Dua Dasawarsa untuk Seni dan Teknologi
📅 Senin, 10 Jun 2019, 01:00 WIB | Oleh: Eko S
Doc: ISTIMEWA
Ini adalah tahun penting bagi House of Natural Fiber (HONF) Foundation, lembaga yang 20 tahun lalu dimulai dari komunitas yang berpijak atas nama media baru, kini telah berkembang dengan pesat dan sudah melahirkan berbagai lab kecil dan bermacam kelompok di dalamnya.
Melampaui ekspektasi para pendirinya, HONF berubah menjadi platform untuk saling bertemu dan berbagi, khususnya antara para pemikir, pekerja seni, dan para ilmuwan (scientist).
"Ya, 20 tahun waktu yang cepat ternyata. Ini tahun mengingat kembali perjalanan panjang kami, refleksi, dan menghitung ulang visi. Yang jelas tujuan utamanya adalah mendorong masyarakat kita melek sains, dengan mediumnya bisa apa saja, salah satunya seni," kata salah satu pendiri, direktur, dan karakter utama HONF, Venzha Christ, kepada Koran Jakarta, baru-baru ini di Yogyakarta.
Maret lalu, Venzha baru saja mengikuti percobaan hidup di Mars, selama 16 hari diisolasi di sebuah kapal besar pemecah es (ice breaker) milik Jepang, SHIRASE 5002. Ya Venzha adalah satu-satunya orang Indonesia yang mengikuti serangkaian percobaan hidup di mars. Maret 2018, ia telah melakukannya di Utah, AS.
.jpg)
Venzha mengatakan, keterlibatan dirinya dan HONF dalam proyek percobaan di Mars adalah hasil perkembangan komunitas pada 2011-2014. Tahun itu bermunculan banyak proyek sains kolaboratif di mana salah satunya v.u.f.o.c bersama beberapa lembaga dan institusi bidang Space Science juga mencanangkan untuk membuat platform baru bernama ISSS - Indonesia Space Science Society.
"Ini tahun yang bergairah. Kami juga bikin Transformaking, event sains dan kearifan lokal yang menghadirkan peserta internasional dan daerah kumpul jadi satu," katanya.
Pada era ini juga muncul beberapa generasi yang lebih muda untuk membuat kelanjutan dari eksplorasi Bio Material, dibukanya kelas-kelas Bio-Art, perjalanan riset ke beberapa industri, serta munculnya project-project baru lanjutan Citizen Class, XXLab, SOYA C[O]U[L]TURE, A.P.L, CELLSKitchen, dan C6H12O6+6O2. Minimal 5 penghargaan dan awards Internasional yang diterima HONF Foundation selama era ini, dan satu penghargaan dari pemerintah daerah dan pusat di era setelahnya.
Pada 2016, ISSS diresmikan sebagai institusi, dan memproduksi konferensi internasional di bidang Space Science dan Space Exploration (SSSE), bernama SETI - Search for Extra-Terrestrial Intelligence, yang pertama di Asia Tenggara. SETI Festival ini juga diselenggarakan setiap tahun sejak 2016. Hingga saat ini, ISSS sudah melakukan riset dan penelitian kurang lebih di 40 institusi, lembaga, serta universitas di bidang SSSE dari seluruh dunia. Scientist dan Astronom penting Indonesia yang men-support lembaga ini adalah Ilham A Habibie, Premana W Premadi, dan Gunawan Admiranto. YK/R-1
Mengikis Gap Laboratorium dan Pekerja Seni
Ide dibentuknya HONF diinisiasi beberapa lulusan ISI - Institut Seni Indonesia pada mulanya. Mereka berasal dari fakultas Seni Rupa dan Disain era 90-an, yang mencoba untuk membuat dunia seni dan area teknologi pada saat itu bisa mempunyai energi yang sama serta bisa saling berkolaborasi.
.jpg)
Tidak banyak persona atau kelompok pada saat itu yang mengambil ranah seni dan teknologi ini sebagai pijakan untuk berimajinasi serta berkarya. Di sisi lain juga terdapat adanya gap yang lebar antara para scientist yang hidup dan berpikir di dalam lab mereka masing-masing dengan para pekerja kreatif dan pekerja seni pada umumnya. Inilah gagasan awal yang kemudian mencoba untuk dibedah dan ditawarkan pada publik secara luas oleh HONF, yang saat itu para pendirinya tergila-gila dengan inovasi dan perkembangan teknologi yang ada.
Pada Desember 1999, HONF menjalankan aktivitas pertamanya yakni membuat rangkaian workshop dan lokakarya untuk anak-anak SD dan SMP. Kegiatan ini fokus pada pengenalan peralatan dan penalaran pada banyak seni terap seperti fotografi, video, teater, multimedia dan lain lain. Dari kelas-kelas tersebut kemudian membuat versi DIY dengan menggunakan bahan serta peralatan yang sederhana dan mudah didapat.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!