Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads
-

Menggali Nilai-nilai Lokal Nusantara

31 Sabtu, 14 Sep 2019, 05:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Menggali Nilai-nilai Lokal Nusantara Menggali Nilai-nilai Lokal Nusantara Doc: ISTIMEWA

Buku ini berisi nilai-nilai kebijaksanaan lokal yang sudah lama tertanam dalam alam pikiran dan jiwa bangsa Indonesia. Menurut Soekarno, Pancasila adalah Philosophische Grondslag yaitu fundamen yang sedalam-dalamnya. Dia juga jiwa, hasrat yang sedalamdalamnya tempat didirikan gedung Indonesia merdeka yang kekal dan abadi (hal14).

Makna "sedalamdalamnya" dikembangkan dalam buku ini. Kedalaman hasrat, jiwa, dan filsafat bangsa inilah yang menjadi fondasi Indonesia merdeka sehingga lestari sepanjang masa.

Buku Kearifan Lokal-Pancasila, Butir-butir Filsafat Keindonesiaan salah satu kontribusi dan harapan sebagai pemicu untuk mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila. Nilai-nilai lokalitas dan kedaerahan diangkat untuk mengayakan, meluaskan, dan mengaktualisasikan cakrawala pengertian nilai-nilai Pancasila. Kearifan lokal digali dari budaya Nusantara, sehingga menampakkan "konsep filsafat keindonesiaan".

Butirbutir kebijaksanan, antara lain berasal dari Jawa, Batak Toba, Manggarai, Minahasa, Sunda, Dayak, Bali, Toraja, dan Papua. Kearifan lokal tersebut selaras dengan Pancasila sebagai perekat bangsa yang digali Soekarno. Ini mulai dari nilai ketuhanan, kemanusiaan, kebersatuan, musyawarah, demokrasi serta tata keadilan. Itulah butir-butir emas filsafat keindonesiaan.

Ambil contoh kearifan lokal dari Papua: Pandangan tentang Alam/ Tanah. Bagi orang Papua, alam atau tanah dilihat sebagai supermal tempat mengambil hasil alam demi kelangsungan hidup. Tanah dipandang sebagai tempat berkebun dan mencuci. Tanah juga sebagai ibu yang melahirkan, membesarkan serta sebagai identitas diri. Maka, lingkungan alam harus dijaga dan dirawat (hal 496).

Kearifan lainnya, penyelesaian sengketa melalui bakar batu untuk harmoni dan keadilan. Sengketa bahkan peperangan menjadi bagian tak terpisahkan dalam pengalaman hidup harian orang Papua. Ada siklus: berkelahi, membayar denda, berdamai, bakar batu, lalu makan bersama. Masalah sudah selesai.

Denda dilihat sebagai ganti rugi atas penderitaan korban. Nilai yang digali harmoni, etos kesederajatan dan keadilan sebagai sesama manusia (hal 498). Para penulis kebanyakan berlatar belakang pendidikan filsafat, sehingga dalam pencarian akan kebijaksanaan lokal tidak diragukan. Belum seluruh kearifan lokal Indonesia bisa dijangkau buku ini karena keterbatasan ruang dan jangkauan.

Ada pesan tersirat ke depan yang menantang pembaca untuk mencari dan menggali kearifankearifan lokal yang masih tersebar di Nusantara untuk ditampilkan ke hadapan publik. Buku merupakan kontribusi para penulis dalam rangka memperkaya dan memperluas cakrawala pemahaman nilai-nilai Pancasila.

Buku ini perlu dibaca warga yang berkehendak baik agar Indonesia tetap berdiri di atas Pancasila sebagai dasar negara.

Diresensi Pormadi Simbolon, mahasiswa pascasarjana STF Driyarkara Jakarta

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...

Main di Kandang, Arema FC Digulung Bali United

3 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Main di Kandang, Arema FC D...

Subuh Keliling untuk Mencari Masukan Warga

3 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Subuh Keliling untuk Mencar...
Daerah
Rapat Anggota Tahunan Sebua...
Olahraga
Dewi Fortuna Masih Mendampi...
Daerah
Gabah Masuk Harus Disortir ...
Advertisement
Gubernur Jabar Prihatin Banyak Warganya Terjerat Pinjol dan Judol

Gubernur Jabar Prihatin Banyak Warganya Terjerat Pinjol dan Judol

31 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.