Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads
-

Perlu Antisipasi 4 Tantangan Ekonomi Global

📅 Kamis, 14 Feb 2019, 00:04 WIB | Oleh: Tim Penulis
Perlu Antisipasi 4 Tantangan Ekonomi Global Doc: Sumber: BPS – Litbang KJ/and - kj/ones

JAKARTA - Pemerintah diminta mencermati kondisi ekonomi global yang masih diselimuti ketidakpastian, sehingga berpotensi mempengaruhi kinerja ekonomi Indonesia. Paling tidak ada empat tantangan yang perlu diwaspadai pada tahun ini.

Pertama, kenaikan suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau The Fed. Kedua, perang dagang AS-Tiongkok yang mengakibatkan penyusutan perdagangan global. Ketiga, ancaman perlambatan ekonomi Tiongkok. Keempat, tren kenaikan harga minyak dan gejolak harga komoditas.

Hal itu diungkapkan oleh ekonom senior, Faisal Basri, di Jakarta, Rabu (13/2). "Di 2020 akan lebih besar (tantangannya), karena tanda-tanda semakin banyak walau belum signifikan ancaman krisis di AS. Ekonomi AS ada perlambatan sampai 2020, ini juga dampak dari government shutdown," lanjut Faisal.

Terkait dengan ekonomi Tiongkok, Dana Moneter Internasional (IMF) memangkas proyeksi pertumbuhan Tiongkok dari 6,6 persen menjadi 6,2 persen di 2019. Ini merupakan pertumbuhan ekonomi paling lemah sejak 1990. Otomatis, pertumbuhan ekonomi global akan terkena dampak perlambatan tersebut.

"Pertumbuhan ekonomi di 2019 masih akan lumayan walau tren dunia menurun dibanding 2018. IMF dua kali menurunkan pertumbuhan ekonomi dunia dari 3,9 persen menjadi 3,7 persen dan akhirnya 3,5," tutur Faisal.

Dia menambahkan faktor keempat yang juga harus diantisipasi adalah kecenderungan harga minyak dunia yang kembali merangkak ke level 60-80 dollar AS per barel dan harga komoditas yang masih rentan bergejolak.

Secara terpisah, Direktur Eksekutif Indonesia Global Justice (IGJ), Rachmi Hertanti, mengemukakan hal senada. Menurut dia, perlambatan perdagangan global pada 2019 berpeluang terjadi akibat perang dagang yang mengganjal ekonomi Tiongkok dan AS. Selain itu, potensi penurunan harga komoditas dan pembatasan impor komoditas di beberapa negara, khususnya terkait dengan kebijakan ramah lingkungan yang melarang penggunaan sawit dan batu bara. "Hal ini tentu akan mempengaruhi kinerja perdagangan Indonesia, khususnya di sektor nonmigas," papar dia. (Lihat infografis)

Rachmi menambahkan, dalam merespons perekonomian global hari ini, pemerintah telah menyusun beberapa strategi prioritas dalam RKP 2019 guna meningkatkan daya saing industri nasional. Salah satunya adalah kebijakan yang diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah sektor pertanian, industri pengolahan, dan jasa produktif seperti sektor pariwisata dan perdagangan elektronik atau e-commerce.

IGJ menilai, pembukaan pasar-pasar baru yang ditargetkan oleh pemerintah masih belum terlihat hasilnya. Apalagi, beberapa perundingan kesepakatan perdagangan bebas (FTA) bilateral yang dilakukan belum juga dapat diselesaikan, sehingga efek positif yang diharapkan belum dapat diimplementasikan dalam jangka pendek.

Dalam konteks penguatan industri hilir, lanjut Rachmi, pada tahun ini pemerintah menyusun program prioritas untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi di sektor pertanian dan industri manufaktur dalam rangka mendorong pertumbuhan ekspor.

"Strategi ini teramat penting untuk memperkuat peran Indonesia dalam agenda Global Value Chain sehingga tidak hanya ditarget sebagai pasar," tukas dia.

Pelemahan Rupiah

Meyinggung soal nilai tukar, Faisal mengingatkan selama neraca transaksi berjalan masih terus defisit, maka "hantu" pelemahan rupiah masih akan terjadi. "Rupiah saat ini kembali ke level 14.000 rupiah per dollar AS. Sedikit menguat. Tapi secara teori dan historis akan melemah karena current account deficit (CAD)," kata dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Timnas Indonesia Juara FIFA Asean Cup 2026, Tundukkan Thailand 4-2 Lewat Adu Penalti
    final ideal, kekuatan berimbang, pertandingan yg menguras tenaga ...
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah thats right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Rupiah Terancam Melemah - 06 Oktober 2026

50 menit yang lalu | Oka Wahyu

Ekonomi
Rupiah Terancam Melemah - 0...
Olahraga
FIFA Asean Cup 2026: John H...
Olahraga
Pengakuan Elkan Baggott soa...
Advertisement
Hasil UEFA Nations League: Michael Olise Pimpin Prancis Hancurkan Belgia 4-1

Hasil UEFA Nations League: Michael Olise Pimpin Prancis Hancurkan Belgia 4-1

06 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.