Masyarakat Diimbau Mulai Beraktivitas | Koran Jakarta
Koran Jakarta | July 4 2020
No Comments
Pandemi Covid-19 I Sebagian Besar Penderita Tidak Memiliki Gejala Klinis Berat

Masyarakat Diimbau Mulai Beraktivitas

Masyarakat Diimbau Mulai Beraktivitas

Foto : ANTARA/FAUZAN
PENYEMPROTAN DISINFEKTAN DI SEKOLAH I Petugas PMI menyemprotkan cairan disinfektan di SDN 1 Tangerang, Kota Tangerang, Banten, Rabu (3/6). Penyemprotan itu sebagai persiapan jelang dimulainya aktivitas kegiatan belajar mengajar kembali di sekolah tersebut setelah memasuki masa transisi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) menuju penerapan normal baru.
A   A   A   Pengaturan Font
Hingga saat ini, semua pihak belum tahu sampai kapan vaksin untuk Covid- 19 bisa ditemukan.

 

JAKARTA – Pemerintah mengimbau masyarakat kem­bali beraktivitas dan produktif dengan memperhatikan pro­tokol kesehatan. Masyarakat tak perlu menunggu ditemu­kannya vaksin Covid-19 untuk kembali produktif beraktivitas.

“Kita tidak perlu menunggu datangnya vaksin. Kita harus kembali melakukan kehidu­pan produktif. Bagaimanapun kita yang tentukan masa de­pan bangsa,” ujar Juru Bicara Pemerintah untuk Penangan­an Virus Korona, Achmad Yuri­anto, dalam konferensi pers di akun YouTube, di Graha BNPB, Rabu (3/6).

Yuri menuturkan, hingga saat ini semua pihak belum tahu sampai kapan vaksin un­tuk Covid-19 bisa ditemukan. Bahkan, bisa jadi vaksin itu ditemukan dalam waktu yang sangat lama. Karena itu, ma­syarakat harus membiasakan diri hidup dengan paradigma kenormalan baru.

Yuri mengajak masyara­kat membiasakan menjalani kebiasaan-kebiasaan kecil un­tuk menghindari penularan Covid-19. Kebiasaan itu tidak sulit untuk dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.

Namun, kebiasaan-kebiasaan kecil itu, menurutnya, efektif mencegah penularan. Yuri berpesan agar masyarakat menghindari kerumunan, me­makai masker dan rajin men­cuci tangan memakai sabun. “

Kebiasaan-kebiasaan itu memerlukan kesungguhan un­tuk dilakukan secara bersama-sama,” tambah dia.

Yuri juga mengingatkan sebagian besar penderita Co­vid-19 tidak memiliki gejala klinis yang berat. “Sebagian besar penderita Covid-19 ge­jala klinisnya tidak terlalu be­rat. Bahkan, tidak membutuh­kan layanan perawatan rumah sakit,” ujar Yuri.

Meski demikian, lanjut Yuri, seluruh individu yang dinyatakan positif tertular Co­vid-19 harus menjalani karan­tina. Tujuannya untuk meng­hentikan sumber penularan. “Sehingga kita bisa memutus rantai penularan di masyara­kat. Di samping itu, kita juga berharap masyarakat tetap waspada agar jangan sampai tertular,” lanjut dia.

Masih Tinggi

Terkait dengan kasus baru, Yuri mengatakan penambahan kasus positif Covid di Provinsi Jawa Timur masih menjadi yang tertinggi pada Rabu (3/6). “Jumlah tertinggi kita dapat­kan dari hasil pemeriksaan, Jawa Timur dengan 183 kasus,” kata Yuri.

Meski tinggi, angka tersebut sudah mengalami penurunan jika dibandingkan Selasa dengan 213 kasus.

Provinsi Papua mengalami penurunan penambahan ka­sus positif dari 94 orang pada 2 Juni menjadi 39 orang. Su­lawesi Selatan juga mengalami penurunan dari 44 kasus men­jadi 38 kasus.

Adapun sejumlah daerah yang mengalami kenaikan penambahan kasus positif adalah Banten, yakni dari 14 kasus pada 2 Juni menjadi 71 kasus. DKI Jakarta juga mengalami kenaikan dari 60 kasus menjadi 82 kasus. Lonjakan ka­sus terjadi pula di Kalimantan Selatan dengan 64 kasus, dari sebelumnya 21 kasus.

Pasien Sembuh

Penambahan pasien sem­buh tersebar di 24 provinsi dari 34 provinsi yang telah terdampak. Penambahan ter­tinggi berada di DKI Jakarta sebanyak 187 pasien, sehingga total pasien sembuh di provinsi tersebut menjadi 2.586 orang. Provinsi lain yang mencatat peningkatan adalah Jawa Timur sebanyak 100 orang, se­hingga total pasien sembuh di daerah ini menjadi 799 orang. Setelah itu, Jawa Barat dengan penambahan pasien sembuh 53 orang, sehingga totalnya menjadi 701 orang.

Menurut Yurianto, total penambahan kasus positif per Rabu mencapai 684 orang. Ke­mudian, ada 418 kabupaten dan kota yang terdampak Covid-19. Pemerintah masih melakukan pemantauan terhadap 48.153 ODP dan pengawasan terhadap 13.285 PDP. Ant/P-4

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment