Romantisme Batu Cinta di Ciwidey | Koran Jakarta
Koran Jakarta | July 4 2020
No Comments
Situ Patenggang

Romantisme Batu Cinta di Ciwidey

Romantisme Batu Cinta di Ciwidey

Foto : KORAN JAKARTA/TEGUH RAHARDJO
A   A   A   Pengaturan Font

Sedang mencari jodoh, kang?” Sapaan yang mengagetkan datang dari pemilik warung di pinggir Situ Patenggang, Ciwidey Kabupaten Bandung, Jawa Barat (Jabar). Ia mencoba akrab dengan pengunjung yang sedang asyik “nyuruput” kopi hitam sachet di meja kayu panjang pada warung tersebut.

Pertanyaan itu memang sekadar iseng dilontarkan. Namun memang kawasan Situ Patenggang menjadi lokasi yang sering didatangi muda-mudi sekitar Bandung untuk menghabiskan liburan.

Mereka sangat menikmati keindahan danau yang ada di puncak Ciwidey itu. Mitos percintaan zaman dahulu adalah salah satu daya tarik bagi anak-anak muda untuk bertandang ke Situ Patenggang ini. Ya, ada mitos Batu Cinta. Warga setempat menjadikan mitos itu sebagai penarik pengunjung untuk menyambangi batu besar yang ada di situ itu.

Untuk mencapai Batu Cinta, pengunjung harus menyewa perahu sampan atau perahu kayu yang ada di dekat dari prasasti buatan pada pinggir danau ini. Batu Cinta terletak di tengah danau yang berlokasi di Kampung Patenggang Baru, Desa Patenggang, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung.

Di tengah danau tersebut terdapat Pulau Sasuka atau Pulau Asmara. Pasangan yang berperahu dan mengelilingi Pulau Asmara di Situ Patenggang diyakini akan memiliki hubungan yang langgeng.

Sedangkan orang yang menginjakan kaki di Batu Cinta dipercaya akan mendapat pasangan hidup. Meski hanya sekedar mitos, masih ada saja masyarakat yang sengaja datang untuk meninjau pulau kecil di tengah Patenggang.

Jumlahnya semakin jarang, sebab yang datang kini lebih terpesona oleh sebuah kapal kayu berukuran besar di samping Patenggang. Namanya dikenal sebagai Glamping Lake Ciwidey. Kendati demikian, masih banyak wisatawan yang berkeliling menggunakan perahu sambil mengamati Pulau Asmara dan Batu Cinta di Situ Patenggang.

Selain itu, saat ini terdapat dua pengelola di lokasi Situ Patengan, yakni pengelolaan oleh Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat yang mengelola Cagar Alam Patenggang seluas 85 hektar. Batu Cinta berlokasi di kawasan Taman Wisata Alam Situ Patenggang yang mengelola kawasan seluas 68 hektar.

Sekedar tahu saja, berdasarkan cerita rakyat, air Situ Patenggang berasal dari Sungai Cirengganis ini merupakan kumpulan air mata dari pasangan Dewi Rengganis dan Ki Santang, yang cintanya tak bisa bersatu karena suatu keadaan.

Namun, mereka akhirnya bisa kembali bertemu pada sebuah batu setelah sekian lama saling mencari. Batu inilah yang kelak dinamakan Batu Cinta. Mitos pun mewarnai Situ Patenggang, konon bagi pasangan yang berkunjung ke batu itu, cinta mereka akan abadi.

Nama Patenggang pun diduga diambil dari kisah pasangan dalam legenda tersebut, yaitu dari kata pateangan-teangan yang dalam bahasa Sunda berarti saling mencari.

Usai berperahu, istirahat di warung-warung kecil di pinggiran danau dapat menjadi pilihan pengunjung. Sekedar ngopi atau menikmati jajanan dan gorengan panas, cocok untuk menghangatkan badan yang kedinginan oleh kabut patenggang pagi hari. Pagi hari memang menjadi waktu yang paling bagus untuk menikmati eksotisme Patenggang. 

Eksotisme Pagi di Patenggang

Situ Patenggang merupakan sebuah danau yang berada di kaki Gunung Patuha, Kabupaten Bandung. Situ Patenggang merupakan salah satu tujuan wisata yang cukup digandrungi di kawasan Ciwidey. Selain Batu Cinta, Situ Patenggang memiliki pesonanya sendiri.

Dengan tempatnya yang berada 1.600 dari permukaan laut, pastinya udara di sini sangat segar dan sejuk. Mencapai situ ini pemandangan umum di kawasan perbukitan Bandung Selatan nan hijau menjadi penyejuk mata. Hamparan kebun teh menjadi daya tariknya. Danau alami ini memang dikelilingi oleh perkebunan teh.

Sehingga hawa sejuk akan menyeruak setiap malam hingga pagi hari. Kabut tebal akan menelimuti area situ. Di sinilah eksotisme Patenggang mulai dirasakan. Memang untuk melihat keindahan itu pengunjung harus datang pagi-pagi sekali. Atau menginap barang semalam di glamping, tenda yang dikemas layaknya kamar hotel mewah. Saat subuh menjelang, bersiaplah untuk segera berkeliling di kawasan Patenggang. Atau sekedar duduk di balkon tempat menginap.

Dengan mengenakan jaket yang tebal tentunya. Dari balkon akan terlihat pemandangan indah situ yang dikelilingi oleh pohon teh. Saat Matahari menjelang, keindahannya semakin terasa.

Kapal kayu yang berukuran besar akan nampak indah jika di potret dari kejauhan. Inilah waktunya selfie. Dari ketinggian pun akan nampak pemandangan tenda-tenda berwarna putih dengan hamparan hijau pohon teh.

Air danau nan hijau akan nampak semakin indah karena terkena pantulan matahari pagi yang baru muncul. Jika difoto maka pemandangan ini akan nampak seperti keindahan hamparan landscape di luar negeri. Tapi ini Ciwidey.

Banyak Kegiatan Bisa Dilakukan

Banyak hal yang bisa dilakukan di sini, selain berperahu untuk menjelajah situ ini pengunjung bisa menyewa sepeda air. Selain bermain air, pengunjung juga bisa menikmati keindahan dari Kapal Phinisi. Dari kapal ini menu sarapan bisa dinikmati sambil melihat pemandangan indah dari ketinggian.

Atau ingin melihat fasilitas lain, khususnya untuk jogging. Ada track khusus yang dibuat pengelola untuk pengunjung yang ingin berlari pagi. Track dibuat di atas tanah dengan ketinggian sekitar satu meter.

Track itu terbuat dari lantai anyaman bambu. Menyusuri track itu cukup menyenangkan, sebab akan menyurusi sepanjang pinggir situ. Akan bertemu dengan kandang kelinci atau jembatan kecil dan perahu kecil yang juga dapat menjadi lokasi berfoto selfie ala Titanic. Atau ingin menikmati adrenalin dengan berlomba seluncur pada sircuit Golesat.

Di sini pengunjung akan mengendari “mobil” yang berbentuk seperti bak mandi kecil. Tanpa adanya roda, namun mobil itu bisa meluncur dengan cepat karena menggunakan gaya gravitasi. Anak-anak paling menyukai sirkuit ini.  tgh/R-1

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment