Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads
-

Gelombang Kebangkrutan Ancam Ekonomi AS

📅 Jumat, 15 Mei 2020, 06:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Gelombang Kebangkrutan Ancam Ekonomi AS Doc: AFP/JOE RAEDLE / GETTY IMAGES NORTH AMERICA
Ket. GULUNG TIKAR - Salah satu gerai milik perusahaan ritel Neiman Marcus di Coral Gables, Florida, AS, sebelum ditutup beberapa waktu lalu. Pada 7 Mei lalu, Neiman Marcus mengajukan perlindungan untuk kebangkrutan bisnisnya yang salah satunya didorong oleh mewabahnya virus korona.

Sejumlah besar perusahaan di Amerika Serikat diperkirakan akan menghadapi gelombang kebangkutan akibat pandemi korona.

NEW YORK - Banyak perusahaan besar akan selamat dalam hantaman pertama dari krisis virus korona, namun mereka harus bisa lolos dalam tantangan berat dalam menghadapi masa pemulihan yang amat lama dan berliku. Sejak Covid-19 menghentikan sebagian besar perekonomian global, maskapai, jaringan peritel raksasa, perusahaan minyak dan bisnis lain yang paling terdampak karena wabah ini, akan mengharapkan fasilitas dari perbankan dan berutang pada institusi lain agar mereka bisa membayar tagihan dan tetap beroperasi. Saat ini banyak perusahaan amat membutuhkan dana cair supaya bisa melalui jalan menuju pemulihan perekonomian yang sepertinya akan mulai bangkit saat vaksin virus korona tersedia dan tersebar luas. Namun sebelum semua itu kemudian menimbulkan kekhawatiran akan terjadinya gelombang kebangkrutan besarbesaran pada sektor ritel seperti yang akan dialami Amerika Serikat (AS). Oleh karena itu Kongres bergerak cepat untuk menyetujui dana pertolongan bagi UMKM, industri besar dan pekerja, dengan anggaran sebesar hampir 3 triliun dollar AS.

"Sayangnya suntikan dana itu hanya memberi waktu bagi menunda kebangkrutan," kata David Kotok, salah satu pendiri Cumberland Advisors, menanggapi sokongan dana besar-besaran federal bagi mendukung perekonomian. Kotok, yang memperkirakan pemulihan ekonomi AS seluruhnya membutuhkan waktu sekitar 5 tahun, telah memperkirakan "korban" kebangkrutan akan dialami sektor biro perjalanan, wisata, real estate, energi,

"Dan ada banyak lagi yang akan muncul," kata dia. Ketua Federal Reserve, Jay Powell, pada Rabu (13/5) juga telah mewanti-wanti akan datangnya gelombang kebangkrutan yang akan membahayakan perekonomian dunia yang lebih besar lagi.

"Perlu lebih banyak sokongan fiskal yang dibutuhkan untuk mencegah kehancuran selain beban biaya yang amat besar," kata Powell.

Biaya Tinggi

Salah satu perusahaan AS yang baru-baru ini mengajukan kebangkrutan adalah peritel Neiman Marcus dan J Crew. Sejumlah maskapai AS juga telah menghentikan operasional ratusan pesawat terbangnya dan semua itu dilakukan untuk memangkas biaya. CEO Boeing, David Calhoun, pada pekan ini mengatakan kemungkinan besar maskapaimaskapai besar akan membatasi operasionalnya selama pasar perjalanan udara baru akan pulih sepenuhnya minimal dalam kurun waktu 5 tahun lagi. Untuk menghemat uang, perusahaan pengeboran minyak, Nabors Industries, pada pekan lalu berencana menunda pembayaran devidennya setelah dipotong oleh biaya pengeluaran dan pengurangan anggaran modal.

eko/AFP/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Logistik Hijau Dinilai Kunci Menangkan Persaingan Industri
    Preview komentar:
    Inisiatif mulia dari Kementerian Kehutanan terkait optimalisasi rute ...
  • ESDM: Efisiensi Energi Bisa Pangkas 37 Persen Emisi Sektor Energi, Industri Makin Untung
    Preview komentar:
    Langkah proaktif pemerintah melalui program percontohan SETI ini ...
  • Fenomena Langit Agustus 2026: Gerhana Matahari Total, Hujan Meteor, Blood Moon hingga 6 Planet Sejajar
    Preview komentar:
    Membaca rangkuman fenomena langit Agustus 2026 di artikel ...

29 Desa di Cilacap Alami Kekeringan

1.5 jam yang lalu | Ilham Sudrajat

Daerah
29 Desa di Cilacap Alami Ke...
Luar Negeri
Rwanda Kebut Percepatan Per...
Nasional
Menteri UMKM Dorong Perluas...
Jorge Messi Meninggal di Usia 68 Tahun , Sosok Penting di Balik Kesuksesan Lionel

Jorge Messi Meninggal di Usia 68 Tahun , Sosok Penting di Balik Kesuksesan Lionel

09 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.