Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

-

Kiat Produktif di Era Teknologi Digital

📅 Rabu, 13 Sep 2017, 01:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Kiat Produktif di Era Teknologi Digital Doc: istimewa

Judul : Scrum

Penulis : Jeff Sutherland

Penerbit : Bentang Pustaka

Cetakan : Mei 2017

Tebal : 296 Halaman

ISBN : 978-602-291-387-0

Sebelum Jeff menggagas Scrum dan bahkan tahun 2005, sebagian besar proyek pengembangan piranti lunak dalam industri teknologi dikerjakan dengan metode air terjun. Proyek dirampungkan secara bertahap lalu dinaikkan ke tahap berikutnya sampai siap dirilis ke pasar.

Proses tersebut lambat, tak terprediksi dan sering kali tidak menghasilkan produk yang diinginkan. Dengan metode air terjun, proyek yang molor sampai berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun merupakan kelaziman. Rencana bertahap yang disusun di awal yang dijabarkan secara memikat dalam diagram Gantt meyakinkan manajemen untuk memegang kendali total atas proses pengembangan produk, tetapi di lapangan hampir selalu telat.

Pada 1993, untuk mengatasi berbagai kendala itu, Jeff bersama Ken Schwaber, mencetuskan cara baru dalam bekerja: Scrum. Cara itu berbeda sekali dengan metodologi manajemen proyek top-down yang preskriptif pada masa lalu. Scrum justru lebih menyerupai sistem adaptif evolusioner yang bisa memperbaiki diri.

Sering terdengar ungkapan, "Bukan itu tugas saya." Mereka menyetor bagian masing-masing dan cukup sampai di situ (hlm 23). Peluncuran healthcare.gov adalah contoh pas. Ini situs web yang memudahkan warga AS untuk mendaftarkan diri dalam asuransi kesehatan. Situs web itu dirampungkan dalam tiga bulan menggunakan Scrum (hlm 22). Sistem di healthycare.gov seharusnya menghubungkan basis data Internal Revenue Service (Dinas Pajak AS) dengan basis data negara bagian, perusahaan asuransi, dan departemen kesehatan.

Tugas tersebut memang kompleks. Untuk itu, lebih dari 20 kontraktor menggarap bagian-bagian berbeda dan merencanakan dengan metode air terjun. Mereka tidak pernah menaksir situs tersebut dari sudut pandang pengguna, tetapi hanya dari sudut pandang mereka sendiri. Mereka dibiarkan berbuat begitu karena memang tidak sejalan, tidak dipersatukan tujuan bersama.

Manfaat Scrum adalah mempersatukan tim untuk menciptakan hal-hal hebat. Untuk itu, semua tidak saja harus bisa melihat tujuan akhir, tetapi juga mampu memberikan hasil secara bertahap, sedikit demi sedikit, sejalan dengan tujuan. Dalam berbagai lini, Scrum telah diterapkan.

Di Belanda, para guru yang jumlahnya kian bertambah menerapkan Scrum untuk proses belajar mengajar di SMA. Skor ulangan hampir serta merta naik 10 persen lebih. Scrum digunakan untuk merengkuh semua siswa agar aktif dari murid berbakat sampai siswa program kejuruan (hlm 247).

Di Uganda, Yayasan Grameen menggunakan Scrum untuk menyampaikan data pertanian dan pasar kepada para petani miskin perdesaan. Hasilnya, sejumlah orang termiskin di bumi mendapat hasil panen dan pemasukan meningkat dua kali lipat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Cegah Rabies, 435 Kucing di...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Perubahan Skor SPMB SMA/SMK Manusia Unggul Jalur Prestasi Non-Akademik Sesuai Data Riil.

Perubahan Skor SPMB SMA/SMK Manusia Unggul Jalur Prestasi Non-Akademik Sesuai Data Riil.

08 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 4
# 4
Ratifikasi IEU-CEPA Dorong Daya Saing
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.