Pembatalan Ibadah Haji Merupakan Keputusan yang Terbaik | Koran Jakarta
Koran Jakarta | July 4 2020
No Comments
Pandemi Covid-19

Pembatalan Ibadah Haji Merupakan Keputusan yang Terbaik

Pembatalan Ibadah Haji Merupakan Keputusan yang Terbaik

Foto : ANTARA/HUMAS KEMENTERIAN AGAMA
BERI KETERANGAN I Menag Fachrul Razi (kiri) didampingi Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Nizar Ali, menjelaskan tentang pembatalan Ibadah Haji 2020, di Jakarta, Selasa (2/6).
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – Kementerian Agama meniadakan atau mem­batalkan keberangkatan ibadah Haji 2020 karena pandemi Cov­id-19 masih menghantui dunia, khususnya Arab Saudi.

Hingga hari ini, pemerintah Arab Saudi belum membuka akses bagi jemaah haji dari negara mana pun. Padahal, pemberangkatan jemaah haji memerlukan banyak persiap­an dan memakan waktu yang tidak sebentar.

“Akibatnya, pemerintah ti­dak mungkin lagi memiliki cu­kup waktu untuk melakukan persiapan utamanya dalam pe­layanan dan perlindungan je­maah. Pemerintah memutuskan tidak memberangkatkan jemaah haji pada tahun 1441 Hijriah atau 2020,” kata Menteri Agama, Fachrul Razi, dalam konferensi pers virtual, Selasa (2/6).

Berdasarkan sejarah, peme­rintah Arab Saudi pernah mela­rang pelaksanaan haji pada 1814 karena wabah penyakit thoun, 1837 dan 1858 karena epidemi, 1892 akibat wabah kolera, dan 1897 sebab wabah meningitis.

Sedangkan pemerintah In­donesia pernah tidak mem­berangkatkan jemaah haji pada 1946 hingga 1948 akibat agresi militer Belanda.

Sebelum memutuskan me­niadakan pemberangkatan je­maah haji, Fachrul Razi menya­takan telah meminta pendapat Majelis Ulama Indonesia dan berkonsultasi dengan Komisi Agama DPR RI.

Fachrul menjelaskan pan­demi Covid -19 ini berdampak pada semua aspek sosial ke­agamaan. Kementerian lalu membentuk Pusat Krisis Haji 2020. Pusat Krisis ini diberi mandat untuk mitigasi penye­lenggaraan haji 2020. “Tim ini sudah membentuk kajian khu­sus tiga skema penyelenggara­an haji,” kata Fachrul.

Ketiga skema ini adalah haji normal, dibatasi, atau dibatal­kan. Masuk Mei, opsi menge­rucut pada pembatasan atau pembatalan. Apalagi Arab Sau­di tak kunjung membuka akses haji untuk negara mana pun.

“Sehingga pemerintah tak punya waktu menyiapkan pe­nyelenggaraan haji ini dengan maksimal. Pemerintah memu­tuskan meniadakan keberang­katan ibadah haji 2020.”

Berdasarkan jadwal, kloter pertama jemaah haji Indonesia sudah harus berangkat pada 26 Juni 2020. Sementara pemerin­tah dan jemaah membutuhkan tambahan waktu untuk meng­ikuti protokol kesehatan.

“Dalam skenario ini (pe­ngurangan kuota) maka ren­tang waktu haji akan lebih lama karena ada masa tambahan karantina 14 hari sebelum be­rangkat, setelah tiba (di Arab Saudi), dan setelah tiba kem­bali (di Indonesia),” tuturnya.

Selain itu, penyelenggaraan haji di tengah wabah penyakit menular berbahaya. Kemen­terian Agama, kata Fachrul, te­lah melakukan kajian literatur terkait pelaksanaan haji di te­ngah wabah. “Faktanya meng­akibatkan terjadinya tragedi kemanusiaan dan puluhan ribu jemaah jadi korban,” ucap dia.

Pemerintah telah berupaya untuk menyiapkan penyeleng­garaan haji. Namun di sisi lain, pemerintah juga harus bertang­gung jawab dalam menjamin ke­selamatan warganya dari risiko penyebaran Covid-19. Setelah melalui kajian yang mendalam dari berbagai aspek, pemerin­tah meyakini bahwa pembatal­an pemberangkatan ibadah haji tahun ini merupakan keputusan yang terbaik. n P-4

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment