Koran Jakarta | December 17 2018
No Comments
World Sleep Day

Cegah Insomnia untuk Tingkatkan Kualitas Hidup

Cegah Insomnia untuk Tingkatkan Kualitas Hidup

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Penelitian terbaru dalam Journal Sleep melaporkan gangguan tidur mempengaruhi sekitar 150 juta orang di seluruh dunia. Di Indonesia pun disebutkan ada sebanyak 10 persen atau sekitar 28 juta orang yang mengalami gangguan tidur.

Untuk mengatasi permasalahan tidur tersebut, Amlife berinisiasi untuk merayakan World Sleep Day yang pada tahun ini diperingati pada 16 Maret. Dalam rangkaian acaranya, Amlife mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menjaga kualitas tidur untuk meningkatkan kualitas hidup.

“Kualitas tidur berarti kualitas hidup. Amlife Internasional senantiasa berkomitmen untuk mendukung dan menginspirasi masyarakat di seluruh penjuru dunia untuk meningkatkan kualitas hidup,” tutur Lew Mun Yee selaku pendiri Amlife Internasional.

Gangguan tidur, khususnya insomnia, merupakan hal yang sudah umum terjadi pada masyarakat modern. Aurora Lumbantoruan, psikolog klinis, menjelaskan yang dimaksud dengan insomnia adalah jenis gangguan tidur yang menyebabkan penderitanya sulit untuk tidur.

“Sebenarnya ada tiga untuk dikategorikan sebagai insomnia, yaitu sulit untuk tetap tidur, sulit untuk memulai tidur, atau tidur tetapi tidak merasakan dampak tidur, atau bisa juga kombinasi dari ketiganya,” jelas Aurora.

Hal ini dipicu oleh banyak hal, bisa diakibatkan dari gaya hidup seseorang, mobilitas yang tinggi, stres, dan berkembangnya produk elektronik. Gadget sebagai salah satu produk elektronik disebut sebagai salah satu faktor yang menyebabkan orang untuk terus memakainya dan mengalami kesulitan tidur.

“Orang saat ini terlalu banyak memakai gadget sehingga banyak informasi yang didapatkan dan membuatnya susah tidur,” tambah Aurora.

Di negara maju seperti Jepang bahkan penderita insomnia meningkat dikarenakan jam tidurnya yang semakin sedikit. Sementara di Indonesia sendiri berdasarkan sebuah survei yang dilakukan oleh Amlife, waktu tidur orang Indonesia rata-rata adalah 6,25 jam per harinya meskipun idealnya di dunia jam tidur adalah 8 jam.

“Tetapi itu semua tergantung pada ritme tubuh, kebutuhan tubuh, dan budaya dari tempat orang tersebut,” timpalnya.

Dampak yang ditimbulkan dari insomnia pun beragam. Mulai dari terganggunya kualitas hidup, kesehatan, produktivitas, dan keamanan. Aurora menjabarkan kualitas hidup yang dimaksud adalah perasaan kepuasan akan hidup yang dimiliki.

“Jadi kepuasan akan hidup yang dimilikinya akan menurun karena insomnia itu, lalu daya tahan tubuh juga menurun. Tingkat konsentrasi dan kewaspadaan juga berkurang sehingga keamanan bisa menjadi dampaknya,” jelasnya.

Insomnia memiliki hubungan dua arah yaitu dapat mengalami gangguan mental. Sebuah penelitian menyebutkan bahwa 90 persen orang yang depresi pasti insomnia. Hal itu diakibatkan karena jika seseorang mengalami kurang tidur cenderung memiliki emosi yang kurang stabil dan meningkatkan reaksi yang berlebihan untuk sesuatu yang negatif.

“Dan reaksi tersebut rentan dialami sehingga menyebabkan depresi,”tuturnya.

Pengobatan yang perlu dilakukan menurut Aurora harus dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu mengenai penyebab dari insomnia tersebut. Karena ada pula insomnia yang disebabkan oleh gangguan fisik dan mental. Jika ternyata diakibatkan oleh mental maka diperlukan pemeriksaan pada psikolog untuk gangguan tidur ini dan diberikan pengobatan yang sesuai.

Yang paling baik untuk penderita insomnia adalah dengan memperbaiki kebiasaan tidurnya dan menerapkan kebiasaan tidur yang baik. Aurora memberikan contoh dengan memiliki rutinitas tidur sebagai salah satu kebiasaan tidur yang baik.

“Jadi tubuh suka rutinitas karena dapat membuatnya lebih tenang karena sudah tahu apa yang akan dihadapi dan memiliki kendali sehingga mengakibatkan kurangnya tingkat stres,” jelas Aurora.

Memiliki rutinitas juga mengolah hal-hal yang negatif dan mempersiapkan hal yang akan dihadapi. gma/R-1

Jangan Remehkan Sarapan

Sarapan adalah aktivitas yang harus dilakukan setiap harinya. Sarapan juga disebut-sebut sebagai makanan yang paling penting dan tidak boleh terlewatkan.

Sarapan yang bernutrisi dibutuhkan untuk kesehatan tubuh. Yang ideal sarapan adalah yang mengandung banyak serat, protein, dan mineral sehingga bersemangat melakukan aktivitas hingga siang hari. Namun banyak orang yang sengaja melewatkan sarapan dengan alasan ingin menurunkan berat badan namun itu dinilai kurang tepat.

Sarapan dapat membakar lemak dalam tubuh, menjaga gula darah, membantu untuk mengatasi rasa lapar atau keinginan untuk memakan makanan ringan terus-menerus, mengurangi risiko penyakit jantung, mengurangi risiko penyakit jantung serta meningkatkan konsentrasi dan produktivitas harian.

Menurut data yang diperoleh dari Mayo Clinic, 31 juta orang di dunia tidak melakukan sarapan setiap paginya. Hal tersebut dapat diakibatkan dari berbagai macam alasan. Bisa karena mobilitas tinggi dan sibuknya pekerjaan, terburu-buru melakukan aktivitas pagi sehingga lupa sarapan, dan diet.

Sejalan dengan pentingnya pentingnya tidur yang cukup dan tidak melewatkan sarapan, McDonald’s Indonesia kembali menggelar National Breakfast Day. Tahun ini, McDonald’s Indonesia membagikan 167 ribu Chicken Muffin di 167 gerai yang tersebar di seluruh Indonesia. Diharapkan dengan agenda tahunannya ini, dapat mengajak dan mengedukasi masyarakat untuk menjalani rutinitas dan pentingnya sarapan setiap harinya.

“Kami sangat senang melihat antusiasme pelanggan terhadap National Breakfast Day di setiap tahunnya. Seperti tahun-tahun sebelumnya, di tahun ini kami kembali melihat antrean panjang di 167 gerai yang berpartisipasi. Hal ini mencermin kesadaran masyarakat akan sarapan yang terus tumbuh,” kata Sutji Lantyka selaku Associate Director of Communications McDonald’s Indonesia.

Kegiatan ini juga merupakan salah satu strategi dari McDonald’s untuk menikmati sarapan tanpa perlu menghabiskan banyak waktu. McDonald’s pun bekerjasama dengan komunitas Buku Berkaki yaitu komunitas pecinta buku yang secara rutin berkeliling ke panti asuhan untuk membagikan dan membacakan buku untuk anak-anak.

Kerja sama ini dilakukan untuk mengedukasi anak-anak akan pentingnya sarapan melalui pembacaan cerita-cerita pendek. Karena berdasarkan sebuah penelitian yang dilakukan oleh The Diet Channel menemukan bahwa anak-anak yang meninggalkan sarapan cenderung berperilaku agresif dan cepat lelah. gma/R-1

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment