Resesi 2020 Diprediksi Lebih Buruk dari Krisis 2008-2009 | Koran Jakarta
Koran Jakarta | July 4 2020
No Comments
Pendemi Korona I IMF Siapkan Pinjaman 1 Triliun Dollar AS

Resesi 2020 Diprediksi Lebih Buruk dari Krisis 2008-2009

Resesi 2020 Diprediksi Lebih Buruk dari Krisis 2008-2009

Foto : NICHOLAS KAMM / AFP
Kristalina Georgieva
A   A   A   Pengaturan Font
Pemulihan ekonomi diharapkan terjadi pada 2021.

 

WASHINGTON DC Dana Moneter Internasional (IMF) mengatakan pandemi virus Covid-19 akan memicu re­sesi global yang bisa lebih buruk pada tahun 2020 dari pada krisis keuangan tahun 2008–2009. Namun, lembaga pemberi pinjaman itu juga me­nyebutkan bahwa output eko­nomi dunia akan pulih pada tahun 2021.

Direktur Pelaksana IMF, Kristalina Georgieva, menga­presiasi kebijakan fiskal luar biasa yang diambil oleh banyak negara untuk meningkatkan sistem kesehatan dan melindungi perusahaan dan pekerja yang terkena dampak pandemi, serta langkah-lang­kah yang diambil oleh bank sentral dalam melonggarkan kebijakan moneter.

“Bahkan lebih banyak akan dibutuhkan, terutama di bi­dang fiskal,” kata Georgieva, Senin (23/3) waktu setempat.

Georgieva mengeluarkan ramalan itu setelah melaku­kan konferensi panggilan ber­sama para menteri keuangan dan bank sentral dari negara-negara anggota G-20 yang ia sebut telah sepakat tentang perlunya solidaritas di seluruh dunia dalam menghadapi kri­sis tersebut.

“Biaya manusia dari pan­demi virus korona sudah beragam dan semua negara perlu bekerja sama untuk melindungi orang dan mem­batasi kerusakan ekonomi,” kata Georgieva.

Saat ini, banyak negara memberlakukan tindakan penutupan untuk membendung penyebaran virus yang telah menginfeksi 337.500 orang di seluruh dunia dan membunuh lebih dari 14.600. Georgieva mengatakan prospek pertum­buhan global negatif.

“Sekarang, IMF memperki­rakan resesi setidaknya sama buruk dengan krisis keuangan global atau lebih buruk,” ujar Georgieva.

Awal bulan ini, Georgieva telah memperingatkan bahwa pertumbuhan dunia 2020 akan berada di bawah angka 2,9 persen yang terlihat pada 2019, tetapi ia belum memprediksi resesi akan terjadi. Perang da­gang telah mendorong per­tumbuhan global tahun lalu ke tingkat terendah sejak kontrak­si 0,7 persen pada tahun 2009.

Pemulihan Ekonomi

Dia juga mengatakan pemu­lihan ekonomi diharapkan terjadi pada tahun 2021. Tapi, untuk mencapai itu negara-negara perlu memprioritaskan upaya pembendungan wabah dan memperkuat sistem kesehatan.

“Dampak ekonomi akan parah, tapi semakin cepat virus berhenti, semakin cepat dan kuat pemulihannya,” katanya.

Georgieva menegaskan IMF akan secara besar-besaran meningkatkan dana bantuan darurat. Sebanyak 80 negara telah minta bantuan dan IMF siap untuk mengerahkan se­luruh dana pinjaman sebesar satu triliun dolar AS.

Negara-negara ekonomi maju umumnya dalam kondisi yang lebih baik untuk meng­hadapi krisis, tapi banyak pasar negara berkembang dan negara berpenghasilan rendah menghadapi tantangan yang signifikan, termasuk arus modal yang keluar.

Sejak awal krisis, investor telah menarik modal mereka sekitar 83 miliar dollar AS dari pasar negara berkembang, yang menjadi aliran modal keluar terbesar yang pernah tercatat.

“IMF prihatin dengan nega­ra-negara berpenghasilan ren­dah yang dirundung kesulitan utang dan kami akan bekerja sama dengan mereka untuk mengatasi masalah tersebut,” kata Georgieva.

IMF meminta para anggotanya untuk memberikan kon­tribusi dana dalam mengisi kembali Catastrophe Contain­ment and Relief Trust dalam membantu negara-negara ter­miskin.

Georgieva mengatakan IMF sedang menjajaki opsi lain dengan para anggotanya. Beberapa negara berpeng­hasilan rendah dan menengah telah meminta alokasi dalam Hak Penarikan Khusus atas aset cadangan internasional yang dibuat oleh IMF pada ta­hun 1969 untuk menambah cadangan resmi negara-negara anggotanya, seperti yang terjadi pada krisis keuangan global.

“Anggota IMF juga perlu menyediakan jalur swap tam­bahan dengan negara-negara pasar berkembang untuk mengatasi krisis likuiditas global,” katanya.

IMF juga menjajaki proposal untuk membantu memfasilitasi jaringan jalur swap yang lebih luas, termasuk melalui fasilitas tipe swap-IMF. n AFP/SB/P-4

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment