KPK Panggil Dirut PT Abadi Sentosa Perkasa Didi Laksamana | Koran Jakarta
Koran Jakarta | July 4 2020
No Comments

KPK Panggil Dirut PT Abadi Sentosa Perkasa Didi Laksamana

KPK Panggil Dirut PT Abadi Sentosa Perkasa Didi Laksamana

Foto : Koran Jakarta/Yolanda Permata Putri Syahtanjung
Pelaksana Tugas Juru Bicara Penindakan KPK, Ali Fikri.
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Direktur Utama (Dirut) PT Abadi Sentosa Perkasa, Didi Laksamana. Ia akan diperiksa untuk tersangka mantan Dirut PT Dirgantara Indonesia (DI), Budi Santoso (BS) dalam penyidikan kasus dugaan tindak pidana korupsi dalam kegiatan penjualan dan pemasaran di PT DI periode 2007 - 2017.

"Yang bersangkutan dijadwalkan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka BS," kata Pelaksana Tugas Juru Bicara Penindakan KPK, Ali Fikri saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu (1/7).

Dalam kasus ini, turut menjerat menantu Nurhadi yakni Rezky Herbiyono (RHE) dan Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (MIT), Hiendra Soenjoto (HSO) yang diduga sebagai pemberi dalam kasus ini. Nurhadi dan menantunya telah ditahan KPK, pada Selasa (2/6). Sedangkan, Hiendra hingga saat ini masih berstatus buron.

Nurhadi dan menantunya diduga menerima hadiah atau janji terkait dengan Pengurusan perkara perdata PT MIT versus PT KBN (Persero) kurang lebih sebesar 14 miliar rupiah, perkara perdata sengketa saham di PT MIT kurang lebih sebesar 33,1 miliar rupiah, dan gratifikasi terkait dengan perkara di pengadilan kurang lebih 12, 9 miliar rupiah, sehingga akumulasi yang diduga diterima kurang lebih sebesar 46 miliar rupiah. 

Atas dugaan tersebut, Nurhadi dan Rezky disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b subsider Pasal 5 ayat (2) lebih subsider Pasal 11 dan/atau Pasal 12B UU Tipikor juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana. Sementara Hiendra yang diduga sebagai pemberi disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b subsider Pasal 13 UU Tipikor juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 juncto Pasal 64 ayat 1 KUHPidana. ola/N-3

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment