KPK Sita 3 Kendaraan Saat Tangkap Nurhadi | Koran Jakarta
Koran Jakarta | July 4 2020
No Comments
Dugaan Suap dan Gratifikasi

KPK Sita 3 Kendaraan Saat Tangkap Nurhadi

KPK Sita 3 Kendaraan Saat Tangkap Nurhadi

Foto : ANTARA/ADITYA PRADANA PUTRA
NURHADI
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan tiga kendaraan dan uang tunai saat menangkap tersangka mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA), Nurhadi (NHD), dan menantunya, Rezky Her­biyono (RHE), di rumah yang disewa Nurhadi di kawasan Ja­karta Selatan, Senin (1/6) lalu. Selain itu, turut diamankan barang bukti elektronik yang berkaitan dengan kasus yang menjerat kedua tersangka yakni pengembangan kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait dengan penanganan perkara di MA pada tahun 2011–2016.

“Yang dibawa dari rumah Simprug. Saat penangkapan turut pula dibawa tiga unit kendaraan, sejumlah uang dan dokumen, serta barang bukti elektronik,” kata Pelak­sana tugas (Plt) Juru Bicara Penindakan KPK, Ali Fikri, di Jakarta, Rabu (3/6).

Namun, saat dikonfirmasi, Ali tidak merincikan mobil apa saja dan jumlah dari uang diamankan penyidik KPK tersebut. Kemudian, untuk status apakah akan disita atau tidak, Ali mengatakan penyi­dik masih menyelidikinya.

“Proses berikutnya penyi­dik akan menganalisa keter­kaitan barang-barang tersebut dengan para tersangka, untuk kemudian dilakukan langkah hukum berikutnya,” kata Ali.

Sementara itu, Wakil Ketua KPK, Nurul Ghufron, menjelaskan kronologi penangkapan Nurhadi cs yang ditetapkan DPO pada Februari 2020. Penangkapan, kata Ghufron, sempat alot. Namun, penyidik KPK dengan dibantu pihak Polri terus aktif melaku­kan pencarian terhadap para DPO, dengan melakukan penggeledahan rumah di ber­bagai tempat, baik di sekitar Jakarta maupun Jawa Timur.

Hingga akhirnya, pada Senin (1/6) sekitar pukul 18.00, Tim Penyidik KPK mendapat informasi dari masyarakat mengenai ke­beradaan dua tersangka yang berstatus DPO tersebut. Se­lanjutnya berdasarkan infor­masi tersebut, Tim bergerak ke Jalan Simprug Golf 17 Nomor 1 Grogol Selatan, Kebayoran Lama yang diduga digunakan sebagai tempat persembunyian Nurhadi dan menantunya.

“Selanjutnya dengan dilengkapi surat perintah penangkapan dan penggelada­han pada sekitar pukul 21.30 WIB Penyidik KPK men­datangi rumah tersebut untuk melakukan penggeledahan,” kata Ghufron. n ola/P-4

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment