Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads
-

Pelayanan Pasien di Rumah Sakit Belum Efektif

📅 Rabu, 09 Agu 2017, 07:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pelayanan Pasien di Rumah Sakit Belum Efektif Doc: istimewa

JAKARTA - Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) mewajibkan seluruh rumah sakit (RS), baik negeri maupun swasta, untuk memenuhi standar baru terkait optimalisasi layanan berbasis online. RS wajib menerapkan sistem pendaftaran online baik untuk rawat jalan maupun inap. Ketua Komisi Akreditasi RS, Sutoto, mengatakan penetapan standar baru yang serbaberbasis online ini diterapkan untuk meningkatkan akreditasi RS yang akan berdampak pada meningkatkan layanan kesehatan yang akan diberikan RS kepada masyarakat.

"Standar baru ini harus sudah mulai berjalan di 2018, semua harus sudah memiliki layanan berbasis online," tegas Sutoto dalam diskusi kesehatan, di Jakarta, Senin (7/8). Pihaknya memberikan masa penyesuaian selama tiga tahun sejak diterapkan 2018. Ia menyadari, bahwa penerapan standar ini merupakan kerja berat, mengingat dari 2.150 RS yang ada, hanya 150 di antaranya saja yang sudah berbasis online.

"Sedangkan 2.000 sisanya masih manual," ungkap Sutoto. Dengan penerapan sistem layanan berbasis online, RS dan masyarakat dapat mengetahui secara tepat berapa jumlah tempat tidur kosong dan jumlah pasien yang sedang rawat jalan. "Jadi dapat efektif dan menghemat waktu masyarakat, tidak perlu datang ke RS dan sia-sia," tegasnya.

Berdasarkan data KARS, jumlah RS yang sudah terakreditasi hanya 1.030 rumah sakit, sedangkakan 50 persennya terakreditasi paripurna, sisanya perdana. Namun, yang paripurna didominasi rumah sakit swasta karena fasilitas kesehatannya lebih lengkap. Untuk itu, dia mengimbau pihak swasta ikut membantu rumah sakit pemerintah dalam meningkatkan akreditasinya.

"Salah satunya dengan menopang alatalat kesehatan yang dibutuhkan pasien," jelasnya. Project Manager Safetosleep, Prabhanty Ayuthaya, menambahkan akan mendukung rumah sakit di Indonesia agar bisa meningkatkan kinerja mengenai keselamatan pasien, khususnya bayi. Itu sebabnya, pihaknya akan membagikan matras kesehatan berteknologi terkini tapi aman untuk kondisi bayi di seluruh rumah sakit.

"Kami akan bermitra dengan seluruh rumah sakit di Indonesia karena kami optimistis, salah satu upaya menekan jumlah kematian bayi akibat Pneumonia dari alas tidur. Sebab, banyak yang salah paham dengan hal ini, pulas tidur bukan berarti aman sebab lupa napas pada bayi selalu mengintai," tutup Prabhanty. cit/E-3

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Mobil Tabrak Kerumunan Oran...
Wisata
Prosesi adat kansoda'a di W...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.