Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

-

Indonesia Kini Miliki Aplikasi Percakapan Lokal Bernama Palapa

📅 Kamis, 24 Sep 2020, 13:37 WIB | Oleh:
Indonesia Kini Miliki Aplikasi Percakapan Lokal Bernama Palapa Doc: baktikominfo.com
Ket. Ilustrasi aplikasi percakapan.

JAKARTA - Indonesia kini memiliki aplikasi percakapan lokal bernama Palapa yang dikembangkan oleh start up lokal Xecure IT dengan tingkat keamanan yang tinggi dan penyimpanan data terenskripsi.

Tokoh internet Indonesia Onno W. Purbo dalam keterangannya, Rabu (23/9), menekankan pentingnya bagi Indonesia sebagai negara yang besar untuk memiliki dan mengembangkan aplikasi percakapan lokal buatan dalam negeri.

"Dengan bersama-sama menggunakan aplikasi lokal, kita dapat mewujudkan perlindungan data pribadi, akselerasi ekonomi digital, ketahanan nasional dan kedaulatan siber Indonesia secara bersamaan," katanya.

Oleh karena itu, ia pun mendorong inisiasi dan riset khusus untuk mengembangkan aplikasi percapakan lokal.

Onno menyambut baik diperkenalkannya Palapa, yang dilengkapi berbagai modul seperti fitur tanda tangan elektronik dan secure data exchange.

"Ini merupakan solusi platform digital nasional bagi tantangan mewujudkan Satu Data Indonesia (SDI) dan Sistem Pemerintah Berbasis Elektronik (SPBE), serta Perhitungan Elektronik Pilkada maupun Pilpres yang membutuhkan integritas sangat tinggi," kata Onno.

Start up XecureIT (PT IMAN Teknologi Informasi) meluncurkan aplikasi Palapa untuk Android, iOS, Linux, Windows, dan macOS yang tersedia gratis bagi masyarakat.

Aplikasi Palapa merupakan generasi baru dari aplikasi PeSankita Indonesia (PS) yang telah digunakan secara luas di kalangan yang paham dan peduli dengan keamanan dan privasi termasuk dalam Gerakan Ayo Nyoblos Ayo Pantau melalui aplikasi mikro Kawal Pilpres 2019.

Palapa dirancang dan dibangun dengan fungsi dasar anti hijacking, secure chat, secure voice/video call, dan penyimpanan data terenkripsi.

Hasil karya anak bangsa ini merupakan platform aplikasi kolaborasi dengan keamanan menyeluruh dan privasi sangat tinggi, tanpa mengurangi kenyamanan pengguna secara signifikan.

Menurut pendiri XecureIT Gildas Deograt, yang juga merupakan Koordinator Forum Keamanan Siber dan Informasi (Formasi), pengembangan Palapa didasari Standar Arsitektur Keamanan Tingkat Tinggi Informasi (SAKTTI) guna mendukung norma baru bekerja di mana pun dan transformasi digital bagi korporasi maupun institusi pemerintah, serta sebagai platform membangun masyarakat atau Society 5.0.

Ia mengatakan setelah melakukan proses penelitian dan pengembangan sejak 2009 secara berkelanjutan, pihaknya mendapatkan Sertifikasi Fasilitas dan Tipe Produksi dari Pusat Kelaikan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Puslaik Kemhan RI).

Kapuslaik Kemhan Laksma TNI Teguh Sugiono pun berharap ke depan XecureIT dapat terus berinovasi mengembangkan teknologi siber, guna membantu mewujudkan Indonesia yang mandiri di bidang ketahanan siber. ion/Ant/S-2

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Filipina Gagas Pendirian Fo...
PEMILIHAN UMUM

Peru Gelar Pemilihan Presiden

1.5 jam yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Peru Gelar Pemilihan Presiden
Luar Negeri
Presiden Korsel Nominasikan...
Luar Negeri
Korut Pantang Mundur dari P...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
OJK Sebut Ada 8 Pinjol yang Masuk Pengawasan Khusus

OJK Sebut Ada 8 Pinjol yang Masuk Pengawasan Khusus

07 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.