Penderita Korona Terkadang Tidak seperti Orang Sakit | Koran Jakarta
Koran Jakarta | June 5 2020
No Comments
Covid-19 I Wisma Atlet Tak Terima Pasien di Bawah 15 Tahun

Penderita Korona Terkadang Tidak seperti Orang Sakit

Penderita Korona Terkadang Tidak seperti Orang Sakit

Foto : ANTARA/DHEMAS REVIYANTO
BERI KETERANGAN I Koordinator Relawan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Andre Rahadian (kanan) bersama Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto (kiri) menyampaikan keterangan pers di Graha BNPB, Jakarta, Kamis (26/3).
A   A   A   Pengaturan Font
Hingga Kamis (26/3) siang, pemerintah mengonfirmasi penambahan 103 pasien Covid-19. Maka, total pasien Covid-19 saat ini berjumlah 893 orang.

 

JAKARTA -Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Korona Achmad Yuri­anto mengingatkan masyarakat bahwa pembawa virus korona belum tentu tampak seperti orang sakit. Karena itu, warga diminta terus waspada dan selalu menjaga jarak dengan orang-orang sekitar un­tuk mencegah penyebaran vi­rus epidemi ini

“Jarak itulah yang harus kita jaga lebih dari 1,5 meter atau dua meter harus kita pertahankan. Siapapun mereka. Se­bab yang bawa virus ini tidak tampak seperti orang sakit. Sering kami dapatkan orang tersebut tidak tampak sakit atau hanya seperti sakit ringan. Jadi mari kita patuhi ini,” kata Yuri dalam konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta, Kamis (26/3).

Hingga Kamis (26/3) siang, pemerintah mengonfirmasi penambahan 103 pasien Co­vid-19. Maka, total pasien Covid-19 saat ini berjumlah 893 orang. Selanjutnya, kasus kematian pasien Covid-19 di­laporkan bertambah 20 kasus. Total pasien meninggal dunia menjadi 78 orang. Sementara itu, 35 pasien Covid-19 kini dinyatakan sembuh.

Yurianto menjelaskan, pe­nyebaran virus korona dise­babkan adanya kontak dekat antara orang yang sehat dengan orang terinfeksi. Penu­larannya melalui droplets atau cairan tubuh, seperti ludah, yang biasanya menyebar saat seseorang yang terinfeksi batuk atau bersin.

Droplets atau percikan lu­dah atau lendir pada saat orang sakit ini bersin atau batuk itu bisa menyebar merata sampai radius 1,5 meter. Jarak itulah yang harus jaga lebih dari 1,5 meter atau dua meter harus kita pertahankan,” jelas Yuri.

Upaya pencegahan seperti social distancing meru­pakan langkah yang diyakini paling efektif untuk saat ini. Beberapa kebijakan terkait social distancing yang telah diimbau pemerintah di anta­ranya, penerapan bekerja dari rumah, belajar di rumah dan beribadah di rumah.

“Tidak ada satu garansi meski bukan berasal dari dae­rah yang terjangkit Covid-19 tidak membawa virus ini. Ini menjadi dasar untuk kita men­jaga jarak,” tuturnya.

“Tidak di kerumunan, tidak melakukan salaman sementara, ini adalah upaya paling efektif. Saya yakin masyarakat mampu melakukan itu,” imbuh Yuri.

Wisma Atlet

Sementara itu, Pangdam Jaya Mayjen Eko Margiyono menyatakan, Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran tidak akan menerima pasien anak di bawah 15 tahun.

“Di dalam penerimaan pasien ini usia minimal adalah 15 tahun ke atas. Jadi untuk anak-anak kami juga tidak akan menerima,” ujar Eko dalam konferensi pers di Gra­ha BNPB, Jakarta, Kamis .

Diketahui, RS Darurat Co­vid-19 telah beroperasi sejak pukul 17.30 WIB, Senin (23/3). Adapun hingga pukul 06.00 WIB, Kamis (26/3), rumah sakit ini telah menerima 208 pasien. ags/Ant/P-4

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment