Cegah Insomnia untuk Tingkatkan Kualitas Hidup
📅 Kamis, 15 Mar 2018, 01:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: istimewa
Penelitian terbaru dalam Journal Sleep melaporkan gangguan tidur mempengaruhi sekitar 150 juta orang di seluruh dunia. Di Indonesia pun disebutkan ada sebanyak 10 persen atau sekitar 28 juta orang yang mengalami gangguan tidur.
Untuk mengatasi permasalahan tidur tersebut, Amlife berinisiasi untuk merayakan World Sleep Day yang pada tahun ini diperingati pada 16 Maret. Dalam rangkaian acaranya, Amlife mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menjaga kualitas tidur untuk meningkatkan kualitas hidup.
"Kualitas tidur berarti kualitas hidup. Amlife Internasional senantiasa berkomitmen untuk mendukung dan menginspirasi masyarakat di seluruh penjuru dunia untuk meningkatkan kualitas hidup," tutur Lew Mun Yee selaku pendiri Amlife Internasional.
Gangguan tidur, khususnya insomnia, merupakan hal yang sudah umum terjadi pada masyarakat modern. Aurora Lumbantoruan, psikolog klinis, menjelaskan yang dimaksud dengan insomnia adalah jenis gangguan tidur yang menyebabkan penderitanya sulit untuk tidur.
"Sebenarnya ada tiga untuk dikategorikan sebagai insomnia, yaitu sulit untuk tetap tidur, sulit untuk memulai tidur, atau tidur tetapi tidak merasakan dampak tidur, atau bisa juga kombinasi dari ketiganya," jelas Aurora.
Hal ini dipicu oleh banyak hal, bisa diakibatkan dari gaya hidup seseorang, mobilitas yang tinggi, stres, dan berkembangnya produk elektronik. Gadget sebagai salah satu produk elektronik disebut sebagai salah satu faktor yang menyebabkan orang untuk terus memakainya dan mengalami kesulitan tidur.
"Orang saat ini terlalu banyak memakai gadget sehingga banyak informasi yang didapatkan dan membuatnya susah tidur," tambah Aurora.
Di negara maju seperti Jepang bahkan penderita insomnia meningkat dikarenakan jam tidurnya yang semakin sedikit. Sementara di Indonesia sendiri berdasarkan sebuah survei yang dilakukan oleh Amlife, waktu tidur orang Indonesia rata-rata adalah 6,25 jam per harinya meskipun idealnya di dunia jam tidur adalah 8 jam.
"Tetapi itu semua tergantung pada ritme tubuh, kebutuhan tubuh, dan budaya dari tempat orang tersebut," timpalnya.
Dampak yang ditimbulkan dari insomnia pun beragam. Mulai dari terganggunya kualitas hidup, kesehatan, produktivitas, dan keamanan. Aurora menjabarkan kualitas hidup yang dimaksud adalah perasaan kepuasan akan hidup yang dimiliki.
"Jadi kepuasan akan hidup yang dimilikinya akan menurun karena insomnia itu, lalu daya tahan tubuh juga menurun. Tingkat konsentrasi dan kewaspadaan juga berkurang sehingga keamanan bisa menjadi dampaknya," jelasnya.
Insomnia memiliki hubungan dua arah yaitu dapat mengalami gangguan mental. Sebuah penelitian menyebutkan bahwa 90 persen orang yang depresi pasti insomnia. Hal itu diakibatkan karena jika seseorang mengalami kurang tidur cenderung memiliki emosi yang kurang stabil dan meningkatkan reaksi yang berlebihan untuk sesuatu yang negatif.
"Dan reaksi tersebut rentan dialami sehingga menyebabkan depresi,"tuturnya.
Pengobatan yang perlu dilakukan menurut Aurora harus dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu mengenai penyebab dari insomnia tersebut. Karena ada pula insomnia yang disebabkan oleh gangguan fisik dan mental. Jika ternyata diakibatkan oleh mental maka diperlukan pemeriksaan pada psikolog untuk gangguan tidur ini dan diberikan pengobatan yang sesuai.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!