Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads
-

Menaklukkan Nafsu Keserakahan Menumpuk Barang

📅 Rabu, 06 Jun 2018, 01:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Menaklukkan Nafsu Keserakahan Menumpuk Barang

Judul : Chicken Soup for the Soul: Makin Sedikit Makin Bahagia (101 Kisah tentang Mengubah Hidup dengan Melepaskan Apa yang Dimiliki)

Editor : Amy Newmark dan Brooke Burke-Charvet

Penerbit : Gramedia

Cetakan : Pertama, 2018

Tebal : xvi + 438 halaman

ISBN : 978-602-03-6124-6

Peningkatan konsumsi yang masif dengan berbagai perkakas pendukungnya oleh sebagian kalangan dipandang sebagai gejala patologi. Erich Fromm, misalnya, melihat konsumsi yang kompulsif sebagai bentuk pelarian manusia modern dari kehampaan untuk mencari kebahagiaan. Namun, menurut Fromm, upaya itu hanyalah kesia-siaan.

Buku ini memuat kisah orang-orang biasa yang berusaha meraih kebahagiaan dengan mempraktikkan gaya hidup sederhana, bukan dengan merayakan konsumsi berlebihan. Para penutur berlatar belakang profesi beragam. Mereka mungkin memang bukan ideolog antikapitalisme dan antikonsumerisme. Akan tetapi, kisah-kisah mereka sungguh mengilhami dalam memberi teladan cara hidup yang disyukuri dan kemurahan berbagi.

Kisah Jeanie Jacobson dari Omaha, Nebraska, memberi perspektif baru tentang kebiasaan menumpuk barang berlebihan yang tak dimanfaatkan secara maksimal. Setiap kali membantu teman-temannya membereskan rumah dengan menyortir barang-barang yang jarang digunakan untuk disumbangkan, dia mengajukan pertanyaan khas, "Apakah kau menahan berkat orang lain?" (hlm 284-286).

Pertanyaan Jacobson ini yang kemudian juga diarahkan pada diri sendiri. Dia membuka mata kesadaran kita bahwa menumpuk barang senyatanya sebentuk keserakahan. Keserakahan menghalangi orang lain untuk memperoleh yang sebenarnya dibutuhkan. Sesederhana itu.

Denise Barnes tahu pasti betapa tidak mudah melawan rayuan iklan untuk mencari kepuasan dengan berbelanja. Awal tahun 2014 adiknya memberitahu, sedang membuat tantangan untuk tidak membeli baju, tas, sepatu, dan perhiasan baru selama setahun. Barner pun bergabung dengan tantangan itu. Mulanya memang tidak mudah, apalagi di tengah gempuran promo obral kanan kiri. Tapi, begitu sukses melewati tantangan, Barnes merasakan telah menjalani hidup yang lebih bermakna (hlm 59-63).

Godaan konsumsi yang kompulsif semakin kuat karena dukungan sistem ekonomi dan keuangan. Kisah Marsha Porter, seorang pengulas film, saat bangkit kembali dengan hidup tanpa kartu kredit sungguh menarik disimak. Kemudahan bertransaksi yang diiming-imingkan oleh penyedia kartu kredit membuat Porter terjerat. Sebanyak 13 kartu kredit menuntutnya melakukan pembayaran minimum setiap bulan 1,270 dollar AS.

Setelah dengan upaya keras berhasil bebas dari jerat kartu kredit, kini tak lagi menggunakannya. Porter kemudian merasakan momen-momen istimewa dan membahagiakan (hlm 349-353). Hidup yang tak mengenal batas konsumsi juga kadang didorong tradisi.

Kebiasaan merayakan ulang tahun, misalnya. Rebecca Smith Masterson dari Phoenix, Arizona, bertutur tentang ulang tahun putranya yang istimewa tanpa undangan, keriuhan, tumpukan hadiah, dan hura-hura. Putranya yang berumur sembilan tahun cukup tidur di tempat tidur Masterson malam menjelang ulang tahun, ditambah dengan beberapa permintaan sederhana (hlm 403-404).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Olahraga
Strava Catat 33 Persen Akti...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Potensi Tsunami hingga 15 Meter di Cilacap, BMKG Perkuat Edukasi dan Simulasi Evakuasi

Potensi Tsunami hingga 15 Meter di Cilacap, BMKG Perkuat Edukasi dan Simulasi Evakuasi

21 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.