Pemerintah Siapkan Tiga Opsi | Koran Jakarta
Koran Jakarta | June 5 2020
No Comments
Gagal Bayar Jiwasraya l Sekitar 30 Nasabah Asuransi Jiwasraya Datangi Kantor OJK

Pemerintah Siapkan Tiga Opsi

Pemerintah Siapkan Tiga Opsi

Foto : ISTIMEWA
A   A   A   Pengaturan Font
Pemerintah menyiapkan tiga opsi untuk menuntaskan kasus Jiwasraya, meliputi holdingisasi, pembentukan anak perusahaan, dan penjualan aset, sementara nasabah usulkan penerbitan obligasi.

JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengatakan pemerintah sedang mengebut upaya penuntasan kasus gagal bayar yang membelit Asuransi Jiwasraya melalui tiga opsi untuk mempercepat pembayaran polis para nasabah.

“Saya yakinkan hampir setiap pekan di antara kementerian selalu bertemu untuk memikirkan dan mencarikan solusi termasuk bahasan yang di DPR,” kata Deputi Komisioner Humas dan Logistik OJK Anto Prabowo di Jakarta, Rabu (12/2).

Menurut dia, tiga opsi untuk penyehatan keuangan di perusahaan asuransi BUMN tersebut yakni holdingisasi, pembentukan anak perusahaan dan penjualan aset. Dia menjelaskan untuk pembentukan anak usaha harus cepat dilakukan karena OJK memiliki tenggat waktu dan pihaknya meminta pada Maret 2020 sudah ada laporan manajemen dan pemiliknya.

Rencananya, pembentukan anak usaha Jiwasraya Putra akan dibentuk atas patungan beberapa perusahaan BUMN. Paralel dengan rencana itu, lanjut dia, juga holdingisasi yang saat ini prosesnya sedang disiapkan Kementerian BUMN. Selain itu, penjualan aset juga sedang dilakukan.
“Jadi, tadi saya menyampaikan itu kepada semua nasabah, mengenai penyelamatan ini,” katanya.

Terkait usul para nasabah untuk membentuk bond atau obligasi agar pencairan bisa dipercepat, Anto mengatakan usulan itu akan disampaikan kepada pemilik atau Jiwasraya. “Penyehatan ini yang harus melakukan adalah pemilik atau kementerian. Kami nanti akan menyampaikan usulan itu dengan pemilik,” imbuhnya.

Sebelumnya, sekitar 30 nasabah Asuransi Jiwasraya mendatangi Kantor OJK, di Gedung Soemitro Djojojadikusumo, Jakarta, Rabu sekitar pukul 09.20 WIB, untuk meminta tahapan dan kejelasan nasib pencairan dana investasi mereka di Jiwasraya.

Beberapa perwakilan nasabah PT Asuransi Jiwasraya (Persero) mengusulkan penerbitan obligasi untuk menangani kasus gagal bayar agar dana investasinya bisa dicairkan. “Itu usul. Katanya dicatat, kemudian dilaporkan akan menjadi masukan,” kata perwakilan nasabah Jiwasraya, Mahril.

Menurut dia, penerbitan obligasi merupakan opsi lain setelah pemerintah mengusulkan beberapa pilihan seperti pembentukan perushaan induk hingga anak usaha.

Terkait dengan opsi-opsi tersebut, lanjut Mahril, puluhan nasabah itu juga ingin mengetahui langkah-langkah dan perkembangannya agar bisa dibayarkan karena informasi sebelumnya rencananya akan dibayar bertahap pada akhir Maret 2020.

“Mudah-mudahan akhir Maret ini sudah ada pencairan,” katanya.

 

Investigasi Audit

 

Sementara itu, terkait pengawasan, lanjut dia, OJK saat ini melakukan investigasi audit bersamaan dengan proses hukum yang saat ini dilakukan oleh Kejaksaan Agung. OJK, kata Anto, juga intensif berkoordinasi dengan pemilik dan Kementerian BUMN terkait kejelasan pembayaran polis.

“Saya lebih mengedepankan pendekatan kepada mereka. Pertama, OJK, Kemenkeu, Kementerian BUMN, Kejagung, dan BPK melakukan langkah-langkah sebagaimana perintah Presiden untuk menyelesaikan permasalahan Jiwasraya,” ucapnya.

 

mad/Ant/E-10

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment