Jika Tidak Urgen, Urus E-KTP di Kantor Dukcapil Sebaiknya Ditunda Dulu | Koran Jakarta
Koran Jakarta | June 4 2020
No Comments
Dirjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri, Zudan Arif Fakrulloh, tentang Pengurusan Dokumen Warga

Jika Tidak Urgen, Urus E-KTP di Kantor Dukcapil Sebaiknya Ditunda Dulu

Jika Tidak Urgen, Urus E-KTP di Kantor Dukcapil Sebaiknya Ditunda Dulu

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font
Berbagai instansi pemerintah kini membatasi layanan publik yang bersifat langsung atau tatap muka. Bahkan, sudah banyak instansi pemerintah, baik di pusat dan daerah, yang menerapkan sistem Work From Home (WFH) alias pegawai bekerja di rumah.

 

Semua itu dilakukan untuk memutus mata rantai pe­nyebaran virus korona yang telah jadi pandemi.

Direktorat Jenderal Kependudu­kan dan Pencatatan Sipil (Duk­capil) pun menerapkan beberapa cara untuk membatasi pelayanan yang memungkinkan banyak orang berkumpul. Bahkan, Direktur Jenderal Kependudukan dan Pen­catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri, Zudan Arif Fakrulloh, telah mengeluarkan instruksi kepada se­luruh kepala dinas kependudukan di daerah untuk mengimbau warga agar tak datang dulu ke kantor dinas kependudukan.

Jika urusan dokumen kepen­dudukan tidak terlalu mendesak, masyarakat diimbau baiknya menunda dulu datang ke kan­tor dinas kependudukan. Untuk mengupas itu lebih lanjut, Koran Jakarta mewawancarai Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri, Zudan Arif Fakrulloh. Berikut peti­kan wawancaranya

Presiden Jokowi mengimbau agar masyarakat melakukan social distancing measures atau menjaga jarak kontak fisik dengan yang lain untuk mengurangi risiko penularan Covid-19. Menin­daklanjuti itu, apa langkah yang dilakukan Ditjen Dukcapil?

Kami mendorong jajaran Duk­capil di seluruh Indonesia tetap melayani publik dengan baik, tapi mengutamakan layanan online.

Caranya seperti apa layanan online itu?

Caranya begini, jadi, ma­syarakat bisa mengajukan permohonan dokumen kependudu­kan secara online, dan do­kumennya pun dikirim online dengan PDF sehingga pen­duduk bisa mencetak di rumah. Nah, aplikasi Dukcapil yang mencetak dokumen dengan kertas HVS A4 80 gram dapat digunakan. Kepala Dinas saya persilakan mengatur sesuai kondisi setempat. Prinsipnya dihindari pengumpulan atau berkerumunnya orang.

Kalau untuk layanan pereka­man e-KTP bagaimana?

Khusus untuk layanan e-KTP ini kan ada kontak fisik secara langsung, saya sudah minta agar ditunda dua sampai dengan tiga pekan ke depan.

Kalau misalnya warga sangat butuh sekali, misal untuk mengurus BPJS, daftar sekolah anak, itu bagaimana?

Ya, kecu­ali untuk hal yang sangat urgen layanan dapat diberikan. Yang urgen itu misalnya untuk masuk sekolah, TNI-Polri, atau untuk urusan ke rumah sakit atau BPJS. Tapi, saya juga ingatkan setelah dilakukan perekaman, harus ada perlakuan khusus kepada petu­gas, alat, dan pemohon.

Jadi, alat untuk melakukan perekaman diberikan disinfektan secara rutin. Petugas pun harus rutin dan sering mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer, begitu juga pemohon. Diupayakan ada thermal gun untuk mengukur suhu tubuh di pintu masuk kantor.

Saya sebagai Dirjen Dukcapil juga telah menginstruksikan seluruh kepala dinas kependudukan di Indo­nesia dapat membuat pengumuman agar masyarakat yang tidak sangat urgen dapat menunda pengurusan dokumennya. Yang urgen tetap dilayani, misalnya untuk sekolah, mengurus BPJS, atau rumah sakit.

Banyak masyarakat yang tak terbiasa dengan layanan on­line dan merasa lebih afdol jika langsung datang ke kantor Duk­capil. Nah, bila menghadapi yang seperti ini bagaimana, adakah strategi khusus?

Saya sudah beri arahan untuk cara-cara agar tidak ada antrean. Caranya dengan permohonan online, dokumen dikirim ke rumah atau diambil saat sudah jadi, diberi­tahu kapan ambil. Cara lainnya, dengan cukup meletakkan doku­men permohonan dalam kotak-ko­tak yang disediakan. Ditulisi nomor handphone dan nama pemohon. Langsung ditinggal pulang. Saat dokumen jadi akan dihubungi.

Petugas yang mengurusi e-KTP juga harus dengan sarung tangan dan masker. Petugas Dukcapil juga memang ada yang tetap stay di kantor, digilir, diatur oleh kepala dinasnya masing-masing. Sediakan hand sanitizer di banyak titik dan pemindai suhu tubuh. Dalam kondisi seperti sekarang ini, kesela­matan yang paling utama. agus supriyatna/P-4

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment