Teknologi Baru Tebalkan Rambut Lebih Mudah | Koran Jakarta
Koran Jakarta | July 4 2020
No Comments
Volume+

Teknologi Baru Tebalkan Rambut Lebih Mudah

Teknologi Baru Tebalkan Rambut Lebih Mudah

Foto : ist
A   A   A   Pengaturan Font

Memiliki rambut tebal dan indah, menjadi impian setiap orang. Tetapi sayangnya, tidak semua orang memiliki tekstur rambut yang tebal. Ada yang mengalami kerontokan, penipisan rambut sehingga ada area kepala yang kekurangan rambut akibat kondisi tertentu.

Menurut data yang dimiliki oleh Research International, ada sekitar 45 persen orang Indonesia yang mengalami permasalahan pada rambut seperti rambut rontok, penipisan volume rambut dan masalah pada batang rambut. Sebenarnya, rontok pada rambut bukanlah sesuatu yang perlu dikhawatirkan.

Itu karena secara alami terjadi pada setiap manusia. Pada umur sekitar 20 tahunan, rambut secara alami mengalami kerontokan hingga 50 sampai 100 helai per hari yang mana berkaitan dengan siklus pertumbuhan rambut agar rambut baru dapat muncul kembali. “Umur 20 tahunan, banyak yang rontok rambut karena itu hal yang alami sekitar 50 sampai 100 helai per hari, yang mana kalau tidak dirawat nanti rontoknya bisa lebih banyak, bisa lebih dari 100 helai.

Sehingga itu yang harus diperhatikan dan dibutuhkan perawatan agar bisa menahan jumlah helai yang rontok di bawah 100 helai,” kata Reynaldo Wenas, Education manager Shiseido Professional Indonesia.

Salah satu inovasi terbaru untuk mengatasi permasalahan kerontokan dan penipisan rambut ini, One Piece by Hisato menghadirkan Volume+. Ini adalah suatu terobosan teknik sambung rambut terbaru dari Jepang yang baru pertama kali diperkenalkan di Indonesia. Berbeda dari hair extension lainnya yang pernah ada, Volume+ merupakan teknik penambahan rambut sintesis tanpa bahan kimia yang berbahaya sehingga aman untuk rambut asli.

“Teknik sambung rambut Volume+ lebih natural dan tidak akan menyebabkan rambut asli rusak. Yang membuat berbeda dari hair extension lain adalah Volume+ menggunakan ikat simpul. Tidak memerlukan lem atau panas untuk menyambungkan rambut sintesis ke rambut asli, sehingga sangat fleksibel dan bisa disisir seperti rambut asli tanpa merusak ikat simpul rambut sintesisnya,” jelas Hisato Suzuki, International Director dan juga Hair Designer untuk One Piece Gold by Hisato.

Selain untuk menambah volume rambut, teknik Volume+ ini juga bisa digunakan untuk menutupi bekas luka yang ada pada kulit kepala, serta penambahan di bagian poni agar terlihat lebih tebal dan berisi.

Meskipun tipikal rambut orang Indonesia beragam, teknik ini bisa diaplikasikan pada semua tipe rambut, mulai dari lurus hingga yang berambut ikal. Begitu juga pada rambut yang berwarna.

“Selama sembilan tahun di Indonesia, tipikal masalah rambut yang paling sering saya temui kebanyakan adalah kerontokan rambut dan problem pada kulit kepala. Jadi saya yakin, treatment Volume+ sangat cocok sebagai salah satu solusi untuk mereka yang ingin memiliki rambut tebal dan indah, terutama untuk mengatasi kerontokan parah pada perempuan setelah melahirkan,” timpal Hisato.

Pada teknik ini, satu helai rambut asli diikat dengan 6 helai rambut sintesis sehingga menghasilkan penambahan volume rambut. Agar bertahan lama, Hisato menyarankan agar setidaknya melakukan perawatan setiap sebulan sekali, guna mengecek dan mempertahankan jumlah helai yang berkurang akibat kerontokan alami. 

Tren Rambut 2020

Berbagai pelaku di industri fesyen dan kecantikan pun mulai mempersiapkan tren-tren yang bakal menjadi acuan pada 2020. Tak terkecuali untuk tren rambut. Menurut Hisato Suzuki, pada 2020 tren potongan rambut pada perempuan akan kembali ke pada potongan rambut basic dan cenderung pada rambut pendek seperti potongan rambut bob. “Saya pikir orang Indonesia suka dengan rambut panjang, tetapi tren dunia sekarang cenderung pada rambut yang lebih pendek,” katanya.

Reynaldo Wenas pun mengatakan demikian. Ia mengatakan, rambut pendek ke medium sebenarnya sudah berkembang menjadi tren internasional. Namun hal itu tren tersebut terhambat di Indonesia karena tergantung pada kecocokan dengan setiap orang. “Di Indonesia cenderung dengan rambut yang agak sedikit panjang, untuk rambut yang agak pendek tidak semua berani mencoba,” timpalnya.

Sementara pada potongan rambut lakilaki, sampai saat ini masih lebih ke arah barbery cutting yang pada bagian samping lebih rapih dengan bagian atas yang lebih panjang atau undercut.

“Itu karena tren rambut laki-laki tidak secepat tren rambut pada perempuan, jadi potongan rambut yang akan tren masih pada potongan barbery cut tetapi lebih klimis,” tambah Reynaldo.

Pada tren warna rambut 2020, baik Hisato maupun Reynaldo mengacu musim dingin yang saat ini sedang dialami di sebagian besar negara dunia. Untuk itu, warna-warna natural seperti cokelat akan menjadi tren warna di 2020. “Biasanya di negara empat musim, trennya cenderung gelap tapi tetap ada warnanya.

Warnanya bisa sepintas agak keabu-abuan, ashy, cokelat agak ashy, tidak terlalu merah atau copper banget,” jelas mereka. Sementara pada musim panas 2020, warna-warna pale dari warna primer akan menjadi tren karena pada sekitar musim panas biasanya orang-orang akan memilih warna yang terang, mulai dari pale blue, very pale yellow, very pale pinkish dan warna primer pucat lainnya.

Pada gaya rambut ombre sendiri, saat ini ombre sudah tidak lagi sebagai desain melainkan suatu teknik gradasi perwarnaan rambut. Tetapi di samping itu semua, Hisato tetap menyarankan agar memilih potongan dan perwarnaan rambut yang sesuai dengan diri sendiri.

Mulai dari sesuaikan dengan bentuk wajah, warna mata dan juga warna kulit. “Memang terkadang apa yang disuka bersinggungan dengan apa yang cocok, apa yang sedang tren dan apa yang diinginkan.

Tetapi kalau mau mencoba ya coba saja, tidak usah takut. Itu bisa menjadi eksperimen dan menemukan apa yang cocok untuk kita lebih mudah,” sarannya. gma/R-1

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment