Ratusan Ton Sampah Menumpuk di Pintu Air Manggarai | Koran Jakarta
Koran Jakarta | July 4 2020
No Comments
Banjir Jakarta

Ratusan Ton Sampah Menumpuk di Pintu Air Manggarai

Ratusan Ton Sampah Menumpuk di Pintu Air Manggarai

Foto : ANTARA/INDRIANTO EKO SUWARSO
DILANDA BANJIR - Warga bertahan di rumah saat banjir melanda kawasan Rawajati, Jakarta Selatan, Jumat (26/4).
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA - Air kiriman dari Bogor bukan saja menyebab­kan sejumlah lokasi di Jakarta terendam banjir, melainkan juga membuat timbunan sam­pah di beberapa tempat, ter­utama di Pintu Air Manggarai. Sampah tersebut terbawa alir­an Sungai Ciliwung serta anak-anak sungainya.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengatakan ratusan ton sampah itu ma­suk dalam kurun waktu sehari. “Dari informasi Kepala Dinas Lingkungan Hidup, volume­nya sekitar 170 ton sampah da­lam waktu kurang 24 jam. Ini volume luar biasa besar,” kata Anies di Pintu Air Manggarai, Jakarta, Jumat (26/4).

Menurut Anies, petugas lingkungan hidup telah me­lakukan pembersihan. “Me­reka bekerja sejak tadi malam mengeruk sampah, karena sampah luar biasa macam-ma­cam variasi,” ujar dia.

Sementara itu, Ketua Satu­an Pelaksana Sarana dan Pra­sarana Badan UPK Air Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Richard Jeremia, mengatakan sekitar 80 persen sampah yang ada merupakan batang pohon dan bambu.

Meskipun kebanyakan batang pohon dan bambu, namun masih ditemukan sampah-sam­pah rumah tangga, seperti plas­tik bahkan kasur hingga lemari es bekas. “Sampah-sampah itu diangkut dengan 15 truk besar dan 10 truk kecil sejak pagi hari. Namun sampai Jumat sore, Ja­karta masih terus mendapat ki­riman sampah,” kata Richard.

Tol Banjir

Bukan saja Jakarta, banjir juga melanda sebagian Depok, Tangerang, dan Tangerang Se­latan. Bahkan, Tol Bintaro–Ser­pong sempat terendam banjir dan kendaraan diminta tidak melintas di jalur tersebut.

Sementara itu, peringatan dini di laman bmkg.go.id me­nyebutkan potensi hujan di Jakarta dan sekitarnya bisa ter­jadi hingga malam hari.

Berdasarkan data yang di­himpun Badan Penanggulang­an Bencana Daerah (BPBD) DKI, titik lokasi banjir, meli­puti wilayah Jakarta Selatan yakni RW07 Kelurahan Len­teng Agung, RW01 Kelurahan Srengseng Sawah, RW01 Kelu­rahan Pengadegan, RW07 Ke­lurahan Rawajati, RW (05, 06, 07, 08) Kelurahan Pejaten Ti­mur, dengan ketinggian banjir sekitar 20 cm hingga 170 cm. Demikian dilansir dari Antara.

Sementara itu, wilayah Ja­karta Timur mencakup RW (02, 05, 08) Kelurahan Cawang, RW05 Kelurahan Balekam­bang, RW (04, 05, 08) Kelurah­an Kampung Melayu, RW (07, 11) Kelurahan Bidara Cina de­ngan ketinggian banjir menca­pai 20 cm hingga 100 cm.

Menurut pantauan petugas BPBD DKI, sebagian warga RT07 dan RT 08 RW01 Penga­degan mengungsi ke Rumah Susun Pengadegan.

Saat ini, petugas gabungan BPBD, Tagana Dinsos, unsur kecamatan, unsur kelurahan, Satpol PP, FKDM, TNI, dan ke­polisian melakukan data terba­ru serta kebutuhan mendesak.

Selain itu, petugas juga melakukan pemantauan dan koordinasi dengan kelurahan terdampak, serta memberikan peringatan dini kepada masya­rakat di bantaran sungai. Ant/pin/AR-2

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment