Koran Jakarta | June 24 2019
No Comments

Kemenkes Diminta Pastikan Obat untuk ODHA Cukup

Kemenkes Diminta Pastikan Obat untuk ODHA Cukup

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA - Ketua Koalisi Perlindungan Kesehatan Ma­syarakat (Kopmas), Arif Hidayat, mendesak Kementeri­an Kesehatan (Kemenkes) memastikan ketersediaan obat antiretroviral (ARV) jenis Tenofovir, Lamivudine, dan Efa­virenz (TLE) bagi penderita HIV/AIDS mencukupi. Dengan demikian, penderita HIV-AIDS atau ODHA bisa tetap pro­duktif serta dapat meningkatkan kualitas hidupnya.

Desakan Kopmas tersebut menyusul adanya simpang siur informasi perihal ketersediaan obat ARV di Indonesia.

Direktur Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Me­nular Langsung, Kementerian Kesehatan, Wiendra Wowo­runtu, mengatakan Global Fun memasok 220.000 botol obat untuk ODHA untuk kebutuhan sampai Maret 2019. Bahkan, Kemenkes telah mengajukan tambahan 29.000 botol untuk kebutuhan sampai Juni 2019, sehingga sangat cukup.

Namun, ARV Community Officer Indonesia AIDS Coali­tion, Irwandy Widjaja, punya catatan berbeda. Menurut­nya, stok ARV jenis TLE belakangan menipis di sejumlah daerah, seperti Medan, Surabaya, Semarang, dan Makas­sar. Hal ini, menurut dia, merupakan ancaman bagi para ODHA. “Jumlah virus HIV dalam tubuh mereka akan bertambah, kebebalan tubuh mereka tentu semakin me­nurun,” katanya.

Karena itu, dia meminta kepada Kemenkes untuk memas­tikan stok ARV betul-betul mencukupi. Selama ini, pemerin­tah menyedikan ARV secara cuma-cuma bagi para ODHA di rumah sakit dan puskemas yang ditunjuk. ang/E-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment