Koran Jakarta | October 21 2019
No Comments
PERADA

Seni Menggali Potensi Diri Sendiri

Seni Menggali Potensi Diri Sendiri

Foto : ISTIMEWA
A   A   A   Pengaturan Font

 

 

Terkadang, rasa takut, grogi, minder, dan gelisah muncul ketika ditunjuk secara mendadak untuk menyampaikan sesuatu di depan publik. Rasa ini mempengaruhi diri, sehingga tampil kurang maksimal. Bahkan kurang percaya diri akan mematahkan semangat meraih citacita. Maka, orang harus terus menggali potensi diri agar menemukan kekuatan untuk melangkah ke depan.

Semua harus percaya diri untuk menciptakan mental kuat dan mengeluarkan segala kemampuan. Steve Jobs pendiri Apple mengatakan, jangan biarkan opini orang menghalangi suara hatimu. Terpenting, milikilah keberanian mengikuti suara hati dan intuisi. Kritikan dijadikan cambuk meraih sukses. Memang tak mudah melawan rasa rendah diri atau tidak percaya diri.

Perasan-perasaan harus dilawan, sehingga mampu berubah. Kalau sudah berhasil mengatasi, jangan sampai muncul merasa super. Arti super kira-kira merasa lebih hebat dari orang lain. Jika ini yang terjadi akan menjauhkan diri dari kesuksesan. Orang hanya perlu melihat ke dalam diri sendiri (halaman 91). Mengalahkan diri sendiri tidaklah mudah.

Caranya ketahuilah kebaikan atau kelebihan dan kekurangan atau keburukan. Potensi diri akan muncul melalui proses panjang. Aristoteles, filsuf Yunani, mengatakan, mengenali diri sendiri awal seluruh kebijaksanaan (halaman 2). Penguasaan diri memerlukan perencanaan, strategi, serta langkah yang tepat. Juga butuh tekad kuat, perjuangan, pengorbanan, kesabaran, keuletan, komitmen, dan konsistensi.

Kemudian sambil berjalan, mungkin orang akan dapat menemukan ilmu-ilmu baru untuk memberdayakan, sehingga menjadi lebih berharga. Untuk meraih kesuksesan orang harus memiliki pola pikir di luar kebanyakan warga. Mungkin ide di luar kelaziman akan ditertawakan orang banyak. Namun, hal tersebut harus dijadikan sebagai semangat atau peluang untuk meraih sebuah keberhasilan.

Percaya pada kemampuan diri bisa menciptakan kelebihan dan mengubah hidup (halaman 7). Dalam buku Kuasai Dirimu: Panduan Membangun Mind-set dan Mental Sukses terdapat beberapa cara membangun Succes Mindset. Di antaranya, temukan sesuatu yang dianggap penting dalam kehidupan, pendidikan, maupun keluarga. Kemudian singkirkan ego.

Mulai menentukan target dalam aspek: sekolah, sosial, dan keluarga. Mencari sumber atau referensi sebagai inspirasi untuk maju. Jika ada sikap yang dapat merusak cita-cita, sesegera mungkin ditinggalkan. Catat beberapa keberhasilan kecil di siang hari. Perbaiki kegagalan dan berani keluar dari pemikiran mayoritas orang (halaman 89-90).

Bebaskan diri untuk berani bermimpi. Dengan bermimpi orang akan meraih kesuksesan seperti dialami Susan Wojcicki, penggagas iklan AdSense dan AdWords atau Steve Jobs pendiri Apple. Bisa juga seperti Mark Zuckerberg pendiri Facebook. Buku ini menyajikan langkah-langkah untuk mengenali diri, mengelola ego, menajamkan, dan menjernihkan pikiran.

Juga membahas cara berdialog dengan diri sendiri, memperbaiki kualitas diri, serta membuat visi besar dengan langkah kecil yang perlu segera dilakukan. 

 

Diresensi Fathurozi, Staf Balai Penelitian dan Pengembangan Agama, Semarang

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment