Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads
-

Faktor Kecenderungan Bunuh Diri

6 Sabtu, 15 Sep 2018, 02:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Faktor Kecenderungan Bunuh Diri Faktor Kecenderungan Bunuh Diri Doc: KORAN JAKARTA/ONES

Tanggal 10 September ditetapkan sebagai "Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia." Pencegahan bunuh diri sendiri bukan hanya tanggung jawab instansi atau lembaga tertentu. Pendekatan berbasis komunitas menjadi kunci penting yang melengkapi upaya pencegahan bunuh diri.

Hal ini terutama pencegahan dari kaum profesional kesehatan jiwa. Dia bagian dari area yang belum diteliti lebih lanjut efeknya terhadap penurunan tingkat bunuh diri. Peran serta masyarakat secara aktif mutlak diperlukan dalam usaha pencegahan bunuh diri, utamanya mengelola pandangan-pandangan buruk soal bunuh diri.

Stigma yang perlu diberantas mengenai bunuh diri sendiri beragam. Ini mulai dari mengatribusikan penyebab tunggal atas kejadian bunuh diri hingga mendiskriminasi individu yang pernah mencoba atau bahkan meninggal karena bunuh diri. Setelah berhasil mengenali dan mengurangi stigma terhadap isu bunuh diri, barulah alternatif-alternatif upaya pencegahan bunuh diri dapat dieksplorasi lebih jauh.

Menurut data International Association for Suicide Prevention (IASP), setiap 40 detik ada satu orang meninggal karena bunuh diri secara global. Hal ini menandakan bahwa bunuh diri adalah ancaman yang serius. Bunuh diri pun menjadi tekanan yang signifikan bagi kesehatan jiwa.

Ini terkait dengan temuan Joseph Franklin dan tim dari Universitas Harvard bahwa riset-riset selama lima puluh tahun terakhir tidak bisa memberikan faktor tunggal penyebab bunuh diri. Ini termasuk gangguan jiwa sekalipun yang sering kali ditemukan sebagai faktor risiko. Temuan tadi setidaknya berimplikasi pada tiga hal.

Pertama, permasalahan bunuh diri bukan sekadar karena gangguan jiwa. Ketika seseorang didiagnosis oleh psikolog atau psikiater mengalami gangguan tertentu dengan kejiwaannya, tidak serta merta berpotensi untuk bunuh diri. Begitu pula sebaliknya. Pada beberapa kasus bunuh diri yang berakhir dengan kematian, tidak ditemukan riwayat gangguan kesehatan jiwa. Kedua, bunuh diri sebaiknya diperlakukan sebagai fenomena yang kompleks.

Penyebab bunuh diri pada satu kejadian tidak bisa digeneralisasi untuk menjelaskan penyebab bunuh diri pada kasus yang lain. Demikian pula, kita tidak dapat memprediksi kejadian bunuh diri berdasarkan faktor tunggal dari sisi biologis, psikologis, maupun sosial. Ketiga, masyarakat awam dan pemberitaan mengenai bunuh diri harus sebisa mungkin menahan diri untuk mengaitkan kasus bunuh diri hanya dengan satu penyebab tertentu.

Penelusuran Into The Light Indonesia (komunitas orang muda berbasis bukti ilmiah dan hak asasi manusia yang berfokus pada isu kesehatan jiwa, khususnya pencegahan bunuh diri) memperlihatkan, pemberitaan bunuh diri di media massa nasional masih mengaitkan dengan sebuah masalah pribadi, tanpa menggali lebih jauh mengenai penyebab lain.

Sebab hal ini mungkin saja menguatkan kecenderungan yang dimiliki orang tersebut hingga akhirnya haruas mengakhiri hidup. Terkait kecenderungan pun, pemberitaan bunuh diri masih berfokus pada kejadian percobaan atau upaya bunuh diri. Namun, berita mengenai perencanaan atau pemikiran bunuh diri masih minim representasinya.

Hal ini secara tidak langsung dapat menggiring persepsi bahwa bunuh diri hanya sebatas percobaan, tanpa adanya perencanaan maupun pemikiran-pemikiran bunuh diri. Pada kenyataannya, percobaan bunuh diri merupakan akumulasi dari pikiran-pikiran yang konsisten dan perencanaan yang mungkin tidak tampil secara kasat mata.

Pengetahuan dan paparan tentang ini kepada masyarakat bisa meningkatkan kesadaran akan kompleksitas serta rentang perilaku bunuh diri. Dengan demikian, diharapkan publik dapat lebih waspada terhadap lingkungan sekeliling agar kejadian bunuh diri tidak terjadi lagi.

Kolaborasi

Tema Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia tahun ini adalah "Bekerja Sama dalam Pencegahan Bunuh Diri". Kolaborasi mulai dari tingkat keluarga hingga ke pembuat kebijakan, menjadi poin penting dalam usaha pencegahan bunuh diri. Program pencegahan bunuh diri yang didesain sebaik apa pun, akan kehilangan esensinya bila tidak terintegrasi dengan pemangku kepentingan.

Harus diingat pula bahwa pencegahan bunuh diri tidak semata-mata ditujukan untuk mereka yang akhirnya selamat dari percobaan bunuh diri. Hal itu juga bagi mereka yang mengalami dampak setelah adanya kematian karena bunuh diri. Masyarakat awam sering berpandangan bahwa usaha pencegahan bunuh diri hanya ada di tahap intervensi ketika terjadi bunuh diri.

Hal ini salah satunya karena pandangan bahwa bunuh diri hanya terjadi di tahap percobaan. Padahal, dalam program intervensi masyarakat pada umumnya, semestinya terdapat program yang berfungsi sebagai pencegahan primer, antara lain advokasi pada pemangku kebijakan atau edukasi masyarakat untuk mengenali tanda-tanda bunuh diri.

Salah satu unsur yang spesial ditemukan dalam usaha pencegahan bunuh diri adalah upaya-upaya postvention yang dilakukan setelah kejadian meninggal karena bunuh diri. Insiden meninggalnya seseorang karena bunuh diri menimbulkan efek traumatik yang besar bagi orang-orang yang ditinggalkan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Angkatan Darat AS Berlatih Menggali Kuburan Massal untuk Skenario Perang dengan Banyak Korban
    Apa mungkin AS akan melakukan invasi darat ke ...
  • Satgas Penertiban Kawasan Hutan Selidiki Perusahaan AK, Jejak Hubungan dengan Oknum Aparat Didalami
    Ditanya siapa ak itu kq malah balik bertanya? ...
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Megapolitan
Ring Tinju Mengurangi Tawur...

Bank Ambruk, Presiden Tetap Dimakzulkan Meski Sudah Mundur

43 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Luar Negeri
Bank Ambruk, Presiden Tetap...
Olahraga
Jadi Tim Pertama Lolos ke B...

Underpass Bitung Diharapkan Mengurai Kemacetan

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Underpass Bitung Diharapkan...

Menang Besar 6-0, Jadi Modal PSS Hadapi Bhayangkara

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Menang Besar 6-0, Jadi Moda...

UNESCO Beri Status Hijau kepada 5 Geopark Indonesia

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
UNESCO Beri Status Hijau ke...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kabar Gembira dari Sekneg untuk PPPK Diangkat Jadi Penuh dari Paruh Waktu

Kabar Gembira dari Sekneg untuk PPPK Diangkat Jadi Penuh dari Paruh Waktu

06 Nov 2026
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.