Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

-

Produksi Nasional Perlu Dipacu untuk Substitusi Impor

📅 Selasa, 12 Mar 2019, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Produksi Nasional Perlu Dipacu untuk Substitusi Impor Doc: Sumber: World Bank, OECD, IMF – Litbang KJ/and

>> Konten impor tinggi, andalkan konsumsi untuk pertumbuhan akan sangat riskan.

>> Ekonomi Indonesia masih dalam posisi hati-hati, perkuat pembenahan ekspor.

JAKARTA - Sejumlah kalangan mengingatkan di tengah-tengah tren perlambatan ekonomi global, pemerintah semestinya tidak terlalu mengandalkan sektor konsumsi sebagai penopang utama pertumbuhan ekonomi Indonesia. Sebaliknya, pemerintah justru perlu mendorong peningkatan produksi nasional untuk substitusi impor.

Ekonom Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, Suharto, menilai dalam situasi pelemahan perdagangan dan ekonomi dunia, mengandalkan konsumsi sebagai tumpuan pertumbuhan ekonomi akan sangat riskan. Sebab, konsumsi Indonesia banyak menggunakan impor.

Apabila, di saat yang sama ekspor tertekan oleh perlambatan global maka defisit neraca perdagangan akan semakin melebar, sehingga hasil akhirnya akan mereduksi pertumbuhan.

"Maka secara teoritis, memacu kenaikan produksi nasional untuk substitusi impor adalah jawabannya. Namun, itu tidak semudah membalikkan telapak tangan, perlu upaya kuat dari pusat sampai daerah," kata Suharto, ketika dihubungi, Senin (11/3).

Menurut dia, Indonesia bisa dikatakan baru membenahi paradigma ekonomi dalam lima tahun terakhir. Sebelumnya, ekonomi selalu didorong oleh konsumsi (sisi permintaan) dan cenderung mengabaikan pembangunan sektor produksi (sisi penawaran).

Artinya, ibarat memulai bisnis, Indonesia belum bisa memetik hasil apalagi balik modal. "Jadi, ke depan menjaga stabilitas ekonomi saja akan menjadi pekerjaan sulit, mengingat harga-harga komoditas juga akan tertekan karena penurunan permintaan dari Tiongkok," papar Suharto.

Terkait dengan perlambatan global, Organisasi Negara untuk Kerja sama Ekonomi dan Pembangunan (Organization for Economic Cooperation and Development/ OECD) memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia 2019 menjadi 3,3 persen, dari sebelumnya 3,5 persen.

Lembaga itu menjelaskan ketidakpastian kebijakan yang tinggi, ketegangan perdagangan yang sedang berlangsung, dan erosi lebih lanjut dari bisnis dan kepercayaan konsumen semuanya berkontribusi terhadap perlambatan. Misalnya, di Eropa tetap dipengaruhi oleh ketidakpastian atas rencana Inggris untuk keluar dari Uni Eropa atau Brexit. Sedangkan Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok masih berkutat soal perang dagang. Selain OECD, Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia juga telah menurunkan proyeksi pertumbuhan global.

Menanggapi hal itu, Menko Perekonomian, Darmin Nasution, menilai Indonesia tidak akan banyak terpengaruh. "Ekonomi kita pertumbuhannya itu masih sangat dipengaruhi oleh perkembangan proyek-proyek infrastruktur yang sudah dimulai, yang akan jalan saja terus. Beda dengan kalau belum ada investaisnya, boleh jadi akan terpengaruh," jelas dia, Senin.

Menurut dia, pemerintah masih mempertahankan target pertumbuhan ekonomi 5,3 persen tahun ini, sekalipun proyeksi pertumbuhan ekonomi global dipangkas.

Darmin mengemukakan untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi, daya dorongnya adalah konsumsi dan investasi. Pemerintah juga tengah membenahi ekspor. "Sebetulnya terutama konsumsi masyarakat dan investasi. Investasi tentu ekspor kita sedang berupaya, saya belum berani mengatakan ekspornya," kata dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Pramuka Dukung Upaya Ketahanan Pangan

2 jam lalu | Fajar Alim M

Nasional
Pramuka Dukung Upaya Ketaha...

Pelatihan Kerajinan Kain Ecoprint

2 jam lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Pelatihan Kerajinan Kain Ec...
Nasional
Festival Gerbang Nusantara ...
Daerah
Pelatihan kerja berbasis ko...

Mekarnya Bunga Suweg di Kranji Bekasi

3 jam lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Mekarnya Bunga Suweg di Kra...

Kegiatan Edukasi Pengenalan Satwa

3 jam lalu | Fajar Alim M

Daerah
Kegiatan Edukasi Pengenalan...

Penyesuaian harga bright gas di Aceh

7 jam yang lalu | Wahyu AP

Ekonomi
Penyesuaian harga bright ga...
Nasional
MK gelar sidang putusan 23 ...
Daerah
Bulog Yogyakarta capai targ...
Daerah
Lomba teater modern Festiva...
Daerah
Target penyelesaian perlint...
Siswa Kelas 3 SD Boyolali Temukan Celah Siber Untuk Membobol NASA, Langsung Raih Letter of Recognition

Siswa Kelas 3 SD Boyolali Temukan Celah Siber Untuk Membobol NASA, Langsung Raih Letter of Recognition

17 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.