Anak-anak SD Ikut Ekspresikan Mural Pancasila
📅 Sabtu, 02 Jun 2018, 06:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: KORAN JAKARTA/HENRI PELUPESSY
Tampak pemandangan yang berbeda pada Jumat (1/6) siang di area Pastoran Johannes Maria Unika Soegijapranata, Semarang, Jawa Tengah.
Ratusan orang, mulai dari anak-anak sekolah dasar (SD) hingga perguruan tinggi terlibat melukis di atas media triplek sepanjang 912 meter.
Mereka terlibat dalam kegiatan Panorama Mural Pancasila Merti Bumi NKRI. Anak-anak SD, SLTP, SLTA, perguruan tinggi, dan para perupa diberi kebebasan mengekspresikan karya seni rupa berbasis Pancasila, dalam rumah NKRI dan bingkai Bhinneka Tunggal Ika atas dasar UUD 1945.
Acara Panorama Mural Pancasila Merti Bumi NKRI itu digelar Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan (HAK) Keuskupan Agung Semarang (KAS) bersama dengan para pelaku seni rupa dan budaya Semarang.
Kegiatan ini khusus dilaksanakan dalam rangka memperingati hari lahirnya Pancasila, 1 Juni 1945. Ketua Komisi HAK-KAS, Romo Aloys Budi Purnomo PR, menyadari dan merasakan pentingnya mengamalkan Pancasila bagi masa depan kehidupan bersama
. "Kami bersama rekan-rekan perupa dan para pelaku seni dan budaya menyelenggarakan kegiatan dalam rangka memperingati hari lahirnya Pancasila, yakni Panorama Mural Pancasila Merti Bumi NKRI," katanya, di Semarang, Jawa Tengah.
Perdamaian NKRI
Sementara itu, Merti Bumi NKRI ditandai dengan mendoakan dan memberkati air Sungai Kaligarang di Kawasan Tinjomoyo dengan doa-doa lintas agama.
Dengan intensi demi kesejahteraan dan perdamaian NKRI serta seluruh warga Indonesia, Merti Bumi NKRI juga ditandai dengan menaburkan bibit ikan nila sebanyak 5.000 ekor di salah satu sisi Sungai Kaligarang.
"Semua dilaksanakan dalam rangka perayaan Harlah Pancasila dalam keberagaman, kerukunan, dan kesatuan sebagai warga NKRI," tegasnya. Peringatan kelahiran Pancasila ini berawal dari pidato Bung Karno 73 tahun silam.
Dalam pidatonya tanpa teks di depan sidang Dokuritsu Zunbi Tyusakai (Badan Usaha Persiapan Kemerdekaan), Bung Karno menggaungkan Pancasila sebagai nama dasar negara, untuk memenuhi pertanyaan Dr KRT Radjiman Wedyodiningrat, yaitu apa dasarnya Indonesia merdeka yang akan didirikan.
Pidato tersebut disambut tepuk tangan riuh para hadirin. Sejak itulah, Pancasila lahir dan nantinya dirumuskan secara definitif dalam pembukaan UUD 1945 sebagai dasar NKRI. henri pelupessy/SM
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!