Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
-

Pemerintah Serius Bahas RUU Masyarakat Adat

📅 Selasa, 17 Apr 2018, 08:31 WIB | Oleh:
Pemerintah Serius Bahas RUU Masyarakat Adat Doc: istimewa

Jakarta - Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Hadi Prabowo menegaskan, RUU Masyarakat Adat dibahas tak hanya oleh Kemendagri. Tapi juga melibatkan kementerian lain. Dan kemarin, hasil pertama pembahasan telah diserahkan ke Mensesneg. Hadi menegaskan, yang diserahkan baru rumusan awal.

"Jadi belum merupakan suatu keputusan. Itu semuanya atas dasar pembahasan dengan enam kementerian dan lembaga. Jadi itu sebagai laporan. namun pada hakikatnya Mendagri dan jajarannya adalah tetap akan melaksanakan dan juga mendukung, menindaklanjuti pembahasan kaitannya masyarakat hukum adat," kata Hadi, di Kantor Kemendagri, di Jakarta, Senin (16/4).

Hadi juga menegaskan, kementeriannya berkomitmen mempercepat RUU Masyarakat Adat. Daftar inventarisasi masalah yang kemarin telah diserahkan, adakah langkah awal untuk ada beberapa penyesuaian. Karena itu baru tahap pertama, tentunya masih juga tahap normatif. Tapi bukan berarti tak terkait dengan substansi.

"Ada beberapa penyesuaian-penyusuaian terhadap rancangan itu. yang mana ditulis ada penyesuaian, ada perubahan dan selanjutnya kami serahkan nantinya dalam pembahasan di tingkat rapat terbatas dan sebagainya," kata Hadi. Sebelumnya, Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) mengkritik surat Menteri Dalam Negeri nomor:189/2257/SJ, perihal penyampaian Daftar Inventarisasi Masalah RUU Masyarakat Adat kepada Menteri Sekretaris Negara.

Dalam surat itu, Kementerian Dalam menyatakan RUU Masyarakat Adat saat ini belum merupakan kebutuhan konkrit bagi masyarakat adat. Bahkan dianggap berpotensi menyebabkan konflik baru, membuka atau menghidupkan kepercayaan yang belum diatur dalam kesatuan. Dan akan memberikan beban yang sangat berat bagi APBN.

Di tempat dan acara yang sama, Dirjen Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Nata Irawan menyatakan hal serupa. Kementeriannya, sangat mendukung arahan Presiden tentang masyarakat adat. Terkait DIM yang dipersoalkan lembaga swadaya masyarakat, menurut Nata tidak sertakemudian menjadi sebuah keputusan.

Tapi nanti ada proses pembahasan lanjutan. "Dalam DIM yang kami susun, versi Kemendagri, tentu ada pasal-pasal yang kita sesuaikan. Ada pasal yang kita hapus, ada memang yang sangat tidak perlu. Nanti secara menyeluruh, apa-apa yang tertuang dalam DIM masing-masing kementerian dan lembaga tentu sekali lagi akan dibahas dalam rapat terbatas enam kementerian dan lembaga," tutur Nata. ags/ AR-3

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Capaian Bauran Energi Baru Terbarukan

33 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian Bauran Energi Baru ...
Ekonomi
Pembangunan Infrastruktur I...
Daerah
Tradisi Sembahyang Jelang R...

Pertumbuhan Jumlah Penduduk Indonesia

2 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Pertumbuhan Jumlah Penduduk...
Ekonomi
Serapan Pekerja di Kawasan ...

Ketersediaan Pupuk Subsidi Nasional

2 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Ketersediaan Pupuk Subsidi ...
Shell dan Pertamina Kompak Pangkas Harga BBM Per 1 Juli 2026, Intip Siapa Paling Murah!

Shell dan Pertamina Kompak Pangkas Harga BBM Per 1 Juli 2026, Intip Siapa Paling Murah!

01 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.