Penyuap Bupati Pakpak Bharat Dieksekusi ke LP | Koran Jakarta
Koran Jakarta | June 5 2020
No Comments
Kasus Proyek Infrastruktur

Penyuap Bupati Pakpak Bharat Dieksekusi ke LP

Penyuap Bupati Pakpak Bharat Dieksekusi ke LP

Foto : ISTIMEWA
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengeksekusi pemberi suap Bupati Pakpak Bharat 2016-2021, Remigo Yolando Berutu (RYB) yakni Direktur CV Wendy, Anwar Fuseng Padang (AFP) ke Lembaga Permasyarakatan (LP) Kelas 1 Medan, Sumatera Utara. Eksekusi dilakukan, setelah KPK menerima salinan putusan dari Pengadilan Negeri (PN) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Medan.

“Hari ini, KPK mengeksekusi putusan PN Tipikor Medan atas nama terpidana Anwar Fuseng Padang. Adapun putusan yang dijatuhkan Majelis Hakim yaitu pidana penjara selama dua tahun, denda 100 juta rupiah dan subsidair tiga bulan kurungan,” kata Pelaksana Tugas Juru Bicara Penindakan KPK, Ali Fikri, di Jakarta, Kamis (27/2).

Diketahui sebelumnya, penetapan Anwar sebagai tersangka dalam pengembangan kasus dugaan suap kepada Bupati Remigo. Selain penetapan tersangka tersebut, terdapat dua tersangka lain yaitu pihak swasta, Dilon Bancin (DBC) dan PNS, Gugung Banurea (GUB).

Penerimaan Bupati Remigo dari Dilon dan Gugung bermula sekitar bulan Februari 2018, diduga terjadi pertemuan di rumah dinas Bupati untuk membicarakan proyek Dinas PUPR Tahun Anggaran 2018. Dalam pertemuan tersebut, terdapat permintaan dari beberapa pihak terkait dengan proyek Dinas PUPR.

Bupati Remigo memastikan adanya keuntungan untuk dirinya terkait permintaan-permintaan tersebut. Menindaklanjuti pertemuan tersebut, diduga terjadi pertemuan lain, antara Plt Kepala Dinas PUPR Kabupaten Pakpak Bharat, David Anderson Karosekali (DAK), dan pihak lain.

Bayar Sepuluh Persen

Dalam pertemuan tersebut, David menyatakan untuk mendapatkan proyek harus bersedia membayar 10 persen dari nilai proyek sebagai uang muka, di luar uang “KW”. Uang “KW” diduga sebagai kode dari Uang Kewajiban yang harus dibayarkan kontraktor saat ada pencairan dana proyek.

Dalam pertemuan tersebut, tambah Febri, David menawarkan proyek peningkatan/pengaspalan Jalan Simpang Singgabur Namuseng dengan nilai 5,1 miliar rupiah. Pada Maret 2018, proyek tersebut ditawarkan kepada Dilon dan Gugung yang kemudian menyetujui untuk membayar uang muka 500 juta rupiah.

Pada awal April 2018, diduga terjadi penyerahan uang 500 juta rupiah tersebut dari Dilon dan Gugung kepada perantara yang kemudian menyampaikannya kepada Bupati Remigo di kantornya. Pada April 2018, Bupati Remigo meminta Sekretaris Pokja ULP supaya lelang proyek dipercepat dan dimenangkan PT Alahta yang dimiliki kerabat Gugung.

Atas pengumuman ini, Gugung memberi uang “koin” sebesar 50 juta rupiah kepada Sekretaris Pokja ULP. ola/N-3

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment