Kapal Perang dan Pesawat Pengintai Tiongkok Berada di Pulau Woody | Koran Jakarta
Koran Jakarta | July 4 2020
No Comments

Kapal Perang dan Pesawat Pengintai Tiongkok Berada di Pulau Woody

Kapal Perang dan Pesawat Pengintai Tiongkok Berada di Pulau Woody

Foto : PlanetLabs Inc
Citra satelit memperlihatkan kapal perang amfibi milik AL Tiongkok tengah bersandar di pelabuhan yang ada di Pulau Woody di LTS pada 27 Juni lalu
A   A   A   Pengaturan Font

WASHINGTON DC - Sebuah kapal perang besar milik Angkatan Laut Tiongkok serta sebuah pesawat pengintai maritim dilaporkan berada di Pulau Woody yang ada di rangkaian Kepulauan Paracel yang dipersengketakan di Laut Tiongkok Selatan (LTS).

“Kapal amfibi tipe 071 milik AL Tiongkok telah bersandar di pelabuhan Pulau Woody sejak 27 Juni, sebuah pulau yang pusat administrasi dan pangkalan militer di Kepulauan Paracel di LTS,” demikian dilaporkan BenarNews yang merupakan afiliasi dari kantor berita Radio Free Asia (RFA) pada Senin (29/6). “Kapal perang itu tak terlihat di sana pada 25 Juni lalu,” imbuh kantor berita itu.

RFA juga melaporkan keberadaan pesawat pengintai maritim KJ-500 tengah berada di landasan yang ada di pulau itu. Laporan keberadaan kekuatan militer ini berdasarkan pantauan citra satelit

“Kapal perang itu sepertinya akan diikutsertakan dalam latihan militer AL skala besar yang digelar di wilayah itu pada pekan ini,” imbuh RFA.

Sebelumnya pada Sabtu (27/6) pekan lalu, Dinas Keamanan Maritim Tiongkok mengumumkan akan digelarnya latihan militer yang dilaksanakan di LTS mulai 1 hingga 5 Juli.

Kapal perang tipe 071 adalah jenis kapal amfibi yang bisa membawa helikopter, satu batalion marinir, kendaraan lapis baja amfibi dan kargo amfibi yang bisa membawa peralatan elektronik penunjang perang.

Di Pulau Woody terdapat pangkalan militer terbesar di LTS. Lokasinya berada di pertengahan bagian utara dari Kepulauan Paracel.

Kepulauan Paracel saat ini disengketakan oleh Tiongkok, Vietnam, dan Taiwan, dan saat ini diduduki Tiongkok. Kepulauan itu saat ini mulai dihuni sejak dilakukan reklamasi besar-besaran oleh Tiongkok untuk memperluas atau membuat pulau buatan.

Pulau Woody memang kerap disinggahi kapal penjaga pantai serta armada kapal Tiongkok nelayan. Amat jarang kapal perang AL singgah di pelabuhan Pulau Woody dan berdasarkan pengamatan BenarNews berdasarkan rekaman citra satelit, baru pertama kalinya kapal perang tipe 071 terlihat berada di sana.

Menurut Greg Poling, direktur Asia Maritime Transparency Initiative yang bernaung dibawah institusi Center for Strategic and International Studies yang bermarkas di Washington DC, latihan militer Tiongkok pekan ini di wilayah perairan yang juga dikliam oleh Vietnam, bukanlah hal yang tak lazim. “Namun ini merupakan pola yang mengkhawatirkan, Provokasi-provokasi Tiongkok di LTS semakin meningkat frekuensinya selama terjadinya pendemi global dan Beijing berkomitmen untuk meningkatkan provokasinya daripada menurunkannya,” kata Poling

Bersandarnya kapal perang Tiongkok di Pulau Woody terjadi usai AS melakukan latihan AL besar-besaran dengan mengikutsertakan dua kapal induk di Laut Filipina pada Minggu (30/6).

Kehadiran kapal perang Tiongkok di wilayah sengketa LTS semakin meningkatkan kekhawatiran terjadinya militerisasi di LTS. Saat KTT ke-36 Asean pada Jumat (26/6) pekan lalu, Perdana Menteri Vietnam, Nguyen Xuan Phuc, yang jadi ketua dalam KTT itu menekankan perlunya nonmiliterisasi dan upaya menahan diri dari pihak-pihak yang bersengketa di LTS karena jika tak ditahan bisa memperumit dan meningkatkan ketegangan di LTS. RFA/I-1

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment