Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads
-

Gapki Tak Gentar Ancaman Boikot Eropa

📅 Senin, 27 Agu 2018, 01:01 WIB | Oleh: Tim Penulis
Gapki Tak Gentar Ancaman Boikot Eropa Doc: istimewa

BELITUNG - Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) tak gentar dengan ancaman boikot crude palm oil (CPO) asal Indonesia dari negara-negara Eropa. Apalagi, Eropa defisit minyak nabati sebesar 5 juta ton. Sehingga tak mungkin ancaman itu benar-benar dilayangkan.

"Simple saja, kalau yang 5 juta ton itu, Eropa nggak mau masuk sama sekali, berarti kita kelebihan 5 juta. Nah, kelebihannya itu akan kita alihkan ke tempat lain," ujar Ketua Umum Gapki, Joko Supriyono, di Belitung, akhir pekan lalu (23/8).

Ia pun menantang Eropa untuk benar-benar berani menolak CPO asal Indonesia. "Pertanyaan mendasarnya apakah Eropa berani menutup pintu rapat-rapat 5 juta ton itu?" kata dia.

Menurut Joko, kalau soal persyaratan yang diminta Eropa, seperti sustainability, sebenarnya sudah dipenuhi oleh Indonesia. "Terbukti, selama ini pasar Eropa menerima produk CPO kita sebanyak 5 juta ton dalam setahun. Berarti, market itu sudah merasa Indonesia bisa memenuhi persyaratan sustainability. Jadi, yang menolak itu pemerintahnya, karena ada desakan dari politisi dan desakan NGO," kata dia.

Meski begitu, Gapki butuh komitmen serius dari pemerintah. "Kita berharap pemerintah turut melindungi petani dalam negeri sebagaimana dilakukan oleh negara-negara maju lainnya," kata Joko.

Selain itu, imbuh Joko, industri sawit didukung oleh semua lapisan masyarakat dan harus ada integrasi antarkementerian. "Semua menteri sudah mendukung sawit, tapi belum jadi real action. Misalnya, yang paling nyata regulasi yang mesti dibenarin, " kata dia.

Apalagi, imbuh Joko, sektor perkebunan kelapa sawit diyakini dapat diandalkan untuk menambal defisit neraca perdagangan dan t menyerap tenaga kerja yang besar.

Tahun lalu, ekspor minyak sawit menyumbang devisa 22,9 miliar dollar AS dan menyerap tenaga kerja sedikitnya 6 juta orang. Atas keunggulan karakteristik ini, kelapa sawit semestinya didorong untuk terus menerus melakukan kegiatan ekspor. "Kita perlu memperkuat peranan industri yang bisa menutup defisit neraca perdagangan ini," kata Joko.

Kampanye Hitam

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Gapki, Togar Sitanggang, mengatakan pengembangan industri kelapa sawit terhambat maraknya kampanye hitam (black campaign) dari negara-negara maju (Uni Eropa dan Amerika). Karena itu, pemerintah perlu bekerja lebih keras untuk melindungi industri sawit Indonesia dari maraknya kampanye hitam tersebut.

Menurut Togar, kekhawatiran negara-negara Eropa karena Indonesia akan menjadi negara adidaya yang mampu memproduksi energi terbarukan melalui sawit. Mereka sangat memahami, sawit merupakan industi masa depan sebagai pengganti energi fosil yang tidak ramah lingkungan dan mulai ditinggalkan.

ahm/AR-2

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Mesin Diperkuat, Indonesia Tak Mau Terus Bergantung Impor
    Langkah strategis Ditjen ILMATE Kemenperin yang disampaikan oleh ...
  • Kemenperin Catat Sektor Industri Mainan Indonesia Serap 15.663 Naker
    Pencapaian surplus ekspor industri mainan nasional yang tembus ...
  • Timnas Indonesia Juara FIFA Asean Cup 2026, Tundukkan Thailand 4-2 Lewat Adu Penalti
    final ideal, kekuatan berimbang, pertandingan yg menguras tenaga ...
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah thats right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
Advertisement
KPK Panggil Menteri ATR/BPN Nusron Wahid pada Pekan Ini

KPK Panggil Menteri ATR/BPN Nusron Wahid pada Pekan Ini

06 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.