Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
-

Mengurangi Peradangan Secara Alami

📅 Senin, 08 Feb 2021, 01:00 WIB | Oleh:
Mengurangi Peradangan Secara Alami Doc: Istimewa

Peradangan adalah proses alami yang membantu tubuh menyembuhkan dan mempertahankan diri dari bahaya. Namun, peradangan berbahaya jika menjadi kronis.
Melansir laman healthline, Peradangan kronis dapat berlangsung selama berminggu-minggu, berbulan-bulan, atau bertahun-tahun - dan dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan. Meskipun demikian, ada banyak hal yang dapat di lakukan untuk mengurangi peradangan dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan.
Peradangan adalah cara tubuh melindungi dirinya dari infeksi, penyakit, atau cedera. Sebagai bagian dari respons peradangan, tubuh meningkatkan produksi sel darah putih, sel kekebalan, dan zat yang disebut sitokin yang membantu melawan infeksi.
Tanda-tanda klasik peradangan akut (jangka pendek) termasuk kemerahan, nyeri, panas, dan bengkak.
Di sisi lain, peradangan kronis (jangka panjang) sering terjadi di dalam tubuh tanpa gejala yang terlihat. Jenis peradangan ini dapat mendorong penyakit seperti diabetes, penyakit jantung, penyakit hati berlemak, dan kanker. Peradangan kronis juga bisa terjadi saat orang mengalami obesitas atau sedang stres.
Ketika dokter mencari peradangan, mereka menguji beberapa penanda dalam darah, termasuk C-reactive protein (CRP), homocysteine, TNF alpha, dan IL-6.
Faktor gaya hidup tertentu terutama yang bersifat kebiasaan dapat meningkatkan peradangan. Mengkonsumsi gula dan sirup jagung fruktosa tinggi sangat berbahaya. Ini dapat menyebabkan resistensi insulin, diabetes, dan obesitas.
Para ilmuwan juga berhipotesis bahwa mengonsumsi banyak karbohidrat olahan, seperti roti putih, dapat menyebabkan peradangan, resistensi insulin, dan obesitas. Terlebih lagi, mengonsumsi makanan olahan dan kemasan yang mengandung lemak trans telah terbukti meningkatkan peradangan dan merusak sel endotel yang melapisi arteri.
Minyak nabati yang digunakan dalam banyak makanan olahan adalah kemungkinan penyebab lainnya. Konsumsi secara teratur dapat menyebabkan ketidakseimbangan asam lemak omega-6 ke omega-3, yang diyakini beberapa ilmuwan dapat meningkatkan peradangan.
Asupan alkohol dan daging olahan yang berlebihan juga dapat menimbulkan efek peradangan pada tubuh. Selain itu, gaya hidup tidak aktif yang mencakup banyak duduk merupakan faktor non-diet utama yang dapat meningkatkan peradangan.
Jika ingin mengurangi peradangan, makan lebih sedikit makanan inflamasi dan lebih banyak makanan antiinflamasi.
Dasarkan diet pada makanan padat nutrisi yang utuh serta mengandung antioksidan dan hindari produk olahan. Antioksidan bekerja dengan mengurangi kadar radikal bebas. Molekul reaktif ini dibuat sebagai bagian alami dari metabolisme, tetapi dapat menyebabkan peradangan jika tidak dikendalikan.
Diet anti-inflamasi harus memberikan keseimbangan protein, karbohidrat, dan lemak yang sehat setiap kali makan. Pastikan juga memenuhi kebutuhan tubuh akan vitamin, mineral, serat, dan air.
Salah satu diet yang dianggap anti-inflamasi adalah diet Mediterania, yang telah terbukti mengurangi penanda inflamasi, seperti CRP dan IL-6. Diet rendah karbohidrat juga mengurangi peradangan, terutama pada orang yang mengalami obesitas atau mengalami sindrom metabolik. Selain itu, diet vegetarian dikaitkan dengan berkurangnya peradangan. arn

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Ekonomi
Pelari dari 17 Negara Ramai...
Megapolitan
Pecinan Glodok Tetap Jadi W...
Megapolitan
Cincin Donat Segera Dibangun

RI Harus Perbaiki Iklim Investasi

1.5 jam yang lalu | Lukman

Nasional
RI Harus Perbaiki Iklim Inv...
Nasional
Pemadaman Berulang Rugikan ...
Susunan Pemain Spanyol vs Arab Saudi Piala Dunia 2026: Lamine Yamal Tampil Starter

Susunan Pemain Spanyol vs Arab Saudi Piala Dunia 2026: Lamine Yamal Tampil Starter

21 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.