Menikmati Keindahan dari Ketinggian Bandung Timur | Koran Jakarta
Koran Jakarta | July 4 2020
No Comments

Menikmati Keindahan dari Ketinggian Bandung Timur

Menikmati Keindahan dari Ketinggian Bandung Timur

Foto : KORAN JAKARTA/TEGUH RAHARDJO
A   A   A   Pengaturan Font

Banyak spot unik hingga kekinian semakin banyak bermunculan di wilayah timur Bandung. Tempatnya enak untuk nongkrong sambil menikmati keindahan hamparan luas Bandung dari ketinggian bukitnya.

Ada beberapa bukit yang kini menjadi tujuan warga Bandung dan sekitarnya untuk menghabiskan waktu saat akhir pekan, bersama keluarga atau teman. Mulai dari Pasir Kunci, Manglayang hingga Bukit Moko Puncak Bintang.

Jika tiba di lokasi, keindahannya tidak akan kalah dengan Lembang, yang masih tetap menjadi favorit wisatawan. Cobalah untuk sesekali menjelajahi lokasi baru di wilayah Bandung bagian timur. Suasana Kampung Bambu Anda pasti sudah tidak asing dengan kampung angklung Mang Udjo. Lokasinya mudah dijangkau karena masih dalam wilayah perkotaan. Cobalah naik lebih tinggi menuju perbatasan Bandung dengan Kabupaten Bandung.

Akan ditemui perbukitan nan hijau di kawasan Padasuka. Padasuka, kawasan di wilayah perbatasan antara Kota dan Kabupaten Bandung, di bagian timur banyak menyimpan spot menarik untuk dikunjungi. Kawasan perbukitan ini kini memiliki banyak lokasi yang sudah menjadi tujuan untuk hangout warga Bandung, bahkan warga luar Bandung, khususnya Jakarta. Titik tuju utama adalah Cimenyan dengan lokasi wisata hutan pinus yakni Puncak Bintang atau Caringin Tilu (Cartil). Kawasan Padasuka kini banyak menyimpan spot menarik yang instagramable.

Maklum, kawasan ini merupakan kawasan perbukitan. Cartil sendiri memiliki ketinggian sekitar 1.100 meter di atas permukaan laut (dpl). Sudah pasti udaranya sejuk. Dari jalan pertama memasuki kawasan Padasuka menuju Cartil dapat ditempuh sekitar 30 menit. Sepanjang perjalanan sesekali Anda bisa berhenti sejenak untuk melihat Bandung dari ketinggian.

Disebut Kampung Bambu karena sebagian besar bangunan yang ada di sini dibangun menggunakan bambu. Selain tempat nongkrong, juga terdapat resor yang dapat digunakan untuk menginap.

Dari atas saung memang nampak tumbuhan bambu menghijau di areal perbukitan. Pengunjung pun diajak untuk ikut menanam bambu sebab tersedia sekitar 20 jenis bibit bambu untuk konservasi lahan di kawasan ini.

Memasuki Bukit Bambu, suasana tradisional memang langsung terasa. Di pinggir bibir tebing terdapat areal cukup luas yang diisi dengan meja kayu dan kursi dari potongan kayu. Sementara di sisi tebing dibuat tempat duduk dari bambu. Spot ini paling menarik karena sangat instagramable. Dan inilah tempat untuk menikmati terbenamnya matahari (sunset).

Menikmati puncak Padasuka pada malam hari juga menjadi pengalaman menarik. Kerlap-kerlip lampu dari rumah yang ada di Kota Bandung menjadi pemandangan menakjubkan. Dari lantai dua, resor yang seluruhnya terbuat dari bambu itu, pengunjung akan leluasa melihat pemdangan gunung-gunung yang mengelilingi Bandung. Pasir Impun di Manglayang Pasir Impun merupakan kawasan hijau yang terletak di kaki Gunung Manglayang.

Suasana alam di kaki gunung sangat asri dan sejuk. Saat ini banyak yang mengusahakan kawasan Pasir Impun untuk rumah makan atau tempat wisata alam. Namun tetap mengedepankan keasriannya. Salah satu lokasi yang enak buat nongkrong adalah kawasan wisata dan budaya Alam Santosa. Tempat ini memiliki bangunan rumah atau bangsal pertemuan yang sengaja dibuat mirip dengan bangunan adat kampung budaya tertentu di Jabar. Misalnya bangunan yang dinamakan Bale Gede. Bangunan ini dibuat dengan gaya Julang Ngapak. Fungsi bangunan tradisional di kampung wisata ini memang berbeda. Misalnya untuk rumah tinggal, yang menjadi kediaman pemilik dari eko wisata ini. Lalu ada bangunan yang disebut leuit atau lumbung padi. Sehingga jika berkeliling di kampung wisata tersebut, Anda seperti akan melihat miniatur rumah adat Jawa Barat yang dibangun semirip mungkin dengan rumah asalnya. Datang ke kawasan ini, Anda dapat duduk-duduk santai di sekitaran Bale Gede pada kursi-kursi berukuran besar yang terbuat dari kayu. Untuk mencapai lokasi Alam Santosa juga tidak terlalu sulit.

Setelah pertigaan Pasir Impun, Anda meneruskan perjalanan naik keatas Gunung Mangglayang. Diperlukan waktu sekitar 10 menit dari Jalan A Yani Kota Bandung. Setibanya dilokasi, Anda akan disambut para pemuda yang mengenakan baju serba hitam dengan ikat kepala khas Jabar. Untuk menjelajahi Alam Santosa dengan luas sekitar 5 hektare ini Anda harus membekali dengan air minum.

Pasalnya untuk mencapai lokasi teratas, Anda harus menaiki tangga yang lumayan tinggi. Pasir Kunci Kampung Wisata di kawasan Bandung Timur lainnya adalah Pasir Kunci. Lokasinya berada di kaki Gunung Manglayang tepatnya di Kelurahan Pasir Jati, Kecamatan Ujungberung, Kota Bandung. Lokasinya yang ada di ketinggian, sekitar 800 meter dpl membuat pengunjung akan merasa tenteram. Duduk berlama-lama sambil menikmati pemandangan Kota Bandung dari atas.

Pengunjung bisa menikmati udara sejuk di bawah kaki Gunung Manglayang dibarengi pertunjukan dari anak-anak sekitar yang memainkan permainan tradisional. Jadi selain menikmati keindahan alam dari atas, anak-anak yang diajak ke lokasi ini bisa mencoba beragam permainan tradisional khas Jabar. Permainan tradisional berupa Sapintrong, Cingciripit, Perepet Jengkol dan permainan angklung dapat dinikmati anak-anak di Pasir Kunci.

Kampung Bareto Kampung Bareto berada satu arah perjalanan menuju ke Cartil. Sebelum mencapai Puncak Bintang, Anda akan melewatinya. Bareto artinya dahulu atau baheula dalam kata lain bahasa Sunda.

Untuk mencapainya, jalur yang dapat dituju dapat melewati lokasi wisata budaya Saung Angklung Udjo. Sekitar 5 kilometer dari Udjo menuju ke puncak Bukit Moko. Setiap akhir pekan apalagi musim liburan maka sudah bisa dipastikan kawasan wisata yang ada Cimenyan Padasuka ini akan selalu ramai masyarakat Bandung dari wilayah Timur dan juga wisatawan asal luar kota seperti jakarta yang sedang liburan ke Bandung. Cocok untuk mengisi liburan akhir pekan bersama keluarga dan anak-anak. Ada sejumlah saung yang dapat menjadi lokasi bersantai. Jumlahnya ada sekitar 14 saung dengan nama-nama yang berbeda, sesuai dengan fungsinya. Saung dibuat di bawah rerimbunan pohon sehingga hawa sejuk dari pohon semakin membuat pengunjung betah berlama-lama menikmati Bandung dari ketinggian. Saat malam, suasana romantis sudah tentu didapat. Sambil menikmati gurame cobek atau nasi tutug oncom khas Sunda.

Tak masalah jika Anda hanya memesan camilan untuk mengusir rasa dinginnya malam di kawasan Bukit Moko itu. Misalnya peyeum sandwich, pisang bakar atau urab sampeu. Atau mencoba ke bagian Saung Jeujeur.

Di sini tersedia sebuah kolam yang berukuran besar yang disediakan pengelola bagi yang hobby memancing. Biasanya yang datang adalah kelompok atau rombongan besar, untuk gathering sekalian memancing. tgh/R-1

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment