus dibekali kemampuan yang sama dengan kemampuan untuk mahasiswa seperti tadi negosiasi, kepemimpinan, monitoring, kemampuan bahasa Inggris, dan segala macam. Untuk itu nanti ada pelatihan supaya staf pengajar semakin mengerti bagaimana berinteraksi dengan lingkungan sekeliling.

Selain itu dosen-dosennya kami sediakan suatu klaster penelitian dan mereka harus bekerja sama dengan universitas yang bereputasi di luar negeri. Jadi ke depan untuk penelitian akan dibuat klaster atau kelompok karena kalau penelitian individu dianggap kurang karena penelitian pada dasarnya kerja sama.

Terus pengurus, semisal dekan segala macam dia harus mengetahui cara manajemen perguruan tinggi. Kalau dekan itu dari dosen maka harus diberi pelatihan manajemen. Karena manajemen itu yang diatur orang maka dia harus bisa tahu bakat-bakat orang bagaimana menghubungkannya dengan pekerjaan. Jadi istilahnya menghubungkan titik-titik untuk membentuk sebuah pola. Jadi komplit semua.

Bagaimana untuk kerja sama dengan industri?

Kerja sama dengan industri juga akan kami lakukan. Jadi kalau kami misalnya melakukan penelitian dananya tidak dari universitas semuanya, tapi harus juga dari industri. Karena industri menunjukkan yang kita lakukan relevan dan berguna dengan masyarakat makanya didanai oleh industri.

Dilibatkan kalangan industri untuk mengajar?

Harus memberikan porsi kepada industri untuk terlibat dalam pengajaran. Industri bisa masuk sebagai pengajar lewat kaca mata dunia nyata. Itu mungkin pendekatannya akan lain, tapi tidak masalah. Selain dari segi tenaga pengajar, kerja sama dengan industri juga bisa menyusun segala macam menjadi sistemis akademis. Akhirnya terjadi semacam dialog industri dan akademisi.

Jadi kami melepaskan diri dari konsep bahwa universitas belajar saja. Universitas harus bermasyarakat dalam arti dia harus mengenal lingkungannya, baik dalam maupun luar negeri. Nah, itu diperlukan perubahan orientasi. Jadi kalau tadinya fokus akademis maka juga perlu fokus pada hal-hal nonakademis.

Dengan fokus kerja sama, tidak khawatir kompetensi akademik di UI menurun?

Tentu tidak. Karena definisi akademik bukan kepintaran akademik tapi apa itu relevan atau tidak dengan masyarakat. Misalnya ini kami jago matematika, tapi pertanyaan berikutnya apa gunanya bagi masyarakat? Misal untuk menghitung antrean agar tidak macet. Dia juga harus tahu perusahaan-perusahaan yang bisa menyelesaikan masalah-masalah kemacetan itu. Jadi ada terapannya. Jadi universitas tidak semata-mata jadi menara gading.

Bagaimana dengan posisi UI dalam rangking internasional?

Rangking itu motivator dan jadi instrumen yang bisa digunakan untuk mencari sparing partner untuk bisa lebih meningkatkan lagi kapasitas kami. Ada target juga untuk mendorong UI masuk dalam peringkat 200 besar universitas di dunia.

Terlepas dari itu, kami coba lebih fokus pada tujuan kami. Yang penting mencerdaskan kehidupan bangsa. Kalau kami terlalu ke rangking, kami melakukan manipulasi rangking. Yang penting itu proses, menjadi rangking kalau memang proses baik, rangking bagus itu ideal.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim mengingatkan soal regulasi yang mengekang kemerdekaan perguruan tinggi. Apa itu juga mengganggu proses kerja sama yang akan diusung UI?


Kami juga terkena disrupsi sehingga tata kelola perlu dibereskan. Nah, itulah yang dilakukan universitas-universitas di dunia. Betul. Kami ambil contoh penelitian. Dana penelitian itu masuk kas universitas. Itu ada regulasi-regulasi yang membatasi.

Misal ingin mendatangkan profesor dari luar negeri harus menggunakan fasilitas yang sudah ditentukan, tapi fasilitas tersebut tidak sesuai dengan keinginan profesor apalagi kalau profesornya pemenang Nobel. Kemudian aturan-aturan yang berkaitan standar biaya umum, misal laboratorium dan segala macam. Profesor dari luar itu biasanya punya standar tinggi dari yang diterapkan oleh regulasi. Itu menghambat.

Masih banyak yang lain seperti naik pangkat, mata kuliah terlalu banyak tapi tidak jadi kreatif. Perguruan tinggi jadi harus dimerdekakan jangan banyak kuliah. Yang penting ilmu yang bisa mencari solusi. Karena kalau menghafal saja percuma. Jangan diberi beban menghafal tapi buat mata kuliah yang tidak banyak tapi harus kreatif. Regulasi bisa dibuat sesederhana mungkin, dengan menjadi budaya yang menyenangkan. Caranya membuat simpel, menyederhanakan tanpa menghilangkan esensi.

Program terdekat yang akan dilakukan?

Saya akan melanjutkan estafet kepemimpinan Rektor UI sebelumnya, Prof Anis yaitu melanjutkan The Next Level of Excellence sehingga kami bisa membuat perbaikan terus menerus. Ke depan kami akan lakukan perampingan beban mata kuliah.

Dalam jangka waktu pendek, perbaikan data akan menjadi langkah awal yang akan saya lakukan. Kebijakan yang selama ini diambil terkadang belum berdasarkan data yang ada. Ke depan, pembentukan kebijakan itu harus berbasis dengan data.

Target keseluruhan yang akan dicapai UI ke depan seperti apa?

UI adalah agent of developement dan harus bisa menjadi pusat ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebudayaan yang unggul serta berdaya saing. Upaya ini dilakukan dengan cara mencerdaskan kehidupan bangsa dalam peningkatan kesejahteraan dan pembangunan bangsa.

Selain itu, UI bisa menjadi pusat riset yang unggul, memiliki tata kelola yang baik, serta berperan dalam penyelesaian masalah bangsa dan kemanusiaan. Jika melihat visi saya kemarin, UI harus lebih inovatif, mandiri, unggul, inklusif, dan bermartabat. Mungkin saat ini masih banyak CEO yang berasal dari UI, tetapi kita tidak tahu dalam lima tahun ke depan.

N-3

Tampilkan Semua

Ilmuwan Menciptakan Bahan Elastis untuk Busa Helm

Sabtu 7/12/2019 | 05:00
A   A   A   Pengaturan Font
Para ilmuwan telah mengembangkan bantalan elastis untuk helm. Bahan ini diklaim bisa memberi perlindungan maksimal untuk kepala dari benturan. Bahan ini disebut bantalan mikrolattis elastis. Secara teori, dapat menahan serangan tunggal...
Selengkapnya

Dirilis, Alat Pengukur Oksigen Bayi

Sabtu 7/12/2019 | 05:00
A   A   A   Pengaturan Font
Perangkat mini sebagai sensor oksigen untuk bayi dapat dikenakan dengan mudah, fleksibel, bersifat nirkabel, murah, dan mobile. Para peneliti sedang mengembangkan sensor mini yang akan mengukur kadar oksigen pada darah bayi. Kadar oksigen...
Selengkapnya

Keterampilan Modal Percaya Diri

Sabtu 7/12/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Penyandang disabilitas telah mendapatkan kesetaraan sejak ada undang-undang untuk disabilitas, yaitu UU No 8 Tahun 2016 tentang penyandang disabilitas. Krisis percaya diri masih kerap menghantui para penyandang disabilitas. Kondisi...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita edisi weekend lainnya
beriklan di koran jakarta