Paus Fransiskus Serukan Rekonsiliasi di Amerika Serikat | Koran Jakarta
Koran Jakarta | July 4 2020
No Comments
Kerusuhan Rasial

Paus Fransiskus Serukan Rekonsiliasi di Amerika Serikat

Paus Fransiskus Serukan Rekonsiliasi di Amerika Serikat

Foto : JOSEPH PREZIOSO/AFP
HADANG MOBIL POLISI I Pengunjuk rasa menghadang mobil polisi saat unjuk rasa di dekat Gedung Putih, Selasa (2/6) waktu setempat.
A   A   A   Pengaturan Font

VATICAN CITY – Pemimpin Kato­lik dunia, Paus Fransiskus, prihatin dengan kerusuhan yang dipicu oleh kematian pria Afrika-Amerika, George Floyd, di Amerika Serikat (AS). Paus menyebut kematian Floyd itu sebagai peristiwa yang tragis. Paus menyeru­kan rekonsiliasi nasional di AS.

“Teman-teman saya, kita tidak bisa menoleransi atau menutup mata ter­hadap rasisme dan pengucilan dalam bentuk apa pun,” kata Paus, seperti di­kutip dari Vatican News, Rabu (3/6).

Kematian Floyd pada akhir Mei itu, dianggap sebagai puncak gunung es persoalan rasialisme di AS. Massa dari berbagai lapisan masyarakat turun ke jalan di berbagai kota untuk mempro­tes praktik rasialisme dan kebrutalan polisi yang kerap terjadi di Amerika. Aksi protes berujung bentrok dan penjarahan di sejumlah kota.

“Saya bergabung dengan gereja di St Paul dan Minneapolis dan di selu­ruh AS untuk mendoakan ketenang­an jiwa George Floyd dan semua orang yang kehilangan nyawa karena dosa rasialisme,” sambung dia.

Kekerasan dan kerusuhan yang dilakukan hanya akan merusak diri sendiri dan menghancurkan diri sen­diri. “Tidak ada yang didapat dengan kekerasan dan begitu banyak yang hi­lang,” ujarnya.

Siaga Satu

Sementara itu, Kementerian Per­tahanan (Pentagon) menyiagakan sekitar 1.600 tentara di wilayah Wa­shington DC untuk mengantisipasi kekerasan yang tak kunjung reda di Ibu Kota Amerika Serikat itu.

“Elemen-elemen tugas aktif di­tempatkan di pangkalan militer di National Capitol Region, tetapi tidak di Washington DC,” kata juru bicara Pentagon, Jonathan Rath Hoffman.

Dia mengatakan pasukan berada pada status siaga tinggi, tetapi tidak berpartisipasi dalam dukungan per­tahanan untuk operasi otoritas sipil.

“Pasukan yang disiagakan itu ter­masuk polisi militer dan mereka yang memiliki kemampuan teknik, ber­sama dengan batalion infantri,” im­buh Hoffman.

Sebelumnya, pejabat senior De­partemen Pertahanan AS juga me­ngatakan unit tempur AS akan pin­dah ke wilayah Washington.

Untuk mengurangi kepanikan publik, Facebook Inc telah menang­guhkan akun-akun yang terkait de­ngan kelompok-kelompok nasionalis kulit putih yang menganjurkan mem­bawa senjata dalam gelombang pro­tes antirasis itu. Perusahaan media sosial asal AS tersebut menyatakan, mereka juga menghapus akun palsu yang mengeklaim kesetiaan kepada kelompok antifasis.

Facebook menegaskan, mereka bertindak berdasarkan perilaku, bu­kan politik dari konten apa pun. Dan, jejaring sosial ini tidak menyebut An­tifa sebagai kelompok berbahaya.

“Akun Antifa yang menyesatkan di­hapus karena perilaku tidak autentik, karena mereka mengaku sesuatu yang bukan mereka,” kata Facebook dalam pernyataannya. n AFP/eko/P-4

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment