Pemerintah Dorong Industri Jaga Produktivitas | Koran Jakarta
Koran Jakarta | June 3 2020
No Comments
Sektor Perindustrian

Pemerintah Dorong Industri Jaga Produktivitas

Pemerintah Dorong Industri Jaga Produktivitas

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendorong pelaku industri berperan aktif menangani virus korona tipe terbaru, Covid-19 di Indonesia, terutama men­jaga produktivitas bagi sektor-sektor terkait atau sedang di­butuhkan konsumen.

“Kami terus bertekad men­ciptakan iklim usaha yang kondusif agar industri-industri strategis masih tetap berjalan. Namun, perlu memperhatikan protokol kesehatan yang telah dikeluarkan oleh pemerintah,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, Kamis (26/3).

Menperin mengapresiasi pelaku industri makanan dan minuman di dalam negeri yang mempertahankan produksinya demi memenuhi kebutuhan pokok masyarakat. Dia juga mengimbau keselamatan dan kesehatan para karyawan tetap menjadi prioritas saat industri beroperasi.

“Hingga pekan lalu, aktivi­tas produksi sejumlah indus­tri manufaktur masih berjalan normal, kami mengapresiasi industri dan para karyawannya yang tetap menjaga pasokan bagi masyarakat,” ujarnya.

Kemenperin juga memacu produktivitas industri pengha­sil alat pelindung diri (APD). Produk dari sektor ini sedang banyak dibutuhkan, terutama untuk tenaga medis. APD itu meliputi pakaian, caps, towel, masker, sarung tangan, pe­lindung kaki, pelindung tangan dan kacamata pelindung wajah (goggle).

Kemenperin masih te­rus memantau produktivitas industri sarung tangan karet dan industri penghasil masker. Sementara itu, industri peng­hasil cairan pembersih tangan (hand sanitizer) pun dipacu produksinya agar bisa meme­nuhi kebutuhan domestik yang sedang meningkat.

Bahkan, sektor-sektor penopangnya turut digen­jot produktivitasnya, seperti industri deterjen dan produ­sen etanol. “Permintaan pro­duk hand sanitizer saat ini naik karena tingginya kebutuhan di masyarakat. Termasuk juga un­tuk kebutuhan bahan bakunya, yaitu etanol atau alkohol,” pa­parnya.

Stimulus Terukur

Sementara itu, Kepala Center of Investment Trade and Indus­try Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Andry Satrio Nugroho meminta pemerintah memberikan sti­mulus bagi industri demi meng­hindari gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK).

Menurutnya, empat bia­ya besar bagi dunia bisnis dan industri yang perlu meli­puti tenaga kerja, utilitas dan sewa, pajak dan retribusi dae­rah, serta utang dan bunga pinjaman.n ers/E-10

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment