Gaji Pesepakbola Profesional Terancam Dipotong | Koran Jakarta
Koran Jakarta | June 5 2020
No Comments

Gaji Pesepakbola Profesional Terancam Dipotong

Gaji Pesepakbola Profesional Terancam Dipotong

Foto : AFP/PAUL ELLIS
A   A   A   Pengaturan Font

LONDON – Asosiasi Pesepakbola Profesional (PFA) menyerukan untuk pembicaraan mendesak dengan Liga Inggris dan Liga Sepakbola Inggris (EFL) mengenai dampak keuangan akibat pandemi virus korona. Pembicaraan itu juga akan melibatkan pemain dan klub. Kompetisi sepakbola di Inggris telah ditangguhkan setidaknya hingga 30 April.

Penangguhan bisa berlangsung lebih lama karena Inggris bersiap diri untuk lonjakan kasus COVID-19. Hilangnya pendapatan karena tanpa pertandingan telah memukul klub, terutama pada tiga divisi di bawah Liga Premier. Situasi itu meningkatkan kemungkinan klub meminta pemain untuk menerima penangguhan gaji. Menurut laporan, Birmingham telah menjadi tim Championship pertama yang melakukannya. Mereka mencari persetujuan dari para pemain yang menerima gaji lebih dari 6 ribu pound sepekan untuk dipotong sementara 50 persen.

“Seperti industri lainnya, krisis COVID-19 saat ini memiliki dampak yang parah pada keuangan klub,” demikian pernyataan PFA.

“Beberapa klub telah mendekati pemain dengan tujuan untuk memberlakukan penundaan pembayaran gaji. Untuk menghadapi situasi ini, kami telah menyerukan pertemuan darurat dengan otoritas Liga Premier dan EFL.”

Para pemain di Bayern Munich dan klub-klub Jerman lainnya dilaporkan telah setuju untuk melakukan pemotongan gaji. “Dalam kondisi yang tepat dan dengan jaminan yang sesuai, mekanisme seperti penangguhan gaji adalah sesuatu yang mungkin harus diajukan, tapi tentu saja harus diskusi dan pembicaraan tentang itu,” ujar wakil kepala eksekutif PFA Bobby Barnes kepada The Athletic awal pekan ini.

Saat kompetisi kembali dimainkan dan berlangsung tanpa penonton, itu juga akan berpengaruh pada pendapatan klub. Tetap menggulirkan kompetisi akan membantu meringankan krisis keuangan di akhir musim. Klub-klub Liga Premier dilaporkan harus membayar 762 juta pound terkait hak siar jika musim tidak dapat diselesaikan.

“Di dunia yang ideal kami akan bermain di depan orang banyak. Tapi kami tidak berada di dunia yang ideal dan tentu saja, para pemain yang saya ajak bicara menerima jika itu yang akan terjadi,” jelas Barnes.

“Sepak bola adalah tentang penggemar. Tetapi kenyataannya bagi sebagian besar pemain, terutama di level tertinggi, pendapatan didanai oleh uang dari hak siar televisi dan ada kontrak yang harus dipatuhi,” sambungnya.

Sementara itu, pemain belakang Everton dan tim nasional Inggris Michael Keane mengatakan para pemain akan dapat kembali bertanding meski hanya berlatih sebisanya. Klubklub Liga Inggris akan bertemu pada 3 April untuk membahas apa yang akan dilakukan selanjutnya.

“Semua pemuda telah dikirimkan program pelatihan individu untuk dilakukan di rumah,” ujar Keane kepada radio Talksport.  ben/AFP/S-1

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment