Ratusan Warga Kampung Melayu Mengungsi Akibat Banjir | Koran Jakarta
Koran Jakarta | June 5 2020
No Comments
Cuaca Ekstrim | DKI Akan Atur Air Sungai Ciliwung untuk Hindari Banjir Kiriman

Ratusan Warga Kampung Melayu Mengungsi Akibat Banjir

Ratusan Warga Kampung Melayu Mengungsi Akibat Banjir

Foto : ANTARA/ADITYA PRADANA PUTRA
BANJIR LAGI | Warga menyusuri jalan perkampungan yang tergenang banjir luapan air Sungai Ciliwung di Cawang, Jakarta, Kamis (20/2). Hujan yang terjadi pada Rabu malam dan Kamis malam mengakibatkan sejumlah permukiman di DKI Jakarta terendam banjir.
A   A   A   Pengaturan Font
Pemprov DKI menyiapkan 40 petugas dan pompa mobile untuk mengantisipasi adanya banjir kiriman.

 

JAKARTA - Sebanyak 487 jiwa korban banjir di Kebon Pala Tanah Rendah, Kelurahan Kampung Melayu, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, mengungsi di empat posko darurat, Kamis (20/2)

Data yang dihimpun dari petugas posko melaporkan pengungsi kategori lanjut usia sebanyak 53 orang dan balita 58 orang, sementara sisanya usia produktif.

Posko yang disediakan berada di Aula Kantor Kelurahan, SMPN 26, Pos RW07, dan Masjid Jami Ittihadul Ikhwan.

“Mereka korban banjir di RW 04, RW05, RW07, dan RW08,” kata petugas posko.

Ketua RT06 Kebon Pala, Eddy Karyadi (53) mengatakan banjir terjadi sejak pukul 14.00 WIB imbas luapan Sungai Ciliwung di dekat permukiman warga.

Mereka yang diungsikan karena rumahnya belum berlantai dua saat ketinggian air sudah mencapai 1,5 meter.

“Rumah para pengungsi ini sudah sedada airnya. Kalau yang sudah dua lantai, mereka naik ke atas dan barangnya bisa diangkut juga,” katanya

Pengungsi menyebutkan bantuan yang tersedia dari pemerintah setempat sudah mencukupi.

Sementara itu, di Jakarta Timur, 13 permukiman penduduk di wilayah Jakarta Timur dilaporkan terendam banjir dengan ketinggian bervariasi 30 hingga 150 sentimeter, Kamis sore

Ke-13 lokasi tersebut adalah RW04, RW05, RW07, dan RW08 Kelurahan Kampung Melayu, Kecamatan Jatinegara, yang dilaporkan tergenang air sedalam 71 hingga di atas 150 sentimeter.

Banjir juga dilaporkan melanda kawasan RW11 Bidara Cina, Kecamatan Jatinegara dengan kedalaman air berkisar 150 sentimeter.

Banjir tersebut rata-rata terjadi sejak pukul 14.00 WIB akibat intensitas hujan yang tinggi di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, yang melintas melalui Sungai Ciliwung di Jakarta Timur. Sementara itu di RW08, Kebon Pala Tanah Rendah, Kampung Melayu kedalaman air mencapai perut orang dewasa.

“Air naik itu tadi siang, cepat banget naiknya, arusnya juga deras, ini banjir yang ketiga tahun ini,” kata warga setempat Fahrozi.

Ketua RT06 Kebon Pala, Eddy Karyadi mengatakan warga sekitar sudah terbiasa dengan banjir karena sudah menetap sejak puluhan tahun silam “Kita udah enggak aneh lagi saya yang kaya gini, warga udah terbiasa kan tinggal disini udah berpuluhpuluh tahun,” katanya.

Warga setempat tampak belum mengungsi ke lokasi lain, sebab rata-rata rumah mereka sudah berlantai dua. “Biasa warga kalau ngungsi itu airnya udah setinggi leher baru pada ngungsi ke kantor kelurahan,” katanya.

Penanganan Banjir

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, berujra akan mengosongkan Sungai Ciliwung, jika Bendung Katulampa siaga tiga. Langkah ini untuk menghindari Jakarta terkena banjir kiriman.

“Permukaan air laut itu landai sehingga Ciliwung bisa dikosongkan, bisa dialirkan, (pintu air) Manggarai dikosongkan,” ujar Anies di Gelanggang Olahraga Remaja (GOR) Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Jakarta Timur

Jika Ciliwung telah kosong maka Jakarta siap menerima air kiriman dari Katulampa. Selain itu, petugas sudah dikerahkan untuk melancarkan aliran air dengan penyedotan dan pembersihan sampah.

Terpisah, Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta, Juaini Jusuf mengatakan, pihaknya, telah menyiapkan petugas dan pompa mobile untuk mengantisipasi adanya banjir kiriman.

“Saat ini, kami sudah mengerahkan 40 petugas di masing- masing titik wilayah yang akan terdampak banjir kiriman, termasuk pompa mobile sebanyak dua sampai tiga unit di wilayah terdampak dengan kapasitas masing-masing 500 sampai 1.000 liter perdetik.

Menurutnya, ketinggian air Ciliwung sudah mencapai 700 cm itu diartikan sudah siaga tiga. Dia mengaku akan terus berupaya mengendalikan ketinggian air Kali Ciliwung agar tidak meluap ke pemukiman.

Terlebih, katanya, kondisi air laut saat ini sudah tidak pasang. Sehingga pintu air di sana bisa dibuka dan banjir kiriman masih bisa dikendalikan. Namun, dia tetap mengimbau kepada masyarakat, khususnya daerah bantaran Kali Ciliwung, Pesanggrahan dan sekitarnya untuk tetap waspada adanya banjir kiriman. pin/P-5

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment