Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads
-

Dampak Pemanasan Global di Indonesia Lebih Serius

📅 Senin, 15 Jan 2018, 08:05 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Dampak Pemanasan Global di Indonesia Lebih Serius Doc: istimewa

Akibat perubahan iklim, menyebabkan pengurangan kadar oksigen di daerah khatulistiwa, termasuk Indonesia, dapat berdampak lebih serius, dibanding kawasan negara empat musim.

SURABAYA - Pengurangan kadar oksigen akibat pemanasan global di kawasan khatulistiwa, termasuk Indonesia, dapat berdampak lebih serius, dibanding pada kawasan negara empat musim. Selama ini di dalam lautan ada perbedaan berdasarkan kedalamannya, laut membuat stratifikasinya sendiri.

"Proses stratifikasi ini membuat oksigen banyak terkonsentrasi di bagian atas sehingga menghasilkan banyak biomassa berupa ikan dan ganggang," kata pakar lingkungan sekaligus Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya, Joni Hermana, kepada Koran Jakarta, kemarin. Apa yang disampaikan Joni ini menanggapi studi yang terbit dalam jurnal Science edisi 5 Januari 2018. Dalam studi itu disebutkan perubahan iklim, membuat kadar oksigen di dalam lautan menurun.

Tentunya, ini mengancam ekosistem di laut. Rantai makanan dan biota laut yang membutuhkan oksigen jelas akan terganggu. Dari studi itu terungkap bahwa wilayah laut terbuka yang minim oksigen meningkat empat kali lipat. Hal itu juga terjadi di wilayah muara, teluk, dan pesisir, sejak 1950. Studi berjudul Declining Oxygen in the Global Ocean and Coastal Waters itu menjelaskan suhu permukaan air naik. Suhu panas ini menyerap oksigen di permukaan.

Lebih jauh, Joni menjelaskan pada negara empat musim, bila ini terganggu tidak terlalu berdampak, karena saat pergantian musim, oksigen di lapisan bawah bisa naik. Namun, di daerah khatulistiwa ini bisa menjadi persoalan serius karena dapat mengurangi produktivitas laut. Bila ini berlangsung terus menerus, secara hukum alam, lingkungan selalu mencari bentuk keseimbangan baru. "Maka bisa terjadi akan ada spesies yang dikorbankan.

Perubahan ini bisa merusak rantai makanan, di mana kehidupan manusia basisnya adalah rantai makanan, kita tidak bisa lepas darinya karena ada dalam ekosistem itu," kata Joni. Joni mengingatkan pemanasan global juga akan berdampak pada naiknya suhu sehingga bila ini terjadi maka yang ditakutkan adalah kurang konsistennya produktivitas biomassa akibat kenaikan suhu. Yang seharusnya panen jadi tidak panen, yang kuat jadi lemah, maka rantai makanan akan semakin timpang.

Pemerhati kelautan dari Universitas Padjajaran (Unpad), Wahyudin Lewaru, mengatakan perubahan suhu permukaan laut yang lebih hangat menjadi ancaman bagi kehidupan terumbu karang. Di pantai Australia bahkan sudah semakin banyak terumbu karang yang mati. "Terumbu karang seharusnya berwarna-warni, tapi kini sudah banyak berwarna putih, bleaching. Itu tandanya sudah mati.

Padahal, keberadaan terumbu karang sangat penting bagi kembang biak ikan," kata Wahyudin. Ikan Bermigrasi Menurut Wahyudin, sumber makanan juga akan berkurang meskipun tentu tidak akan habis karena lautan sangat luas. Hanya saja ikan-ikan dikhawatirkan akan bermigrasi mencari lokasi dengan sumber makanan yang berlimpah.

Jika laut di Indonesia sumber makanan sudah berkurang, ikan tentu akan bermigrasi. Dampaknya adalah nelayan akan semakin sulit mencari ikan. "Selain sulit mencari kumpulan ikan, ancaman badai besar dan gelombang tinggi juga semakin besar buat para nelayan," tegas Wahyudin. Dampak dari perubahan suhu muka laut saat ini adalah munculnya salju di Sahara.

Padahal, tambah Wahyudin, fenomena itu sangat jarang terjadi bahkan dalam kurun waktu puluhan tahun bisa muncul. Artinya, ada dampak ke daratan. Tentunya ada dampaknya juga buat manusia di masa mendatang. Sebelumnya, pengamat lingkungan dari Unika Soegijapranata Semarang, Djoko Suwarno, mengatakan adanya perubahan iklim membuat kadar oksigen di laut menurun sehingga akan mengancam ekosistem laut. SB/tgh/SM/N-3

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Daerah
Universitas Jember Siapkan ...
Advertisement
Prancis Bosah-baseh, Apple, Louis Vuitton, Hermes, dan Rolex Dijarah

Prancis Bosah-baseh, Apple, Louis Vuitton, Hermes, dan Rolex Dijarah

18 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.