Upaya Penyelamatan Warga Menjadi Prioritas Utama | Koran Jakarta
Koran Jakarta | June 5 2020
No Comments
Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional, Anhar Riza Antariksawan Terkait Penemuan Zat Radioaktif di Perumahan Batan Indah, Tangerang Selatan

Upaya Penyelamatan Warga Menjadi Prioritas Utama

Upaya Penyelamatan Warga Menjadi Prioritas Utama

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font
Beberapa waktu lalu masyarakat, terutama yang tinggal di kawasan Perumahan Batan Indah, Tangerang Selatan resah karena terdapat temuan zat radioaktif di kawasan tersebut.

 

Keresahan tersebut terjadi mengingat zat radioaktif tersebut mengandung Cesium 137 yang jika terpapar pada manusia dalam jumlah besar dapat menyebabkan luka bekar, penyakit radiasi aku, meningkatkan risiko kanker, bahkan kematian. Atas kejadian tersebut dilaporkan sembilan warga perumahan tersebut sedang dalam proses observasi.

Saat ini pemerintah melalui Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN), lembaga terkait serta pemerintah daerah setempat telah memindahkan tanah yang terkontaminasi tersebut dan terus melakukan proses clean up atau pembersihan limbah zat radioaktif. Untuk mengupas kondisi terkini terkait temuan radioaktif tersebut, Koran Jakarta mewawancarai Kepala BATAN, Anhar Riza Antariksawan. Berikut petikan wawancaranya.

Sampai saat ini upaya apa saja yang telah dilakukan menangani temuan radioaktif tersebut?

Sejak awal kami menangani ini dengan serius sehingga upaya pertama yang kita perhatikan adalah keselamatan warga. Sehingga dekontaminasi harus dilakukan dengan cepat. Kita mengerahkan semua petugas radiasi, petugas proteksi radiasi dan tim medik kita di lapangan. Sehingga saat ini sudah menurunkan tingkat paparan.

Apakah masyarakat sudah bisa beraktivitas?

Sekarang di pinggir-pinggir lokasi kecuali di hotspot-nya itu sudah bisa digunakan aktivitas oleh warga. Tidak membahayakan. Memang belum clear di daerah hotspot-nya kalau kemarin sore itu 30 meter persekian area situ saja. Tapi, di daerah sekitar di jalan-jalan perumahan tidak ada bahayanya sama sekali.

Pemeriksaan kesehatan kepada warga juga dilakukan?

Baru kemarin dan kita perlu waktu untuk itu. Sampai kapannya harus kita lihat termasuk yang sembilan orang dalam observasi. Ini juga bisa dibilang banyak karena kejadian ini masuknya tidak biasa. Jadi harus kita diskusikan dengan dokter ahli dan sebagainya.

Bagaimana tahapannya?

Nanti setelah ada hasil pemeriksaan, kemudian dianalisis untuk ditentukan langkah-langkahnya. Kalau clear semua tentu tidak ada masalah. Kalau ada sesuatu akan kita tangani. Sekali lagi ada kontamina dalam tubuh kita jadi itu fatal tidak. Tergantung berapa besarnya. Pada tahap normal badan kita mengandung bahan radioaktif alam namanya kalium 40.

Bagaimana cara agar masyarakat terutama masyarakat setempat tidak resah?

Dalam rangka memberikan informasi yang benar dan akurat, dalam melakukan proses clean up, BATAN akan melakukan pembaharuan informasi kepada masyarakat luas. Hal ini dimaksudkan agar masyarakat dapat mengikuti perkembangan proses penanganan terpaparnya radiasi di lingkungan. Untuk mengetahui besar radioaktivitas di sekitar Kawasan Nuklir Serpong, masyarakat dapat mengakses secara daring (https://radmon. batan.go.id ). Sistem tersebut disiapkan oleh BATAN.

Bisa dijelaskan asal dari zat radioaktif tersebut?

Sejauh ini yang pasti zat radioaktif tidak berasal dari kecelakaan atau kebocoran reaktor riset G.A. Siwabessy. Hingga saat ini reaktor yang dioperasikan sejak 1987 tetap beroperasi dengan aman dan selam. aden marup/AR-3

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment