Massive MIMO untuk Dongkrak Kecepatan | Koran Jakarta
Koran Jakarta | June 5 2020
1 Comment
Teknologi Jaringan

Massive MIMO untuk Dongkrak Kecepatan

Massive MIMO untuk Dongkrak Kecepatan

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Teknologi 4G terus berkembang untuk mencapai kecepatan yang lebih baik. Massive MIMO 32T32R mampu menghasilkan kecepatan opetimal hingga level 4,5G Pro.

Teknologi besutan Bell Labs Nokia, Massive MIMO bekerja dengan menggunakan dua elemen antena pemancar dan dua antena penerima, untuk menggandakan kapasitas antena dasar. Dengan menggunakan banyak elemen antena, maka teknologi ini secara simultan mengirim dan menerima aliran sinyal yang dikendalikan oleh perangkat lunak canggih.

Menurut laman Nokia.com, teknologi Massive MIMO 32T32R menjadi solusi dalam meningkatkan kapasitas dan jangkauan, serta meningkatkan efisiensi energy pada BTS. Bagi operator 3 Indonesia, MIMO menjadi senjata ampuh dalam meningkatkan kecepatan jaringan dari level 4G menjadi 4,5G Pro.

Salah satu penguna teknologi Massive MIMO 32T32R adalah 3 Indonesia. Sejak menggunakan teknologi tersebut, operator ini yakin mampu bersaing dengan operator lain.

Apalagi sejak April 2018, operator ini mendapat tambahan satu blok menjadi 3 blok pada pita frekuensi 2,1 Mhz, sebagai modal berkompetisi di jariang 4G secara seimbang.

“Untuk menciptakan kapasitas jaringan yang jauh lebih tinggi, antena Massive MIMO memanfaatkan teknik beamforming untuk memberikan cakupan yang efisien dan peningkatan penetrasi dalam ruangan,” jelas Chief Technical Officer 3 Indonesia, Desmond Cheung, di Jakarta, Rabu (12/2).

Desmon mengatakan Massive MIMO 32T32R yang diimplementasikan oleh 3 Indonesia sejak awal 2019 hingga Januari 2020. Teknologi ini mampu mendongkrak kemampuan jaringannya, dengan koneksi internet berjalan 8x lipat lebih cepat dibandingkan saat jaringan 4G pertama diperkenalkan pada 2016.

Kecepatan jaringan seluler 3 Indonesia juga didukung dengan jaringan serat optik dengan teknologi Automatically Switched Optical Networks (ASON). Teknogi ini merupakan teknologi pemindahan jalur jaringan serat optik untuk menjawab permasalahan survivabilitas dan optimasi kapasitas jaringan optik dengan metode topologi yang dinamis.

Bukan hanya dari sisi teknologi, 3 Indonesia juga memperluas jaringan dengan membangun lebih dari 9.000 Base Transceiver Station (BTS) yang tersebar di wilayah Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan, dan Sulawesi. Jaringan 3 Indonesia sekarang sudah mampu menjangkau 200 juta pengguna di 300 kabupaten, 3.000 kecamatan, dan 33.000 desa di seluruh Indonesia.

“Upaya kami yang terus berlanjut didorong oleh satu misi, yaitu untuk turut berkontribusi bagi kemajuan Indonesia dengan cara membantu menyamaratakan akses internet bagi anak muda Indonesia,” kata Wakil Presiden Direktur 3 Indonesia, M. Danny Buldansyah.

Bagi 3 Indonesia anak muda adalah kunci utama untuk memajukan bangsa karena saat ini sudah ada 66 juta anak muda yang berusia 10-24 tahun di Indonesia.

Peran serta mereka akan jadi sangat penting bagi kemajuan negara di masa mendatang. “Peningkatan kemampuan jaringan dan pemasangan teknologi terkini oleh 3 merupakan upaya kami agar lebih banyak anak muda Indonesia, dari Sumatra hingga Sulawesi, dapat memanfaatkan internet untuk mewujudkan ambisi mereka,” lanjut Danny.

Bahkan 3 Indonesia siap untuk memperluas jaringan di Indonesia Timur yang memiliki kondisi geografis dengan tingkat kesulitan sangat tinggi. Sampai akhir tahun rencananya akan membangun sebanyak 9.000 BTS baru menambah 27.000 BTS yang dimiliki saat ini.

“Kami siap untuk memperluas di Indonesia Timur,” kata Danny. Jaringan 5G Bahkan, 3 Indonesia yang merupakan perusahaan di bawah Hutchison Asia Telecommunications yang merupakan bagian dari 3 Group Europe, siap menggelar jaringan 5G di Indonesia.

Hasil pengalaman implementasi 5G di negara Eropa seperti Inggris dan Italia, menjadi modal untuk menggelar jaringan 5G secara komersial di masa mendatang. Operator berwarna hitam ini telah melakukan trial 5G untuk dunia pendidikan.

Uji coba di dunia pendidikan lantaran industri ini membutuhkan teknologi maju dalam mencentak SDM unggul. 5G menurut Danny, bukan hanya untuk industri manufaktur, logistik, tranportasi, kesehatan, dan lainnya saja.

Dengan pengalaman komersialisasi 3 Group Europe di Eropa, 3 Indonesia menyatakan siap menggelar teknologi 5G lebih cepat. Berdasarkan pengujian internal, dan sejumlah laporan independen, dan masukan dari mitra industri, jaringan 5G operator ini menunjukkan kinerja yang kompetitif dengan kecepatan mengunggah dan mengunduh yang tinggi.

“5G kita tinggal tunggu roadmap dari pemerintah yang pasti kami sudah siap, jaringan sudah siap,” ungkap Danny.  hay/S-2

Klik untuk print artikel

View Comments

Jumat 21/2/2020 | 08:17
ayo kunjung iqqharian.club , bnyak promo dan bonus menarik menanti anda

Submit a Comment