Perpustakaan Dukung Gerakan Literasi | Koran Jakarta
Koran Jakarta | June 5 2020
No Comments
Kecerdasan Bangsa

Perpustakaan Dukung Gerakan Literasi

Perpustakaan Dukung Gerakan Literasi

Foto : ISTIMEWA
BAHTIAR Kepala Pusat Penerangan Kemendagri
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA - Kementerian Dalam Negeri akan mendorong agar program pengembangan perpustakaan di daerah jadi urusan wajib pelayanan dasar. Dengan demikian, alokasi anggarannya bisa lebih memadai. Perpustakaan penting untuk mendukung gerakan literasi. Hal ini disampaikan Kepala Pusat Penerangan Kemendagri, Bahtiar, dalam acara Rapat Koordinasi Perpustakaan Tahun 2020, Jumat (21/2), di Jakarta.

“Bagaimanapun pengembangan perpustakaan sangat penting untuk mendukung gerakan literasi demi pembangunan Sumber Daya Manusia,” kata Bahtiar. Menurutnya, saat ini program pengembangan perpustakaan seperti diatur dalam UU, masih jadi urusan wajib nonpelayanan dasar. Program pengembangan perpustakaan mestinya satu paket dengan urusan kesehatan dan pendidikan. “Jadi urusan yang sangat mendasar,” tandasnya.

Kemendagri berwenang membina dan mengawasi. Ke depan Kemendagri akan mendorong pemda mendukung penuh gerakan literasi. Dukungan bisa berupa regulasi atau alokasi anggaran. Di daerah harus terbangun kesadaran bahwa budaya literasi bisa bermuara ke penciptaan SDM unggul.

Bahtiar menambahkan, negara ini bisa bertahan karena ilmu pengetahuan, mampu mengelola alam dan peradaban baru. Semua karena membaca. Pemangku kebijakan daerah berperan sangat penting. Kepala daerah harus peduli terhadap gerakan literasi. Mereka harus mendukung alokasi anggaran untuk pengembangan perpustakaan. “Ini yang terus didorong Kemendagri,” tandasnya.

Pemda tidak boleh mengatakan tak ada uang untuk anggaran perpustakaan. Apalagi dalam pedoman penyusunan APBD sudah ada ruang untuk anggaran pengembangan perpustakaan. Nomor rekeningnya pun tersedia. Jadi, tinggal komitmen dan tindakan konkret.

Tidak lupa, Bahtiar juga memuji kondisi Perpustakaan Nasional yang penampilannya begitu menarik. Bahkan, banyak spot yang bisa dijadikan tempat foto. Setidaknya, ini akan menarik minat generasi milenial datang ke perpustakaan.

Kondisi tersebut cukup membanggakan. Dulu perpustakaan itu tempat yang tidak menarik dan membosankan. Sekarang suasana sangat milenial. Tempat enak untuk membaca dan foto-foto. “Saya kira banyak inovasi yang telah dilakukan Perpusnas,”ujar Bahtiar.

 

ags/G-1

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment