Kematian Perawat akibat Korona Kian Melonjak | Koran Jakarta
Koran Jakarta | July 4 2020
No Comments

Kematian Perawat akibat Korona Kian Melonjak

Kematian Perawat akibat Korona Kian Melonjak

Foto : Antara/REUTERS/ADRIANO MACHADO
Puluhan perawat menggunakan masker pelindung melakukan aksi protes dengan membawa spanduk bertuliskan nama petugas kesehatan yang wafat akibat virus korona di tengah mewabahnya virus tersebut di Brasilia, Brasil, pada pertengahan Mei lalu.
A   A   A   Pengaturan Font

JENEWA - Lebih dari 600 perawat di seluruh dunia meninggal dunia karena Covid-19, yang telah menginfeksi sekitar 450.000 petugas layanan kesehatan. Informasi itu berdasarkan data Dewan Perawat Internasional (ICN), Rabu (3/6).

Jumlah kematian di antara perawat meningkat lebih dari dua kali lipat dalam sebulan terakhir dari 260 kematian pada 6 Mei, menurut angka-angka yang didasarkan pada data di lebih dari 30 negara.

"Dalam dua bulan terakhir, kami telah melihat jumlah kematian perawat karena virus korona di seluruh dunia meningkat dari 100 menjadi sekarang lebih dari 600 dan kami pikir di seluruh dunia jumlah petugas kesehatan yang dapat terinfeksi virus ini adalah sekitar 450.000," kata Howard Catton, kepala eksekutif ICN yang berbasis di Jenewa.

“Ini adalah angka yang terus naik," imbuh dia.

Imbas pandemi di kalangan profesional kesehatan tidak diketahui pasti, menurut asosiasi yang menuntut perlindungan lebih besar bagi mereka dan pengumpulan data yang andal secara sistematis.

Rata-rata, 7 persen dari semua kasus Covid-19, penyakit paru-paru yang disebabkan oleh virus korona baru, adalah di antara petugas kesehatan. Ini berarti bahwa perawat dan staf kesehatan lain memiliki risiko pribadi yang besar dan begitu juga pasien yang mereka rawat.

Menyimpulkan  dari 6 juta kasus yang dilaporkan, diperkirakan sekitar 450.000 infeksi di antara petugas kesehatan.

Tingkat infeksi di antara petugas layanan kesehatan sangat bervariasi antarnegara, dengan kurang dari 1 persen di Singapura dan lebih dari 30 persen di Irlandia. Sedangkan Spanyol dan Jerman telah mencatat jumlah kematian yang rendah di antara petugas kesehatan meskipun terjadi wabah besar.

"Mengapa tingkat kematian di kalangan perawat tampak lebih tinggi di beberapa negara Amerika Latin?" tanya ICN, merujuk pada wilayah yang menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah muncul sebagai pusat baru  pandemi.

"Mengapa beberapa negara melaporkan kematian yang tidak proporsional di antara petugas kesehatan kulit hitam, Asia, dan minoritas (petugas layanan kesehatan)? Ini adalah masalah yang diangkat langsung oleh Asosiasi Perawat Filipina ke ICN, mengenai petugas kesehatan Filipina di Inggris," kata ICN.

ICN mewakili 130 asosiasi nasional dan lebih dari 20 juta perawat terdaftar. Ant/I-1

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment