Koran Jakarta | January 19 2019
iklan koran jakarta
koran jakarta berita terkini hari ini 1 koran jakarta berita terkini hari ini 2

Segera Bentuk Badan Pangan untuk Bersihkan “Rent Seeking” Impor

Sabtu 19/1/2019 | 00:04
A   A   A   Pengaturan Font
>> Ulah segelintir pembantu Presiden yang gemar impor pangan mengikis asa petani. >> Pemerintah diharapkan bisa laksanakan kewajiban membentuk Badan Pangan tahun...
Tampilkan Semua
FOLLOW US
KURS
SAHAM
LAPORAN KEUANGAN
laporan keuangan koran jakarta
Nasional

Kearifan Lokal 18012018

Sabtu 19/1/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font

Mahasiswi asal Afganistan Farhana Sharefety (tengah) belajar menyangrai kopi saat mengikuti program Living in Asia di kawasan kebun kopi Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Jumat (18/1). Program Living in Asia atau pengenalan budaya serta kearifan lokal Jawa Tengah yang diselenggarakan Universitas Muria Kudus tersebut diikuti 22 mahasiswa dari 8 negara Asia dan Afrika dan berlangsung 16-20 Januari 2019.

Tampilkan Semua

Selundupkan Benih Lobster

Sabtu 19/1/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font
Sejumlah petugas menunjukkan benih lobster yang berhasil diamankan saat hendak diselundupkan dari Bandara Juanda, saat rilis di Mako Lanudal Juanda Surabaya, Sidoarjo, Jawa Timur, Jumat (18/1). Satuan tugas pengamanan Bandara...
Selengkapnya

Kasus Investasi di Australia

Sabtu 19/1/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font
Mantan Manager Merger dan Investasi pada Direktorat Hulu PT Pertamina, Bayu Kristanto (kiri) pada sidang lanjutan kasus dugaan korupsi penyelewengan investasi pada Blok BMG Australia oleh Pertamina pada 2012 di Pengadilan Tipikor,...
Selengkapnya

Wilayah Penanganan “Stunting” Diperluas

Sabtu 19/1/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font
JAKARTA - Wilayah prioritas penanganan stunting mu­lai tahun ini diperluas menjadi 160 kabupaten/kota, dari tahun sebelumnya hanya menyasar 100 kabupaten/kota. “Setiap daerah sebenarnya ada stunting, tetapi pemer­intah...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita nasional lainnya
beriklan di koran jakarta
Polkam

Tersangka Korupsi

Jumat 18/1/2019 | 04:57
A   A   A   Pengaturan Font

Tersangka kasus dugaan pungli dana rekonstruksi masjid pascagempa yaitu Kasubag Organisasi Tata Laksana dan Kepegawaian Kanwil Kemenag NTB berinisial SL, menutupi wajahnya ketika digiring keluar dari mobil penyidik di Mapolres Mataram, NTB, Kamis (17/1). Polres Mataram menetapkan SL sebagai tersangka ketiga karena diduga memerintahkan untuk melakukan penarikan fee kepada pengurus masjid penerima dana rekonstruksi pascagempa.

Tampilkan Semua

Majelis Syuro PBB Dukung Prabowo-Sandi

Jumat 18/1/2019 | 04:51
A   A   A   Pengaturan Font
JAKARTA – Majelis Syuro Partai Bulan Bintang (PBB) memberikan rekomendasi kepada seluruh jajaran Dewan Pimpinan Pusat PBB, mengikuti ijtima ulama mendu­kung pasangan capres-cawapres nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno...
Selengkapnya

Sinergi TNI-Polri 170119

Jumat 18/1/2019 | 04:49
A   A   A   Pengaturan Font
Sejumlah prajurit Grup 1 Kopassus TNI AD dan personel Polda Banten bersiap mengikuti upacara bulanan di Mako Grup 1 Kopassus di Serang, Banten, Kamis (17/1). Acara bertema Menggalang Sinergitas TNI-Polri tersebut digelar untuk mempererat...
Selengkapnya

600 Perempuan dari 494 Desa di Jateng Deklarasi Awasi Pemilu

Jumat 18/1/2019 | 04:37
A   A   A   Pengaturan Font
MAGELANG – Sekitar 600 perempuan berasal dari 494 desa dan kelurahan di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, mendeklarasikan keikutsertaan dalam pengawasan Pemilu 2019 di kawasan selatan Provinsi Jawa Tengah itu, Kamis (17/1)....
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita polkam lainnya
Mondial

Malaysia Minta Kompensasi pada Goldman Sachs

Sabtu 19/1/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

KUALA LUMPUR – Menteri Keuangan Malaysia mengatakan bahwa permintaan maaf dari kelompok perusahaan Goldman Sachs terkait peranannya dalam skandal 1Malaysia Development Berhad (1MDB) tak cukup, dan meminta perusahaan keuangan dan investasi raksasa di bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street, itu untuk membayar kompensasi miliaran dollar AS.

“Permintaan maaf saja tak cukup. Minta maaf dan bayar kompensasi senilai 7,5 miliar dollar AS,” kata Menkeu Lim Guan Eng seperti dikutip dari kantor berita Bernama, Jumat (18/1). “Goldman Sachs harus mengerti penderitaan trauma yang dialami warga Malaysia akibat skandal 1MDB ini,” imbuh Eng.

Permintaan kompensasi pada Goldman Sachs sempat diungkapkan Menteri Eng bulan lalu dengan menyatakan firma itu harus membayar ganti rugi akibat kontroversi skandal 1MDB. Kompensasi 7,5 miliar dollar AS nilainya lebih besar dibandingkan uang yang diduga telah dijarah dari 1MDB dan dipergunakan untuk membeli kapal pesiar pribadi, barang seni, serta properti yang amat mewah.

Skandal ini menyeret mantan Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak. Akibatnya ia gagal terpilih lagi sebagai PM Malaysia setelah partainya kalah dalam pemilihan umum pada Mei lalu, serta saat ini dikenai banyak dakwaan mulai dari kasus penyalahgunaan wewenang, korupsi, suap, hingga pencucian uang.

Goldman Sachs diduga turut berperan dalam mengatur investasi saham senilai 6,5 miliar dollar AS dan pemerintah Malaysia menuding perusahaan keuangan terkemuka itu dan mantan pegawainya telah menilep uang dengan jumlah luar biasa dari pengaturan itu.

Permintaan Maaf

Awal pekan ini, CEO Goldman Sachs, David Solomon, mengajukan permintaan maaf atas peran mantan mitranya di perusahaannya yang bernama Tim Leissner. Sebelumnya Leissner telah mengaku bersalah dalam sidang pengadilan di AS atas dakwaan suap dan pencucian uang terkait skandal 1MDB ini.

Pada Desember, pemerintah Malaysia mengajukan tuntutan terhadap Goldman Sachs, Leissner, dan mantan pegawai perusahaan keuangan lainnya yang bernama Roger Ng. Dalam tuntutan itu disebutkan bahwa ketiga pihak itu telah menyalahgunakan uang senilai 2,7 miliar dollar AS, melakukan tindak pidana suap pada para pejabat Malaysia, dan memberikan pernyataan palsu terkait penyelidikan skandal 1MDB.

Saat ditanya apakah pemerintah Malaysia akan membatalkan tuntutan jika Goldman Sachs mau membayarkan uang kompensasi sesuai yang diajukan Malaysia, Menteri Eng mengatakan hal itu akan dirundingkan kembali setelah terjadi pembayaran.

Dalam pembelaannya, Solomon menyatakan perusahaannya tak salah, namun telah diperdaya oleh Leissner dan pejabat di pemerintahan Malaysia, terkait peran perantara dalam skandal ini yaitu Low Taek Jho alias Jho Low.

Jho Low adalah seorang pebisnis kalangan atas Malaysia dan saat ini ia dituding sebagai dalam dalam skandal penipuan ini.  AFP/I-1

Tampilkan Semua

RI Berpartisipasi di Winter Fancy Food San Francisco

Sabtu 19/1/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
SAN FRANCISCO – Pada 13-15 Januari 2019, Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) San Francisco bekerja sama dengan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Los Angeles, untuk memfasilitasi partisipasi 8 perusahaan pada pameran...
Selengkapnya

Din Syamsudin Berjasa Bangun Kerja Sama Jepang dan Islam

Sabtu 19/1/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
JAKARTA - Beberapa waktu lalu, Pemerintah Jepang kembali memberikan penghargaan kepada Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Din Syamsudin. Kali Ini penghargaan Bintang Jasa “The Order of Rising Sun, Gold and...
Selengkapnya

Korut dan AS Bahas Rencana KTT

Sabtu 19/1/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Rencana pertemuan tingkat tinggi kedua antara AS-Korut, akan dibahas saat diplomat utama Korut berada di Washington DC dan melakukan pertemuan dengan Menlu dan Presiden AS. WASHINGTON DC – Seorang diplomat utama Korea Utara...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita mondial lainnya
Ekonomi

Jalin Kerja Sama

Sabtu 19/1/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Tampilkan Semua

Industri Rumah Tangga

Sabtu 19/1/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Selengkapnya

Internet Satelit Majukan UMKM di Pedalaman

Sabtu 19/1/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
JAKARTA – Di era teknologi informasi saat ini, pemanfaatan internet satelit berguna untuk mencari peluang bisnis dan pembeli. Tak ketinggalan di daerah pedalaman, fasilitas tersebut dapat mendukung pengembangan usaha mikro kecil...
Selengkapnya

Pertumbuhan Kredit Kian Ekspansif

Sabtu 19/1/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Perbaikan ekonomi dan investasi tahun ini ditengarai bisa mendorong pertumbuhan penyaluran kredit perbankan. Jakarta – Bank Indonesia (BI) memperkirakan pertumbuhan kredit perbankan tahun ini bisa menyentuh 13 persen secara...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita ekonomi lainnya
Daerah

Salatiga Langganan Menjadi Juara Kota Toleran

Senin 14/1/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font

Salatiga, kota kecil yang berada tepat di te­ngah-tengah antara Semarang dan Solo, memiliki kondisi geografis dataran tinggi dan bentang alam yang indah. Kondisi ini membuat Pemerin­tah Hindia Belanda menyebut Salatiga sebagai Salatiga Dea Schoonnste Staad Van Midden Java atau Salatiga Kota Paling Indah di Jawa Tengah.

Bentang alam Salatiga me­mang lengkap. Kawasan ini dikelilingi Gunung Merbabu, Gunung Gajah, dan Gunung Telomoyo, serta memiliki da­nau alam, yakni Danau Rawa Pening. Hal ini menjadikan Salatiga benar-benar idaman para pejabat kolonial waktu itu.

Seiring dengan perkem­bangan zaman, kota ini terus berbenah dengan aneka tero­bosan dan inovasi sehingga pelayanan kepada warganya makin baik. Semua itu dinilai berhasil dan memang dirasa­kan manfaatnya oleh masya­rakat sehingga mendapatkan sejumlah penghargaan.

Untuk mengetahui apa saja yang telah dan akan dilaku­kan jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Salatiga ke depan, wartawan Koran Jakarta, Eko Sugiarto Putro berkesempat­an mewawancarai Wali Kota Salatiga, Yulianto, di Yogya­karta, baru-baru ini. Berikut petikan selengkapnya.

Apa kabar terakhir Salatiga?

Pemkot Salatiga mendapat banyak penghargaan pada 2018. Namun, hal itu tidak menjadikan kami terlena. Penghargaan itu justru mema­cu kami untuk lebih baik lagi. Pada Senin (7/1), saya mem­berikan pengarahan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) di Salatiga untuk terus mening­katkan kinerja dan pelayanan kepada masyarakat.

Apa saja penghargaan yang diraih Salatiga?

Penghargaan tersebut, antara lain Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), Inagara Award, dan National Procure­ment Award. Pemkot Salatiga juga menerima Anugerah Parahita Ekapraya, peng­hargaan sebagai Kota Peduli Hak Asasi Manusia (HAM), penghargaan Kota Cerdas, dan penghargaan Kota Tertoleran nomor 2 setelah Kota Sing­kawang, Kalimantan Barat.

Toleransi adalah kata penting di Indonesia akhir-akhir ini. Bagaimana Salatiga menjaganya sehingga bisa menjadi yang terbaik?

Singkawang meraih nomor 1, tapi berada di Kalimantan dan Salatiga nomor 2. Itu artinya di Jawa yang bebera­pa kali terjadi ketegangan, Salatiga no­mor 1. Tentu saja, ditetap­kannya Salatiga sebagai kota paling toleran tidak lepas dari kebijakan pemerintah yang selalu menjaga keberagaman antarumat beragama serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) lewat pendidikan serta menekan angka kemiskinan lewat pro­gram ekonomi kerakyatan.

Kami selalu memberikan kesempatan kepada setiap umat beragama untuk me­rayakan perayaan kegiatan keagamaan dengan nyaman. Umat muslim maupun kris­tiani sama-sama merayakan hari besarnya di lapangan dan arak-arakan atau karnaval di jalanan. Namun, itu semua tidak akan bermakna kalau pembangunan sektor pendi­dikan, kesehatan, dan eko­nomi rakyat tidak jalan.

Apa saja program untuk hal itu?

Sektor pembangunan pen­didikan, kami mengalokasikan anggaran pendidikan hingga 40 persen dari total dana APBD, padahal nasional kan hanya 20 persen. Di bidang kesehatan kami membangun rumah sakit tipe A dan C, baik oleh peme­rintah maupun swasta.

Adakah program khusus untuk mengurangi kemis­kinan?

Untuk mengurangi tingkat kemiskinan, Pemkot dan swas­ta bekerja sama mengucurkan berbagai program untuk tujuh kelurahan yang sebelumnya tingkat kemiskinannya terting­gi. Hasil dari berbagai program di atas, tingkat kemiskinan di Salatiga kini turun tinggal 5 persen. Keberhasilan menu­runkan angka kemiskinan dan meningkatnya angka indeks SDM menjadikan Salatiga ber­ada di posisi kedua kebupaten lain di Jawa Tengah sebagai kabupaten dengan penduduk miskin paling sedikit.

Saya ingin katakan bahwa toleransi juga sangat terkait dengan indeks kemiskinan, pendidikan, dan kese­hatan, yang semuanya terangkum dalam indeks kualitas sumber daya manusia. Hal itu mem­buat masyarakat Salatiga tidak mudah terprovokasi dengan berbagai isu yang ber­kaitan dengan SARA.

Kami semua ingin masya­rakat wasis, waras, dan wareg, tidak gampang diprovokasi atau diajak melakukan hal-hal yang tidak baik atau melanggar hukum.

Selain pendidikan dan kesehatan, Anda juga mem­prioritaskan koperasi dan ekonomi kerakyatan. Bisa diceritakan bagaimana perkembangan koperasi di Salatiga?

Di bidang koperasi dan eko­nomi kerakyatan karus diakui masih banyak yang harus kami tingkatkan. Koperasi ini kan lama stagnan dan kurang ber­kembang. Maka Pemkot selalu mendorong koperasi yang ada di Salatiga untuk berinovasi terutama dalam hal pengguna­an teknologi.

Inovasi harus dilakukan karena koperasi kalau tidak menyesuaikan zaman, akan di­tinggal anak-anak muda. Kalau tidak ada anak muda, tidak ada kader yang akan meneruskan­nya. Yang pertama, tentu saja kepercayaan kepada sistem kerja koperasi harus diting­katkan. Kehadiran Lembaga Penjamin Simpanan Koperasi tentu bisa memberikan keper­cayaan masyarakat. Koperasi yang sehat dan inovatif, pada gilirannya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. N-3

Tampilkan Semua

Jadikan Banggai sebagai Tujuan Wisata Internasional

Senin 7/1/2019 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font
Kabupaten Banggai yang memiliki luas wilayah daratan sekitar 9.672,70 Km² atau sekitar 14,22 % dari luas Provinsi Sulawesi Tengah. Luas lautnya sekitar 20.309,68 Km² dengan garis pantai sepan­jang 613,25 km. Secara...
Selengkapnya

Pemprov Terus Berinovasi untuk Rakyat Sumbar

Senin 31/12/2018 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font
Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) menempati posisi tiga besar dalam Malam Penghargaan Innova­tive Government Award 2018 di Jakarta, baru-baru ini. Peringkat pertama diduduki Provinsi Jawa Barat, sedang­kan peringkat kedua diduduki...
Selengkapnya

Pemprov NTT Terus Kembangkan Sektor Wisata

Senin 17/12/2018 | 06:00
A   A   A   Pengaturan Font
Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi kawasan pariwisata baru yang muncul seiring dengan meningkatnya popularitas Pulau Komodo, Danau Kelimutu di Ende, dan beberapa destinasi pantai lain. Segala upaya dilakukan pe­merintah...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita daerah lainnya
Properti

Kunjungi Desa Binaan

Jumat 18/1/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

Mantan Menteri Permukiman dan Pengembangan Wilayah di era Presiden Gus Dur, Erna Witoelar (tengah) dan Duta Besar Indonesia dan Utusan Khusus Presiden RI untuk Pengendalian Perubahan Iklim, Rachmat Witoelar (kanan) berbincang saat melakukan kunjungan ke salah satu desa binaan PT. South Pacific Viscose Eco Village Kampung Ciasem, Purwakarta, Kamis (17/1). Eco Village Kampung Ciasem merupakan penghasil kerajinan tangan yang berasal dari bekas kayu pallet dari PT. South Pacific Viscose, dan juga peraih Eco Village Award tahun 2018 dari Gubernur Jawa Barat.

Tampilkan Semua

Lebih Indah dengan Kombinasi Warna

Jumat 18/1/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Warna pastel kerap dianggap sebagai warna aman. Padahal, keberanian memoleskan beragama warna pada dinding, suasana rumah akan terlihat lebih nyaman dan privat sesuai selera pribadi. Diana Nazir, desainer interior mengatakan perlu...
Selengkapnya

Fleksibel dan Dinamis, Ruang Kerja Para “Startup”

Jumat 18/1/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Para startup dapat menggunakan warnawarna berani ke sejumlah dinding ruang kerjanya, seperti warna hijau maupun kuning. Para startup (entrepreneur baru) yang bekerja mengandalkan perangkat teknologi bukan berarti tidak membutuhkan ruang...
Selengkapnya

Meisterstadt Batam, Superblok Berstandar Jerman

Jumat 18/1/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Pengembang properti PT Pollux Barelang Megasuperblok– perusahaan kolaborasi antara PT Pollux Properti Indonesia Tbk. dan keluarga besar mantan Presiden RI, BJ. Habibie memastikan proses konstruksi Tower A1 yang merupakan bagian...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita properti lainnya
Telko

Pengembangan Ekosistem Digital

Kamis 17/1/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

Head Of Digital Lifestyle Telkomsel, Crispin Tristram (kiri) dan VP Brand and Communications, Nirwan (kanan), menghidupkan lampu bersama Director of Content, Astro Agnes Rozario (kedua kiri) dan pemeran tokoh ‘Nawangsih cilik’, artis Gisellma, saat peluncuran serial drama horor “Nawangsih” di Jakarta, Rabu (16/1). Nawangsih merupakan web series drama horor kolaborasi MAXstream dengan ASTRO, sebagai layanan video streaming berkualitas, sejalan dengan misi Telkomsel dalam mengembangkan ekosistem digital di Indonesia, dengan memberikan pengalaman gaya hidup digital terbaik.

Tampilkan Semua

Teknologi Finansial Perluas Layanan

Kamis 17/1/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Teknologi finansial menjadi salah satu layanan keuangan digital yang cepat. Pelaku di bisnis ini terus memperluas layanan untuk meningkatkan pendapatan. Pemain pada teknologi finansial (tekfin) saat ini telah mencapai 73 buah. Dari...
Selengkapnya

Sensor Ponsel Tampilkan Gambar 3D

Kamis 17/1/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Pabrikan ponsel asal Tiongkok, Oppo, termasuk yang giat dalam melakukan inovasi. Dengan menggunakan teknologi kecerdasan buatan, Oppo menciptakan aplikasi AR Measurement yang terpasang pada Oppo R17 Pro. Aplikasi AR Measurement, mampu...
Selengkapnya

Vendor Fokus Kembangkan Jaringan Distribusi

Kamis 17/1/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Di tengah kompetisi yang sengit, pabrikan elektronika asal Korea Selatan, Samsung, terus berusaha keras untuk mempertahankan pangsa pasar ponsel di Indonesia. Salah satu yang dilakukan adalah dengan meluncurkan Samsung.com Shop, yang...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita telko lainnya
Otomotif

Tampil Mewah dan Lebih Modern

Rabu 16/1/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

Penampilan baru Avanza resmi dikenakan ke publik. PT Toyota-Astra Motor (TAM), Selasa (15/1), meluncurkan New Avanza dan New Veloz dengan penampilan semakin modern.

Tampilnya model baru MPV (mobil keluarga multifungsi) laris ini seperti menyudahi rasa penasaran para penggemar Avanza. Ada beberapa penyegaran yang dilakukan TAM. Penyegaran yang dilakukan menghadirkan karakter yang kuat berkualitas global yang diproduksi di Indonesia dengan fitur terbaru untuk pengalaman berkendara yang berbeda untuk para konsumen.

Kehadiran New Avanza dan New Veloz diharapkan mampu mengikuti kesuksesan pendahulunya yang tercatat bertahan sebagai market leader. Data mencatat, terhitung sejak diperkenalkan pada akhir 2003 dan resmi dipasarkan pada awal 2004 dan menjadi mobil MPV dengan penjualan terbanyak dengan membukukan total penjualan lebih dari 1,7 juta unit di 15 tahun kehadirannya di Indonesia.

Sejatinya, Avanza pun sangat diterima di lebih dari 30 negara di dunia. Meski persaingan semakin ketat, posisi Avanza belum tergoyahkan.

Pada 2018 lalu, Avanza membukukan angka penjualan 82.167 unit, Avanza tidak hanya bertahan sebagai market leader di segmen low MPV, tapi juga berhasil bertahan sebagai mobil terlaris. “Selama 15 tahun kehadirannya di Indonesia, Kami besyukur Avanza dapat menjadi produk yang mampu mendorong pertumbuhan industri otomotif Indonesia,” Kata President Director PT Toyota- Astra Motor (TAM) Yoshihiro Nakata. Selain itu Avanza juga tercatat pada rekor MURI untuk pencapaian penjualan 1 juta unit tercepat untuk semua kategori jenis mobil.

“Kami optimis, sejumlah penyegaran yang dilakukan pada New Avanza dan New Veloz akan memberikan nilai tambah lebih kepada konsumen melalui total ownership experience yang lebih tinggi,” tambah Nakata. Memasuki 15 tahun kehadiran di Indonesia, New Avanza dan New Veloz memberikan kesan yang berbeda dengan tampil lebih modern. Tampilannya lebih lengkap dan juga lebih nyaman, tanpa meninggalkan DNA utamanya yang memang sudah diterima dengan baik oleh penggunanya di Indonesia dan menjadi salah satu faktor keberhasilan produk kendaraan terlaris di Indonesia.

Perubahan mendasar pada penampilan New Avanza terlihat pada bagian depan yang tampak semakin kokoh, stylish, dan modern. Perubahan mencolok terlihat pada empat lampu headlamp yang dibelah mengekspresikan desain stylish dan modern. Tampilan headlamp yang menggunakan lampu LED dan ditunjang dengan disain garnish yang menarik mampu mengekspresikan sorotan yang tajam dan ramping.

Fender lebar memberikan penampilan yang lebih berkelas dan stabil. Bumper depan tampil kian berkarakter dipadu dengan desain rumah lampu kabut yang tajam menonjolkan desain yang kuat dan modern. Garis bodi yang melewati lampu depan terus ke samping telah memberikan kesan penampilannya menjadi lebih panjang dibandingkan pendahulunya. Penyegaran pada roda (velg) makin memperkuat penampilan New Avanza yang semakin berkelas.

Sementara, tampilan yang lebih kuat terlihat pada New Veloz. Disain trapesium pada grille-nya, menjadikan New Veloz terlihat lebih gagah dan semakin stylish. Pada bagian belakang, tampilan New Avanza dan New Veloz juga tampak lebih lebar berkat desain terbaru dari lampu belakang.

Penggunaan plate chrome pada pintu belakang kian mendukung kesan lebih lebar pada New Avanza. Sisi interior hadir dengan warna interior yang mewah serta cover seat baru, pada New Veloz bahkan stitching nya berwarna merah menegaskan nuansa yang sporti di kabin. Untuk pengemudi, tampilan meter cluster pun hadir lebih modern dan mudah dibaca informasinya, sementara desain center cluster dan A/C control juga mengalami penyegaran.

Semua varian New Avanza dan New Veloz menggunakan console box yang dilengkapi illumination lamp, power slot (row 1 dan 2), dan USB port ( row 3). Untuk memberi nilai tambah yang lebih tinggi kepada konsumen, New Avanza dan New Veloz mendapatkan sejumlah fitur terbaru seperti smart entry, desain outer mirror yang kini hadir dengan fitur retractable auto folding. Semua varian Veloz kini menggunakan fitur teknologi lampu Follow Me Home Light yang memberikan pencahayaan saat malam hari untuk pemilik kendaraan pada saat memasuki hunian. Head unit pada semua varian New Veloz dan sebagian New Avanza menggunakan teknologi touchscreen,steering switch.

Disamping itu, semua varian menggunakan sistem audio dengan 6 speaker. Selain itu, untuk semua varian Veloz dan Avanza 1.5 G, head unit, security system back sensor, dan outer mirrornya juga telah menggunakan integrated system. Penyegaran juga dilakukan pada bagian rangka dan kaki-kaki. Desain suspensi New Avanza dan New Veloz lebih disempurnakan sehingga kendaraan lebih stabil dan nyaman.

Keduanya juga mengalami ubahan program pada Electric Power Steering sehingga lebih enak dikendarai baik dalam kecepatan rendah maupun kecepatan tinggi. New Avanza dan New Veloz lebih senyap dibandingkan pendahulunya karena improvement pada insulator yang diletakkan di sasis bagian belakang, floor serta dash panel bagian depan, sehingga suara kian kedap memberikan kenyamanan ekstra untuk seluruh penumpang.

Pada fitur keselamatan All New Avanza dan All new Veloz dilengkapi dengan Dual SRS Airbags, Seatbelt with Pretensioner & Force Limiter, ABS (Anti-Lock Braking System), ISOFIX, 3-Points Seatbelt, Side Impact Beam, dan Front Passenger Seat belt Warning. Vice President Director PT Toyota-Astra Motor, Henry Tanoto, menambahkan, berbagai kelebihan yang dimiliki New Avanza dan New Veloz menjadikan mobil ini tetap menjadi pilihan pelanggan setianya.

Sejak diperkenalkan pada 2003, hingga kini Avanza telah terjual lebih dari 1,7 juta unit. “Sentuhan yang kami berikan pada New Avanza dan New Veloz senantiasa didasarkan kebutuhan pasar,” kata Henry. yun/E-6

Tampilkan Semua

Motor Retro Makin Diminati

Rabu 16/1/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Animo terhadap modern retro semakin menarik perhatian konsumen otomotif, dengan banyaknya motor hasil modifikasi. Dengan berdesain lawas dari pabrikan pecinta motor tidak perlu melakukan modifikasi. Kawasaki menawarkan varian terbaru...
Selengkapnya

All New Camry Lebih Mewah dan Agresif

Rabu 9/1/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Mengawali 2019, Toyota menghadirkan All New Camry sebagai kendaraan Outclass Elegance, untuk memberi pengalaman berkendara lebih menyenangkan, mewah dan sporty. Pabrikan Jepang menggebrak pasar otomotif Indonesia dengan menghadirkan...
Selengkapnya

Ajang Pamer Mobil Unggulan

Rabu 9/1/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Sebagai salah satu barometer industri otomotif dunia, North American International Auto Show (NAIAS) 2019 akan menampilkan beberapa mobil baru baik dengan tenaga listrik ataupuan mesin konvensional. Pada pemeran yang dikenal dengan...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita otomotif lainnya
beriklan di koran jakarta
Olahraga

Lakers Tundukkan Thunder

Sabtu 19/1/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

OKLAHOMA – Kyle Kuzma mencetak 32 poin untuk membantu Los Angeles Lak­ers menang 138-128 atas Oklahoma City Thunder melalui overtime dalam pertandingan NBA yang dimainkan di Chesapeake Energy Arena, Oklahoma, AS pada Jumat (18/1) pagi WIB.

Kuzma memasukkan tujuh lem­paran tiga poin, dan pemain Los Angeles Ivica Subac mengemas 26 poin dan melakukan 12 rebound.

Lonzo Ball menambahi 18 poin, ter­masuk lima poin pada overtime ketika Lakers unggul 16-6 atas Oklahoma City 16-6, dan melakukan sepuluh assist.

Thunder kalah untuk kelima kalinya dari enam pertandingan. Lakers mencatatkan kemenangan kedua secara beruntun dan kini memiliki catatan 5-7 tanpa kehadiran LeBron James (cedera pangkal paha) dan Rajon Rondo (cedera tangan).

Thunder tidak mampu menghasilkan banyak angka dari lemparan tiga poin saat overtime, hanya memasukkan dua dari 12 lemparan tiga poin. Oklahoma City hanya memasukkan satu poin di sesi tambahan.

Paul George memimpin Thunder den­gan 27 poin. Russell Westbrook mencetak 26 poin dan 13 assist, namun hanya mema­sukkan tujuh tembakan dari 30 percobaan tembakan.

Dalam pertandingan lainnya, Pascal Siakam melakukan layup saat “buzzer” ber­bunyi dan Toronto Raptors menaklukkan tamunya Phoenix Suns 111- 109. Siakam mengakhiri pertandingan dengan sepuluh poin dan 12 rebound.

Kyle Lowry mencetak 16 poin, sembilan rebound, dan delapan assist untuk Raptors. Serge Ibaka menambahi 22 poin.

Sementara Denver Nuggets unggul 135-105 atas Chicago Bulls, Philadelphia 76ers unggul 120-96 atas Indiana Pacers, dan Charlotte Hornets menang 114-95 atas Sac­ramento Kings. AFP/S-1

Tampilkan Semua

Mclaren Siapkan Mobil Hebat

Sabtu 19/1/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
LONDON – Tim Mclaren akan memiliki jajaran pebalap dan manajemen baru yang akan menjadi penyegar pada musim balap ta­hun ini usai mengalami situasi berat di 2018. Meski Kepala Mclaren Racing Zak Brown belum merasa senang di...
Selengkapnya

Judo Bidik Tiga Emas SEAG 2019

Sabtu 19/1/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
JAKARTA – Tim judo Indonesia membidik perolehan tiga hingga empat medali emas SEA Games ke-30 yang akan berlangsung di Filipina, pada November-Desember 2019 me­nyusul upaya mempertahankan gelar juara umum. “Kami masih...
Selengkapnya

Sharapova Singkirkan Wozniacki

Sabtu 19/1/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Sharapova pemegang lima gelar Grand Slam, terakhir kali dia meraih gelar turnamen besar itu di Prancis Terbuka pada 2014. MELBOURNE – Maria Sharapova mengempaskan mim­pi Caroline Wozniacki untuk mempertahankan gelar...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita olahraga lainnya
Kolom

Debat-Debit-Debut

Sabtu 19/1/2019 | 06:30
A   A   A   Pengaturan Font
CATATAN ARSWENDO

 

Debat presidensial antara pasangan 01 melawan pasangan 02 yang disiarkan serentak di seluruh kanal tv, juga lewat media sosial, dan disertai komentar dari kedua calon, seolah berakhir dengan antiklimaks. Kurang greget, bahasa anak muda. Kurang adu argumen, mengomentari pendapat pesaing, menegas­kan pendapat sendiri. Seolah dua pasangan ini berasal dari kubu yang sama.

Mungkin malah bisa besar hati. Bahwa bangsa ini tak punya tradisi debat secara terbuka, ngomong di forum resmi secara terus terang, apa­lagi ini mengenai persyaratan mau sebagai pasangan nomor satu republik ini. Meskipun tidak berarti kita lebih berani kalau ngrasani, membicarakan orang yang tak ada di depan kita, atau lebih mahir nyinyir, komentar yang tak langsung berkaitan dengan pokok persoalan. Bahwa bangsa ini sebenarnya memiliki “kemam­puan’ untuk itu, mempunyai debit, tidak terasakan kelebi­hannya.

Mungkin juga sebagian dari kira salah persepsi, karena berharap seperti debat pres­idensial di Amerika Serikat, di mana sejak awal pencalo­nan sudah masuk wilayah debat terbuka, yang diikuti masyarakat penonton. Di awal masih dalam tahap pencalo­nan, sudah “ditelanjangi” dalam arti sebenarnya.

Rekam jejak masing-masing calon diperlihatkan, sehingga mem­buat peserta berhenti di tengah jalan. Seorang calon presiden dalam konvensi partainya, terpaksa mundur gara-gara foto “skandalnya” dimuncul­kan. Foto sedang memangku perempuan, di suatu pantai—atau suatu tempat.

Kata “ditelanjangi” mung­kin tepat menggambarkan bahwa calon presiden benar-benar ditelanjangi, dikuliti, dibongkar sisik meliknya apa yang terjadi dengan­nya. Bahkan, termasuk asal usul kelahirannya, orang tua, atau riwayat pergaulan­nya. Sampai di sini, kadang hoaks memegang peran penting—atau dipentingkan. Sehingga calon bisa diberita­kan keturunan suka bangsa beda, agama beda, beda pendidikan, beda sekolah.

Ini masa-masa gawat, karena berita dusta, hoaks sempat menyebar. Kalau tak segera diantisipasi, yang hoaks bisa “dianggap sebagai yang benar.” Di sini fitnah mewa­bah, gosip tampil mengkilap, dan kalau sudah begini, “salah” dan “benar” menjadi samar. Bubarlah pengertian-pengertian yang masuk akal, yang menggambarkan sebab-akibat karena pemak­saan satu realita.

Semua keraguan tadi muntah dalam debat terbuka. Tapi, pada putaran pertama ini tak terjadi. Bahkan dugaan wakil capres no 2 yang selama ini diam, akan memakai fo­rum ini sebagai debut masuk dunia politik bebas, berakhir tanpa ombak, tanpa riak.

Walhasil, kali ini debat tak banyak efeknya. Masih ada empat kali lagi, tapi mungkin juga akan berakhir sama. Suara-suara menderu sebelumnya, termasuk “tes baca Al Quran”, tak terdengar gemanya.

Mungkin, yang sesuai di sini adalah berbalas pantun.

Mungkin pesan sampai dan menghibur.

Tampilkan Semua

Komitmen Daerah pada Pelayanan Publik

Sabtu 19/1/2019 | 05:00
A   A   A   Pengaturan Font
    Sejak terbit Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik sebagai pedoman pelayanan yang baik dan berkualitas kepada masyarakat berbanding terbalik dengan fakta di lapangan. Pelayanan masih berbelit,...
Selengkapnya

Membaca Debat Pertama Capres

Sabtu 19/1/2019 | 05:00
A   A   A   Pengaturan Font
Debat pertama pasangan capres-cawapres yang banyak dinanti masyarakat akhirnya digelar Kamis (17/1) malam. Dua pasang capres, Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin dan Prabowo Suboanto-Sandiaga Uno, tampil penuh persiapan. Moderator debat,...
Selengkapnya

Nasionalisme Hadapi Globalisasi

Sabtu 19/1/2019 | 05:00
A   A   A   Pengaturan Font
Bangsa perlu melakukan refleksi dan revitalisasi semangat nasionalisme. Ini penting demi kebangkitan baru menuju bangsa yang lebih beradab dan mandiri. Sebab, Indonesia tengah menghadapi tantangan global yang bisa mengancam nasionalisme....
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita kolom lainnya
Rona

Lia Callia Diolok Warganet Ikut "10 Years Challenge"

Sabtu 19/1/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

Belakangan ini ramai di media sosial aksi "10 Years Challenge". Tagar itu bahkan marak hingga ke kalangan seleber­itas Tanah Air. Tak sedikit kalangan artis yang ikut meramaikan tagar tersebut. Komentar warganet atau netizen pun beragam. Seperti hal­nya yang dilakukan oleh penyanyi Lia Callia, baru-baru ini di media sosial Instagram pribadinya. Ung­gahan foto 10 tahun lalu Lia Callia pun mengundang perundungan atau bully dari warganet.

Parahnya lagi, unggahan foto 10 Years Challenge Lia Callia itu diunggah ulang oleh akun Lambe Turah. Sontak ribuan warganet mengomentari foto Lia Callia yang terlihat sangat jauh berbeda dari foto dirinya 10 tahun lalu saat ia mengikuti ajang pencari bakat Kontes Dangdut Indonesia (KDI). Pelantun tembang “Mungkin Dia Lelah” ini diduga melakukan sejumlah operasi plastik di bebe­rapa tempat di wajahnya, hingga menjadi cantik dibanding dirinya 10 tahun lalu.

Dari ribuan komentar warga­net, umumnya memberi tang­gapan yang negatif. Kebanyakan menyebut Lia Callia percaya diri mengunggah fotonya, padahal ia melakukan operasi plastik di wa­jahnya. Saat ditanya soal komentar negatif dari warganet, Lia mengaku tak ingin menjadikan olokan war­ganet menjadi beban.

“Iya aku baca komentar netizen soal foto itu. Kalau aku sih nggak masalah ya, mau dikomentarin apa aja sih aku santai aja. Nggak masa­lah kok buat aku. Aku menghargai komentar apapun itu, biarpun itu negatif, dan aku nggak akan membalas dengan negatif juga. Malah aku enjoy aja baca-baca komentarnya. Malah jadi lucu sen­diri akunya,” ujar Lia Callia, saat dihubungi melalui pesan singkat selular, baru-baru ini.

Penyanyi yang punya julukan “Si Goyang Pecut” ini menyadari bahwa dibanding 10 tahun lalu, ia memang lebih konsen dengan penampilan. Lia mengaku sebagai penyanyi dan aktris ia memang mengutamakan penampilan. “Itu memqng foto aku dulu 10 tahun lalu. Aku memang sengaja upload aku 10 tahun lalu dan yang seka­rang. Banyak yang bilang beda banget. Tapi yang aku sih santai dan selalu bersyukur aja dengan hidup aku sekarang ini,” tukas Lia Callia. yzd/S-1

Tampilkan Semua

Ira Koesno Paling Memikat di Debat Capres 2019

Sabtu 19/1/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Di balik keseruan debat Pilpres 2019, ada satu hal lagi yang jadi perbincangan masyarakat. Penampilan Ira Koesno sebagai moderator nampaknya ikut menjadi perhatian. Bagai­mana tidak, Ira sukses membawakan Debat tersebut dengan baik....
Selengkapnya

Meghan Markle Tertawa Saat Dipanggil "perempuan gemuk"

Sabtu 19/1/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Komentar orang asing menge­nai perut yang membesar mungkin tak selalu diterima dengan baik, tapi Meghan Markle yang sedang hamil enam bulan, menanggapi santai ketika seorang pensiunan menyebutnya "seorang perempuan gemuk". Istri...
Selengkapnya

Java Jazz Festival 2019 Siapkan Program Spesial Perayaan 15 Tahun

Sabtu 19/1/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Pagelaran musik Java Jazz Festival 2019 akan segera digelar di JIExpo, Kema­yoran, Jakarta Pusat, selama tiga hari, 1-3 Maret 2019, Java Jazz 2019 akan menampilkan lebih dari 500 musisi dari dalam negeri dan dunia, di antara­nya...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita rona lainnya
beriklan di koran jakarta
Megapolitan

Sekwan dan Anggota Dewan Lepas Tangan

Sabtu 19/1/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA - Sekretaris DPRD DKI Jakarta, Yuliadi, berdalih format pengisian laporan harta kekayaan pejabat negara (LHKPN) sudah diserahkan kepada masing-masing fraksi. Pihaknya juga mengaku telah melakukan bimbingan teknis dengan mengundang langsung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk seluruh anggota, beberapa waktu lalu.

“Kami kan sifatnya pasif. Kalau teman fraksi minta dihubungkan dengan KPK, kami hubungkan untuk pengisiannya. Nggak ada (yang menagih laporan), kan sudah ada di fraksi masing-masing untuk diisi,” ujar Yuliadi kepada wartawan, di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jum’at (18/1).

Diakui Yuliadi, pihaknya telah memasukkan data-data anggota DPRD DKI Jakarta kepada KPK. Namun, anggota DPRD DKI Jakarta sama sekali belum menyerahkan LHKPN kepada KPK. Mereka berdalih memerlukan asistensi atau bimbingan dalam pengisian LHKPN itu.

“Bukan belum pada buat, tapi mereka baru isi form. Tapi belum dikirim formnya ke KPK untuk dapat ID pengisian atau input onlinenya. (Sekarang posisinya) di masing-masing fraksi,” kata Yuliadi.

Menurutnya, para wakil rakyat di Kebon Sirih itu seharusnya tinggal mengisi saja form yang sudah disediakan KPK. Untuk membantu pengisian, setiap fraksi telah ditempatkan staffnya agar bisa memberikan bimbingan langsung.

“Mungkin salah satu hambatan mereka itu untuk bisa mengisi form itu, kan ada lampiran data hartanya. Mungkin mereka kesulitan cari bukti data-datanya nih,” tegasnya.

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, M Taufik mengaku baru menyiapkan pengisian LHKPN untuk KPK. Sebelum akhir Maret nanti, sesuai perpanjangan waktu pengisian LHKPN dari KPK, kata Taufik, seluruh anggota fraksi Gerindra harus sudah melaporkan LHKPN tersebut.

“Saya sih udah siap-siap ya. Makanya mesti tanya ke Sekwan. Waktu itu udah dikumpulkan, saya hadir. Tanyakan Sekwan deh, kenapa dia tidak melakukan itu. Kan katanya mau bersama-sama, ada panduannya di ruang paripurna,” jelas Taufik.

Dikatakan Taufik, Sekertaris DPRD DKI Jakarta seharusnya memfasilitasi bimbingan teknis pengisian LHKPN langsung oleh KPK. Namun, bimbingan teknis itu bel juga dilakukan hingga kini. Sehingga, banyak anggota DPRD DKI Jakarta belum mengisi laporan tersebut.

“Ya, makanya mau ada panduannya. Sekwan waktu itu mau mengadakan bimtek dengan KPK. Belum pernah (ada bimtek). Sekwan yang mau mengundang (KPK) katanya. Tanya Sekwan deh,” imbuhnya.

Menurut Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, alasan yang dilontarkan itu hanya masalah klasik sebagai dalih agar tidak mengisi LHKPN.

Febri mengatakan, pengisian LHKPN sudah mudah karena ada sistem e-LHKPN. Selain itu, KPK siap membantu jika ada kendala pengisian. Ia pun menyarankan anggota DPRD untuk mendatangi KPK atau menghubungi call center KPK di 198.  pin/P-5

Tampilkan Semua

Pelaku Bentrok PKL Tak Tetap

Sabtu 19/1/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Polsek Metro Tanah Abang memburu provokator ricuh antara pedagang kali lima (PKL) dengan petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). JAKARTA - Para pedagang kaki lima (PKL) di Pasar Tanah Abang Jakarta Pusat yang sempat terlibat...
Selengkapnya

Warga Berharap LRT Mampu Atasi Kemacetan

Sabtu 19/1/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
BEKASI - Sejumlah warga di Kelurahan Cibubur, Jakarta Timur, berharap kereta ringan (LRT) yang rutenya menjangkau daerah itu nantinya mampu mengatasi kemacetan. “Saya senang sekali LRT ada di Cibubur, karena di sini kan sering...
Selengkapnya

Tumpukan Sampah

Sabtu 19/1/2019 | 01:00
A   A   A   Pengaturan Font
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita megapolitan lainnya
Kupas

Guru Honorer yang Telah Mengabdi Lebih dari 10 Tahun Diprioritaskan

Jumat 18/1/2019 | 05:00
A   A   A   Pengaturan Font
Beberapa waktu lalu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy, meminta para kepala sekolah tidak lagi mengangkat guru-guru honorer baru untuk mengajar. Jika butuh tenaga pengajar, kepala sekolah diminta untuk mengangkat kembali tenaga pengajar yang telah pensiun.

Untuk mengupas masalah ini, Koran Jakarta mewawancarai Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Supriano, di Jakarta, Selasa (15/1). Berikut petikan wawancaranya.

Apa dasar kebijakan guru honorer baru tidak bisa diangkat?

Para guru honorer yang sudah mengabdi lama, terutama lebih 10 tahun itu akan diprioritaskan diangkat oleh pemerintah melalui skema perjanjian kerja. Persoalan ini (guru honorer) akan terus mengemuka jika kepala sekolah mengangkat guru-guru baru, yang pada akhirnya berharap ada pengangkatan. Akan tetapi, berbeda jika kepala sekolah memperpanjang masa bakti guru yang pensiun.

Kalau (guru honorer yang baru) diangkat kepala sekolah nanti persoalan tidak selesai. Cukup yang pensiun. Kan, rata-rata usia pensiun 60 tahun dan untuk mengabdi beberapa tahun lagi masih bisa.

Bagaimana skema perjanjian kerja yang dimaksud?

Nanti ada tes penerimaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) akan digelar pada Februari 2019 dan sudah dibicarakan juga sama Pak Syafrudin, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN- RB).

Nah, dalam tes nanti penerimaan para tenaga honorer, khususnya guru akan menjadi prioritas. Sebab kan cukup banyak tenaga guru honorer yang tidak bisa mengikuti tes CPNS lantaran terkendala usia. Nantinya, pemerintah akan rekrut 75 ribu PPPK berbeda juga dengan CPNS kan.

Mengapa data guru honorer belum sinkron?

Iya, kemarin Senin (14/1), dapat sorotan juga dari anggota DPR, belum sinkron. Sementara kan di Kemendikbud, data guru honorer yang terverifikasi untuk mengikuti PPPK ada 159 guru. Kemudian, data yang pernah disampaikan KemenPAN- RB dan BKN, jumlahnya hanya 157 ribu, dikurangi 6 ribu yang lulus CPNS. Masih akan kami kaji lagi.

Untuk hak dan kewajiban apakah yang didapat sama dengan PNS?

Presiden Joko Widodo kemarin kan telah meneken Peraturan Pemerintah Nomor 49 Tahun 2018 tentang Manajemen PPPK. Aturan ini diharapkan membuka peluang seleksi dan pengangkatan bagi tenaga honorer yang telah melampaui batas usia pelamar PNS.

PPPK juga akan memiliki kewajiban dan hak keuangan yang sama dengan ASN yang berstatus sebagai PNS dalam pangkat dan jabatan yang setara.

Tapi, juga jangan salah persepsi, PP itu diperuntukkan bagi seluruh profesi yang ingin menjadi ASN. Jangan dikira PP Manajemen PPPK hanya untuk menampung 735 ribuan guru honorer yang di dalamnya ada honorer K2 (kategori dua). Ini PP yang memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi siapa saja untuk menjadi ASN PPPK.

Bagaimana guru honorer yang ingin setara dengan guru PNS?

Sebetulnya kan guru tidak hanya bertugas untuk mentransfer ilmu kepada peserta didiknya. Namun, tugas guru sebagai pendidik adalah menanamkan nilai-nilai dasar pengembangan karakter peserta didik dalam kehidupannya, termasuk pemanfaatan kemajuan teknologi informasi.

