Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads
-

Kemendag Promosikan Kopi Gayo Berbasis Indikasi Geografis

1 Jumat, 18 Sep 2020, 13:54 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kemendag Promosikan Kopi Gayo Berbasis Indikasi Geografis Kemendag Promosikan Kopi Gayo Berbasis Indikasi Geografis Doc: ANTARA FOTO/Rahmad
Ket. Ilustrasi: Pekerja menunjukkan biji kopi Arabika gayo hasil musim panen akhir tahun 2019 di lapangan desa, Bandar Baro, Aceh Utara, Aceh, beberapa waktu lalu.

Jakarta - Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengembangkan strategi untuk mempromosikan Kopi Gayo berbasis Indikasi Geografis (IG) yang dinilai dapat memberikan kontribusi yang besar terhadap kinerja ekspor nasional.

"Promosi produk IG akan terus digencarkan sebagai langkah persiapan menghadapi panen raya Oktober mendatang. Produk IG dapat memberikan kontribusi yang besar terhadap kinerja ekspor nasional, khususnya di masa pandemi Covid-19 saat ini," kata Mendag lewat keterangannya di Jakarta, Jumat (18/9).

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Kasan menambahkan produk IG merupakan komponen penting dalam ekspor, karena dapat menjadi salah satu identitas Bangsa Indonesia di mata para konsumen mancanegara.

Hal tersebut disampaikan Kasan pada seminar web (webinar) bertema Approaching October Harvest Season A Webinar on Market Linkage of Traceable PGI Gayo Arabica Coffee to the EU Market.

Webinar digelar Ditjen PEN Kemendag dengan Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM, Masyarakat Perlindungan Kopi Gayo (MPKG), dan Arise+ Indonesia.

Penyelenggaraan webinar sekaligus sebagai langkah persiapan menyambut panen raya Kopi Gayo Oktober mendatang.

"IG menjadi identitas bagi suatu produk yang memiliki ciri khas tertentu sekaligus menggambarkan keindahan Indonesia, serta merupakan salah satu faktor penting yang dapat mendorong wisatawan ke dalam negeri," ujar Kasan.

Kasan menjelaskan Kopi Gayo merupakan salah satu contoh produk IG yang pertama diakui pasar global, khususnya pasar Eropa. Kata "Gayo" merupakan identitas kelompok/etnik yang merepresentasikan daerah asal. Selain itu juga menggambarkan pribadi yang melekat, yang tidak dimiliki oleh IG dari negara lain.

"Kami harap webinar ini dapat memberikan gambaran tentang potensi-potensi produk IG, sehingga kita bisa menghasilkan peta jalan (roadmap) yang jelas untuk pengembangan strategi pembinaan pelaku usaha dan branding produk IG. Kami percaya produk IG dapat memberikan kontribusi yang besar terhadap kinerja ekspor nasional," kata Kasan. Ant/E-10

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Staf PBB Tewas dalam Tahana...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Lagi Lewat Pertamina: Impor Migas Dialihkan ke Lemigas, Bahlil Pastikan Tak Bebani APBN

Tak Lagi Lewat Pertamina: Impor Migas Dialihkan ke Lemigas, Bahlil Pastikan Tak Bebani APBN

31 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.