Polda Jatim Mulai Periksa Pelaku Rasis ke Mahasiswa Papua | Koran Jakarta
Koran Jakarta | July 4 2020
No Comments
Rusuh Papua

Polda Jatim Mulai Periksa Pelaku Rasis ke Mahasiswa Papua

Polda Jatim Mulai Periksa Pelaku Rasis ke Mahasiswa Papua

Foto : ANTARA/ARI BOWO SUCIPTO
AKSI DAMAI I Mahasiswa dari Papua mengikuti Aksi Damai Bhineka Tunggal Ika di Simpang Balapan, Malang, Jawa Timur, Jumat (23/8).
A   A   A   Pengaturan Font

SURABAYA - Kepolisian Daerah Jawa Timur menyata­kan masih melakukan pendala­man terkait adanya pihak yang melontarkan kata rasis kepada mahasiswa Papua di Surabaya sesuai dengan instruksi Presi­den Joko Widodo.

“Iya pasti ada pemeriksaan lanjutan, karena ini sesuai pe­rintah Presiden. Kapolri juga memerintahkan terkait rasisme harus dituntaskan,” kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera di Sura­baya, Jumat (23/8).

Barung menegaskan pihak­nya tak akan pandang bulu untuk menindak siapapun pi­hak yang melakukan rasis yang mengakibatkan adanya keru­suhan di Papua.

“Siapapun juga, mau TNI, Polri, mahasiswa. Apalagi OKP (organisasi kepemudaan) akan ditindak tegas,” ucapnya.

Mengenai sejauh mana pe­nyidikannya, Barung menyebut pihaknya telah memeriksa lima korlap dari ormas Surabaya yang sempat mendatangi Asra­ma Mahasiswa Papua (AMP) di Jalan Kalasan No. 10 Surabaya.

Barung mengungkapkan, pemeriksaan ini dilakukan di Polrestabes Surabaya dan salah satu yang diperiksa yakni Tri Susanti. Namun, hasil pemerik­saannya masih diproses. “Bet­ul, termasuk Susi pemeriksaan­nya di Polrestabes. Belum ada hasilnya, masih baru pemerik­saannya kok,” kata Barung.

Sementara mengenai peme­riksaan oknum TNI yang terli­bat, Barung mengatakan proses ini masih dilakukan pihak Ko­dam V/Brawijaya.

Hingga kini, Polrestabes Surabaya baru memanggil lima petinggi organisasi masyarakat (ormas) yang sempat ikut serta mengepung asrama.

Lima orang saksi yang akan dipanggil pada Sabtu 24 Agus­tus 2019 itu yakni Susi Rohm­adi (FKPPI), DJ Arifin (Sekber Benteng NKRI), Drs Arukat Djaswadi (Sekber Benteng NKRI), Basuki (Pemuda Pan­casila), Agus Fachrudin alias Gus Din (Wali Laskar Pembela Islam Surabaya).

Sementara itu, Kepolisian Daerah Papua Barat melaku­kan investigasi untuk mencari pelaku dan provokator pem­bakaran Gedung Sekretariat Majelis Rakyat Papua (MRP) Pa­pua Barat pada Senin (19/8).

“Kami melakukan penyeli­dikan dan penyidikan karena dalam unjuk rasa kemudian ter­jadi tindak pidana, seperti pem­bakaran, penjarahan, dan pen­grusakan,” ujar Kapolda Papua Barat, Brigjen Pol Herry Rudolf Nahak, di Manokwari, Jumat.

Selain Gedung Sekretariat MRP Papua Barat, kantor Di­nas Kependudukan, dan Pen­catatan Sipil Papua Barat yang berada dalam satu atap dengan Gedung MRP pun jadi sasaran amuk massa.

Masih Diblokir

Sementara itu, Plt Kepa­la Biro Humas Kementerian Komunikasi dan Informatika, Ferdinandus Setu, mengata­kan pemblokiran data internet pada layanan operator seluler di Papua dan Papua Barat ma­sih berlanjut hingga Jumat, sampai situasi serta kondisi di dua wilayah tersebut benar-be­nar normal.

“Masyarakat di Papua dan Papua Barat tetap bisa berko­munikasi dengan mengguna­kan layanan panggilan telepon dan layanan pesan singkat/ SMS,” katanya. Ant/fdl/AR-2

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment