Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
-

Kadarsah Suryadi

📅 Sabtu, 12 Agu 2017, 05:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kadarsah Suryadi Doc: Koran Jakarta/Teguh Rahardjo

Banyak anggapan dari masyarakat, jika untuk dapat kuliah di ITB bukan hanya butuh otak encer, namun juga perlu duit yang banyak. ITB dianggap sebagai kampus yang mahal. Padahal separuh dari mahasiswa ITB saat ini kuliah secara gratis.

Mahasiswa ITB dapat kuliah gratis karena pengelolaan keuangan perguruan tinggi yang baik, transparan, dan ada subsidi silang untuk membiayai kuliah. Untuk mengetahui lebih jauh kiprah ITB dan pengembangan kampus ini, wartawan Koran Jakarta, Teguh Raharjo berkesempatan mewawancarai Rektor ITB, Kadarsyah Suryadi, di Bandung, baru-baru ini. Berikut petikan selengkapnya.

Saat ini ada berapa banyak program studi (Prodi) di ITB dan jumlah mahasiswanya?

Prodi untuk jurusan sarjana atau S1 sebanyak 49, kemudian S2 sebanyak 52, dan S3 sebanyak 37. Jumlah mahasiswa ditotal sekitar 22 ribu. Rincianya untuk prodi S1 sekitar 15 ribu, S2 sekitar enam ribu, dan sisanya prodi S3.

Pilihan favorit pada penerimaan tahun ini apa?

Sulit untuk menjawab itu sebab semua saya kira favorit, semuanya diminati. Kami membagi Prodi sebanyak empat klaster. Yakni klaster science di mana ada MIPA, farmasi, teknologi hayati, dan lain-lain. Klaster kedua bidang enginer atau fakultas teknik. Ketiga adalah klaster seni rupa dan desain. Klaster keempat adalah bisnis dan manajemen.

Susah kalau saya menjawab mana yang favorit, sebab dari keempat klaster itu peminatnya seimbang. Empat klaster ini kami perkuat dan saling memiliki keterhubungan, sebagai empat pilar yang saling melengkapi. Menurut Global Enginering Education Exchange, dikatakan bahwa enginer harus punya sentuhan seni dan art yang harus pula didukung oleh science. Sebab ilmu dikembangkan melalui science yang berkembang lagi menjadi inovasi-inovasi.

Apa ada kelas khusus, kelas internasional misalnya?

Ada. Kelas internasional ada enam yakni teknik kimia, manajemen, penerbangan, teknik mesin, farmasi science, dan farmasi klinik. Kelas internasional ini dibuka dengan harapan ingin mempersiapkan generasi muda yang memiliki keterhubungan kebudayaan dengan negara lain.

Tujuannya agar saat nanti menjadi pemimpin, di mana pun, akan menjadi pemimpin yang mudah berkomunikasi dan mampu menjalin hubungan dan relasi yang baik dengan negara lain. Kita hidup di era global yang tidak ada batas. Jadi harus siap bersaing dan berkomunikasi dengan dunia luar. Kami juga melakukan pertukaran antara pelajar ITB dan pelajar universitas internasional untuk saling mempelajari budaya. Dosennya juga.

Kami ada program double degree. Yaitu mahasiswa akan belajar di dua tempat berbeda dalam waktu yang kami tentukan. Setahun di ITB setahun lagi di universitas internasional yang sudah menjadi partner kami. Uniknya setelah lulus maka mahasiswa ini akan mendapatkan ijazah dari dua kampus, dobel. Tentu peminatnya sangat banyak.

Kami juga mencari universitas yang memiliki kurikulum yang equal dan equivalent dan ada persetujuan dari dua pihak universitas. Negara yang bekerja sama untuk kelas internasional ini, antara lain Jepang, Australia, dan beberapa negara Eropa.

Hingga hari ini sudah ada 25 Prodi di ITB yang sudah terakreditasi internasional, dan enam di antaranya masuk dalam kelas internasional tadi.

Untuk diketahui, saat ini ada sebanyak 500 lebih mahasiswa asing yang berkuliah di ITB, 150 orang di antaranya kuliah program reguler baik S1, S2 hingga S3.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Seribu Badan Publik Disasar Ikut Monev

35 menit yang lalu | Sujar

Megapolitan
Seribu Badan Publik Disasar...

Park&Ride Bakal Dikembangkan Jadi TOD

51 menit yang lalu | Sujar

Megapolitan
Park&Ride Bakal Dikembangka...
Megapolitan
Jauhkan Dunia Pendidikan da...
Luar Negeri
Permukaan Laut Naik Makin C...

Trump Mengatakan Akan Menyerang Iran dengan 'Sangat Keras'

1.5 jam yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Trump Mengatakan Akan Menye...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Polri Aktifkan Satgas Cegah Praktik Judi Selama Piala Dunia 2026

Polri Aktifkan Satgas Cegah Praktik Judi Selama Piala Dunia 2026

10 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.