Untuk pengembangan dalam meningkatkan kemampuan serta kualitas sumber daya manusia (SDM) dalam hal ini adalah pendidik, diperlukan kualitas SDM yang tangguh, unggul, kreatif, inovatif, berdaya saing tinggi, dan memiliki nilai-nilai karakter yang baik. Kualitas, profesionalisme, dan cerdas IT seorang pendidik merupakan aset yang sangat penting bagi kehidupan dalam upaya menghadapi revolusi industri 4.0. 

 

angie ariesta/AR-3

Tampilkan Semua

Capres-Cawapres Harus Sampaikan Visi Misi secara Mendalam

Kamis 17/1/2019 | 05:00
A   A   A   Pengaturan Font
Pelaksanaan Pilpres 2019 akan sampai pada tahap debat. Namun, berdasarkan penelitian dari berbagai lembaga survei, swing voter atau undiceded voter masih cukup tinggi. Salah satu penyebab hal tersebut adalah kampanye Pasangan Calon...
Selengkapnya

Kemendagri Fasilitasi Pertemuan agar Perizinan Tak Salahi Aturan

Rabu 16/1/2019 | 05:00
A   A   A   Pengaturan Font
Bupati Bekasi non-aktif, Neneng Hasanah, di pengadilan kasus suap perizinan proyek Meikarta menungkapkan kesaksian yang menyeret nama Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo. Neneng mengaku dalam sebuah pertemuan yang difasilitasi Kementerian...
Selengkapnya

Maskapai Diminta Bijaksana Tentukan Harga Tiket

Selasa 15/1/2019 | 05:00
A   A   A   Pengaturan Font
Beberapa waktu lalu, publik dikejutkan dengan keluhan masyarakat terhadap melonjaknya harga tiket pesawat sehingga hal tersebut memberatkan bagi yang ingin bepergian menggunakan transportasi udara. Terlebih lagi, saat itu merupakan masa...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita kupas lainnya
beriklan di koran jakarta
Edisi Weekend

Debat-Debit-Debut

Sabtu 19/1/2019 | 06:30
A   A   A   Pengaturan Font
CATATAN ARSWENDO

 

Debat presidensial antara pasangan 01 melawan pasangan 02 yang disiarkan serentak di seluruh kanal tv, juga lewat media sosial, dan disertai komentar dari kedua calon, seolah berakhir dengan antiklimaks. Kurang greget, bahasa anak muda. Kurang adu argumen, mengomentari pendapat pesaing, menegas­kan pendapat sendiri. Seolah dua pasangan ini berasal dari kubu yang sama.

Mungkin malah bisa besar hati. Bahwa bangsa ini tak punya tradisi debat secara terbuka, ngomong di forum resmi secara terus terang, apa­lagi ini mengenai persyaratan mau sebagai pasangan nomor satu republik ini. Meskipun tidak berarti kita lebih berani kalau ngrasani, membicarakan orang yang tak ada di depan kita, atau lebih mahir nyinyir, komentar yang tak langsung berkaitan dengan pokok persoalan. Bahwa bangsa ini sebenarnya memiliki “kemam­puan’ untuk itu, mempunyai debit, tidak terasakan kelebi­hannya.

Mungkin juga sebagian dari kira salah persepsi, karena berharap seperti debat pres­idensial di Amerika Serikat, di mana sejak awal pencalo­nan sudah masuk wilayah debat terbuka, yang diikuti masyarakat penonton. Di awal masih dalam tahap pencalo­nan, sudah “ditelanjangi” dalam arti sebenarnya.

Rekam jejak masing-masing calon diperlihatkan, sehingga mem­buat peserta berhenti di tengah jalan. Seorang calon presiden dalam konvensi partainya, terpaksa mundur gara-gara foto “skandalnya” dimuncul­kan. Foto sedang memangku perempuan, di suatu pantai—atau suatu tempat.

Kata “ditelanjangi” mung­kin tepat menggambarkan bahwa calon presiden benar-benar ditelanjangi, dikuliti, dibongkar sisik meliknya apa yang terjadi dengan­nya. Bahkan, termasuk asal usul kelahirannya, orang tua, atau riwayat pergaulan­nya. Sampai di sini, kadang hoaks memegang peran penting—atau dipentingkan. Sehingga calon bisa diberita­kan keturunan suka bangsa beda, agama beda, beda pendidikan, beda sekolah.

Ini masa-masa gawat, karena berita dusta, hoaks sempat menyebar. Kalau tak segera diantisipasi, yang hoaks bisa “dianggap sebagai yang benar.” Di sini fitnah mewa­bah, gosip tampil mengkilap, dan kalau sudah begini, “salah” dan “benar” menjadi samar. Bubarlah pengertian-pengertian yang masuk akal, yang menggambarkan sebab-akibat karena pemak­saan satu realita.

Semua keraguan tadi muntah dalam debat terbuka. Tapi, pada putaran pertama ini tak terjadi. Bahkan dugaan wakil capres no 2 yang selama ini diam, akan memakai fo­rum ini sebagai debut masuk dunia politik bebas, berakhir tanpa ombak, tanpa riak.

Walhasil, kali ini debat tak banyak efeknya. Masih ada empat kali lagi, tapi mungkin juga akan berakhir sama. Suara-suara menderu sebelumnya, termasuk “tes baca Al Quran”, tak terdengar gemanya.

Mungkin, yang sesuai di sini adalah berbalas pantun.

Mungkin pesan sampai dan menghibur.

Tampilkan Semua

Barokah Sri Utami

Sabtu 19/1/2019 | 05:00
A   A   A   Pengaturan Font
PT Phapros Tbk (Phapros) menjadi perusahaan terakhir yang melalukan Initial Public Offering (IPO) pada 2018. Kini, Phapros telah resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Perseroan ini menjadi perusahaan ke-57 yang listing tahun...
Selengkapnya

Sensor Gigi Khusus untuk Melacak Asupan Makanan

Sabtu 19/1/2019 | 05:00
A   A   A   Pengaturan Font
Para insinyur telah mengembangkan sensor mini dalam gigi. Saat sensor ini dipasang langsung pada gigi dan berkomunikasi secara nirkabel dengan perangkat seluler, maka sensor langsung bekerja. Sensor ini dapat mengirimkan informasi...
Selengkapnya

Tanaman Nanobionik Pendeteksi Bahan Peledak

Sabtu 19/1/2019 | 05:00
A   A   A   Pengaturan Font
Peneliti di Amerika Serikat melakukan rekayasa tanaman bayam yang bisa mendeteksi bahan peledak. Peneliti menyebutnya sebagai “tanaman nanobionics.” Bayam tidak lagi hanya sekadar makanan sayuran biasa. Dengan menanamkan karbon...
Selengkapnya

Klik disini untuk melihat berita edisi weekend lainnya
beriklan di koran jakarta