Jakarta Pusat Kewalahan Terima Warga Ingin “Rapid Test” | Koran Jakarta
Koran Jakarta | June 5 2020
No Comments
Tes Korona - Hari Ini, Pemkot Bogor Lakukan “Rapid Test” di Delapan Lokasi

Jakarta Pusat Kewalahan Terima Warga Ingin “Rapid Test”

Jakarta Pusat Kewalahan Terima Warga Ingin “Rapid Test”

Foto : ANTARA/ Fakhri Hermansyah
pemeriksaan cepat - Petugas medis mengecek kesehatannya dengan mengambil sampel darah dengan metode rapid test (pemeriksaan cepat) di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (25/3). Pemeriksaan yang dilakukan khusus tenaga medis di Bekasi guna memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19.
A   A   A   Pengaturan Font

DKI Jakarta mengutamakan warga yang memiliki riwayat kontak dengan pasien positif Covid-19 untuk menjalani rapid test.

JAKARTA – Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Pusat, Erizon Safari, mengaku kewalahan dengan membeludaknya, pasien dalam pengawasan (PDP) yang akan lakukan rapid test di wilayahnya.

“Bahkan sekarang infonya penuh dan waiting list. Besok (Kamis 26 Maret 2020) kita akan melakukan rapid test kepada para medis, orang dalam pengawasan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP) di delapan puskesmas dan lima RSUD untuk mempercepat penanganan Covid-19,” ujar Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Pusat, Erizon Safari, di Jakarta Pusat, Rabu (25/3). Erizon menjelaskan saat ini jumlah rapid test yang tersedia di Jakarta kurang maksimal karena pendistribusian rapid test dikerjakan di Puskesmas dan RSUD. Menurut Erizon, jumlah rapid test Covid-19 yang ada di Jakpus sebanyak dua ribu unit. Jumlah ini pun langsung didistribusikan di delapan puskesmas dan lima RSUD se-Jakarta Pusat. Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Widyastuti, mengatakan pihaknya mengutamakan warga yang memiliki riwayat kontak dengan pasien positif Covid- 19 untuk menjalani rapid test tersebut. Sebab, alat rapid test yang tersedia saat ini tak sebanding dengan jumlah penduduk Jakarta.

“Yang kami fokuskan adalah kasus kontak erat dengan kasus positif (Covid-19),” ujar Widyastuti, di Balai Kota DKI Jakarta. Selain itu, alat rapid test itu akan dibagikan ke fasilitas kesehatan di Jakarta. Faskes juga akan melakukan rapid test berdasarkan contact tracing, yakni memeriksa orang yang punya riwayat kontak dengan pasien positif Covid-19. Kini, kasus positif korona di wilayah Ibu Kota mencapai 440 orang. Berdasarkan data terbaru situs corona.jakarta.go.id, Rabu (25/3) pukul 08.00WIB, rincian dari jumlah pasien positif korona terdiri dari 266 pasien sedang dalam perawatan, 24 pasien sembuh, dan 37 pasien meninggal dunia. Sementara itu, sebanyak 113 orang telah melakukan isolasi secara mandiri 901 orang, dan 440 orang teridentifikasi positif korona, 461 orang menunggu hasil. Adapun jumlah kasus positif di titik kelurahan mencapai 305 kasus dan 135 kasus di lokasi yang tidak diketahui.

Tersebar Delapan Lokasi

Sementara itu, Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim, mengatakan Pemerintah Kota Bogor akan lakukan tes masif deteksi korona melalui rapid test (tes cepat) dilaksanakan secara terpisah di delapan lokasi di Kota Bogor kepada 800 orang peserta berkategori orang dalam risiko (ODR). Menurut Dedie A Rachim, pelaksanaan rapid test dilakukan secara terpisah di delapan lokasi, yakni di puskesmas induk di setiap kecamatan dari enam kecamatan di Kota Bogor, serta di RSUD Kota Bogor dan di Dinas Kesehatan Kota Bogor. Menurut dia, alat rapid test yang diterima sebanyak 800 unit dan perkiraan unit pelaksanaan tes setiap unitnya sekitar lima menit sehingga membutuhkan waktu sekitar 4.000 menit atau 66,6 jam.

“Waktu 66,6 jam itu, jika dibagi 24 jam dalam sehari maka waktunya 2,7 hari,” katanya. Padahal, kata dia, orang bekerja selama delapan jam dalam sehari, sehingga 66,6 jam itu membutuhkan waktu sampai delapan hari. Sementara itu, Pemerintah Kota Bekasi mulai menggelar rapid test Covid-19, mulai Rabu (25/3 Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi alias Pepen, mengatakan pihaknya menyiapkan skema rapid test dengan beberapa tahapan skema itu bertujuan agar tidak menimbulkan banyak kerumunan. Tahap pertama yang jadi sasaran Pemkot Bekasi adalah tenaga medis yang saat ini diselenggarakan di Stadion Patriot, Bekasi.

“Sekarang ini kita ambil tes yang pertama adalah tim kesehatan kita. Jadi kalau nanti didata ada yang ODP dan PDP akan kita pisahkan,” ujar Pepen. Setelah tenaga medis, pemeriksaan berlanjut ke orang yang saat ini dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP) terkait Covid-19. Bagi mereka yang ODP dan PDP ini nantinya akan diperiksa secara door to door oleh tim kesehatan. Ada 165 tim kesehatan yang terdiri dari 100 pendamping dan 65 analis yang diterjunkan ke 12 kecamatan dan 56 kelurahan.

“Jadi jangan khawatir kami akan rahasiakan pemeriksaan. Tim Kesehatan nanti akan dikirim ke tempat-tempat yang terduga, ketempat yang terjadi interaksi, ketempat yang memang sudah kita susun sedemikian rupa dari 15 positif,” ucap dia.

jon/pin/Ant/P-5

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment