Singapura Waspadai Penyusutan Ekonomi Terparah | Koran Jakarta
Koran Jakarta | July 4 2020
No Comments
Antisipasi Krisis

Singapura Waspadai Penyusutan Ekonomi Terparah

Singapura Waspadai Penyusutan Ekonomi Terparah

Foto : ROSLAN RAHMAN/AFP
KEGIATAN BISNIS SEPI I Suasana sepi distrik bisnis keuangan di Singapura, beberapa waktu lalu. Kegiatan bisnis Singapura menyusut akibat wabah Covid-19.
A   A   A   Pengaturan Font

SINGAPURA – Pemerintah Singapura pada Selasa (26/5) menyatakan bahwa pandemi virus korona telah menim­bulkan kesulitan pada sektor utama ekspor sehingga per­ekonomian di Negeri Singa itu bisa menyusut hingga men­capai angka 7 persen pada tahun ini.

“Penyusutan ekonomi ini merupakan yang terparah se­jak kemerdekaan negara kita,” demikian pernyataan peme­rintah Singapura.

Pernyataan itu disampaikan beberapa jam sebelum Wakil Perdana Menteri (PM) Singapura mengumumkan paket stimulus keempat sebesar 33 miliar dollar AS. Paket stimulus baru ini akan membantu bisnis dan pekerja yang terkena dampak penutupan perbatasan dan pembatasan pergerakan. Dengan paket baru ini, total bantuan Singapu­ra hingga saat ini telah mencapai 100 miliar dollar AS atau sekitar 20 persen dari produk domestik bruto (PDB).

Berdasarkan perkiraan resmi yang dikeluarkan Kemen­terian Perdagangan Singapura, yang sebelumnya telah memprediksi penyusutan ekonomi sebesar 4 persen pada Maret, perekonomian Singapura akan menyusut sebesar 0,7 persen pada kuartal pertama tahun ini, setelah pada kuartal sebelumnya juga mengalami penyusutan sebesar 4,7 persen.

Hal ini bisa terjadi karena Singapura merupakan pusat keuangan dengan perekonomian paling terbuka di dunia dan negara ini akan terpukul paling awal jika terjadi setiap gejolak secara global.

Dalam perkiraan kementerian itu yang dibuat berdasar­kan perspektif penelaahan penurunan permintaan dari eksternal serta lockdown yang dilakukan secara domestik, maka di Singapura akan terjadi penyusutan ekonomi sebe­sar 7 persen dan penyusutan ini merupakan yang terparah sejak kemerdekaan Singapura pada 1965.

“Penutupan pasar utama di Amerika Serikat (AS), Eropa, dan Tiongkok telah melumpuhkan permintaan untuk eks­por. Dihentikannya perjalanan udara internasional juga te­lah merugikan sektor pariwisata utama Singapura,” demi­kian keterangan Kementerian Perdagangan.

Paket Stimulus

Sebagian besar bisnis di Singapura telah ditutup atas an­juran pemerintah. Anjuran itu pun meminta agar warga tetap tinggal di rumah dan melarang warga untuk berkumpul da­lam jumlah besar. Langkah pelonggaran aturan ini menurut pejabat Singapura diperkirakan akan dilakukan pada awal Juni, sementara aturan lainnya masih tetap diberlakukan.

Menyikapi penyusutan ekonomi ini, Wakil PM yang juga merangkap sebagai Menteri Keuangan Singapura, Heng Swee Keat, telah mengumumkan langkah-langkah du­kungan pemerintah terbaru terhadap bisnis saat berpidato dihadapan parlemen pada Selasa. Dukungan itu diperkira­kan merupakan paket stimulus berikut dengan nilai total 60 miliar dollar Singapura (42 miliar dollar AS) yang diambil dari cadangan uang negara. n eko/AFP/I-1

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment