Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads
-

Perguruan Tinggi Swasta Indonesia Bermasalah

📅 Kamis, 20 Jul 2017, 06:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Perguruan Tinggi Swasta Indonesia Bermasalah Doc: istimewa

Rencana Kementerian Riset Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) untuk menggabungkan (merger) perguruan tinggi swasta (PTS) terus bergulir. Persiapan menuju perampingan jumlah kampus juga terus berjalan. Bahkan, jika masih kurang efektif, Kemristekdikti juga berencana mengundang investor untuk melakukan takeover agar perampingan dan penyehatan perguruan tinggi di Indonesia berlangsung optimal.

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang langkah-langkah yang akan dilakukan Kemristekdikti, berikut wawancara Koran Jakarta dengan Direktur Jenderal Kelembagaan Iptek dan Dikti Kemristekdikti, Patdono Suwignjo.

Apa yang melatar belakangi rencana merger PTS? Dunia pendidikan tinggi, khususnya swasta kita itu punya masalah. Jumlah kampusnya banyak, tapi Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan tinggi kita rendah. Maka itu ada masalah.

Apa penyebabnya jumlah kampus dan APK berbanding terbalik? Karena ada banyak kampus kecil, dalam artian hanya memiliki satu dua program studi. Itu sebabnya, kenapa kita dorong untuk bergabung, merger.

Bagaimana kondisi perguruan tinggi kita dibanding negara lain yang pendidikannya relatif maju? Kita bandingkan saja dengan Tiongkok misalnya. Jika dilihat per kapita, jumlah PTS kita dibanding Tiongkok lebih banyak 10 kali lipat. Indonesia memiliki 4.529 PTS, sementara Tiongkok hanya memiliki 2.824 kampus. Meski banyak PTS, namun APK Indonesia hanya 31,5 persen. Padahal Malaysia saja 38 persen, Singapura 78 persen, dan Korea Selatan mencapai 98,3 persen.

Setelah dimerger, kira-kira bisa susut di angka berapa jumlah PTS kita? Kemristekdikti menargetkan akhir 2019 jumlah PTS berkurang 1.000 PTS.

Apakah target itu rasional? Ini memang tugas berat, karena dari 4.529 PTS ada 3.300 kampus di antaranya merupakan kewenangan kementerian lain. Apalagi PTS kecil-kecil itu banyak yang beda yayasan, jadi akan sulit dimerger.

Apa langkah konkret untuk menjembatani hambatan-hambatan itu? Antarkementerian memiliki tim yang akan melakukan mediasi.

Apakah ada cara lain yang akan ditempuh untuk mengurangi jumlah kampus? Ada. Kami akan mengundang investor untuk mengambil alih (takeover) universitas yang sudah ada untuk menyehatkan. Maksudnya mendirikan kampus baru? Bukan. Kita kan ada moratorium pendirian kampus. Jadi, investor itu nantinya bisa takeover kampus yang sudah ada. cit/E-3

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah thats right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
Megapolitan
Pemkot Bogor Tertibkan 516 ...
Daerah
CFD Pontianak Kembali Digel...

Morowali Memanas! 75 TKA Dievakuasi Polisi Usai Bentrokan

30 menit yang lalu | Marcellus Widiarto

Daerah
Morowali Memanas! 75 TKA Di...
Ekonomi
Bikin Kaget! Transaksi QRIS...
Advertisement
Daftar Terakhir Perolehan Medali Asian Games 2026: Indonesia Posisi ke-16

Daftar Terakhir Perolehan Medali Asian Games 2026: Indonesia Posisi ke-16

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.