Natasha Dematra Raih Penghargaan Film Internasional di Venezuela | Koran Jakarta
Koran Jakarta | July 4 2020
No Comments

Natasha Dematra Raih Penghargaan Film Internasional di Venezuela

Natasha Dematra Raih Penghargaan Film Internasional di Venezuela

Foto : KORAN JAKARTA/MAMBANG YAZID
A   A   A   Pengaturan Font

Bertepatan dengan Hari Anak Perem­puan Internasional yang jatuh pada 11 Oktober 2017 kemarin, sutradara perempuan termuda di dunia asal In­donesia, Natasha Dematra meraih penghargaan Film Musik Terbaik di Five Continents Inter­national Film Festival (FCIFF) yang berada di Venezuela, lewat film musik yang berjudul Bumiku.

Menurut penilaian juri di festival berskala internasional yang meneri­ma film-film dari berbagai penjuru dunia itu, film musik Bumiku tak semata hanya mempertunjukkan hiburan, namun juga membawa pesan kuat yang harus digema­kan ke seluruh dunia.

Film musik Bumiku me­rupakan kampanye lingkung­an hidup dalam bentuk krea­tif sekaligus soundtrack film dokumenter berjudul Siti Nurbaya Bakar: Srikandi Pembawa Perubahan yang disutradarai oleh Damien Dematra, ayah dari Natasha. Film musik ini membawa pe­san kuat akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan hidup dan dianggap dapat menjadi jembatan kepada masyarakat untuk membangun kesadar­an ini.

Natasha mengaku se­nang, dirinya bisa kembali mengharumkan nama Indonesia di ajang inter­nasional. Sutradara, aktris, produser, penyanyi dan penulis lagu yang pernah meraih penghargaan kesetaraan gender itu berharap, penghargaan yang didapatnya itu bisa menginspirasi para anak perempuan untuk memiliki mimpi dan menggapainya.

“Saya juga berharap semoga ke depannya batas perkawinan anak perempuan yang sebe­lumnya telah diatur lewat peraturan yang menyebut batas usia setidaknya harus 16 tahun itu dapat berubah. Karena saya percaya bahwa anak perempuan itu juga me­miliki potensi dan mimpi yang sama besarnya dengan anak laki-laki,” ujar Natasha, di Jakarta, baru-baru ini.

Hari Anak Perempuan pertama kali dica­nangkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa di ta­hun 2012. 11 Oktober terpilih sebagai hari yang dikhususkan untuk para anak perempu­an di dunia yang menurut data ada 1,1 miliar di seluruh dunia. Tanggal 11 Oktober dianggap dapat meng­ingatkan dan membangun per­hatian terhadap isu pernikahan dini, kekerasan fisik, dan juga perdagangan manusia.

Film musik Bumiku per­tama kali diluncurkan pada bulan September 2016 lalu, di Manggala Wanabakti, Jakar­ta. Pada bulan November, film tersebut ditayang­kan dalam konferensi Perubahan Iklim PBB di Marrakech, Maroko. Semen­tara itu pada awal bulan Februari, International Independent Film Awards men­ganugerahkan penghargaan Me­dali Emas Sound­track Terbaik. Pada bulan Maret, film ini terpilih sebagai “Opening Film” di festival film di New York, Amerika Serikat.

Tak hanya itu, bulan Juni 2017 lalu, Mexico International Film Festival juga menganugerah­kan Silver Palm Award untuk kategori Film Musik Terbaik. Pada Hari Konservasi Nasional, film musik ini pun diputar atas ker­jasama dengan Kementerian Lingkungan Hi­dup dan Kehutanan. Film Musik Bumiku itu juga telah diputar di Taman Nasional Baluran.  yzd/S-1

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment