Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
-

Cermati Jerawat Genital yang Mengganggu

📅 Rabu, 04 Nov 2020, 19:57 WIB | Oleh:
Cermati Jerawat Genital yang Mengganggu

JAKARTA- Penyakit Moluskum Kontagiosum (MK) yang disebabkan virus poxvirus merupakan salah satu jenis penyakit kulit dan kelamin. Meski banyak diderita masyarakat, karena kesadaran untuk pemeriksaan masih rendah sehingga sulit dilakukan deteksi dini.

Meski tidak berbahaya, penyakit yang sering dikenal dengan istilah 'jerawat genital' ini cukup mengganggu kenyamanan. Masyarakat diimbau segera konsultasi ke dokter penyakit kulit dan kelamin jika mendapati jerawat yang cepat sekali bertambah banyak pada area tertentu tersebut.

MK biasanya menyerang area genital pria atau wanita dewasa. Dia dianggap sebagai penyakit Infeksi Menular Seksual (IMS). Pada anak-anak penyakit ini menyerang sekitar punggung, kaki, tangan dan dada. Benjolannya diameter kurang dari 0,25 inci. Dia dikategorikan infeksi virus yang menyerang kulit.

"Biasanya menyerang lapisan kulit atas atau epidemis khususnya kulit tipis dan terbuka misalnya di leher," ujar dokter kulit dan kelamin sekaligus CEO Klinik Pramudia dr. Anthony Handoko, SpKK, FINSDV dalam konferensi pers daring Rabu (4/11).

Ia mengatakan, penyakit ini menular melalui kontak kulit ke kulit, berbagi pakaian, atau hanya dengan menyentuh benda penderita. "Jangan kontak dengan orang yang menulari moluskum kontagiosum," ujarnya.

Hingga kini belum terdapat data epidemiologi akurat untuk penyakit MK, sehingga gambaran penyebaran penyakit ini kurang diketahui. Namun, berdasarkan kasus MK yang ditemukan di Klinik Pramudia selama 2019 -2020, ditemukan rata-rata 2-4 kasus per bulan.

Penderita MK anak di Klinik Pramudia berusia 2-10 tahun dan usia 20-60 tahun pada kasus dewasa. Penyakit ini terjadi hampir di semua ras. Banyak kasus MK dijumpai pada penderita HIV/AIDS. "Kalo HIV/AIDS biasanya ditandai dengan penyakit ini. Penyakit kelamin itu memang tidak tunggal. Biasanya satu paket dengan penyakit lain," ujar dia.

Pencegahan terbaik adalah menghindari sumber penularan melalui deteksi dini penderita MK, baik pada anak maupun dewasa. Masa inkubasi MK antara 2- 6 bulan. Namun demikian deteksi dini MK tidaklah mudah, sehingga umumnya datan ke dokter ketika cukup banyak jerawat.

Gejalan MK berupa gatal ringan. Bentuk klinis dari gejala MK di kulit hampir menyerupai jerawat dan cepat menjadi banyak. Untuk mencegah tertularnya dari virus MK, selain menghindari kontak fisik dengan penderita, masyarakat perlu untuk selalu menjaga kesehatan dan imunitas tubuh, serta kebersihan.

Dapat Diobati

MK dapat diobati, sehingga butuh kesadaran masyarakat untuk mau memperhatikan dan memeriksakan penyakit ini sedini mungkin sebelum menyebar. Bila diobati dengan benar dan tidak terjadi kontak ulang terhadap sumber penularan, jarang kambuh.

Terdapat beberapa modalitas pengobatannya MK. Namun pada dasarnya, cara pengobatannya pada anak hampir sama dengan dewasa. Hanya pada pelaksanaannya, pengobatan pada anak jauh lebih sulit. Misalnya untuk teknik pengobatan dengan laser anak akan terus bergerak.

"Berdasarkan pengalaman praktik di Klinik Pramudia, tingkat kesadaran masyarakat terdapat MK sangatlah rendah. Hal ini dapat disebabkan oleh kurangnya pengenalan penyakit MK di kulit serta kurangnya informasi dan edukasi tentang penyakit ini di masyarakat, sehingga deteksi dini sulit," tutupnya.

Untuk terhindari dari MK Anthony berpesan perlu kebersihan dan kesehatan kulit. Menerapkan perilaku seksual secara sehat. Menjauhi orang yang memiliki penyakit ini. "MK memang bukan penyakit mematikan, tapi mengganggu," tutupnya. Hay/G-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
Tambahan bantuan pangan unt...
Ekonomi
Mobil pelayanan Adminduk Ba...

Kirab Wahyu Tirta Nirmala

4 jam yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Kirab Wahyu Tirta Nirmala
Rona
Pelatihan merias secara gra...

Pameran Nusatic Nusapet 2026

4 jam yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Pameran Nusatic Nusapet 2026
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wali Kota Bandung Ancam Sanksi ASN yang Terlibat Judi Online Berkedok Bola

Wali Kota Bandung Ancam Sanksi ASN yang Terlibat Judi Online Berkedok Bola

13 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.